Nanny And Duda

Nanny And Duda
S2 Bab 193. Setuju atau Tidak Setuju



Jangan lupa like dan tinggalkan komentar ya. Like dan komentar kalian sungguh berati buat saya. Terima kasih banyak.


Selamat membaca.


***


Arka menatap Bella dengan rasa kasihan. Rasa bersalah Arka belum hilang walau sudah bertahun-tahun. Arka masih diselimuti oleh rasa bersalah dengan sikap Manda dulu. 


"Jadi Daniel, apa yang ingin kamu bicarakan sama Papa dan Mama?" tanya Arka ramah.


"Pa, Ma, Daniel datang ke sini untuk meminta restu. Daniel ingin Papa dan Mama merestui hubungan Daniel sama Bella," ujar Daniel serius. 


"Apa katamu Daniel? Kamu ingin menikahi wanita kampung ini. Mama tidak akan pernah setuju."


"Ma dia punya nama, nama dia adalah Bella," sahut Daniel.


"Mama tidak peduli Daniel," bantah Manda tidak terima. 


"Daniel cinta sama Bella Ma." 


"Sampai kapanpun Mama tidak akan pernah merestui hubungan kalian," teriak Manda.


"Ma, Mama yang sabar," tegur Arka. 


"Bagaimana Mama bisa bersabar Pa. Anak kita mau berhubungan dengan perempuan seperti dia," bantah Manda.


"Apa salahnya Daniel menikah dengan Bella. Bella itu pilihan Daniel sendiri," bela Arka. 


Daniel dan Bella sama-sama terkejut mendengar pernyataan Arka. Mereka tidak menduga sama sekali jika Arka akan membela hubungan mereka berdua. Daniel dan Bella sama-sama bersyukur Arka merestui hubungan mereka berdua. 


"Salah, apa salahnya yang Papa tanyakan. Tentu salah Pa. Perempuan itu tidak sebanding dan sederajat dengan keluarga kita," kata Manda semakin emosi. 


"Ma, Daniel tidak pernah memandang Bella dari status dan derajat. Bagi Daniel itu tidak penting," bantah Daniel menahan emosi. 


"Daniel sayang, semua itu penting


Daniel. Ini demi masa depan kamu. Daniel dengarkan Mama, Mama telah memilih satu perempuan yang cocok buat kamu dibandingkan dia. Minggu depan kalian akan Mama tunang kan. Niat Mama mau memperkenalkan kalian dulu. Tapi karena ada ganggu Mama tidak mau hubungan kalian gagal."


"Ma cukup! Daniel tidak mau Mama jodohkan lagi," kata Daniel dengan nada tinggi.


"Mama tidak mau ada penolakan dari kamu. Kamu tidak boleh menolak perintah Mama. Mama melakukan ini demi kebaikan dan kebahagiaan kamu nak," bujuk Manda.


"Demi kebaikan… demi kebahagiaan Daniel… apa Mama tahu apa itu kebaikan dan kebahagiaan," sindir Daniel sambil terkekeh.


"Apa kebahagian yang mama maksud itu tiap hari bertengkar. Istri yang mengabaikan suami dan anak. Istri yang sibuk selingkuh sana sini. Istri yang hanya tau berfoya-foya tanpa mengurus rumah tangga. Apa itu yang Mama inginkan," kata Daniel dengan marah. 


Bella mencoba menenangkan Daniel. Bella mengusap lengan Daniel agar tidak terlalu terbawa emosi. Bella tidak suka Daniel marah-marah seperti itu. Apalagi yang ada di depannya adalah ibu kandung Daniel sendiri. Bella tidak mau jika Daniel menjadi anak durhaka.


"Pa, Daniel lelah Pa. Daniel sudah capek. Selama ini apa Daniel hanya menjadi boneka buat Mama saja. Kapan Daniel bisa hidup dengan kemauan Daniel sendiri Pa, Ma," kata Daniel melemah.


"Kamu baru sebentar saja perempuan itu sudah berani membentak Mama. Bagaimana jika kalian berdua jadi menikah nanti. Yang ada kamu malah dijauhkan sama Mama," kata Manda.


Daniel menghela nafas, dia sudah lelah berdebat dengan Manda. Manda memang orang yang sangat keras kepala. Sekarang Daniel tidak punya pilihan lain selain memberontak.


"Ma, apapun yang akan Mama katakan lagi, Daniel akan tetap menikahi Bella. Dengan atau tanpa restu dari Mama," ujar Daniel tidak mau panjang cerita lagi.


"Mama tidak setuju Daniel. Jika kamu masih nekat menikahi perempuan itu, maka Mama tidak akan menganggap kamu sebagai anak Mama lagi," ancam Manda.


Daniel tertawa kecil mendengar pernyataan Manda. Daniel tidak menyangka jika Mama nya akan berkata seperti itu.


"Ma, sekarang Daniel mau bertanya sama Mama," ujar Daniel dengan suara pelan. 


"Sekarang katakan pada Daniel Ma, apa artinya Daniel bagi Mama," tantang Daniel. 


"Bagaimana kamu bertanya seperti itu. Kamu adalah anak Mama yang sangat Mama sayangi," sahut Manda. 


"Jika Mama sangat sayang kepada Daniel, apa Mama tidak bisa membiarkan Daniel hidup dengan pilihan Daniel sendiri. Apa  Mama tidak bisa membiarkan Daniel bahagia. Apa Mama tidak bisa membiarkan hati Daniel tanpa beban. Apa Mama bisa jawab. Tapi tanpa Mama jawab Daniel sudah tau jawaban nya. Bagi Mama Daniel hanyalah robot. Robot yang bisa Mama suruh seenaknya. Robot yang tidak punya hati. Robot yang tidak akan berdarah saat Mama nya sendiri yang menjerumuskan anaknya ke jurang kehampaan," ujar Daniel dengan air mata yang sudah mengalir.


"Ma, selama ini Daniel selalu menuruti keinginan Mama tanpa memikirkan diri Daniel sendiri. Sekarang Daniel hanya ingin meraih kebahagiaan Daniel sendiri. Semuanya terserah mana baik buat Mama. Setuju atau tidak Daniel akan tetap menikahi dengan Bella. Hanya itu yang ingin Daniel katakan. Ayo Bella, kita pergi dari sini."


"Daniel kamu tidak seperti itu. Bagaimanapun itu adalah Mama kamu," bujuk Bella tidak suka melihat Daniel yang berkata menyakiti Manda.


"Aku ingin hidup dengan pilihan aku sendiri Bella. Ayo kita pergi," ajak Daniel tanpa mau mendengar siapapun lagi.


"Daniel jangan tinggalkan Mama," panggilan Manda yang tidak sanggup mengejar Daniel.


Manda sungguh tertusuk dengan perkataan Daniel. Manda tidak tahu jika Daniel akan berkata seperti itu. Selama ini Manda memang menyuruh Daniel mengikuti semua kemauannya tanpa memperhatikan keadaan Daniel.


"Daniel, apakah Mama selama ini yang membuat kamu tidak bahagia nak. Padahal Mama hanya ingin kamu bahagia dengan pilihan Mama. Mama tahu jika Mama dulu salah menjodohkan kamu sama Jessica. Mama kira Jessica adalah perempuan yang baik. Maafkan Mama Daniel. Maafkan Mama. Tolong jangan tinggalkan Mama," ujar Manda dengan penyesalan.


"Sekarang Mama lihat apa yang Mama telah lakukan. Mama telah membuat anak kandung Mama satu-satunya berkata seperti itu. Daniel bukan orang yang mau mengungkapkan isi hatinya dengan terus terang Ma. Pasti Daniel sudah tidak dapat lagi menahan semua perasaan dia, makanya dia berani berkata seperti itu. Jika Papa berada di posisi Daniel, maka Papa tidak akan sanggup Ma," kata Arka sedih. 


"Maaf, maaf, maaf," ujar Manda berulang-ulang.


"Sekarang semuanya ada pada Mama sendiri. Terserah Mama mau berbuat seperti apa. Papa tidak akan terlalu ikut campur seperti dulu. Tapi satu hal yang harus Mama ingat, jika Mama tetap akan menghancurkan masa depan anak kita, maka Papa kali ini tidak akan diam saja," kata Arka dengan nada menekan.


Arka meninggalkan Manda yang menangis sendirian di sana. Arka juga ikut emosi mendengar perkataan Daniel. Arka tidak bisa lagi membela Manda yang sangat egois. Arka akan membiarkan Manda introspeksi diri. Jika Manda masih tidak berubah, maka Arka tidak punya pilihan lain selain menjauhi Manda. 


Bersambung....


Rekomendasi novel buat kalian dari author lainnya yang juga tidak kalah seru. Novelnya sangat keren dan bagus sambil kalian menunggu up saya selanjutnya.