Nanny And Duda

Nanny And Duda
Bab 41. Trauma 3



"Assalamualaikum"


"Waalaikum salam"


"Ma bagaimana keadaan Rio" Tanya Ryan panik begitu sampai rumah.


"Ryan kamu sabar dulu, mama mu juga cemas, kami juga belum tau keadaan Rio, sekarang dokter Sultan sudah di dalam untuk memeriksa Rio, kamu berdoa saja semoga tidak ada apa apa"


"Sebenarnya apa yang terjadi sih pa, kenapa Rio bisa sakit dan sakit apa pa"


"papa juga nggak tau Ryan yang jelas kita tunggu hasil pemeriksaan dokter Sultan dulu ya"


"Terus Reza, Rafa dan Dilla nya mana pa"


"Reza dan Rafa sedang di jaga sama Mina sedangkan Dilla di dalam karena Rio ngak mau melepaskan tangan Dilla"


Setelah mengatakan itu tidak ada lagi pembicaraan, mereka menunggu Sultan siap melakukan pemeriksaan.


"Sultan bagaimana keadaan Rio" tanya Ryan saat sultan keluar dari kamar.


"Iya nak Sultan bagaimana keadaan cucu tante"


"Untuk sementara Rio sudah tenang dan tidur, saya sarankan agar Rio untuk sementara menjauhi kolam renang"


"Maksudmu apa Sultan" tanya Ryan ngak mengerti.


"Sepertinya Rio mengalami trauma atas kejadian minggu lalu saat dia tenggelam, saat saya tanya kapan Rio mulai begitu kepada pengasuh Rio, dia bilang saat mereka hendak ke kolam renang Rio mulai bertingkah aneh, saya beberapa kali menyebutkan tentang kolam renang tadi untuk mengetes nya dan dari respon Rio menunjukkan kalau dia ketakutan, kejadian yang buruk biasanya bisa menyebabkan seseorang menjadi takut hingga trauma" jelas dokter Sultan.


Rita Aditya dan Ryan yang mendengarnya terkejut.


"Ya ampun Rio cucuku" kata Rita melemah.


Untung saja Aditya memegang bahu istrinya sehingga Rita tidak terjerembab ke lantai.


"Ma apa mama baik baik saja, Sultan coba periksa mama juga"


"Nggak apa kok Ryan, mama nggak apa apa, mama cuma kasihan sama Rio"


"Ma lebih baik kita ke kamar aja ya"


"Baik pa"


"Ryan, Sultan om ke kamar dulu ya"


"Iya pa/om"


Setelah mereka pergi Ryan dan Sultan melanjutkan membahas tentang Rio.


"Sultan apa ini akan membawa pengaruh buruk"


"Itu tergantung kondisi Rio sendiri, apakah Rio bisa menghadapi nya atau tidak, untuk sementara waktu jaga dan beri perhatian untuk Rio agar Rio bisa melupakan masa saat dia mengalami hal buruk, bila perlu bawa Rio jalan jalan untuk refreshing, itu sangat bagus buat dia"


"Baik Sultan, aku akan melakukan apapun untuk kesembuhan anakku, terima kasih banyak"


"Sama sama, sekarang aku juga mau pamit dulu ya, jangan lupa jaga kesehatan, ingat anak jangan kerja mulu" nasehat Sultan.


"Iya, ayo saya antar ke depan"


"Nggak usah, lebih baik kamu lihat anak mu, aku tau pintu keluarnya kok" canda Sultan.


"Ya sudah kalau gitu, hati hati di jalan" setelah mengatakan itu Ryan langsung masuk ke kamar Rio.


***


Sultan hendak keluar tapi tidak jadi karena melihat Reza dan Rafa di temani sama Mina.


"Ayo dong tuan muda, mana semangat masa muda nya, dari tadi duduk diam aja, nggak tau apa mbak Mina bosen jika harus jaga kalian tanpa bergerak"


Reza dan Rafa dari tadi hanya duduk diam sambil melihat tv, tapi mereka sebenarnya lagi memikirkan bagaimana keadaan Rio.


"Atau bagaimana jika kita main bola aja, biasanya kan anak laki laki suka tuh sama bola, ayo gimana"


Rafa dan Reza tetap diam.


"Mbak Mina yakin pasti tuan muda Rio baik baik saja, masak kalian nggak percaya sama adik sendiri" hibur Mina.


"Bener apa yang di katakan sama mbak Mina, kalian harus percaya sama adik kalian dan kalian juga harus memberi semangat juga untuk Rio" Sultan tiba tiba ikut nimbrung aja.


"Om Sultan bagaimana keadaan adik Rio" tanya Reza dan Rafa barengan menghampiri Sultan yang berdiri agak jauh dari mereka.


"Adik Rio baik baik saja kok, sekarang adik Rio sudah tidur"


"Tapi kenapa adik Rio tadi begitu" tanya Reza lagi.


"Ahhh itu Rio mungkin kecapean aja"


'Nggak mungkin kan aku kasih tau apa yang sebenar nya terjadi, takut Mereka khawatir nanti'


"Kalian lebih baik jaga adik kalian agar nggak terlalu capek"


"Tapi kek mana mau jaga om, Rio sering lari sana lari sini, Rio hanya diam kalau sudah di pangkuan mommy aja" keluh Rafa.


'Lari sana sini? kek kucing saja'


"Kalian kan bisa ajak nya main yang nggak banyak bergerak mungkin bisa bergambar atau main blok"


"Oh baik om" jawab mereka lagi.


Sultan memang bukan orang yang kepedean atau narsis dan dia menyadari kalau dia memang tampan walaupun jomblo tapi dia yakin dari tadi Mina menatapnya tanpa berkedip sekalipun. Suluruh bulunya terasa merinding disko.


"Mbak mbak Mina baik baik saja"


Sultan melambaikan tangannya di depan Mina, takut anak orang ke sambet, kalau memang beneran kesambet Sultan mau lari seribu langkah duluan, maaf saja dia dokter fisik bukan dokter rohani.


'Semoga aja nggak ke sambet'


"Mbak mbak Mina ok" panggil Sultan sekali lagi


"Oppa tau nama Mina darimana" kini Mina malah berkedip kedip beberapa kali.


"Kan kamu sendiri tadi yang sebut nama mu" heran Sultan.


"Aaaaaahh seneng nya oppa tau Mina" Mina memegang kedua pipinya sambil melompat lompat kecil sangking senang nya.


'Kayaknya beneran ke sambet ni anak, kabur ah'


Sultan hendak kabur tapi tangannya sudah duluan di tarik sama Mina.


"Oppa mau ke mana"


"Saya mau pulang" risih Sultan.


"Kok oppa pulang sih, temenin Mina ya oppa"


"Oppa oppa oppa kamu pikir saya kakek mu, boro boro punya anak nikah aja belum" protes Sultan.


"Wah pas sekali itu oppa, nikah sama Mina aja yuk" Mina mengabaikan protes Sultan.


"Ogah" kata Sultan sambil mengetok kepala Mina.


"Kok ogah sih oppa, eh oppa mau ke mana" Mina mencegat Sultan yang hendak keluar lagi.


"Mau pulang kerumah lah"


"Oh jadi maksud oppa habis dari KUA kita langsung ke rumah oppa ya, kalau begitu ayo cepat" Mina dengan buru buru menarik lengan Sultan.


"Ah lepas, siapa yang mau ke KUA, saya mau pulang ke rumah sendiri, dasar cewek stres" Sultan lepas kendali.


"Kok stres sih, oh atau oppa mau periksa Mina ya, kan oppa dokter sini periksa Mina, Mina ikhlas kok lahir batin" Mina merentangkan kedua tangan untuk siap diperiksa sambil menutup matanya, Sultan yang melihat peluang kabur langsung tancap gas ambil langkah seribu.


"Lho kok malah kabur, ahhhh jangan jangan oppa malu lagi sama Mina, aduh gemesnya"


Ada yang tanya dimana Reza dan Rafa, mereka langsung pergi ke kamar Rio saat Mina dan Sultan berbicara.


Bersambung...