Nanny And Duda

Nanny And Duda
Extra Part 6



Rebutan


***


Rio juga ikut membantu mencari Syifa. Setelah mencari di beberapa ruangan, Rio menemukan Syifa di tempat penyimpanan mainan. Semua mainan yang sudah ditata rapi sebelumnya ditata kembali oleh Syifa. Dengan kata lain Syifa membongkar mainan.


Sekarang kamar itu sudah berantakan. Banyak mainan yang sudah diacak-acak oleh Syifa. Mainan berserakan dimana-mana.


"Adik Cipa telnyata di cini," ujar Rio tanpa masalah.


Rio harus menyingkirkan mainan yang berserakan di sekitarnya untuk mendekat ke arah Syifa. Rio menggeser ke kiri dan ke kanan dengan kakinya. 


"Ayo tita tembali te tempyat adi," ajak Rio.


Syifa mengabaikan Rio. Dia masih sibuk dengan dunianya. 


"Ayo adik Cipa. Butan na adik Cipa agi lapal?" tanya Rio dengan menarik tangan Cipa. 


Syifa melepaskan tangan dari Rio. Syifa kembali mengabaikan Rio. Kemudian dia merangkak lagi ke arah keranjang mainan lain. Sekali ditarik, keranjang itu jatuh dan mengeluarkan mainan.


Syifa mengambil mainan itu dan melempar lempar mencari mana yang menurutnya lebih menarik. 


"Cipa angan dibuwang-buwang mainan na. Anti Omy bica malah," peringati Rio sambil mengambil mainan yang ada di tangan Syifa dengan paksa. 


Syifa marah dengan apa yang dilakukan oleh Rio. Syifa berusaha mempertahankan mainan itu. Mereka jadi berebutan mainan. Karena Syifa masih kecil, Rio bisa dengan mudah mengambil mainan itu dari tangan Syifa.


Syifa semakin marah kepada Rio. Dengan tangan kecilnya yang saling genggam erat, Syifa memukul kepala Rio.


"Angan putul Bang Liyo adik Cipa," ujar Rio menahan tangan Syifa.


Syifa terus memukul Rio dengan kesal. Kesenangannya diganggu begitu saja.


"Angan malah ya. Bang Liyi unya tue cotat buwat adik Cipa," bujuk Rio menunjukan coklat yang dia pegang.


Mata Syifa berbinar melihat coklat yang ada di tangan Rio. Dia jadi berhenti memukul Rio. Syifa menepuk tangannya berharap makanan itu masuk ke dalam mulutnya. 


Rio membuka plastik coklat dengan perlahan. Kemudian ingin menyuapkan coklat itu ke mulut Syifa yang sudah terbuka lebar.


"Rio… apa yang Rio lakukan?" tanya Dilla yang telah menemukan mereka.


Dilla kaget melihat Rio mau menyiapkan coklat ke Syifa. Dia hampir terlambat menyelamatkan Syifa. Dilla segera mendekat ke arah Rio dan Syifa.


Rio dan Syifa terkejut dengan teriakan Dilla. Sehingga suapan itu tidak terjadi.


"Omy," ucap Rio.


"Rio, apa yang mau kamu berikan untuk Syifa?" tanya Dilla. 


"Adik Cipa lapal Omy. Liyo mau bagi cotat Liyo buwat adik Cipa," terang Rio.


"Rio, Syifa masih kecil. Belum boleh makan sembarangan. Rio jangan kasih coklat adik Syifa lagi atau makanan apapun tanpa sepengetahuan Omy ya," pinta Dilla. 


"Api cotat na wenak Omy," bantah Rio. 


"Iya coklatnya enak. Tapi pencernaan adik Syifa masih kurang bagus. Nanti kalau Syifa sakit bagaimana? Adik Syifa bisa menangis loh," kata Dilla menakuti Rio dengan kebenaran.


"Angan Omy, adik Cipa ndak boyeh cakit. Ini buwat Liyo aja. Biar Liyo yang cakit pelut. ujar Rio.


Rio memasukkan coklat itu ke dalam mulutnya. Dia memakannya dengan begitu lahap.


"Nanti kalau adik Cipa sudah besar baru Abang Rio boleh kasih makan makanan lain ya," ujar Dilla.


"Oteh Omy," jawab Rio.


Bibir Syifa mulai bergetar. Mata dia juga sudah berkaca-kaca dengan perlakuan Rio. Seolah-olah Syifa sedang dipermainkan oleh Rio. Padahal dia juga ingin makan coklat. 


"Huwaaa…." tangisan Syifa terdengar nyaring di telinga memereka


"Tenapa adik Cipa nanis Omy? Adik Cipa angan nanis ya," bujuk Rio dengan mulut yang berlepotan coklat.


"Huwaaa…." teriak Syifa semakin keras melihat mulut Rio.


"Omy," kata Rio penuh harap kepada Dilla supaya Syifa tidak menangis lagi.


"Syifa pasti ingin makan coklat tadi. Lain kali jangan tunjukkan pada Syifa ya sayang," ujar Dilla lembut.


"Oteh Omy."


"Sudah sayang tidak apa-apa ya. Sekarang kita ke tempat tadi, sudah saatnya adik Syifamak makan," ajak Dilla.


Dilla meninggalkan ruangan yang berantakan itu. Ketika tiba di luar ruangan Dilla bertemu dengan salah satu pembantu. Dilla segera meminta pembantu itu untuk membereskan ruangan bermain. Dilla tidak mempunyai waktu untuk membereskan kamar itu. Membersihkan ruang bermain pasti membutuhkan waktu yang lama.


***


Syifa begitu lahap memakan makanannya. Rio  yang melihat Syifa yang begitu lahap dia juga kepingin. Pandangan Rio tidak pernah lepas dari pada sendok yang digunakan oleh Dilla untuk menyuapi Syifa. Rio sangat fokus menatap makanan tersebut yang masuk ke dalam mulut Syifa mengikuti gerakan sendok.


"Omy," panggil Rio tanpa melihat Dilla.


"Iya, sayang," jawab Dilla dengan terus menyuapkan Syifa makan. 


Sekali-kali Dilla menghapuskan makanan yang yang berada di mulut Syifa yang berantakan. 


"Liyo uga mau Omy," pinta Rio. 


"Rio mau apa?" tanya Dilla tidak mengerti.


"Itu, Liyo uga mau tu Omy," kata Rio menggoyangkan tangan dilla dan menunjukkan ke arah bubur punya Syifa.


"Ini makanan punya Syifa. Jika Rio mau makan, Rio bisa minta cemilan lain kepada bibi Imah di dapur," ujar Dilla.


"Rio, Rio ini sudah besar. Ini makanan untuk bayi Rio," bujuk Dilla.


"Ndak apa Omy. Tu tan unya Cipa. Adi Liyo ndak macalah," sahut Rio. 


"Tidak, Rio ke dapur saja. Minta makanan lain sama bi Imah," suru Dilla.


"Ndak mau," tolak Rio keras.


"Rio, Omy tidak suka jika Rio tidak menurut," kata Dilla dengan tegas.


Rio cemberut mendengar penolakan Dilla. Rio kembali duduk dengan menatap kembali makanan yang disuapkan ke Syifa.


Dilla mengambil lagi makanan di piring ingin menyuapkan untuk Syifa. Dengan cepat Rio langsung melahap makanan punya Syifa.


"Rio," tegur Dilla menarik sendok dari mulut Rio.


"Wenak Omy," puji Rio.


Syifa mengetok kepala Rio dengan tangan mungilnya. Jatah makannya sudah diambil sama Rio. 


"Tuh lihat, adik Syifa saja marah Rio mengambil makanannya. Sudah jangan ganggu Mama lagi," tegur Dilla. 


Dilla menyuapkan lagi kepada Syifa yang merengek ingin makan. 


"Omy aaa…." kata Rio dengan membuka mulutnya.


"Tidak Rio," tolak Dilla.


"Omy aaa…." kata Rio tidak putus semangat.


Dilla yang kasihan akhirnya menyuapkan makanan itu ke dalam mulut Rio. Rio dengan senang memakan bubur bayi itu. Dilla seperti mengurus dua bayi sekarang. Dia menyuapkan bubur itu selang-seling antara Syifa dan Rio. 


"Kenapa Rio ikut makan makanan punya Syifa?" tanya Ryan yang baru pulang.


"Ini m,as katanya Rio suka dengan bubur punya Syifa," sahut Dilla. 


"Rio, kamu ada-ada saja," ujar Ryan mengambil Syifa dari tempat duduk bayi.


"Mas jangan diangkat dulu. Syifa belum selesai makan," tegur Dilla.


Ryan dengan cemberut meletakkan Syifa kembali ditempat semula. Syifa merengek ingin digendong oleh Ryan kembali.


"Syifa makan lagi ya. Nanti main sama papa," ujar Dilla menyiapkan kembali.


Syifa menolak untuk makan kembali. Dia ingin digendong dengan Ryan.


"Sepertinya anak Papa sudah kenyang ya," ujar Ryan mengambil Syifa.


"Tu buwat Liyo aja ya Omy," pinta Rio pada sisa makan Syifa. 


"Memangnya Rio tidak geli makan bubur bayi?" tanya Ryan.


"Tenapa Liyo halus teli? Ini tan unya adik Cipa. Adi talau adi Cipa ndak abis matan bial Liyo yang makan" balas Rio telah merebut makanan Syifa dari tangan Dilla.


Extra part sampai disini ya.


PENGUMUMAN


Saya ingin mengumumkan berakhir ektra part Rio samapi di sini. Sekalian saya ingin mengemukakan tentang season 3 Nanny And Duda yang berfokus kepada Rio dengan judul "Rio untuk Lala". 


Jadi sebelum saya melanjutkan novel ini, maka terlebih dahulu saya ingin merilis novel tentang Sultan dan Mina dengan judul "Mengejar Sultan". 


Saya buat seperti dalam bentuk sesi tanya jawab saja ya kelanjutannya. Pertanyaan (P) dan jawaban (J).


P: Kenapa seperti harus yang novel Mengejar Sultan terlebih dahulu?


J: Karena nanti ada sangkut paut antara anak Sultan dan Mina dengan novel Rio untuk Lala. Bagi kalian yang penasaran jangan lupa untuk mengikuti kisah mereka ya.


P: Kapan akan dirilis novel Mengejar Sultan? 


J: Novel Mengejar Sultan belum tahu kapan tepatnya dirilis. Diusahakan paling telat 1 Januari 2021. 


P: Kenapa harus tanggal 1 Januari?


J: Karena sekarang novel yang saya pegang kerjakan dan on going ada tiga buah. Yang pertama Diburu Nikah (MT) kedua Pernikahan Backstreet (Novelsaya dengan logo N dan gambar kuning) ketiga Ritual Pemanggil (Mau diterbitkan atau dicetak). Sekalian saya mau belajar cara buat video lagi sama kawan.


P: Jadi bagaimana penyelesaiannya Kak? 


J: Jadi rencananya saya ingin menamatkan dulu novel Ritual Pemanggil karena mau masuk cetak atau editing bulan desember. Novel RP ini hanya ada sekitar 40 bab dan sudah di buat 50%. Nanti info lebih lanjut bisa cek di Ig saya. Kemudian baru saya fokus di Novel dua lagi. Berharap akhir desember salah satu dari dua itu bisa tamat atau bisa nyetok bab. Setelahnya baru fokus ke Mengejar Sultan.


P: Apa novel Mengejar Sultan dan Rio untuk Lala akan diliris di MT?


J: Saya ingin rilis di kamutube.


P: Kenapa disana tidak disini?


J: Karena adanya beberapa pertimbangan dan jika author pasti tahu apa pertimbangan itu. Kemudian jika disana saya bisa terbitkan secara mandiri. Semoga disana bisa mencapai target. Amin. Novel saya yang sudah disini tidak bisa dicetak semaunya lagi.


P: Kak, kenapa dulu tidak bisa jalan dua novel dan sekarang mau kerjakan dua?


J: Karena dulu banyak halangan dan rintangan yang menghadang. Baik kondisi tidak fit atau ada kegiatan RL yang tidak bisa ditunda. Untuk ke depan sudah tidak banyak kegiatan RL. Semoga badan juga tetap sehat agar bisa UP. Jangan lupa kasih dukungan selalu buat saya (like, komen, rating 5 dan vote (vote bisa setor ke Diburu Nikah)). Komentar kalian jadi obat penyemangat bagi saya saat lagi buntu ide atau tidak fokus.


Akhir kata saya ucapkan terima kasih sebanyak mungkin buat kalian semua. Tanpa kalian saya bukan apa-apa. Semoga ada yang lanjut baca karya lainnya. Terutama yang Mengejar Sultan di aplikasi lain minimal ada 10% sudah Alhamdulillah.


SEKALI LAGI, JANGAN LUPA IKUTAN GIVEAWAY YA. SAYA TUNGGU SAMPAI TANGGAL 30 NOVEMBER.


Jadi jangan lupa follow akun ig dan YT saya dengan nama yang sama ya @Andriani Keumala.