
Tok tok tok
Dilla yang mau siap siap buat tidur bangun kembali saat mendengar ketukan di pintu kamarnya. Dilla segera membuka pintu tapi tidak melihat siapa siapa di luar kamarnya. Dilla kembali menutup pintu.
Tok tok tok
Suara pintu terdengar kembali setelah lima menit dari suara pintu pertama.
"siapa?" tanya Dilla.
Dilla tidak mendengar suara apapun. Dilla lebih memilih mengabaikannya. Dia segera menarik selimut dan ingin menuju ke alam mimpi.
Tok tok tok
Dengan kesal Dilla membuka selimut kasar. Dia sudah sangat lelah, tapi kenapa jam segini masih ada orang yang mengetuk m pintu kamarnya
Dilla membuka pintu kembali, di depan pintu ada Mbak Mina yang bergelagat aneh.
"Mbak Mina," ujar Dilla.
"Ada apa malam malam Mbak mengetuk pintu kamar Dilla?" lanjut Dilla bertanya.
Mina terlihat ragu ragu mau ngomong sesuatu.
"Emm itu itu...," kata Mina tidak jelas.
"Jika Mbak tidak yakin mau bicara, lain kali saja, Dilla mau tidur dulu ya, Dilla sudah capek," ujar Dilla sambil menguap.
Menjaga tiga bocah itu bukan hal yang mudah, semuanya menghabiskan banyak energi. Dilla ingin menutup pintu kamar tapi di cegat sama Mina.
"Dilla tunggu sebentar," ucap Mina dengan menahan pintu agar tidak tertutup.
Dilla kembali membuka pintu.
"Ayo masuk Mbak, lebih baik kita bicara di dalam saja," suruh Dilla masuk.
Dilla yakin jika Mbak Mina ada hal yang perlu di sampaikan kepadanya. Mina segera duduk di atas tempat tidur Dilla dan Dilla menyusul Mina duduk.
"Apa yang ingin Mbak bicarakan?" tanya Dilla.
"Itu itu...," Mina masih kurang yakin untuk menyampaikan maksud kedatangannya.
Mina datang hanya bermodalkan nekad saja
"Jika Mbak masih tidak yakin, Mbak bisa bicara besok, Dilla mau istirahat, Dilla sudah capek," ulang Dilla bicara.
Dilla kembali menarik selimut untuk tidur, tapi di tarik kembali sama Mina.
"Dilla apa benar kamu pacaran sama Oppa, maksud Mina sama Dokter Sultan?" kini Mina mencoba memberanikan diri bertanya.
Dilla kembali ke posisi duduk.
"Maksud Mbak Mina apa bertanya begini?" tanya Dilla balik.
"Tadi Mbak tidak sengaja mendengar ucapannya Mama Sultan, bahwa kalian pacaran," kata Mina dengan suara lesu.
"Itu seperti yang Mbak dengar," sahut Dilla.
"Tapi bagaimana bisa, kapan kalian pacaran, Mina tidak tau, setau Mina Oppa masih single," tanya Mina beruntun.
"Ah itu...."
Dilla tidak tau harus jawab apa, karena dia hanya pacar bohongan.
"Dilla seberapa cinta kamu sama Oppa?" tanya Mina lagi.
Dilla menggaruk tekutnya yang tidak gatal. Pertanyaan Mina sulit untuk di jawab.
Mina segera meraih ke dua tangan Dilla. Karena Mina melihat ada keraguan sama Dilla.
"Cinta Dilla sama Oppa tidak besarkan?" tanya Mina penuh harap.
"Kalau tidak besar putus aja ya," minta Mina.
"Maaf Mbak Mina itu tidak mungkin," jawab Dilla.
'Maaf Mbak Mina, Dilla sudah janji akan bantu Dokter Sultan.'
"Ayo dong Dilla, kamu tau tidak, Dokter Sultan itu orangnya jorok, kemarin saat aku ke ruangannya kotornya minta ampun kayak kandang, semua barang berantakan, baju main lempar. Dia dia dia suka ngupil, em apalagi ya, oh iya kamar mandi dia juga bau," ujar Mina menjelek jelekkan Sultan.
"Jadi Oppa buat aku aja ya, kamu cari yang lain, yang lebih bersih dari Oppa," sambung Mina.
"Mbak bilangnya suka sama Dokter Sultan tapi kenapa Mbak malah menjelekkan nya?" tanya Dilla tanpa menutupi rasa penasaarnngya.
"Dilla, Mbak itu bukan suka sama Oppa, tapi Mbak cinta sama oppa, cinta mati malah. Hanya Oppa Sultan yang bisa membuat hati Mina berdebar, setiap malam memimpikan Oppa, rasanya Oppa telah memenuhi seluruh isi kepala Mina yang kecil ini," ujar Mina lebay.
"Iya cinta, tapi kenapa menjelekkan Dokter Sultan," Dilla pasrah saja, cinta dan suka bagi Dilla tidak jauh beda.
"Mina ini bukan pelakor Dilla, Mina tidak mau tikung dari depan belakang atau samping. Jadi jika Dilla tau kejelekan Oppa pasti Dilla akan ilfeel, jadi Dilla nanti bakalan jijik sama Oppa dan bakalanmn putus," jawab Mina yakin.
Dilla memijit kepalanya mendengar jawaban Mina. Jawaban Mina adalah jawaban paling konyol dan tidak masuk akal bagi Dilla.
"Tapi tetap aja Mbak, Dilla sama Dokter Sultan tidak bisa putus begitu saja," ucap Dilla mualia pusing.
"Ayo dong Dilla, kamu aja panggil Oppa dengan sebutan Dokter Sultan, bukan seperti orang pacarnya saja," kata Mina curiga.
Dilla kaget, dia takut jika Mina tau jika mereka hanya bersandiwara.
"Dilla pliss ya, aku akan memberikan kamu apapun yang kamu mau, aku akan memberikan seluruh jmgaji aku atau kamu suruh apapun aku juga mau. Putus ya ya ya," mina tetap berusaha membujuk Dilla.
"Dilla aku mohon sama kamu, Oppa itu cinta pertama bagi Mina, Mina sudah banyak dipertemukan sama laki laki tapi Mina belum pernah sesuka ini sama Oppa, yah kecuali Oppa Oppa korea sih," Mina tidak berputus asa.
Deg deg deg
Mendengar ucapan Mina membuat hati Dilla sakit. Dilla bisa membayangkan bagaimana cinta pertamanya tidak di sambut. Dilla menjadi tidak tega. Apalagi dia dan Sultan hanya pacar bohongan bukan beneran jadi ada peluang jika Mina bisa mendapatkan hati Dokter Sultan.
'Dokter Sultan juga lagi mencari pasangan, siap tau aja mereka memang berjodoh.'
"Jika Dilla dan Dokter Sultan tidak pacaran apa yang mau Mbak lalukan?" tanya Dilla
Dilla ingin tau langkah apa yang akan Mina lakukan.
"Jika kamu putus sama Dokter Sultan, Mina akan mengerjarnya lebih giat lagi. Pokoknya mina akan membuat Oppa mencintai Mina seorang," jawab Mina berapi api.
Dilla tersenyum mendengar jawaban Mina. Berati dia juga harus berjuang mendapatkan perhatian Ryan.
"Tapi sebelum itu Dilla mau Mbak menjanjikan satu hal sama Dilla."
"Jangankan satu, seribu pun akan Mina janjikan untuk mendapatkan Dokter Sultan," janji Mina.
"Sebenernya Dilla dan Dokter Sultan hanya pura pura pacaran di depan orang tua sultan, karena Dokter Sultan tidak mau di jodohkan sama orangtuanya," cerita Dilla.
Mina yang mendengarnya sangat senang, Mina segera memeluk Dilla erat.
"Mbak lepaskan dulu, Dilla belum selesai bicara."
"Iya ayo lanjut," kata Mina semangat 45.
"Jadi jika Mbak mau dekatin Dokter Sultan, Mbak harus mendekatinya diam diam, jangan sampai siapapun tau kalau Mbak lagi mendekati Dokter Sultan. Takutnya orang tua Dokter Sultan tau dan Dokter Sultan bisa dijodohkan kembali," terang Dilla.
"Iya Mina janji, Mina akan usahakan tidak akan seorang pun yang tau. Mina akan mendekati Dokter Sultan diam diam," jawab Mina semangat.
"Kalau begitu Mbak pamit dulu ya, sudah sangat larut, Mbak mau mimpiin Oppa dah," ucap Mina pamit.
Mina segera melarikan diri ke kamarnya mau memimpikan Sultan. Dilla segera menutup pintu kembali.
"Kenapa cinta itu rumit sekali sih, dari Dilla yang suka sana Tuan, Tuan yang mencintai almarhumah istrinya, Mbak Jelita yang ingin merebutkan cinta Rafa kembali, Mina yang ingin mengejar cinta Dokter Sultan dan Dokter Sultan yang ingin mencari cinta. Cinta itu ribet bikin pusing," ujar Dilla pada diri sendiri.
Tidak mau memikirkannya lagi, Dilla segera menarik selimut kembali dan melanjutkan acara tidurnya.
***
Di dalam kamar Sultan, dia merasa seluruh bulu kuduknya merinding seperti punya alarm pertanda buruk.
"Ada apa ya, kok jadi serem sih," ujar Sultan.
Bersambung...
Hai saya mau mengabari bahwa saya mau mengadain event kecil kecilan. Saya ingin membuat event pertanyaan tentang seputar novel saya. Ini untuk have fun saja dan bonusnya setiap pertanyaan benar akan ada poin.
Selesai event kita bisa saling bertanya satu sama lain.
Maka dari itu yang belum gabung ayo gabung ke Grup Chat saya, saya akan menunggu kedatangan kalian.
Info selanjutnya akan di post di GC ya....
Semoga kalian mau ikut untuk meramaikannya.
Terimakasih