Nanny And Duda

Nanny And Duda
Bab 100. Pamit Part 3



"Dilla," panggil Jelita pelan.


Jelita yang mendengar suara ribut Dilla dan Ryan menghampiri mereka. Dia hanya mendengar setengah percakapan Dilla dan Ryan.


"Maaf Mbak, Dilla harus segera pamit," ucap Dilla.


"Kamu yang sabar ya Dilla, kamu jangan pulang dulu," cegat Jelita.


"Maaf Mbak, Dilla harus segera pulang. Bibi Dilla mengalami kecelakaan di kampung, saat ini beliau masih di rawat rumah sakit dan belum sadar," beritahu Dilla.


Jelita terkejut.


"Mbak turut berduka ya Dilla, tapi setelah ini kamu balik lagi kan?" tanya Jelita berharap.


Jelita sudah menganggap Dilla sebagai adiknya, dia merasa keberatan dengan kepergian Dilla.


"Maaf Mbak, mungkin Dilla tidak akan kembali lagi. Dilla sudah memutuskan semua ini," jawab Dilla sedih.


Jelita memeluk Dilla erat. Jelita kasihan dengan keadaan Dilla sekarang.


"Kamu baik-baik di sana ya, jangan lupa kabari Mbak kalau kamu sudah sampai. Kamu juga harus sering-sering menelpon Mbak. Kamu mau pamit aja Mbak sudah rindu," kata Jelita setelah melepaskan pelukan.


Dilla kembali memeluk Jelita, Dilla tidak menyangka jika dia bisa diterima baik di keluarga ini.


"Terima kasih Mbak," Ucap Dilla.


Dilla segera menghapus air mata yang keluar.


"Sekarang Dilla permisi mau pamit sama Om dan Tante dulu ya Mbak," pamit Dilla.


Jelita mempersilahkan Dilla pergi. Setelah Dilla pergi, Jelita mendengar barang terjatuh dari kamr Dilla keluar tadi. Jelita yang berdiri di depan pintu bisa melihat Ryan yang telah menjatuhkan beberapa barang.


'Kenapa semua harus begini, padahal mereka saling mencintai tapi semua ditutupi oleh keegoisan kamu Ryan. Sekarang bukan hanya kalian berdua yang terluka, tapi kedua anak kamu juga. Setelah ini jangan menyalahkan orang lain jika Rio dan reza mungkin akan membenci kamu karena kamu tidak bisa menahan Dilla di sini.'


'Coba saja kamu lebih membuka mata kamu untuk Dilla, kamu dan kedua anak kamu pasti akan menjadi keluarga bahagia. Sekarang saja baru Dilla pamit sama kamu, kamu sudah begini. Apalagi reaksi Rio dan Reza nanti.'


Jelita meninggalkan Ryan yang sedang mengamuk di kamar itu.


***


Tok tok tok


Dilla mengetuk pintu kamar Aditya dan Rita. Aditya yang mendengar suara ketukan pintu segera membukakan pintu.


"Ternyata kamu Dilla Ayo masuk," ujar Aditya.


Dilla merasa sungkan untuk masuk ke dalam kamar Aditya dan Rita, dia memilih berdiri di depan pintu, titik tidak sopan bagi Dilla Jika dia masuk ke kamar pasangan suami istri.


"Tidak usah Om, Dilla di sini saja. Dilla hanya mau bicara sebentar sama Om dan Tante saja," tolak Dilla halus.


"Ada apa Dilla?" tanya Rita.


Dilla memainkan tangannya karena terasa gugup, Dilla merasa tidak enak karena pamit tiba-tiba begini. Tetapi Dilla harus segera pamit karena tidak mungkin jika dia tidak segera pulang. 


"Maaf Om dan Tante, Dilla mau pamit," kata Dilla pelan.


Aditya dan Rita mengernyitkan dahi mereka, mereka tidak paham kenapa Dilla tiba-tiba minta pamit. Padahal mereka baru saja sampai di sini.


"Kenapa kamu minta pamit, Padahal kita baru sampai di sini. Apakah ada barang yang ketinggalan, jika iya nanti biar Tante dan Om yang menyuruh Bi Imah untuk mengirimkan barangnya," kata Rita yang mengira jika Dilla ada barang yang tertinggal.


"Maaf Om dan Tante, Dilla pamit bukan karena ada barang yang tertinggal, tetapi Dilla mau pamit pulang ke kampung halaman," ucap Dilla.


"Kenapa kamu minta pulang Dilla, Apa ada terjadi sesuatu?" tanya Aditya.


"Iya Om, sekarang Bibi Dilla sedang dirawat di rumah sakit, jadi Dilla minta pamit pulang untuk menjenguk dan merawat Bibi Dilla. Dilla telah menganggap Bibi Dilla sebagai Ibu Dilla sendiri. Jadi tidak mungkin jika Dilla tidak pulang dan melihat kondisi Bibi Dilla. Dilla saat ini sangat khawatir dengan keadaan Bibi," sahut Dilla.


"Ya ampun Dilla, kenapa bisa dirawat dirumah sakit, kapan kejadiannya, Om dan Tante juga ikut turut berduka ya," kata Rita kaget.


"Bibi Dilla mengalami kecelakaan Om, Tante. Dan kejadiannya terjadi kemarin, tadi barusan Dilla dapat telepon dari Budi adik sepupu Dilla. Kata Budi sampai saat ini Bibi Dilla masih belum sadarkan diri," ucap Dilla.


"Jadi berapa lama kamu akan pulang ke kampung?" tanya Aditya.


"Maaf Om dan Tante. Dila pamit ini sekalian Dilla pamit mau mengundurkan diri. Setelah Dilla pulang kampung, Dilla tidak berencana balik lagi ke sini."


"Tapi kenapa tiba-tiba Dilla, apa ada masalah yang lain. Jika ada masalah lain kamu bisa menyelesaikannya dulu, nanti setelah itu kamu bisa kembali bekerja di sini. Kami sangat ingin kamu terus berada disini karena kamu sudah kami anggap sebagai keluarga kami sendiri," ujar Rita. 


"Dilla mengundurkan diri karena Dilla sudah pernah cerita sama Tante dulu," kata Dilla.


Rita mengingat kembali apa yang pernah Dilla bahas dalam ingatannya, ingatan dia kembali pada saat Jelita berada di rumah sakit.


"Jadi kamu akan segera menikah?" tanya Rita. 


"Iya Rante, oleh karena itu Dilla mau mengundurkan diri. Paman dan Bibi Dilla sudah menjodohkan Dilla dengan anak Pak Kades. Mereka sudah beberapa kali menyuruh Dilla pulang, tapi Dilla belum sempat mengatakan kepada Om dan Tante. Jadi sekarang saat yang tepat untuk Dilla pamit."


"Om dan Tante hanya bisa berdoa untuk kesembuhan Bibi Dilla dan semoga pernikahan Dilla nanti bahagia dunia dan akhirat."


"Terima kasih Om dan Tante," sahut Dilla.


Dilla menganggukkan kepalanya sebagai tanda terima kasih atas doa Rita dan Aditya. Dilla pasti akan rindu sama Om dan Tante juga.


Aditya dan Rita juga merasa keberatan dengan kepergian Dilla. Mereka langsung kepikiran sama kedua cucu mereka. Kedua cucu mereka sudah sangat terikat sama Dilla dan mereka lebih menyayangi Dia dibandingkan keluarga mereka yang lain. Mereka yakin jika Rio dan Reza disuruh memilih antara Dilla dan keluarga yang lain maka mereka pasti akan menjawab akan memilih Dilalla tanpa berpikir panjang. 


Mereka bertiga keluar dari kamar dan menuju ke teras rumah. Mereka mau mengantar kepergian Dilla. Di teras sudah ada Jelita dan juga Ryan.


Dilla hanya menatap Ryan sekilas, kemudian pandangannya jatuh pada Rio, Reza, Rafa dan Dafa yang baru kembali dari pantai.


Bersambung....