Nanny And Duda

Nanny And Duda
Bab 45. Supermarket



"Mommy ayo cepat masuk"


Reza dan Rafa langsung berlari ke arah supermarket begitu mereka sampai di parkiran supermarket.


"Reza, Rafa, hati hati, jangan lari lari" seru Dilla.


Dilla segera menyusul Reza dan Rafa, Dilla hanya bisa menangkap Rio saja karena Rio belum bisa berlari cepat. Mereka memasuki supermarket. Hari ini supermarket lumayan sepi.


"Sekarang kita beli dulu snack nya ya, baru setelah itu kita beli es krim"


"Mommy sama Rio langsung ambil es krim saja, Reza dan Rafa akan pergi memilih snack sendiri"


"Tapi sayang, bagaimana jika nanti kalian hilang" cemas Dilla.


"Mommy tenang saja, nanti kalau kami sudah siap mengambil snack nya kami akan langsung ke kasir sana" tunjuk Rafa ke arah kasir.


"Mommy kami juga janji nggak akan bicara sama orang asing"


"Baiklah kalau begitu, nanti jika ada orang yang mencurigakan kalian teriak yang keras ya, biar mommy tau kalian di mana"


"Siap mommy, ayo Reza kita ke rak yang di sana"


Rafa menarik reza ke arah rak yang mereka maksud. Mereka sudah beberapa kali ke sini jadi mereka sudah hafal tata letak barang di supermarket ini.


Dilla mangambil sebuah trolli barang, Dilla mendudukan Rio di bagian dudukan anak di atas trolli.


"Rio duduk di sini saja ya biar tidak capek"


"Oteh omy"


"Ayo sekarang kita belanja, kita beli dulu snack nya Rio, habis tu beli keperluan yang lain, baru kita beli es krim"


"Yo yo omy"


Dilla mulai mendorong trolli, Dilla ke bagian coklat, karena Rio sanagt suka coklat.


"Rio mau coklat yang mana?" tanya Dilla.


"Ni ni ni omy" tunjuk Rio ke berbagai macam coklat.


"Rio tadi kita kan telah sepakat agar membeli satu saja"


"Api omy, Liyo ndak anji, yang anji bang eja cama bang lapa" Liyo menggelengkan kepala.


Dilla baru ingat memang hanya Reza dan Rafa yang janji akan akan beli satu snack. Dilla pikir Rio juga akan sepakat.


'Cerdik juga Rio nya'


"Tapi Rio, abang yang lain juga beli satu snack saja dan dua cup es krim jadi Rio juga harus sama ya, biar adil"


"Api omy...." protes Rio.


"Kan Rio masih bisa beli besok besok nya lagi, kita beli satu saja ya buat di bawa pulang, mommy nggak mau di bilang mommy yang nggak adil" .


"Aik omy" pasrah Rio, padahal Rio ingin sekali makan banyak coklat.


Dilla mengambil satu coklat ukuran sedang, mereka lanjut belanja snack yang lain buat stok di rumah yang sudah habis juga, mereka mutar mutar sampai tiba di tempat es krim.


"Omy ulun" Rio meminta turun.


"Rio mau turun"


Dilla menurunkan Rio dari trolli. Rio segera berjinjit di tempat penyimpanan es krim. Dilla mengambil beberapa cup es krim sekalian buat stok untuk besok besok biar nggak capek lagi balik ke supermarket.


"Omy omy yang ambil yang banaak"


"Iya yang banyak"


"Holeee ais telim"


"Tapi hari ini hanya dua cup ya, sisanya buat besok besok ya"


"Oteh omy"


"Yo yo omy"


"Rio mau duduk di sini lagi" tunjuk Dilla ke arah trolli.


"Ndak mau omy, Liyo mau jalan jalan" tolak Rio.


"Kalau gitu ayo kita ke kasir"


Dilla dan Rio berjalan ke arah kasir secara berdampingan, tapi lama ke lamaan langkah Rio mulai berjalan pelan sehinga Dilla sudah beberapa langkah di depan Rio.


***


"Mommy mana sih, selalu lama kalau ada Rio"


"Nah itu mommy" tunjuk Reza yang melihat sang mommy.


"Mommy lama" keluh Rafa.


"Maaf sayang mommy beli barang lainnya juga, makanya lama, kalian sudah pilih snacknya?" Tanya Dilla.


"Sudah mommy, ini" ujar mereka barengan sambil menunjukkan snack dalam kemasan jumbo.


"Tapi kenapa kalian ambil yang kemasan jumbo" tanya Dilla.


"Kan kata mommy hanya boleh beli satu snack saja"


"Jadi Rafa dan Reza pilih snack yang paliiiiiing besar, biar isi nya banyak"


Dalam hati Dilla memuji kepandaian mereka berdua.


'Tau aja pilih yang kemasan jumbo, biar isinya banyak'


"Mommy adik Rio nya mana, bukannya tadi barengan sama mommy" Tanya Reza karena tidak melihat Rio di sekitar mommy.


"Rio ada di sebelah mom....." perkataan Dilla terputus, karena saat Dilla menoleh ke samping Rio sudah tidak ada di samping nya.


"Loh Rio nya mana, tadi ada di samping mommy" kata Dilla panik.


"Mbak tolong lihat di rak bagian coklat, di sana ada anak kecil yang makan coklat lanhsung di rak bagian sana, sudah banyak yang dia makan" tegur salah seorang pengunjung kepada pegawai supermarket.


Dilla yang mendengar pengunjung lain memperingati seorang karyawan supermarket jadi khawatir jangan jangan itu Rio.


"Mbak tolong titip belanjaan saya di sini sebantar ya, saya mau lihat anak yang makan coklat itu"


Dilla menitipkan trolli nya segera pada mbak mbak yang ada di kasir, Dilla memiliki firasat yang tidak enak. Dilla segera berlari ke rak bagian coklat yang di ikuti Reza dan Rafa.


Saat tiba di sana yang Dilla khawatir kan memanag terjadi. Dilla melihat Rio yang sedang makan coklat di lantai. Dilla juga melihat banyak sekali bungkusan coklat yang berhamburan di sisi Rio serta ada beberapa coklat yang sudah di gigit rio. Dilla segera mendekati Rio.


Reza, Rafa dan pegawai supermarket juga tiba di sana.


"Ya ampun Rio apa yang Rio lakukan" baju Rio dan mulut Rio sudah kotor dengan coklat.


"Agi matan otat omy, omy mau ni" tawar Rio tanpa rasa bersalah.


"Ya ampun bu, bagaimana ini, anak ibu sudah memakan hampir semua coklat yang ada di rak ini, bahkan ada juga yang sudah di rusaknya" tegur pegawai supermarket, karena bagaimana pun ini adalah tanggung jawab dia sebagai pegawai untuk mengawasi dan melayani pembeli.


Dilla mengabaikan pegawai itu yang menganggap dia adalah mommy nya Rio. sekarang ada hal yang lebih penting lagi. Rio dan coklat.


"Maaf kan Rio mbak, ini yang sudah Rio makan dan yang sudah rusak akan saya bayar sebagai bentuk ganti rugi"


Dilla merasa tidak enak sama pegawai supermarket.


"Reza, Rafa ayo sini bantuin mommy kumpulin pembungkus coklat" suruh Dilla.


Tanpa berkata Reza dan Rafa mulai mengkutip pembungkus coklat yang berserakan tersebut di bantu sama pegawai supermarket. Sedangkan Dilla mengumpulkan coklat yang sudah di buka sama Rio yang masih bisa di makan.


"Mbak tolonh bawa aja ini ke kasir dulu ya, nanti di hitung sama belanjaan saya yang lain" kata Dilla.


Bersambung.....