
Yang Yifei dan Qinyu membelalakkan matanya begitu mendengar apa yang dikatakan Reinar. Mendirikan sebuah Kerajaan tanpa terikat dengan Kekaisaran Dong Ma, itu sama saja dengan menantang secara tidak langsung Kekaisaran yang menjadi penguasa tunggal Benua Selatan.
“Suamiku, kita tidak mungkin bisa melakukan itu!... Melakukan itu, sama saja seperti kita menantang ribuan kultivator tingkat Dewa Surgawi yang mengabdikan hidup mereka pada Kekaisaran Dong Ma, dan lagi ada dua leluhur keluarga Dong serta keluarga Ma yang merupakan kultivator tingkat Dewa Sejati tahap menengah...” Ujar Yang Yifei.
Melihat ekspresi wajah suaminya, Yang Yifei tahu kalau dia maupun Qinyu tidak bisa mencegah keinginan sang suami, tetapi keduanya sebisa mungkin akan mencegah sumi mereka melakukan apa yang dia inginkan dalam waktu dekat.
Reinar hanya tersenyum saat melihat ekspresi ketakutan yang ditunjukkan kedua istrinya. Dia sudah tahu sekuat apa kekuatan Kekaisaran Dong Ma dari Lilia yang sejak tadi terus memberinya informasi, dan dia juga tahu kenapa bisa ada kultivator tingkat Dewa Sejati di Dunia Immortal. Yang terpenting sekarang dia tahu apa saja yang dia butuhkan untuk meningkatkan tingkat kultivasinya ke tingkat Dewa Sejati.
“Hah, kalian tenang saja, aku tahu kapan aku akan melakukan rencanaku. Setidaknya aku ingin memiliki seribu kultivator di tingkat Dewa Sejati, barulah aku akan memulai rencanaku...” Ujar Reinar mencoba menenangkan kedua istrinya.
“Seribu kultivator tingkat Dewa Sejati?... Suamiku kamu jangan bercanda!.., dan lagi bagaimana mungkin bisa menemukan seribu kultivator tingkat Dewa Sejati di Benua ini?... Di Benua Tengah saja jumlah mereka tak lebih dari seratus orang...” Kata Yang Yifei yang menganggap Reinar hanya sedang bercanda.
Sekalipun dianggap bercanda dan kedua istrinya tidak percaya dengannya, Reinar tak sedikitpun kecewa atau marah karena memang apa yang dia katakan sangatlah sulit di wujudkan, dan seribu kultivator tingkat Dewa Sejati bukanlah jumlah yang sedikit. Memiliki seribu kultivator tingkat Dewa Sejati di belakangnya akan membuat siapapun itu dengan mudah akan menjadi penguasa di Dunia Immortal, dan itulah yang akan dilakukan Reinar.
Hari ini memang tidak ada yang mempercayai apa yang dia katakan, tapi tak lama lagi semua orang akan dia buat tercengang dengan apa yang akan dia tunjukkan kepada mereka semua.
Yang Yifei dan Qinyu mengerutkan kening mereka saat melihat ekspresi aneh yang terlihat di wajah Reinar. Keduanya tidak bisa mengartikan maksud dari ekspresi wajah Reinar, tetapi mereka bisa merasakan kalau suami mereka itu akan menunjukkan sesuatu yang dapat membuat mereka terkejut.
Saat Qinyu ingin mengajukan sebuah pertanyaan pada Reinar, ketiganya mendengar ketukan pintu dari luar ruangan yang mereka tempati. Merasakan aura yang dikenalnya berada di balik pintu, Qinyu menyuruhnya untuk langsung masuk.
Dengan perlahan membuka pintu dan menunjukkan wujudnya, Rose melangkah masuk menghadang kepada nyonya dan tuannya. “Tuan, pergerakan Ras Iblis dan Ras Malaikat Jatuh semakin membuat tegang wilayah selatan. Kota Sawah Hijau yang berada di bawah perlindungan kita, saat ini Kota iti dalam kondisi bertahan setelah ratusan ribu Iblis mengepungnya dari berbagai sisi...”
Terlalu serius membahas masalah peningkatan Kota Bulu Angsa dan Sekte Mawar Putih, membuat Reinar dan kedua istrinya melupakan dua Ras terkutuk yang sudah beberapa hari ini mulai membuat keributan di wilayah timur Benua Selatan. “Kalian berdua tetap di sini dan terus awasi perkembangan para murid Sekte!... Biar aku dan pasukan ku yang melenyapkan seluruh Iblis yang ada di Kota Sawah Hijau...” Kata Reinar.
Mendengar itu Yang Yifei dan Qinyu mengangguk, mereka yakin dengan kekuatan suami dan pasukannya. Sekalipun kalah dalam jumlah, mereka akan jauh lebih unggul dalam sisi kekuatan. Ratusan ribu Ras Iblis hanya seperti hidangan pembuka bagi pasukan suami mereka.
Reinar menunjukkan senyum lembutnya sebelum dia pergi. “Aku akan sedikit lama karena mungkin aku juga akan membereskan kekacauan yang ada di kota lainnya. Tetapi kalian tenang saja, aku akan meninggalkan lima puluh prajurit di tingkat Dewa Surgawi tahap menengah, dan juga ada dua ratus prajurit tingkat Dewa Surgawi tahap awal yang akan membantu penjagaan Kota Bulu Angsa dan Sekte Mawar Putih...”
Yang Yifei dan Qinyu tersenyum dan kembali menganggukkan kepalanya. Mereka tidak memprotes apa yang dikatakan Reinar karena keduanya tahu itu adalah yang terbaik untuk semuanya.
Reinar berkata pada Rose yang kali ini akan menemaninya pergi ke Kota Sawah Hijau. “Selain Kota Sawah Hijau, apa ada Kota lainnya di sekitar wilayah kekuasaan kita yang kini dalam keadaan bahaya karena ulah Ras Iblis dan Ras Malaikat Jatuh?...”
Rose mencoba menggali ingatannya sebelum menjawab pertanyaan Reinar, dan setelah sejenak mengingat, dia teringat akan Kota Besi Putih serta Kota Daun yang hampir sepenuhnya di kuasai oleh para Iblis dan Malaikat Jatuh.
Setelah tahu dua kota di sekitaran Kota Bulu Angsa yang telah dikuasai oleh Ras Iblis dan Ras Malaikat Jatuh, Reinar mengirim empat mata-mata untuk mengawasi keadaan dua Kota yang kini berada di genggaman musuh. “Setelah urusan di Kota Sawah Hijau selesai, kita akan langsung menuju dua Kota lainnya!...”
Setelah melayang di atas wilayah Sekte Mawar Putih, Reinar memanggil prajuritnya yang terus meningkatkan kekuatan mereka selama berdiam diri di kalung dimensi. Lilia telah memberitahu Reinar kalau prajurit yang dia beli dari toko sistem dapat terus berkembang, tetapi perkembangan kekuatan mereka akan terhenti saat kekuatan mereka berada satu tahap di bawah tuannya.
Dengan dua ribu prajurit tingkat Dewa Surgawi tahap awal, dan lima ratus prajurit tingkat Dewa Surgawi tahap menengah, Reinar dan Rose melesat ke arah Kota Sawah Hijau. Walaupun Ras Malaikat, Rose adalah seorang kultivator, dan saat ini tingkat kultivasinya sudah berada di tingkat Dewa Surgawi tahap menengah. Dengan tingkat kultivasinya dia tidak kesusahan mengimbangi kecepatan Reinar yang menahan kekuatannya di tingkat Dewa Surgawi tahap menengah.
°°°
Reinar sedikit menyipitkan matanya saat melihat dua sosok yang berasal dari Ras Iblis dengan kekuatan sihir setara dengan kultivator tingkat Dewa Surgawi tahap awal. “Rose, pimpin dua ribu prajurit tingkat Dewa Surgawi tahap awal untuk melakukan serangan di bagian belakang. Untuk bagian depan dan samping, biar aku dan lima ratus prajurit tingkat Dewa Surgawi tahap menengah yang membereskan mereka...”
Rose mengangguk lalu dia mengeluarkan pedangnya, dan setelah mengangkat pedang di tangannya dia langsung memimpin dua ribu prajurit tingkat Dewa Surgawi tahap awal untuk menyerang musuh yang ada di bagian belakang Kota Sawah Hijau.
Rose dan prajurit yang dia pimpin mengeluarkan aura kekuatan mereka sebelum mendaratkan serangan pada musuh yang harus mereka musnahkan.
“Du.. dua ribu kultivator tingkat Dewa Surgawi tahap awal dan suga satu orang kultivator tingkat Dewa Surgawi tahap menengah!... Bagaimana ada kekuatan sebesar ini di wilayah timur yang terkenal dengan wilayah yang sangat lemah diantara wilayah lainnya yang ada di Benua Selatan?...” Teriak pemimpin Ras Iblis yang melakukan serangan di bagian gerbang belakang Kota Sawah Hijau.
Pasukan Ras Iblis yang berada di gerbang belakang Kota Sawah Hijau tidak menyangka kalau akan ada dua ribu prajurit tingkat Dewa Surgawi tahap awal yang akan menyerang mereka, di saat mereka tengah berusaha menjebol gerbang belakang Kota Sawah Hijau.
Rose dan seluruh prajurit yang dia pimpin sama sekali tidak mempedulikan pasukan Ras Iblis yang terkejut dengan kedatangan mereka. Rose yang telah menjadi tangan kanan Reinar selama berada di Akademi Surgawi, dia tak ingin mengecewakan tuannya, karena itu dia ingin membunuh dengan cepat para Iblis yang menjadi musuhnya.
“Gadi cantik yang cukup kuat, tetapi aku tidak akan membiarkan mu terus membunuh pasukan ku!...” Pemimpin pasukan Iblis yang ada di gerbang belakang menyerap kekuatan para Iblis yang lainnya dan secara mengejutkan kini kekuatannya setara dengan kekuatan Rose, walau dia tetaplah seorang Iblis penyihir.
Rose tak gentar dengan kekuatan salah satu Iblis yang kekuatannya setara dengannya. Kembali mengangkat pedang di tangannya, Rose melesatkan berbagai serangan ke satu Iblis yang kini menjadi musuhnya.
Iblis yang bertarung dengan Rose terkejut saat dia dapat merasakan kalau kekuatan Rose lebih besar dan lebih stabil dibandingkan dengan kekuatannya, walau dia berada di tingkat yang setara. “Kalau pun harus mati, kau akan ikut mati bersamaku!...” Teriak Iblis yang menjadi lawan Rose.
Iblis itu menyerang dengan seluruh kekuatan yang dimilikinya, dia akan berusaha sampai kematian datang menjemput demi kejayaan tuannya. Kalaupun harus mati, dia bertekad akan membawa banyak musuh ikut mati bersamanya.
Melihat musuhnya kali ini cukup tangguh dan ulet, Rose tak segan mengeluarkan seluruh kekuatannya untuk melawan musuhnya. “Jangan berharap bisa membunuh ku selama aku masih bisa membunuh mu!...” Kata Rose membalas perkataan musuhnya.
Aura suci keluar dari tubuh Rose dan membuat Iblis di sekitarnya melemah, dan tak sedikit yang langsung meledak karena terpaan aura suci Ras Malaikat yang ada di tubuh Rose.
Sepasang sayap berwarna kuning keemasan muncul di belakang punggung Rose. Keluarnya aura suci dan sepasang sayap yang dimilikinya, membuat tingkat kultivasi Rose meningkat drastis ke tahap Setengah Langkah tingkat Dewa Sejati.
“Ka.. kau berasal dari Ras Malaikat, dan lagi kau pemilik aura suci yang konon hanya dimiliki sepasang kakak beradik Ras Malaikat!...” Tubuh Iblis yang menjadi lawan Rose bergetar, dan sialnya dia tak dapat bergerak karena tekanan yang berasal dari aura suci milik Rose.
Rose tersenyum senang dengan kekuatan barunya, dan kini dia yakin dapat berguna bagi tuan dan nyonya nya. “Kebetulan kau berada di depan ku, maaf saja kini aku jauh lebih kuat dari yang sebelumnya, dan kau akan menjadi makhluk pertama yang mati setelah aku berhasil membangkitkan kekuatan ku...”
Rose lenyap dari penglihatan musuh-musuhnya lalu secara tiba-tiba dia muncul di dekat Iblis yang menjadi lawannya, dan hanya dengan sentilan jari telunjuknya, tubuh Iblis yang menjadi lawannya meledak dan berubah menjadi kabut darah.
Pertempuran sejenak terhenti dan keadaan menjadi hening saat pasukan Iblis melihat pemimpin mereka mati hanya dengan sebuah sentilan yang tak terlihat berbahaya.
Rose tersenyum melihat musuh yang hanya diam terpaku setelah melihat kekuatannya. “Bersiaplah, karena sebentar lagi giliran kalian akan tiba, dan aku pastikan kalian semua akan mengikuti jejak pemimpin kelian menuju alam kematian...” Teriak Rose yang kembali menghilang dari penglihatan semua musuhnya.
°°°
Jangan lupa like dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih...