Nanny And Duda

Nanny And Duda
Bab 56. Dapat



Dorr....


"Ah tidak kenak, Mommy yang fokus dong, biar mengenai No nya," tegur Ryan.


Ryan hanya terfokus pada permainan menembak tanpa melihat wajah Dilla yang mulai merona. Dilla tersadar kembali saat Ryan memanggilnya, dia mulai memfokuskan kembali pada permainan menembak dengan masih di bantu Ryan.


Dorr....


Akhirnya No tersebut jatuh.


"Papa terima kasih," ucap Dilla senang.


Dilla tanpa sadar langsung memeluk Ryan erat, Ryan juga kaget atas sikap reflek Dilla. Saat sadar dirinya memeluk Ryan, Dilla segera melepaskan pelukannya dan mundur beberapa langkah.


"Maaf," ujar Dilla lemah.


Dilla merasakan sangat malu.


"Iya tidak apa apa," Ryan malah mengusap rambut Dilla gemas.


"Tuan Nyonya ini hadiahnya," Petugas itu memberikan hadiah boneka panda besar itu pada Dilla.


Dilla menerimanya dengan senang hati, Dilla segera memeluk dan mencium bonekanya.


"Hanya bonekanya saja yang Mommy cium, Papanya tidak? padahal Papa tadi yang bantu Mommy," goda Ryan.


Dilla yang mendengarnya merasa malu, Dilla segera mendekati Ryan dan mencubit pinggang Ryan kasar.


"Aduh, manisnya ciuman Mommy," Ryan makin menggoda Dilla.


Ryan segera mengelus cubitan Dilla yang tidak main main.


"Besal...," seru Rio melihat boneka panda itu.


Boneka panda yang panjangnya sekitar bahu Dilla, jadi otomatis lebih tinggi dari Rio, Rafa dan juga Reza.


"Omy, Liyo mau luk uga," pinta Rio.


Dilla membiarkan mereka bertiga untuk memeluk boneka panda itu bergiliran.


"Gimana? enakkan meluk boneka ini," tanya Dilla.


"Iya Mommy, bonekanya lembuuut... sekali," sahut Rafa.


"Angat tek Omy," Rio masih betah memeluk boneka panda.


"Terus bonekanya mau diapakan Mommy, tidak mungkinkan kita membawanya ke mana mana?" tanya Ryan.


Jika mereka membawanya berkeliling pasti mereka akan menjadi pusat perhatian lagi, bonekanya sudah seukuran manusia.


Dilla baru memikirkannya, tadi dia tidak sampai kepikiran sampai situ, dia hanya ingin mendapatkan boneka ini.


"Permisi Tuan, jika Tuan berkenan, taman bermain kami bisa mengirimkan barang ke rumah Tuan dan Nyonya, nanti barangnya akan dititipkan di kantor, besok semua barangnya akan di antar, Tuan hanya perlu membayar jasa pengantar saja, bisa bayar di rumah," kata Petugas itu menawarkan.


"Mommy sebaiknya bonekanya dititipkan di tempat penitipan saja, biar mereka yang mengantarkannya," usul Ryan.


"Baiklah Papa," jawab Dilla.


Dilla tidak mungkin juga membawa boneka ini sendirian, nanti bagaimna nasip trio R. Dilla segera meyerahkan boneka tersebut.


"Pak apa bisa nitip barang lain sekalian?" tanya Dilla.


"Tentu boleh Nyonya, asal bukan makanan semuanya boleh, ini sudah menjadi layanan kami, agar pengunjung merasa nyaman, jika Tuan dan Nyonya nanti ada barang yang mau dititipkan lagi, bisa menitipkan kepada petugas yang memakai pin seperti ini," ujar peytugas tersebut sambil menunjukkan pinnya.


"Baiklah Pak, terima kasih ya," sahut Dilla.


"Reza, Rafa dan Rio sini, mana ikan tadi, dititipkan disini aja, besok ikannya akan diantar, darioada kalian kerepotan pegangnya," ujar Dilla sama mereka bertiga.


Mereka bertiga langsung menyerahkan ikan mereka masing masing.


"Omy titip kaus punya Daddy sekalian ya," kata Rafa.


"Iya sayang," jawab Dilla.


Dilla segera mengambilnya dan memberikan kepada bapak petugas.


"Boleh minta alamat dan No HP nya Nyonya, biar kami tau alamatnya?"  tanya Pak Petugas lagi.


Ryan segera memberikan kartu pengenalnya.


Setelah memastikan semua barang sudah siap dititipkan, mereka lanjut berjelajah lagi.


"Pa Pa mau tu," ujar Rio.


Tunjuk Rio pada salah satu pedagang.


"Tu Pa, ocis ama elol," tunjuk Rio.


Ryan segera melihat penjual sosis telur. Ryan segera mendekat ke penjual.


"Yang ini?" tanya Ryan memastikan lagi.


"Iya Papa, mau uwa ya Pa," minta Rio.


"Kalian juga mau," tawar Ryan pada Reza dan Rafa.


"Mau Pa," jawab mereka barengan.


"Bu mau pesan ya," ujar Ryan.


"Iya Tuan silahkan duduk dulu," suruh Ibu Ibu Penjual.


Mereka segera mengambil tempat duduk.


"Mau berapa Tuan?" tanya Ibu Ibu Penjual.


"Pesan enam sosis telur sama dua takoyaki dulu ya Bu," pesan Ryan.


"Baik Tuan, tunggu sebentar ya, apa Tuan juga mau pesan minuman, jika Tuan mau pesan minuman ada di sebelah ya, atau juga boleh pesan sama Ibu, biar Ibu yang bilang," kasih tau Ibu Penjual denganhm ramah.


"Kalian mau pesan minuman apa?" tanya Ryan lagi.


"Rafa mau jus jeruk," jawab Rafa.


"Reza pesan yang sama seperti Rafa ya Pa," kasih tau Reza.


"Liyo mau cucu Pa," jawab Rio.


"Cucu?" tanya Ryan balik.


Masak masih kecil begini anaknya sudah minta cucu.


"Maksud Rio susu Papa, Mommy mau air putih saja," terang Dilla, kemudian Dilla juga memesan minum.


"Bu pesan tiga jus jeruk, satu air putih sama satu kotak susu ya," ujar Ryan.


"Baik Tuan, tunggu sebentar ya," ujar Ibu Penjual.


Setelah berkata begitu, penjualnya langsung memberitahu penjual sebelah, kemudian dia mulai memasak pesanan mereka.


Sepuluh menit kemudian pesanan mereka sampai.


"Uhhh... anas," ujar Rio kepanasan.


Tadi rio buru buru mau mengambil sosis telur begitu diletakkan. Rio tidak sabar mau memakannya segera.


"Rio, makanya jangan dipegang dulu, tu lihat, asapnya aja masih aja," tegur Dilla.


"Maap Omy, Liyo ndak cabal mau matan," sahut Rio.


Dilla segera membantu meniupkan punya Rio, Reza dan Rafa juga mengambil satu satu, mereka juga meniupkannya dulu biar tidak terlalu panas. Sedangkan Ryan lebih memilih memakan takoyaki.


Rio ternyata bisa menghabiskan dua sosis telur seperti pesanannya, sedangkan Abangnya hanya sanggup menghabiskan makan satu setengah.


Setelah siap makan dan duduk istirahat sebentar, Ryan segera membayar makanan dan minuman.


Kini mereka telah ada di area permainan mobil mini atau bom bom car. Reza dan Rafa yang memintanya. Mereka ingin balapan mobil. Banyak anak anak bahkan orang tua yang menaikan mobil mobilan ini. Permainan ini tidak pandang usia. Mereka sangat senang melihat mobil itu saling kejar kejaran dan main tabrakan.


"Ayo kita kesana, kalian ini mau main atau mau melihatnya saja," ujar Ryan.


"Mau main dong Pa, mana seru jika hanya melihatnya saja," sahut Reza.


"Nah kalau gitu mari kita kesana, kita harus bayar dulu," kata Ryan.


Rafa dan Reza segera berlari ke arah Penjaga permainan.


"Berapa tiket untuk satu mobil Pak?" tanya Ryan.


"Permainan ini menggunakan 5 tiket untuk waktu lima belas menit Tuan," jawab Penjaga.


"Jadi siapa aja yang mau main?" tanya Ryan.


Trio R segera mengangkat tangan tinggi tinggi.


"Mommy tidak mau ikutan?" tanya Ryan lagi.


"Tidak usah Papa, Mommy di sini aja, Mommy akan jaga barang di sini, Mommy tidak bisa main yang begituan," ujar Dilla.


Bersambung....