Nanny And Duda

Nanny And Duda
Bab 63. Pacar Bohongan



Dilla yang mendengar pernyataan Sultan tidak memberikan respon apa apa, dia masih mengaduk minuman yang dia sambil menatap Sultan.


"Kamu jangan salah paham dulu ya, begini maksud saya, saya bukan mengajak kamu pacaran sesungguhnya, tapi cukup sekali aja di depan orang tua saya. Kamu mau tidak jadi pacar saya hanya di depan orang tua saya. Orang tua aku mau menjodohkan saya lagi jika saya masih tidak mempunyai pacar. Jadi pliss ya bantu saya, supaya orang tua saya yakin bahwa saya sudah punya pacar," mohon Sultan.


Dilla masih diam.


"Aku tau kamu masih patah hati, nanti sebagai gantinya kamu bisa minta satu permintaan apapun dari aku gimana?" tawar Sultan.


Dilla yang merasa tidak tertarik dan masih bad mood mengabaikan Sultan.


"Ayo dong Dilla plisss, saya tidak banyak mengenal gadis yang bisa di ajak kerja sama," mohon Sultan.


"Nanti saya juga akan bantu kamu agar cepat move on deh. Saya tau bahwa sakit hati lebih susah disembuhkan dari pada luka fisik, tapi itu semua masih ada solusinya."


Kali ini Dilla baru ada respon. Dia memang butuh seseorang yang bisa membantunya. Dia tidak tau harus melakukan apa sekarang.


Sultan yang melihat Dilla baru meresponnya merasa senang. Boleh dong ambil kesempatan dalam kesempitan.


"Bagaimana caranya?" tanya Dilla penasaran.


'Akhirnya bisa tertarik juga.'


"Kamu harus cerita dulu masalahnya, baru saya bisa kasih solusi, sama seperti pasien, jika tidak tau penyakitnya bagaimana mau diberikan obat," ujar Sultan.


Dilla kini bimbang tidak tau harus menceritakan atau tidak.


"Kamu tenang saja, saya bukan tipe ember, jadi rahasia kamu aman sama saya," Sultan meyakinkan Dilla seyakin mungkin.


"Dilla lagi patah hati karena orang yang baru Dilla sukai ternyata sangat mencintai pasangannya, padahal dia orang pertama yang Dilla suka," ucap Dilla akhirnya.


"Maksud kamu mereka sudah menikah," tebak Sultan.


Dilla menganggukan kepala sebagai responnya.


"Wah itu susah juga," ujar Sultan.


Sultan berpikir sebentar, walaupun bukan dokter cinta tapi dia masih seorang dokter.


"Sebaiknya kamu lupakan saja dia Dilla, dia sudah punya istri apalagi sangat mencintainya, biasanya jika pria sudah berkomitmen mencintai satu pasangan maka sampai pasangan itu meninggal pun akan tetap dia cintai dan sulit untuk mencintai kembali," ujar Sultan seperti pakar cinta sejati.


Apa yang dikatakan Sultan memang tepat sasaran. Pria yang dicintai memang mencintai istrinya walaupun sudah meninggal.


"Jadi maksudnya saya harus melupakan pria itu," ujar Dilla.


"Iya, kamu tidak mau kan di cap sebagai pelakor, aku yakin jika kamu ini adalah gadis baik baik jadi jangan jadi orang ketiga di hubungan orang lain. Pasti nanti akan ada laki laki yang lebih baik yang menjadi pasangan kamu."


Sultan mengira jika orang yang Dilla sukai adalah pasangan suami istri yang masih hidup. Dilla tidak mau meluruskannya, yang penting dia sudah ada sedikit pencerahan.


Dilla sekarang memang harus mencoba melupakan Tuannya walaupun berat. Buat apa dia pertahankan jika memang sudah tidak ada kesempatan lagi.


"Atau bisa jadi pria baik itu adalah saya, saya janji jika kamu pilih saya, saya akan menerima kamu apa adanya," Sultan kini berkata dengan serius.


"Maaf," hanya itu jawaban Dilla karena melihat keseriusan Sultan.


"Ya aku mengerti kamu pasti memerlukan waktu untuk melupakannya. Jadi apa kamu mau kan sekarang jadi pacar bohongan saya dulu. Jadi pacar benerannya nanti saja. Yang ini sangat darurat."


Dilla ingin menolak tapi....


"Saya tadi sudah kasih kamu solusi sekarang kamu bantu saya juga ya," sambung Sultan lagi melihat Dilla yang sepertinya ingin menolak.


"Tapi...."


"Kamu tenang aja, hanya sekali ini saja kok, nanti jam 3 kita ke rumah saya, setelah itu sudah," Sultan memotong ucapan Dilla yang mau menolak.


"Baiklah," ucap Dilla akhirnya.


"Terimakasih ya, akhirnya keluarga aku tidak akan menjodohkan aku lagi," ucap Sultan lega.


Mereka melanjutkan makan siang mereka.


"Tapi tumben kamu hari ini pergi keluar sendiri? tidak diikuti sama pasukan," tanya Sultan heran.


Setau Sultan, semua bocah itu pada nempel pada Dilla. Mereka pasti tidak akan membiarkan Dilla pergi keluar sendiri.


"Hari ini Tante Rita menyuruh Dilla untuk libur, karena selama Dilla kerja Dilla belum pernah ambil libur," kata Dilla.


"Kamu belum pernah libur, tapi kenapa si bawel itu sering keluar, dia selalu ganggu aku di rumah sakit," ujar Sultan kesal.


"Si bawel, maksudnya?" tanya Dilla tidak paham.


Setelah siap makan, sultan membawa dulu Dilla ke toko pakaian wanita untuk ganti baju. Dilla mau menolaknya.


"Tudak mungkinkan kamu mau menemui orang tua saya pakai baju biasa begini," kata Sultan.


Dilla akhirnya mengalah, karena baju yang Dilla pakai adalah baju rumahan. Dilla tadi keluar karena tidak berniat pergi jauh.


***


Sultan dan Dilla sudah tiba di kediaman Sultan. Rumah Sultan jauh beda sama rumah Ryan. Rumah ini adalah tipe rumah sederhana.


"Ayo masuk, rumah saya memang lebih kecil dari rumah Suherman, tapi di sini suasananya sangat bagus," ajak Sultan.


"Dari mana aja kamu, pokoknya nanti ma...," omongan Mama Sultan terhenti karena melihat Dilla di belakang Sultan. Tadi dia tidak sempat melihatnya.


Sultan yang melihat sang Mama fokus pada Dilla segera memperkenalkan Dilla.


"Ma, perkenalkan ini Dilla, pacarnya Sultan," ujar Sultan.


"Siang Tante," sapa Dilla ramah.


Dilla segera menyalami Mama Sultan.


"Ini beneran pacar kamu Sultan, bukan bohongan, biar kamu menghindar dari acara perjodohan," kata Mama Sultan curiga.


"Iya dong Ma ini pacar Sultan," jawab Sultan sedikit gugup.


"Aduh cantiknya calon menantu Mama, ayo Dilla silahkan masuk, kamu jangan panggil Tante ya, panggil Mama saja, nama Mama, Mama Soraya," Soraya memperkenalkan diri.


Soraya segera merangkul Dil la masuk dan meninggalkan Sultan di depan pintu. Mereka menuju ke ruang keluarga, di sana sudah ada Papa Sultan, namanya Pak Bayu. Orang tua Sultan usianya sama sepeti orang tua Ryan.


"Pa lihat deh siapa yang Mama bawa," kata Soraya bangga.


"Siapa ma?" tanya Bayu penasaran.


"Ini pacarnya Sultan, ternyata anak kita selama ini sudah punya pacar, pantas saja dia selalu menolak kita jodohkan. Mana cantik begini lagi. Ayo sayang silahkan duduk," Soraya mempersilahkan Dilla duduk.


Sultan segera duduk di dekat Dilla agar orang tuanya tidak curiga. Dilla ingin bergeser tapi Sultan malah menariknya agar duduk tidak terlalu jauh.


"Jangan duduk terlalu jauh nanti orang tua saya curiga," bisik Sultan.


Dilla merasa tidak nyaman duduk terlalu dekat sama Sultan.


"Ada apa kalian bisik bisik?" tanya Soraya.


"Tidak ada apa apa kok Ma," jawab Sultan.


Orang tua Sultan percaya saja.


"Jadi sekarang kamu tinggal di mana," Mama Sultan sudah mulai sesi interogasi.


"Dilla tinggal di komplek A Tante," jawab Dilla.


"Kok Tante sih, Mama dong dan ini Papa," protes Soraya.


Dilla hanya tersenyum canggung. Tapi dia harus bisa berperan dengan baik.


"Komplek A bukannya komplek perumahan elit?" tanya Bayu kembali.


"Iya Pa, tapi Dilla bekerja sebagai Babysitter," jawab Dilla jujur.


"Babysitter? Mama sama Papa sih tidak masalah kamu kerja sebagai apa, apa lagi kamu kerja sebagai Babysitter pasti kamu pandai mengurus anak kecil. Nanti saat kalian punya anak sendiri sudah enak," ujar Soraya.


Sultan yang mendengarnya keselek sama ludahnya sendiri. Mamanya sudah berpikiran jauh. Tapi dia diam saja, yang penting Mamanya sudah tidak menjodohkan dia lagi.


"Terus orang tua kamu di mana?" sambung Soraya lagi.


"Mereka sudah lama meninggal Ma, sejak Dilla berumur lima tahun."


Orang tua dan Sultan terkejut mendengarnya. Mereka akhirnya mengalihkan topik lain agar Dilla tidak merasa sedih. Mereka akhirnya membahas tentang hubungan Sultan dan Dilla ke depannya.


Dilla berada di rumah itu sampai sore. Orang tua Sultan yang menahan Dilla pulang cepat. Padahal Dilla sudah pengen sekali pulang.


Bersambung....


Jika kalian suka sama cerita ini tolong vote dong, saya tidak minta banyak banyak, min 10 poin aja Alhamdulilah. Saya sedih melihat peringkatnya yang sangat besar.


Dan Terima kasih yang sudah vote, like dan koment ya....