
Jangan lupa like dan tinggalkan komentar ya. Like dan komentar kalian sudah cukup jadi penyemangat buat saya. Terima kasih banyak.
Selamat membaca.
***
Setelah melakukan kesepakatan, mereka memutuskan memanggil Sam, Rio dan Lala. Mereka sedang berada di dalam kamar menemani Rio yang mengambil HP milik Dilla.
"Rio!" panggil Dilla.
"Sam!" panggil Daniel.
"Lala!" panggil Bella.
Mereka dengan patuh segera berjalan ke arah orang tua masing-masing. Rio duduk diantara Ryan dan Dilla.
"Omy!" panggil Rio.
"Iya sayang," sahut Dilla.
"Omy, ni aphe unya Omy. Udah badus," kata Rio sambil menyerahkan HP punya Dilla.
"Terima kasih sayang," ucap Dilla.
Dilla mengambil HP itu dan menyimpannya di samping. Tempat Dilla duduk karena Dilla tidak mempunyai tas.
Sedangkan Lala duduk di samping Bella. Kemudian Sam ikut duduk di samping Lala. Sam ingin dekat dengan Lala.
"Sayang!" panggil Bella setelah Lala duduk dengan nyaman.
"Iya Ma," sahut Lala.
"Sayang, kenalan sama Om ini ya," kata Bella.
Lala melirik Daniel sekilas. Kemudian Lala melihat lagi ke arah Bella.
"Om ini ci apa Ma?" tanya Lala.
"Kenalkan, nama Om, Om Daniel. Om Daddy nya Sam," sahut Daniel.
"Nanti Om ini akan menjadi calon Papa buat Lala," sambung Bella.
"Benelan Ma? Om ini atan adi papa Lala?" tanya Lala dengan mata berbinar.
Lala sudah dari dulu menginginkan seorang Papa. Lala tidak mau diejek lagi oleh anak tetangga lainnya. Lala sering dibully karena dia tidak memiliki ayah.
Sekarang Lala bisa pamer pada teman-teman kalau Lala sudah punya kepada teman-teman yang dulu mengejek dia. Papa yang akan menemani Lala bermain. Papa yang selalu diidamkan oleh Lala.
Lala segera bangun dan memeluk Daniel. Daniel meraih Lala ke atas pangkuan dia. Daniel membalas pelukan Lala. Lala begitu erat memeluk Daniel.
"Apa Lala mau menerima Om sebagai Daddy nya Lala?" tanya Daniel.
Lala melepaskan pelukan dan melihat ke arah Daniel. Lala kecewa karena Daniel bukan meminta menjadi Papa.
"Addy? Butan na Papa?" tanya Lala polos tidak mengerti.
Daniel, Bella serta yang lainnya tertawa kecil mendengar pertanyaan Lala.
"Sayang, Daddy sama Papa artinya sama saja," Bella menjelaskan.
"Kalau Lala tidak mau memanggil Daddy tapi mau panggil Papa boleh juga. Yang penting Lala senang,",tawar Daniel.
"Oh ditu," respon Lala paham.
"Jadi apa Lala mau Om jadi Papa Lala?" tanya Daniel lagi.
"Mau Om, Lala mau. Lala cenang Om. Cetalang Lala unya Papa. Anti Lala mau ilang cama teman Lala, talau Lala udah ada Papa. Lala cayang cama Papa," ujar Lala.
Lala kembali memeluk Daniel. Daniel mengusap rambut punya Lala. Daniel bersyukur jika Lala dengan mudah menerima dia.
Bella tersentuh dengan perkataan Lala. Bella sedih saat anaknya diejek tidak mempunyai ayah. Sekarang Lala punya Daniel yang bisa Lala banggakan. Bella tersenyum melihat Lala yang mau menerima Daniel dengan cepat.
"Sayang!" panggil Bella lagi.
"Iya Mama," sahut Lala tanpa beranjak dari pangkuan Daniel.
Lala merasa nyaman dengan posisi yang sekarang. Kepala Lala masih bersandar di dada Daniel. Lala hanya menoleh ke arah Bella.
"Selain Lala punya Papa, Lala akan mempunyai abang juga. Apa Lala mau mempunyai abang yang akan selalu menemani Lala bermain?" tanya Bella hati-hati.
Sam segera berdiri dari tempat duduk. Sam berdiri di samping Bella. Sam sangat berantusias dipanggil abang sama Lala. Sam sudah siap jadi abang bagi Lala.
Lala yang mendengar perkataan Bella bangun dari tempat bersandar. Lala melihat ke arah Sam. Kemudian mata Lala menatap Rio. Rio yang ditatap Lala malah membuang muka dan melihat ke arah Dilla.
"Abang?" tanya Lala setelah melihat ke arah Bella lagi.
"Ini adalah anaknya Om. Nama dia adalah Samuel. Lala bisa memanggilnya abang Sam. Lala akan punya teman bermain. Apa Lala mau bermain sama abang Sam?" tanya Daniel lagi.
Sekarang giliran Sam yang menatap Lala dengan antusias. Sam sudah tidak sabar dipanggil abang.
Lala menatap ke arah Sam.
Lala turun dari pangkuan Daniel mendekat ke arah Sam. Lala memegang tangan Sam dengan erat.
Bella dan Daniel senang melihat Sam dan Lala akur. Mereka berdua mengarahkan Sam dan Lala duduk diantara mereka.
Senyuman Sam tidak lepas. Sam memiliki mommy baru dan juga adik baru. Alias beli satu dapat dua.
"Adi apa abang Liyo atan adi abang Lala uga?" tanya Lala.
Senyuman Sam luntur mendengar pertanyaan Lala. Padahal tadi Sam sudah di puncak kesenangan tapi malah jatuh dengan pertanyaan Lala.
"Itu…."
"Ndak mau. Liyo butan abang tamu. Adik Liyo anya adik yang ada di pelut Omy. Angan aku-aku," tolak Rio langsung.
Ryan dan Dilla memberikan senyum tidak enak kepada Bella dan Daniel. Pendirian Rio memang sangat kuat.
"Maaf ya Tuan Daniel dan Mbak Bella. Rio hanya mau menjadi abang untuk adiknya. Rio sudah beberapa kali menolak dipanggil abang sama orang lain," kata Dilla tidak enak.
"Iya tidak apa-apa Dilla. Namanya juga anak-anak. Mereka masih polos," sahut Bella.
"Nanti pasti Rio akan menjadi abang yang baik buat adik-adik Rio nanti," puji Daniel.
"Iya dong. Lio atan men-adi abang yang bayik buwat adik Liyo. Liyo atan cayang… cama adik Liyo," ujar Rio bangga.
"Wah, Rio abang yang setia ya. Nanti kalau besar Rio akan menjadi pria yang jantan," puji Daniel lagi.
"Halus adi piya antan dong Om. Macak Liyo adi betina. Anti Liyo betelul tek bebek," protes Rio.
"Hahaha…," mereka semua tertawa mendengar jawaban Rio
"Anak kamu aneh-aneh saja jawabannya Ryan," kata Daniel.
"Bagi kita mungkin aneh. Tetapi itu wajar untuk jawaban anak-anak yang masih polos. Mereka hanya menjawab apa adanya," sahut Ryan.
"Pasti sangat rame jika Rio dari rumah,x ucap Daniel.
"Jangan tanya lagi. Setiap hari pasti aja ada ulah yang dibuat oleh Rio. Sudah seperti pasar pagi. Apalagi kamu menitipkan Sam dan Lala sama kami, pasti akan bertambah heboh," sindi Ryan.
"Kamu bisa cari saja," sahut Daniel yang tidak menangkap sindiran dari Ryan.
"Daddy, apa maksudnya Sam dan Lala ikut dengan OM itu?" tanya Sam.
"Sam, apa Papa boleh minta tolong sama Sam?"
"Apa Daddy. Apa yang mau Daddy minta sama Sam?" tanya Sam balik.
"Daddy rencananya mau menemui kakek dan nenek Sam. Daddy mau memperkenalkan Mommy Bella sebagai calon istri Daddy kepada nenek dan kakek. Jadi apa boleh Daddy menitip Lala sama Sam? Nanti Sam akan dijaga juga oleh Om Ryan dan Tante Dilla," kata Daniel menjelaskan.
"Kenapa Sam sama Lala tidak boleh ikut Daddy?"
"Sam kan tahu sendiri bagaimana dengan sifat nenek dan kakek. Daddy tidak mau nanti Lala mendengar pembicaraan Daddy," sahut Daniel.
Sam mengangguk-angguk kepalanya. Sam sudah tahu seberapa keras kepala kakek dan nenek.
"Baik Daddy. Sam akan menjaga Lala dengan baik. Daddy yang semangat ya buat memperjuangkan Mommy buat Sam," kata Sam memberikan dukungan.
"Iya sayang. Daddy pasti akan berjuang," sahut Daniel.
"Ma, apa macud Papa?" tanya Lala pada Bella.
"Maksud Papa, untuk sementara Lala sama Abang Sam akan tinggal bersama Om dan Tante itu."
"Api tenapa Ma?" tanya Lala sedih.
"Mama janji tidak lama Lala, hanya sebentar saja. Nanti kalau urusan Papa dan Mama selesai, pasti Papa dan Mama akan menjemput Lala kembali," ucap Bella.
Lala sedih mendengar perkataan Bella. Lala tidak mau terpisah dari mamanya.
"Untuk sementara Lala main bersama Tante dulu. Tante akan kenalkan Lala sama abang Reza dan abang Rafa. Nanti Lala bisa bermain bersama mereka. Usia mereka sama dengan Abang Sam," bujuk Dilla kepada Lala.
"Hole, Lala atan unya banak teman belmain," ujar Lala senang.
Setelah berhasil membujuk Lala dan Sam, mereka memutuskan untuk segera berpisah dan pergi menuju tujuan masing-masing. Lala, Rio dan Sam naik ke mobil bagian belakang milik Ryan dengan Lala duduk di tengah-tengah. Ryan dan Dilla duduk di depan. Tadi Rio minta duduk di depan tetapi karena Ryan bilang akan mengganggu Dilla dan calon adik, baru Rio mengalah.
Sedangkan Daniel dan Bella setelah bersiap mereka juga berangkat ke kediaman orang tua Daniel.
Bersambung….
Ada yang tanya di mana Dafa berada sekarang?
Dafa ikut pulang bersama polisi karena semuanya dapat diselesaikan oleh Ryan sendiri.
Jangan lupa untuk selalu memberi dukungan ya. Terima kasih
Rekomendasi novel buat kalian dari author lainnya yang juga tidak kalah seru. Novelnya sangat keren dan bagus sambil kalian menunggu up saya selanjutnya.