
Sampai keesokan pagi harinya, mereka sama sekali tidak menemukan jejak Dilla. Polisi mengabari jika mobil yang menculik Dilla menggunakan jalur tikus sehingga mobil itu tidak ditemukan lagi. Kemudian polisi juga mengatakan jika penculik itu sudah memprediksi semua sehingga tidak meninggalkan jejeak sedikitpun sebagai bukti.
Ryan begitu marah mengetahui hal itu. Ryan tidak percaya hal seburuk itu terjadi kepada Dilla. Ryan khawatir dengan Dilla beserta anak dalam kandungan Dilla. Hal yang membuat Ryan semakin khawatir adalah tidak ada telepon dari penculik tersebut.
Ryan dan lainnya masih menyembunyikan hal yang terjadi pada Dilla kepada Rio. Rio percaya jika Dilla pulang kampung.
"Papa, apa boyeh Liyo minta ape unya omy. Temalin Liyo liyat talau Papa ada edang ape omy," pinta Rio.
"Untuk apa Rio HP punya Mama?"
"Liyo angen omy Pa. Lio mau liyat oto omy," ujar Rio sedih.
"Kamu kasih saja Ryan. Kasihan Rio," kata Rita.
Ryan menyerahkan HP punya Dilla kepada Rio. Rio menerimanya dengan senang hati.
"Ryan, apa kamu hari ini masuk kerja?" tanya Rita.
"Iya Ma. Ryan sudah janji sama polisi buat membahas perkembang kasus. Sekalian Ryan ingin menyelidiki orang-orang di kantor. Siapa tau ada orang yang mencurigakan," sahut Ryan.
"Papa, tenapa ada pak polici di tantol Papa?" tanya Rio.
"Di kantor Papa ada penjahat. Makanya polisi ingin datang dan menangkap penjahat itu," kata Ryan
"Talau ditu, Liyo itut ya Pa. Liyo mau cama Papa. Di cini ndak da omy yang tawanin Liyo belmain," pinta Rio.
"Kan di sini ada Nenek yang kawanin Rio. Nanti Nenek tinggal sendiri kalau Rio pergi," ucap Rita agar Rio tidak mengganggu penyelidikan Ryan dan polisi.
"Liyo mau cama Papa, Nek," sahut Rio.
"Ma tidak apa. Biar Rio ikut Ryan ke kantor. Ryan bisa mengawasi Rio kok," kata Ryan tidak tega sana Rio.
Ryan yakin jika Rio sudah rindu sama Dilla. Jika Rio tahu apa yang sebenarnya terjadi, Rio pasti sudah menangis keras.
"Baiklah, kalian hati-hati di sana," nasehat Rita.
***
Mereka tiba di ruang kantor Ryan. Rio tidak lepas dengan tas punggung yang biasa digunakan untuk berpergian.
"Rio duduk di sini ya. Papa mau bicara sama teman Papa dulu."
"Iya Pa," sahut Rio.
Sebelum Ryan janji ketemuan sama polisi, Ryan sudah terlanjur buat janjibsama Daniel. Ryan yang tidak enak memutuskan untuk segera menyeleaaikna masalhan diantara mereka.
Daniel dari tadi bersikap biasa saja. Seolah dia tidak tau masalah yang terjadi sama Ryan. Daniel bisa melihat raut wajah lelah di muka Ryan karena kurang tidur.
Rio mulai mengeluarkan HP punya Dilla. Rio mengotak-atik membuka galeri foto. Rio sama sekali tidak terganggu sama percakapan Ryan dan Dilla. Ketika lagi melihat foto Dilla, Hp mati karena Habi baterai.
"Yah is ded," ujar Rio kecewa.
Rio yang tidak ada kegiatan lagi baru memperhatikan Ryan dan Daniel.
Setelah Ryan dan Daniel selesai berbicara. Daniel pamit untuk puoang.
Kring kring kring bunyi HP Daniel saat baru beberapa langkah Daniel berjalan. Daniel mengambil HP yang terletak di saku celana. Tidak sengaja sapu tangan yang diberikan oleh Dilla terjatuh. Daniel tetap terus melangkah.
Rio yang melihat Daniel dari tadi bangun dan mendekati Daniel. Daniel tidak menyadari jika saput angan itu erjatuh. Rio berinisiatif mengambil sapu tangan itu untuk diberikan kepada Daniel.
Ketika sapu tangan itu berada di tangan Rio, Rio mencium bau tidak asing pada sapu tangan tersebut. Rio mendekatkan sapu tangan itu kepada hidungn dia.
"Bau omy," ujar Rio pelan.
Rio sangat ingat dan hafal bagaimana aroma tubuh dan parfum yang biasa digunakan oleh Dilla.
Daniel yang mendengar guman dari Rio yang tidak jelas, dia membalikkan badan. Daniel melihat sapu tangan yang diberikan oleh Dilla.
Rio menganggukan kepalan.
"Iya Om," sahut Rio dengan menyerahkan sapu tangan itu kepada Daniel.
Daniel kembali memasukkan sapu tangan itu ke dalam kantong. Kemudian dia pamit lagi kepada Ryan dan Rio setelah berterima kasih.
Rio menatap kepergian Daniel dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Rio kenapa berdiri di sana sayang," tegur Ryan.
Rio membalikkan tubuhnya.
"Apa Rio sudah bosan?" tanya Ryan.
Rio melihat kembali ke HP Dilla yang telah mati.
"Pa, Liyo mau minjam calagel cama om yang uduk di lual ya Pa. Ape unya omy ndak belnapas agi," ujar Rio buru-buru.
Rio segera berlari ke arah pintu keluar.
"Rio," panggil Ryan.
"Liyo ndak lama Pa," teriak Rio sebelum dia menghilang dari pintu.
Ryan yang percaya jika Rio tidak lama pergi maka tidak menyusul Rio. Rio anak yang pandai sehingga sudah hafal ruang perkantoran yang pernah Rio datangi. Tiga detik Rio pergi, para polisi datang.
Polisi yang datang mengalihkan fokus Ryan kepada kasus penculikan Dilla.
***
Rio dengan diam-diam membuntuti Daniel dari belakang. Rio telah menyimpan HP itu kembali di dalam tas agar tidak hilang. Rio berbunyi di balik tembok saat Daniel menoleh ke belakang.
'Kenapa seperti ada yang mengikuti ya. Mungkin hanya perasaan aku saja Sebaiknya aku pulang dulu. Ada berkas yang tertinggal.'
"Tenapa om itu ada capu tanan ada bawu omy ya. Pahti om itu tahu di mana omy belada. Liyo mau itut om itu diam-diam ah. Ciapa tahu om itu bica bawa Liyo pada omy," ujar Rio senang .
Rio kembali mengikuti langkah Daniel secara sembunyi-sembunyi dan sedikit jauh agar tidak ketahuan. Sesekali Rio bersembunyi dibalik vas bunga atau barang apapun. Saat ini Rio persis seperti detektif cilik.
***
Sekarang mereka berdua telah berada di tempat parkiran mobil.
Kring kring kring.
HP punya Daniel kembali berbunyi lagi ketika dia sudah membukakan pintu. Daniel memilih mengangkat telepon kembali tanpa masuk ke mobil dulu.
Rio diam-diam membuka pintu belakang mobil dan masuk ke dalam. Rio sengaja bersembunyi di belakang agar tidak ketahuan. Dengan tubuh yang kecil Rio sukses menyusup ke dalam mobil Daniel.
"Liyo emang pintel hihi," ketawa Rio pelan.
Daniel masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin. Daniel sama sekali tidak menyadari keberadaan Rio.
***
Mobil itu terus melaju ke arah tempat Dilla ditahan. Walaupun jauh, Daniel tidak keberatan pulang pergi. Daniel memilih tempat yang lebih aman dan sepi.
Rio yang mulai bosan karena terlalu lama sampai. Rio akhirnya jtuh tertidur di sana. sepanjang jalan Rio habiskan dengan tidur. Untung saja Rio tidak berisik.
Apakah Rio berhasil menemui Dilla. Apa yang terjadi pada Rio selanjutnya?
Atau Rio ketahuan sama Daniel? Tunggu di bab selanjutnya ya.
Bersambung….
Jangan lupa like, komentar dan Vote bagi yang berkenan ya. Terima kasih.