
Ling Feng melihat Reinar dan Sally yang baru kembali ke penginapan setelah seharian mereka menikmati suasana kota yang saat ini mereka tempati.
“Adik ipar, aku melihat kalian hari ini begitu bahagia. Kalau boleh tau, kemana saja seharian ini kalian pergi?.”
“Kakak Feng, hari ini kami hanya berjalan-jalan menikmati keindahan kota, dan sesekali kami menikmati pertunjukkan menarik yang tersaji di kota ini.” Balas Reinar dengan nada santainya.
Ling Feng melirik keberadaan Sally. “Apa ini cuma perasaanku, aku merasa adik Sally terlihat semakin cantik hari ini.”
“Kakak Feng memang jeli, kami tadi sempat menikmati perawatan wajah di salah satu tempat kecantikan yang ada di kota ini, lalu kami juga menikmati pemandian air hangat yang benar-benar menyegarkan.” Kata Reinar.
Ling Feng mengangguk dan tersenyum, tapi tetap saja dia tau ada hal lain yang telah mereka lakukan, dan dia yakin itulah yang membuat lama perjalanan mereka.
“Kalau begitu, sekarang apa yang akan kita lakukan?.” Tanya Ling Feng yang sudah cukup bosan terus berdiam diri di kota yang kurang menarik baginya.
Di sisi lain Ling Zhe, Rina dan Rena juga sudah kebosanan berada di kota yang tak menarik bagi mereka. Mereka bertiga ingin cepat pergi dan melanjutkan perjalanan berpetualang mengelilingi Benua Zhongjian.
Setelah sejenak berpikir tentang apa yang akan dilakukan, Reinar yang sudah mendapatkan jawaban segera menatap Ling Feng yang menatapnya penuh rasa penasaran. “Besok kita akan melanjutkan perjalanan.” Kata Reinar lalu dia menarik Sally menuju kamar yang mereka tempati.
Begitu di dalam kamar, Reinar meminta Sally untuk segera membersihkan diri sementara dia akan sejenak beristirahat.
Di luar kamar Reinar, Ling Feng dan yang lainnya terlihat bersemangat setelah mendengar jawaban yang diberikan Reinar. Mereka benar-benar sudah bosan berdiam diri di dalam kota, melanjutkan perjalanan adalah cara yang tepat untuk menghilangkan rasa bosan yang mereka derita.
Setelah menyiapkan seluruh keperluan yang akan mereka bawa dalam perjalanan, mereka berempat kembali berkumpul di sebuah ruangan yang di desain layaknya sebuah ruang tamu.
“Apa mereka akan melakukannya lagi?.” Tanya Ling Feng melihat kearah pintu kamar Reinar.
“Sangat wajar jika mereka melakukannya lagi. Mereka adalah sepasang suami istri, dan aku dengan kakak Sally ingin cepat mengandung seperti istri kakak ipar yang lain. Mereka melakukan itu sampai pagi sekalipun aku tidak akan terkejut.” Kata Ling Zhe.
“Sepertinya kita harus segera memiliki pasangan. Melihat mereka selalu berdua, ataupun mendengar suara gaduh dari kamar mereka itu sudah sangatlah biasa, tapi mau sampai kapan kita hanya menjadi pengamat dan pendengar?. Benar kata adikku, kita harus segera mencari pasangan agar bisa merasakan seperti apa yang mereka rasakan.” Kata Rena.
Tiga orang lainnya menganggukkan kepalanya. “Kau benar, setidaknya dengan memiliki pasangan kita bisa tetap istirahat dengan nyenyak walaupun mendengar suara berisik mereka.” Ungkap Ling Feng.
“Kalau perlu, kita buat suara berisik selayaknya mereka.” Imbuh Ling Zhe.
“Sekarang lebih baik kita istirahat, besok perjalanan panjang kita akan kembali di mulai, dan entah kapan lagi kita bisa menikmati tidur di tempat seperti ini.” Kata Ling Feng.
“Baik....” Jawab ketiga wanita lalu mereka segera menuju kamar masing-masing untuk beristirahat, begitu juga dengan Ling Feng yang langsung pergi menuju kamarnya.
***
Wusshh... Wusshh... Enam cahaya bergerak menuju arah utara setelah meninggalkan kota yang menjadi bagian dari Sekte Lentera Dewa.
Matahari yang baru menunjukkan wujudnya menjadi penerang jalan yang di lalui enam sosok yang bergerak dengan kecepatan puncak mereka.
Setelah meninggalkan kota yang menjadi bagian dari Sekte Lentera Dewa, enam sosok yang tak lain adalah Reinar dan kelompoknya, mereka pergi ke arah utara untuk mencari keberadaan Phoenix Es, salah satu binatang legenda penjaga Benua Zhongjian.
Reinar dan kelompoknya terus bergerak kearah utara sesuai dengan petunjuk yang di berikan Lilia.
[Tuan, setidaknya butuh tiga hari untuk sampai di tempat itu dengan kecepatan tuan sekarang.]
Mendengar itu Reinar mengangguk. “Aku tidak sedang terburu-buru, jadi kita nikmati saja perjalanan ini.” Kata Reinar di pikirannya.
[Baik tuanku....] Balas Lilia singkat.
Reinar dan kelompoknya terus bergerak seolah mereka tak memiliki rasa lelah. Tanpa membuang banyak waktu Reinar yakin mereka akan lebih cepat sampai dari perkiraan waktu yang di katakan Lilia.
Dalam perjalanan menuju wilayah utara, banyak binatang buas tingkat Abadi Bumi maupun Langit menghambat perjalanan mereka, tapi dengan kekuatan Reinar dan kelompoknya, binatang buas yang menyerang justru menjadi sumber energi untuk meningkatkan tingkat kekuatan mereka.
Setelah terus bergerak tanpa beristirahat, di hari kedua Reinar dan kelompoknya mulai memasuki wilayah yang di penuhi oleh pepohonan dan rerumputan yang membeku. Suhu udara perlahan mulai turun, dan dengan sigap Reinar mengeluarkan baju hangat yang baru dia beli dari toko sistem.
Melihat semua orang sudah mulai beradaptasi dengan penurunan suhu yang sangat drastis, Reinar kembali mengajak kelompoknya untuk melanjutkan perjalanan menuju wilayah yang dihuni oleh Phoenix Es.
Di sebuah tanah lapang yang semuanya membeku, Reinar menghentikan langkah kakinya begitu juga dengan lima orang yang bersamanya. Reinar menatap sebuah bukit yang ada di tengah-tengah tanah lapang yang sangat luas. Bukit itu terlihat seperti tumpukan batu kristal berwarna putih kebiruan, tapi berkat bantuan Lilia, Reinar tahu jika itu bukanlah bukit, melainkan sesuatu yang tengah dia cari.
Sebagai binatang legenda tipe elemen es, Phoenix Es sangat menyukai tempat yang dingin dengan kepadatan energi Qi yang sangat tinggi, dan tempat yang saat ini di datangi Reinar adalah tempat yang tepat untuk di huni Phoenix Es.
Di tengah tidur panjangnya, Phoenix Es merasakan aura seseorang yang membuatnya tertarik. Dia yang tengah tertidur perlahan bangun lalu membuka lebar-lebar sayapnya untuk sedikit melenturkan tulangnya yang kaku.
Dengan mata terbuka lebar sang Phoenix Es mengedarkan pandangannya ke segala arah untuk mencari pemilik aura yang membuatnya tertarik. Aura orang itu sangat mirip dengan aura Kaisar Naga Kegelapan yang dulu merupakan teman baiknya.
Tak lama mencari, Phoenix Es menemukan keberadaan Reinar dan kelompoknya. Mata tajam sang Phoenix Es seketika menatap Reinar yang memancarkan aura milik Kaisar Naga Kegelapan. Aura mereka memang sama, tapi Phoenix Es merasa aura pemuda yang berdiri tak jauh darinya lebih kuat dari aura sang Kaisar Naga Kegelapan.
“Kau anak muda, bagaimana bisa aura yang kau miliki mirip dengan aura Kaisar Naga Kegelapan?. Apa kau keturunannya?.” Tanya Phoenix Es penasaran.
Reinar menatap Phoenix Es yang kekuatannya telah mencapai tingkatan Dewa Surgawi puncak. Reinar sedikit menundukkan kepalanya saat sang Phoenix Es menatap dan bertanya padanya. “Kaisar Naga Kegelapan telah mewariskan kekuatannya padaku, dan aku juga mendapat tugas darinya untuk mengumpulkan seluruh warisan para Kaisar Naga yang lainnya.” Kata Reinar menjawab pertanyaan Phoenix Es.
“Para Kaisar Naga benar-benar telah musnah, walau begitu, aku masih bisa merasakan kehadiran para penerus mereka.” Kata Phoenix Es yang baru mendengar jawaban Reinar.
Sang Phoenix Es kembali menatap Reinar, lalu dia terlihat seperti tengah tersenyum saat melihat Ling Feng dan Ling Zhe. “Keturunan Ling Long, ternyata naga tua itu masih memiliki keturunan yang cukup lumayan.” Kata Phoenix Es yang merubah tubuhnya ke wujud manusianya yang merupakan seorang wanita.
Reinar menatap wujud manusia Phoenix Es, dan entah kenapa dia merasa tak asing dengan wajah yang baru pertama kali dia lihat. “Kenapa wajahnya mirip dengan Ibunda?.” Batin Reinar.
“Setelah lama mengamati wajah mu, aku merasa tak asing, dan dari aura lain yang ada di tubuh mu, aku semakin yakin kalau kamu adalah putra dari adikku dan si bajing*n yang suka menanam benih di manapun dia mau.”
Bibir Reinar berkedut mendengar ada yang membicarakan tentang Ayah yang belum pernah dia temui. “Apa seburuk itu kelakuan Ayahku?.” Batin Reinar bertanya sambil dia menatap wanita Phoenix, lalu dia menatap kedua kakaknya. “Dia sangat buruk....” Kata Reinar setelah melihat kedua kakaknya yang ditelantarkan oleh Ayahnya.
Wusshh.... Wanita Phoenix muncul di dekat Reinar, lalu dia melihat kearah Sally. “Soal wanita kau terlihat sama buasnya dengan pria itu, tapi kau jauh lebih baik darinya, dan aku tak akan malu mengakui mu sebagai keponakanku.” Kata wanita Phoenix berjalan mengitari Reinar dan Sally.
Reinar dan yang lainnya tetap diam menunggu apa yang akan dilakukan wanita Phoenix yang masih ada hubungan darah dengan Reinar. Dengan kekuatannya yang telah mencapai tingkat Dewa Surgawi puncak, dia dapat dengan mudah membunuh Reinar dan yang lainnya.
“Bagaimana kabar Allea?. Sejak aku tertidur, aku tak pernah mengunjunginya lagi.” Kata wanita Phoenix.
“Ibunda baik-baik saja....” Reinar menjeda kata-katanya. “Kalau aku boleh tahu, bagaimana Bibi dan Ibunda bisa berada di tempat berbeda?.” Tanya Reinar penasaran akan jatidiri Ibundanya.
Wanita Phoenix tersenyum. “Kau bisa memanggilku Bibi Alya, dan aku lahir beberapa waktu lebih dulu dari Allea, Ibunda mu. Ayah dan Ibuku adalah pasangan seorang ras Phoenix Es dan seorang penyihir, lalu saat aku dan Allea lahir, kami memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Aku mewarisi darah ras Phoenix Es murni, sedangkan Allea mewarisi darah dua ras yang berbeda....
Saat usia lima tahun kekuatan kami bangkit. Aku bisa merubah diri menjadi Phoenix Es dan menjalani hidup sebagai seorang kultivator. Sedangkan Allea, dia bisa mengeluarkan sihir es yang sangat mematikan, tapi dia tidak bisa melakukan kultivasi. Setahun kemudian kami harus berpisah, Allea pergi ke Benua Nebula bersama Ibu untuk mendalami kekuatan sihirnya dan aku tetap di benua ini untuk meningkatkan tingkat kultivasi ku dengan ditemani Ayah....
Itulah yang terjadi antara aku dan Ibu mu, dan biasanya aku akan mengunjungi nya setiap 10 tahun sekali, tapi setelah adanya perisai aku sudah lama tidak....” Alya seketika terdiam dan memegang bahu Reinar.
“Bagaimana kau bisa berada di benua ini?.” Tanya Alya yang baru tersadar akan keberadaan Reinar yang seharusnya tak bisa pergi ke Benua Zhongjian.
Tak langsung menjawab Reinar justru memilih membuat sebuah gerbang teleportasi yang langsung terhubung dengan Kekaisaran Naga. “Aku dapat bepergian ke benua ini dengan menggunakan gerbang teleportasiii....” Reinar belum benar-benar menyelesaikan penjelasannya saat Alya tiba-tiba menariknya memasuki gerbang teleportasi, dan saat Alya dan Reinar masuk ke gerbang teleportasi, Sally segera menyusul Reinar, begitu juga dengan yang lainnya.
Wusshh... Wusshh... Alya dan Reinar muncul di hutan yang ada di dekat kota Sky Dragon.
“Aroma ini, ini memang aroma Benua Nebula, dan aku merasakan aura Allea.” Kata Alya yang tanpa sadar dia masih mengapit kepala Reinar di antara lengannya, dan tanpa sengaja saat ini wajah Reinar tertekan di benda kenyal jumbo milik bibinya.
“Bi... Bi...” Suara Reinar terdengar tak jelas, tapi itu cukup untuk menyadarkan Alya.
“Ups, maaf!... Tapi aku kira kamu cukup menikmatinya.” Kata Alya sambil melepaskan Reinar, tapi dia sempat melihat wajah Reinar yang memerah.
Reinar yang baru menghela nafas lega, dia merasakan beberapa aura yang dengan cepat bergerak ke arahnya.
“Suamiku!....” Teriak segerombolan wanita cantik yang selalu merindukan keberadaan Reinar di sisi mereka.
Dengan senyum lembutnya Reinar menyambut kedatangan para istrinya, dan secara bergantian dia memberikan pelukan hangat pada seluruh istrinya.
Di belakang kelompok istri Reinar, berdiri seorang wanita yang menjatuhkan air mata saat melihat wanita yang penampilannya sangat mirip dengannya.
“Apa kau benar-benar adikku?. Kenapa kau begitu cengeng?.”
“Aku memang cengeng....”
“Dan kau memang adikku...” Kata Alya yang langsung berlari memeluk adik kecilnya yang sudah ratusan tahun tidak bisa dia temui.
Setelah saling berpelukan dan melepas rindu, Alya melirik kakek tua yang ada di belakang Allea. “Terimakasih karena kau selama ini telah menjaga adikku dan keponakan kecilku...” Kata Alya pada pria tua yang selama ini berperan sebagai Kakek Reinar.
Pria tua itu sebenarnya adalah pengasuh Allea dan setelah Ibu Allea pergi ke dunia immortal bersama sang suami, pria tua itu sudah Allea anggap seperti Ayahnya sendiri.
Kakek Reinar hanya mengangguk karena dia sendiri tak tahu banyak akan siapa Alya. Dia cuma tahu kalau wanita yang selama ini dia rawat seperti putrinya sendiri memiliki saudara kembar, tapi saudaranya itu berada di Benua Zhongjian.
“Lebih baik kita kembali ke Istana Kekaisaran Naga, dan melanjutkan semuanya di sana.” Kata Reinar yang masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan kehidupan keluarganya.
Mereka semua mengangguk, dan segera mereka mengikuti Reinar yang sudah lebih dahulu pergi ke istana Kekaisaran Naga bersama para istrinya.
“Satu lawan sembilan, pasti malam ini akan dangat berisik.” Batin Ling Feng sambil melirik sosok Ratu Mermaid yang ada di dekat Freya.
Diam-diam Ling Zhe juga terus memperhatikan Argust yang berdiri memimpin di barisan paling depan.
***
Bersambung....