Nanny And Duda

Nanny And Duda
Bab 43. Ikut



"Baik tuan, Dilla ikut"


"Horeee mommy ikut juga"


"Holeee jalan jalan"


"Rafa ikut juga"


Rafa dan Dafa baru sampai di rumah,  Rafa dari jauh mendengar obrolan mereka tentang jalan jalan. Rafa juga mau pergi ke taman bermain, daddy nya jarang mengajaknya jalan jalan. Bukan jarang tapi nggak pernah.


"Ngak boleh, kami ingin pergi berempat saja, mommy, papa, Rio dan Reza"


"Ndak oleh itut"


Reza dan Rio melarang Rafa ikut.


"Nggak pokok nya Rafa juga mau ikut"


"Rafa pergi aja dengan daddy"


"Rafa mau pergi sama mommy juga"


"Udah jangan ribut" relai Dilla.


"Mommy Rafa ikut juga ya, Rafa juga mau pergi ke taman bermain, daddy nggak pernah ajak Rafa ke taman bermain, daddy selalu saja sibuk kerja"


"Nanti kalau daddy nggak sibuk kan Rafa bisa pergi main sama daddy" Reza tidak mau Rafa ikut kali ini, dia ingin pergi berempat saja.


"Memang kalian kapan mau perginya" tanya Dafa.


"Rencana minggu depan sekali lagi, karena minggu ini aku masih banyak tugas yang harus dikerjakan dahulu" jawab Ryan.


"Rafa sudah ya, papa hari itu juga nggak bisa pergi, nanti saat ada waktu kita pergi berdua, kemana pun Rafa mau papa pasti akan kabulkan kok" rayu Dafa, karena Dafa tau pasti mereka tidak ingin jalan jalannya di ganggu.


"Nggak mau, jika daddy nggak bisa pergi daddy tidak usah pergi, Rafa pergi ikut sama mommy aja, lagian janji daddy nggak bisa dipercaya, daddy selalu janji sama Rafa tapi nggak pernah menepati"


Dafa yang mendengarnya tertohok, memang beberapa kali dulu Dafa berjanji akan mengajak Rafa bermain tapi sampai sekarang Dafa belum pernah menepati janji satu kali pun karena dia sangat sibuk.


"Jadi Rafa mau ikut juga" tanya Ryan prihatin, dia jadi ingat anaknya sendiri.


"Iya pa, Rafa juga mau ikut, boleh kan pa"


"Iya boleh kok"


"Papa gimana sih, Reza mau kita perginya berempat saja" ngambek Reza.


"Reza kamu nggak kasihan sama Rafa, dia nggak pernah jalan jalan kan kasihan, lagian selama ini kalian selalu bersama, masak saat mau bersenang senang Reza ngak mengajak Rafa"


"Tapi pa ini beda pa" bela Reza.


"Jadi Reza nggak sayang sama Rafa lagi, apa Rafa buat salah" kini Rafa hampir menangis.


"Bukan bukan gitu" Reza jadi serba salah, dia hanya ingin pergi berempat tapi Rafa kini sudah mulai menangis.


"Hiks hiks apa Rafa nakal sama Reza"


"Rafa nggak nakal kok"


"Tapi kenapa Rafa ngak boleh ikut jalan jalannya, kan Rafa juga mau pergi"


"Reza kasih Rafa ikut ya, kalian kan selama ini selalu bersama jadi biarkan Rafa ikut juga, apa Reza tega melihat Rafa menangis begini, mommy nggak suka jika kalian nggak akur" bela Dilla.


Dilla juga tau kondisi Rafa ngak jauh beda sama Reza, mereka sama sama di abaikan sama masing masing ayah nya dan mereka juga ngak mendapatkan kasih sayang ibu yang sempurna.


"Baik mommy Rafa boleh ikut, dah ya Rafa jangan menangis lagi nanti kita pergi bersama sama" Reza memeluk Rafa, biar Rafa tenang dan berhenti menangis.


"Bener, Rafa boleh ikut" Rafa menghapuskan air matanya.


"Iya boleh"


Rafa senang mendengarnya, Rafa juga balas memeluk Reza balik.


"Omyyy" protes Rio.


Rio memonyongkan bibir nya masih tidak setuju.


"Kenapa hemm" Dilla mencubit gemas bibir Rio.


"Apa Rio nggak senang abang Rafa ikut padahal abang Rafa sering lho berbagi cemilan untuk Rio"


"Uhhhh" Rio menggeserkan tangan Dilla dari mulutnya dan memeluk mommy nya erat erat.


"Ya nanti aku kabari lagi, tapi aku memang nggak bisa pergi kalau minggu depan, mungkin bulan depan baru bisa" jawab Dafa, jika boleh memilih dia juga mau pergi tapi banyak proyek yang harus dia cek dan buat laporan nya.


"Ya sudah kalau kamu nggak bisa, Dilla kamu jaga mereka ya, saya mau ganti baju dulu, sebentar lagi juga waktu nya makan malam"


"Baik tuan"


Ryan dan Dafa pergi ke kamar masing masing. Tinggal Dilla bersama tiga bocah itu.


"Mommy mommy nanti Reza kalau taman bermain mau naik bla bla bla......"


"Rafa juga mau makan dan beli mainan yang banyak, Rafa mau beli bla bla bla......"


Mereka asyik membahas tentang perjalanan yang akan datang dengan seru sampai waktu makan malam tiba.


***


"Mommy kita mau main di mana sekarang" tanya Reza.


Reza dan Rafa baru siap mengerjakan tugas sekolah, seperti biasanya mereka akan bermain kalau tugas siap di kerjakan.


"Bagaimana di taman belakang saja" kata Rafa.


"Ah maksud Rafa bermain di taman samping rumah" ralat Rafa seketika, Rafa hampir lupa kalau Rio masih takut sama kolam karena kejadian tenggelam tempo itu, itu lah yang mommy nya katakan.


"Baik kita main di taman samping rumah saja ya, Reza dan Dafa duluan ya nanti mommy dan Rio akan menyusul"


"Baik mommy" sahut mereka.


Reza dan Rafa langsung berlari ke arah sana. Tadi Dilla bisa merasakan sedikit geratan saat Rafa bilang tentang taman belakang. Dilla yakin Rio masih sangat ketakutan.


"Rio masih takut ya bermain di taman belakang"


Rio mengangguk lemah sebagai jawaban nya.


"Kan kita main di taman nya sayang bukan di kolam nya" jelas Dilla, Rio hanya diam mendengarkan saja.


"Ya sudah nanti kalau Rio sudah ngak takut lagi baru kita main di sana ya, mommy janji akan kawanin Rio deh dan nggak akan jauh jauh juga dari Rio gimana?" rayu Dilla.


Rio menganggukkan kepalanya dengan sangat pelan.


"Jadi nanti Rio mau nggak belajar renang lagi kalau sudah nggak takut dengan kolam lagi" Dilla menggenggam kedua tangan Rio memberi kekuatan.


"Atut omy"


"Kan ada mommy yang jagain Rio"


"Liyo ndak mau"


Dilla mencari akal membujuk Rio agar mau berenang lagi supaya trauma nya bisa sembuh. Rio bahkan tidak berani keluar dari pintu menuju ke taman belakang apalagi mendekati kolam. Tapi Dilla harus bisa membujuk Rio secara berlahan, ini untuk kebaikan Rio juga.


"Jadi ni seandainya ya, kalau seandainya nanti mommy tenggelam lagi......"


"Angan detat detat tolam" belum Dilla selesai bicara Rio sudah memotong pembicaraan Dilla.


"Rio dengerin mommy bicara ya sayang" Dilla tau ini terlalu memaksa dan nekat tapi harus di coba sedikit.


"Misalkan saat itu di rumah hanya ada mommy dan Rio saja dan mommy tenggelam apa Rio mau menolong mommy"


"Tan omy pandai lenang nya"


'Ni anak pinter sekali sih, masih ingat aja Dilla bisa renang'


"Kan misalkan mommy lagi nggak bisa berenang, jadi apa Rio mau menolong mommy"


"Liyo atan antu omy"


"Gimana caranya, kan Rio nggak bisa berenang" pancing Dilla.


"Emmm emmm" Rio nggak tau harus menjawab apa.


"Jika Rio nanti mau nolongin mommy Rio mau kan belajar renang lagi atau setidak nya Rio berusaha jangan takut main di seputaran kolam tapi jangan terlalu dekat, kalau nggak dekat kan nggak apa apa"


"Iya omy"


"Nah gitu dong, besok kita main di sana ya, sekarang kita ke taman samping abang Reza sama bang Rafa dah tungguin dari tadi, sini Rio mommy gendong ya, mommy rindu gendong Rio sudah lama mommy nggak mengendong Rio"


Setelah mengendong Rio, Dilla menyusul Reza dan Rafa yang ada di taman samping.


Bersambung...