The World Emperor System

The World Emperor System
Pesta Pernikahan Di Kekaisaran Ling



Dua ahli tingkat Raja Dewa puncak menjadi bulan-bulanan Reinar yang terus memukuli mereka yang sudah terluka parah.


“Boomm... Boomm...”


Ledakan keras terdengar sampai jarak puluhan kilometer saat serangan yang dilontarkan Reinar mengenai dua orang yang menjadi lawannya.


“Braak... Braak...”


Ahli dari kubu Lembah Kematian terpental menghantam puluhan pohon dan membuat kehancuran di sebagian kecil wilayah hutan tempat pertarungan mereka. Setelah dia menghantam pohon yang terakhir, detik itu juga dia kehilangan kesadarannya.


“Argh...” Ahli dari kubu Sekte Lembah Tengkorak mengerang kesakitan saat tubuhnya terpental menghantam sebuah tebing, lalu dia kembali mendapatkan serangan dari Reinar yang telah muncul di dekatnya.


“Boomm...” Pukulan Reinar yang begitu kuat membuat hancur separuh bagian dari tubuh ahli dari kubu Sekte Lembah Tengkorak.


Melihat tubuh yang baru dia hancurkan mulai beregenerasi, rantai penyerap mulai keluar dari telapak tangan Reinar dan mengikat ahli dari kubu Sekte Lembah Tengkorak.


Selanjutnya Reinar menyerap kekuatan yang dimiliki ahli Raja Dewa puncak yang mungkin bisa menaikkan satu tingkat kekuatannya.


Dalam waktu singkat dia berhasil menyerap kekuatan dari kedua ahli Raja Dewa puncak yang kini telah berubah menjadi abu. Tetapi dengan kekuatan mereka Reinar belum bisa menerobos ke tingkat Kaisar Dewa.


Kekuatan ahli tingkat Raja Dewa puncak yang dia serap hanya mengisi sepersepuluh dari energi yang dia perlukan untuk menerobos ke tingkat Kaisar Dewa.


Menyelesaikan urusannya dengan dua ahli tingkat Raja Dewa yang diketahuinya bukanlah orang asli yang berasal dari Benua Zhongjian, Reinar menemukan dua buah plakat terbuat dari bahan Giok yang dimiliki keduanya.


“Mungkin ini akan membantuku saat aku mengunjungi alam immortal...” Kata Reinar lalu dia pergi menemui ke-sepuluh bawahannya yang telah membereskan sisa-sisa kekuatan Sekte Lembah Tengkorak.


“Tuan...” Kata mereka bersepuluh menyambut kedatangan Reinar.


Reinar hanya menganggukkan kepalanya lalu dia melihat jutaan mayat yang memenuhi padang rumput yang kini telah berubah menjadi lautan mayat dan darah.


“Setelah aku menjadi seorang ahli di tingkat Raja Dewa, aku bisa mengajarkan Teknik penyerap kepada orang lain, dan kesembilan istriku adalah orang yang pantas mendapatkan Teknik itu...” Gumam Reinar lalu dia membuat dua tubuh bayangan untuk menjemput kesembilan istrinya yang berada di dua tempat yang berbeda.


“Swusshh... Swusshh... Swusshh...” Sembilan istri Reinar keluar dari dua gerbang teleportasi yang muncul tak jauh darinya.


Dengan senyuman yang begitu lembut Reinar menyambut kedatangan mereka. “Kalian bisa mengikuti ku!... Ada yang ingin aku berikan kepada kalian...” Kata Reinar sambil bergerak meninggalkan tempat yang dipenuhi jutaan mayat.


Melihat keseriusan di wajah Reinar, ke-sembilan istrinya langsung mengikutinya tanpa banyak bicara. Saat mereka muncul dan melihat keberadaan jutaan mayat dengan aura menjijikkan di sekitar mereka, ke-sembilan istri Reinar tahu jika ada sebuah peristiwa besar yang baru terjadi.


Ke-sembilan istri Reinar terus mengikuti kemana suami mereka pergi sampai akhirnya mereka berhenti di sebuah bukit tak terlalu jauh dari tempat kemunculan mereka. Melihat Reinar turun dan menapakkan kakinya di atas permukaan rerumputan, mereka bersembilan ikut turun dan berdiri di hadapan sang suami.


“Tutup mata kalian, dan setelah itu serap semua pengetahuan yang akan aku berikan pada kalian!...”


“Baik suamiku...” Jawab kesembilan istri Reinar kompak.


Melihat seluruh istrinya sudah memejamkan mata, Reinar mulai mentransfer pengetahuan tentang Teknik penyerapan pada mereka, dan apa yang di lakukan nya cukup menyita waktu karena dia melakukan itu pada sembilan orang di waktu yang bersamaan.


Setelah satu hari berlalu.


Reinar yang telah selesai mentransfer Teknik penyerap kepada para istrinya, sejenak dia menatap wajah cantik kesembilan istrinya.


“Suamiku, apa yang sedang kamu lihat?...” Kata Rhea yang pertama membuka mata.


Raka menggelengkan kepalanya. “Aku cuma sedang terpesona dengan wajah para istriku yang dari hari ke hari terlihat semakin cantik...”


“Apa seorang istri yang tengah mengandung akan terlihat semakin cantik?...” Kata Luna yang membuka mata bersamaan dengan tujuh orang lainnya.


“Tentu, kalian akan terlihat semakin cantik saat perut kalian semakin membesar, dan kecantikan akan sempurna saat nantinya kalian telah menjadi seorang Ibu...” Kata Reinar dengan senyuman yang tak pernah menghilang dari wajahnya saat dia berhadapan dengan orang-orang terdekatnya.


Kesembilan istrinya tersenyum dan mereka bergantian memeluk Reinar.


“Kita bisa melanjutkan itu nanti, tapi sebelum itu kalian boleh menyerap kekuatan mayat yang kemarin kalian lihat. Kalian cukup menyerap kekuatan mereka, dan biarkan aku yang mengatasi aura mereka...”


“Tapi, apa aura mereka tidak membahayakan suami?...” Tanya Freya khawatir.


Reinar memunculkan api putih penyucian miliknya. “Dengan ini aura itu akan musnah...”


Kesembilan istrinya mengangguk lalu mereka pergi ketempat jutaan mayat yang akan mereka serap kekuatannya.


Rantai penyerap mulai muncul dari telapak tangan kesembilan istri Reinar, lalu rantai itu terus menjalar dan mulai menyerap kekuatan dari orang yang tersentuh rantai.


Melihat kesembilan istrinya melakukan penyerapan, dengan santainya Reinar mulai menghancurkan aura menjijikkan yang keluar dari mayat yang telah hancur. Dalam tujuh hari aura itu akan mengubah mayat yang ditempatinya menjadi mayat hidup jika tidak segera di musnahkan.


“Kalau saja aku tidak mempunyai api penyucian, aku pasti kesulitan memusnahkan mereka...” Gumam Reinar sambil terus menghancurkan setiap aura yang keluar dari mayat yang kekuatannya telah diserap oleh para istrinya.


Sehari kembali berlalu, dan terlihat seluruh mayat telah berubah menjadi abu bersamaan dengan musnahnya aura yang melekat pada mereka.


Kekuatan kesembilan istri Reinar juga telah meningkat pesat. Walaupun dari bersembilan hanya Ling Yue dan Sally yang bisa berkultivasi, tetapi saat ini dapat di katakan kekuatan mereka semua setara dengan ahli di tingkat Jenderal Dewa puncak, bahkan mereka bisa mengimbangi ahli di tingkat Raja Dewa awal.


“Swusshh...” Raka membuat gerbang teleportasi yang akan membawa mereka menuju Kekaisaran Ling.


“Sebentar lagi acara pernikahan mereka akan di mulai, lebih baik kita bersiap untuk menghadiri pernikahan mereka...” Kata Reinar lalu dia membiarkan kesembilan istrinya untuk terlebih dahulu memasuki portal teleportasi dan di ikuti oleh sepuluh bawahannya.


“Kalian pergilah ke Kekaisaran Naga, dan jemput keluarga!... Lima dari kalian tetaplah tinggal di Kekaisaran Naga untuk menjaga keamanan Kekaisaran selama kepergian keluargaku...” Kata Reinar memberi perintah pada kesepuluh tubuh bayangannya.


“Baik Tuan...” Kata kesepuluh tubuh bayangannya, lalu mereka melakukan teleportasi langsung menuju Kekaisaran Naga.


“Swusshh...” Reinar muncul di kediamannya yang ada di Kekaisaran Ling dan langsung disambut oleh kesembilan istrinya.


Sepuluh bawahan Reinar kali ini di tugaskan untuk menjaga kediaman. Mereka bersepuluh segera menyebar dan menjaga ketat kediaman Reinar.


Di istana Kekaisaran Ling.


Persiapan acara pernikahan telah sepenuhnya selesai. Tempat pesta maupun hidangan untuk acara penjamuan juga telah di siapkan dengan begitu detail.


Biarpun hanya akan di hadiri tak lebih dari seribu orang, tetapi ada beberapa tamu penting dari Kekaisaran dan Sekte yang ada di Benua Zhongjian.


Dari Kekaisaran besar hanya Kekaisaran Han yang bersedia menghadiri pesta, sedangkan Sekte Lentera Dewa menjadi satu-satunya Sekte besar yang menghadiri pesta yang diadakan di Kekaisaran Ling.


Kekaisaran Wei maupun Sekte besar lainnya tak ada yang bisa datang karena mereka tengah menghadapi masalah internal yang tengah melanda di tempat mereka.


Tetapi mereka tetap mengirimkan kado pada dua padang pengantin sebagai tanda persahabatan dengan Kekaisaran Ling, yang kini kekuatannya telah diakui sebagai yang terkuat di seluruh daratan Benua Zhongjian.


Menjelang siang tamu agung Kekaisaran Ling dari Kekaisaran Naga datang dan di sambut langsung oleh Kaisar Ling Mou dan Permaisuri Qin Xia.


Kakek, Ibu, Bibi dan kedua kakak Reinar datang dengan segunung hadiah yang telah mereka persiapkan. Pesta pernikahan tidak jadi di adakan di Kekaisaran Naga, jadi semua hadiah mereka bawa ke tempat pesta yang ada di Istana Kekaisaran Ling.


Ling Long merasa senang saat bertemu dengan Bibi Reinar, sang Phoenix Es. Seperti teman lama yang ketemu kembali, mereka berdua pergi ke tempat lain untuk menikmati waktu berdua.


Sementara itu Kaisar Ling Mou dan Permaisuri Qin Xia cukup terkejut akan kekuatan keluarga Reinar. Biarpun tidak bisa merasakan kekuatan seorang kultivator dari tubuh mereka, Kaisar Ling Mou dan Permaisuri Qin Xia merasa jika kekuatan mereka setara dengan ahli di tingkat Dewa Langit puncak yang tentunya lebih kuat dari mereka.


Dengan fisik kuat selayaknya seorang kultivator dan tempat penyimpanan mana yang semakin meluas, tak heran jika kekuatan Kekaisaran Naga dapat menyamai kekuatan terkuat yang ada di daratan Benua Zhongjian.


Tak lama setelah keluarganya datang, giliran Reinar dan sembilan istrinya yang datang dan semakin membuat meriah suasana sebelum di mulainya pesta.


Melihat keluarganya, Reinar melangkahkan kaki ke arah mereka dan dia memberikan penghormagan pada empat orang yang wajib dia hormati. Seharusnya ada lima orang, tetapi karena bibinya masih bersama Leluhur Ling Long, jadinya Reinar hanya memberikan penghormatan pada mereka berempat.


Mereka berempat hanya tersenyum lalu bergantian memeluk Reinar untuk sejenak melepas rindu, terutama Allea yang tentunya sangat merindukan keberadaan putranya.


Setelah melepas rindu, dan semua orang telah berkumpul, Kaisar Ling Mou memimpin seluruh tamunya menuju altar pernikahan.


Sementara itu, tamu undangan saat ini tengah menikmati jamuan pembuka di aula istana Kekaisaran Ling yang telah dirubah menjadi tempat pesta dengan dekorasi elegan yang terkesan mewah.


Begitu rombongan Kaisar Ling Mou sampai di bangunan yang terdapat altar pernikahan di tengah-tengah, dua pasang kekasih yang akan segera menjadi pasangan suami istri, mereka terlihat memasuki ruangan dan berjalan menuju altar pernikahan.


Semua prosesi pernikahan berjalan lancar tanpa ada halangan yang cukup berarti. Prosesi pernikahan berakhir saat Ling Feng mencium kening Alice, sementara di sisi lain Argust mencium kening Ling Zhe.


“Adik Ling Zhe sepertinya sudah tidak sabar untuk segera melakukan pelerangan di atas ranjang...” Kata Freya berbisik ke telinga Ling Yue saat melihat wajah merah Ling Zhe saat ciuman Argust mendarat di keningnya.


“Begitu juga dengan kak Feng...” Kata Ling Yue berbisik sambil melihat mata nakal Ling Feng yang terus melirik kearah belahan dada Alice.


“Bukan hanya mereka, sepertinya kita juga harus segera ke kamar untuk bermain dengan suami kita...” Kata Bella sambil melirik Reinar yang tengah duduk di dekat Allea.


Reinar yang tengah terduduk tiba-tiba merasa dingin di punggungnya yang menandakan adanya mara bahaya yang mendekatinya.


Saat dia mencoba mencari bahaya apa yang mendekat ke arahnya, tanpa sengaja dia melihat kesembilan istrinya tengah menatap ke arahnya sambil menunjukkan senyum mereka yang membuatnya hanya bisa tersenyum kecut. “Juniorku harus bekerja keras memuaskan kesembilan sarang yang sudah menanti untuk di masuki...” Kata Reinar membatin.


***


Jangan lupa berikan like sebagai penyemangat author serta komentar untuk saling berinteraksi 😊😊😊...


***


Bersambung...