Nanny And Duda

Nanny And Duda
Bab 65. Maaf



Rita, Aditya, Dafa, Ryan dan Jelita sekarang ada dikeluarga. Setelah Dafa dan Ryan pulang dari kantor, Rita segera memanggil mereka ke ruang keluarga. Dafa sangat terkejut melihat Jelita ada di sana, Dafa tidak pernah membayangkan akan bertemu Jelita secepat ini.


"Sekarang ayo jelaskan apa yang terjadi diantara kalian berdua, apa maksud dari Jelita ingin berbaikan. Bukankah kalian sudah bercerai, jika sudah bercerai tidak mudah balikan seperti membalik telapak tangan," Rita membuka percakapan.


Dafa sangat terkejut mendengar bahwa Jelita mau baikan. Dafa tidak pernah berfikir jika Jelita mau meminta balikan, dulu saat dia pergi tidak pernah menoleh kembali, Jelita dengan mantap langsung pergi dengan membawa semua barang barangnya. Sedangkan Jelita bersikap biasa saja tanpa rasa bersalah, dia bahkan bisa menikmati teh dengan santai.


"Dafa Jelita ayo jelaskan," suruh Rita lagi.


"Tante biar Dafa aja yang menjelaskan semuanya," ujar Jelita.


Semua orang melihat ke arah Dafa.


"Dafa kenapa diam saja ayo jelaskan," kini Aditya juga turun tangan.


"Sebenarnya saya dan Jelita secara hukum masih suami istri," jawab Dafa ragu ragu.


"Bagaimana bisa, bukankah kalian sudah bercerai, bahkan Tante juga melihat Jelita yang sudah menandatangani surat perceraian itu," kata Rita tidak percaya.


"Memang saat itu Jelita sudah tanda tangan, tapi Jelita tidak menerima surat perceraian dari pengadilan, karena yang mengurus ke pengadilan adalah Dafa," ucap jelita.


"Jangan bilang kamu saat itu masih mencintai Jelita bahkan sampai sekarang," ujar Ryan.


Dafa hanya diam saja sambil meremas kedua tangannya.


"Karena saat itu Dafa masih berharap Jelita akan kembali, maka Dafa tidak pernah menandatangani surat perceraian itu dan memberikannya ke pengadilan," sambung Dafa.


"Ya ampun Dafa, sebucin apa cinta kamu sama Jelita, Jelita sudah menelantarkan kamu dan Rafa sejak dulu, tapi kamu masih mempertahankan dia. Bahkan surat perceraian dia sendiri yang mengurus sendiri," ucap Ryan tidak menduga.


Dulu saat Riana masih ada, mereka sering ke tempat Dafa atau bertemu di acara keluarga. Dafa dan Ryan mereka sering bercerita satu sama lain. Dia tidak menduga akan seperah ini cinta Dafa ke Jelita. Padahal dengan jelas Jelita pernah mempermalukan Dafa, Jelita lebih memilih karirnya sebagai model daripada anak dan suaminya.


Jelita yang mendengar apa yang dikatakan Ryan merasa sedih dan sangat bersalah. Dia mengingat kembali kesalahan yang pernah dia lakukan. Dia tidak pernah menjadi seorang istri dan ibu yang baik.


Bahkan saat Rafa sedang sakit dan membutuhkannya dia tidak ada di sampaing Rafa. Dia lebih memilih ke luar kota buat mengambil pemotretan. Wajar saja jika keluarga Dafa tidak bisa menerimanya.


"Maafkan Jelita, semua ini salah Jelita, bukan salah Dafa" ujar Jelita menyesal.


Jelita tidak kuasa menahan air matanya. Andaikan waktu bisa berputar kembali, maka Jelita tidak akan menyianyiakan suami dan juga anaknya. Dia tidak mau bernasip sama seperti teman temannya.


Jelita kini ingin berubah, dia sudah mengakui kesalahannya pada diri sendiri. Dia masih berharap Dafa dan Rafa mau memaafkan dan menerimanya kembali sebelum semuanya terlambat.


"Jelita apa yang membuat kamu bisa berubah pikiran, dulu saat kami dan keluarga kamu membujuk kamu, kamu tidak sedikitpun menghiraukan permintaan kami. Pasti ada sesuatu hal yang terjadi sehingga membuat kamu berubah beginikan Nak," ucap Rita dengan lembut.


Bagaimana pun Jelita dulu adalah bagian dari keluarga mereka. Rita ingin tau apa penyebab Jelita bisa kembali lagi.


Jelita mulai terisak kembali, Dafa yang ingin bangun untuk menenangkan Jelita segara ditahan sama Ryan. Ryan segera menyuruh Dafa untuk duduk kembali. Dafa dengan terpaksa duduk kembali.


"Maafkan Jelita, Jelita tidak mau seperti teman teman Jelita," Jelita mulai berkata disela menagisnya.


"Jelita tidak mau kehilangan orang yang sangat mencintai Jelita dengan tulus, Jelita takut jika Jelita tidak kembali segera maka Dafa akan berpaling ke arah wanita lain, Jelita tidak mau hal itu terjadi," Jelita menatap Dafa dengan penuh penyesalan.


Dafa segera bangun dan memeluk Jelita. Jelita juga membalas memeluk Dafa dengan sangat erat dan membenamkan wajahnya di dada Dafa. Tadi Ryan sempat menahan Dafa lagi, tapi Dafa tetap menghampiri Jelita. Dafa tidak tega sama Jelita yang menatapnya seperti itu.


"Sudah ya jangan menangis lagi, aku tidak sanggup melihat air mata kamu begini," kata Dafa, Dafa juga sedih melihat Jelita yang menangis.


"Maaf, maaf, maafkan aku," hanya kata itu yang Jelita ucapkan.


"Sudah jangan menangis lagi, aku sudah memaafkan kamu sebelum kamu meminta maaf," sahut Dafa.


Dafa mengusap air mata Jelita, tapi air mata Jelita bukannya berhenti tapi malah semakin deras keluar.


"Kumohon jangan tinggalkan aku, jangan pernah meninggalkan aku demi wanita lain. Aku tidak akan sanggup jika hal itu terjadi, aku janji aku akan berubah, aku akan menjadi istri dan ibu uang baik buat kamu dan juga Rafa. Aku akan memulai semuanya dari awal, aku...," kata Jelita menggebu gebu menjelaskannya, takut Dafa tidak sempat lagi mendengarkannya.


Dafa menutup mulut Jelita dengan jari telunjuknya, Dafa tidak ingin melihat istrinya yang lemah begini. Dafa ingin melihat jelita yang seperti dulu, yang tegas, kuat yang membuat Dafa tergila gila sama Jelita.


"Ssst ssst... sudah ya, aku tidak akan pernah mencari wanita lain, aku akan tetap menunggumu kembali kapanpun itu, karena aku yakin hati kamu hanya untuk aku. Aku akan selalu menunggumu setahun, 2 tahun, 10 tahun bahkan sampai akhir hayat ku. Kamu tau kenapa? karena seluruh hati aku sudah kamu bawa pergi saat kamu meninggalkan aku, jadi mana mungkin aku bisa memberikan hati aku pada wanita lain, hati aku sudah terlanjur kosong," ucap Dafa meyakinkan Jelita.


Jelita yang yang mendengarnya merasa sangat terharu. Dia memang wanita paling beruntung di dunia ini karena memiliki seorang suami yang sangat mencintainya. Jelita merasa jadi wanita terbodoh sekarang. Jelita kembali memeluk Dafa dengan erat dan menangis kembali. Kali ini Jelita bukan menangis karena sedih, tapi karena dia merasa terharu.


Ryan yang mendengar ucapan Dafa seakan mau muntah. Dari dulu sampai sekarang Dafa masih saja menjadi budak cinta Jelita. Padahal pernikahan mereka hanya dijodohkan bukan karena mereka saling mencintai.


Beda halnya dengan Rita dan Aditya. Mereka terasa terharu dengan berbaikannya Dafa dan juga Jelita. Mulai sekarang Rafa juga akan memiliki keluarga yang lengkap.


Setelah menunggu Jelita sedikit tenang Rita mulai bertanya kembali kenapa Jelita bisa berubah. Semua yang ada di situ juga ingin tau. Dafa bahkan selalu mengusap bahu istrinya itu agar tetap tenang.


Bersambung....