
Jangan lupa like dan tinggalkan komentar ya. Like dan komentar kalian sungguh berati buat saya. Terima kasih banyak.
Selamat membaca.
***
Sepanjang perjalanan Bella merasa sangat gugup. Bella tidak tahu harus bersikap bagaimana nanti saat bertemu dengan orang tua Daniel. Bella berharap jika kedua orang tua Daniel bisa menerima dia sekarang, tidak seperti dulu.
Daniel melihat Bella saling menggenggam tangannya. Daniel tahu jika Bella saat ini sedang gugup. Sebenarnya Daniel juga merasa gugup bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Bella, apakah kamu gugup?" tanya Daniel basa basi yang masih mengendarai mobilnya.
Mereka sebentar lagi akan sampai di tempat kediaman keluarga Daniel. Daniel sengaja tidak berhenti di manapun agar segera tiba di sana. Jika berhenti takutnya akan berubah keinginan.
"Iya Daniel. Aku sangat gugup bertemu dengan kedua orang tua kamu nanti. Aku membayangkan nya saja sudah tidak tahu lagi harus bagaimana. Apalagi jika bertemu sama mereka," sahut Bella menatap Daniel.
Daniel melepaskan salah satu tangannya pada kemudi mobil. Daniel memegang kedua tangan Bella yang bertautan. Daniel memberikan semangat buat Bella. Daniel tidak mau jika Bella tau jika dia juga gugup.
"Bella, kamu harus percaya sama aku. Apapun yang terjadi, aku tetap akan memilih kamu," ucap Daniel.
"Aku percaya sama kamu, Daniel. Aku cuma tidak tahu harus bersikap bagaimana di depan kedua orang tua kamu," kata Bella.
"Nanti kamu bersikap seperti biasa saja. Jadilah diri kamu sendiri. Kita hadapi semua ini bersama-sama," ujar Daniel dengan lembut.
Bella membalas menggenggam tangan Daniel. Menggenggam tangan Daniel membuat Bella sedikit lebih tenang daripada sebelumnya.
"Iya Daniel. Aku akan bersikap sewajarnya. Terima kasih."
"Kamu tidak perlu berterima kasih kepada aku. Sekarang kita adalah satu," sahut Daniel.
"Baiklah. Kamu sebaiknya mengemudi yang fokus. Jangan melepaskan salah satu tangan kamu. Aku tidak mau sesuatu buruk terjadi. Bisa saja nanti ada mobil yang sengaja tidak lewat dan kamu tidak bisa menyeimbangkan mobil," saran Bella.
Daniel melepas kembali pegangan tangannya pada Bella. Daniel memegang kemudi mobil kembali. Daniel mengikuti saran Bella. Daniel juga tidak mau terjadi sesuatu sama mereka, terutama sama Bella.
***
Mobil Daniel tiba di tempat tinggal kedua orang tua Daniel. Daniel membuka pintu untuk dirinya sendiri. Kemudian Daniel membuka pintu untuk Bella.
"Ayo Bella kita masuk," aja Daniel.
"Baik Daniel," sahut Bella dengan menarik dan membuang nafas agar lega.
"Tuan Daniel, Tuan sudah pulang? Bibi senang Tuan Daniel pulang," tanya salah satu pembantu yang sudah dekat sama Daniel.
"Iya Bi. Bi, apa papa dan mama ada di rumah?" tanya Daniel yang tidak melihat mobil kedua orang tua nya.
"Ada Tuan. Mereka ada di dalam rumah."
"Kenapa mobil mereka tidak ada?"
"Mobil Tuan dan Nyonya sedang di bengkel Tuan. Apa Tuan mau menemui tuan dan nyonya, Tuan?"
"Iya Bi. Kami ingin menemui mereka," sahut Daniel dengan menggenggam tangan Bella.
"Apa ini pasangan pilihan Tuan. Semoga pilihan Tuan Daniel bisa lebih baik."
"Terima kasih Bi."
"Ayo Tuan, mari saya antar ke tempat tuan dan nyonya."
"Terima kasih."
***
Mereka berdua mengikuti langkah pembantu tersebut. Langkah mereka tidak menuju ke ruang keluarga. Mereka menuju ke arah halaman belakang Rumah.
"Daniel," bisik Bella.
"Ada apa?" tanya Daniel.
"Karena gugup aku mau ke kamar mandi dulu," jawab Bella.
"Baiklah. Bi, Bibi duluan ya, Daniel mau mengantar Bella ke kamar mandi sebentar," ujar Daniel.
"Baik Tuan."
***
"Permisi Tuan dan Nyonya."
"Iya Bi, ada apa?" tanya Manda, mama nya Daniel.
"Ada apa Daniel pulang. Kemarin dia masih marah saat Mama jodohkan sama anak teman Mama. Daniel bahkan tidak mau mengangkat telepon dari Mama," sahut Manda.
"Jadi apa Mama tidak senang dengar Daniel pulang?" tanya Arka, suami Manda.
"Mama senang Pa. Hanya tumben saja anak itu pulang duluan. Dulu saat Mama suruh pulang, dia tidak mau pulang," kata Manda.
"Mungkin Daniel ada keperluan sendiri Ma," ucap Arka dengan membalikkan koran.
"Apa mungkin Daniel sudah setuju dengan pilihan Mama?" tanya Manda senang.
"Mama jangan mulai lagi. Daniel itu anak kita satu-satunya. Dua sudah besar Ma. Dia bisa memilih pasangan sendiri," ujar Arka.
"Papa ini bukan nya dukung Mama," kata Manda tidak senang dengan respon Arka.
"Jadi Daniel ada di mana Bi?" tanya Manda berfokus kembali pada pembantu.
"Mereka sebentar lagi akan ke sini Tuan, Nyonya "
"Mereka? Apa Daniel datang membawa Sam, Bi?" tanya Manda bersemangat.
Manda sudah sangat Rindu kepada Sam. Sam jarang main ke rumah Manda. Manda juga jarang bertemu Sam. Sehingga Manda juga kesulitan berinteraksi sama Sam. Sam sepertinya juga menghindar Manda.
"Bukan Nyonya. Tetapi Tuan Daniel datang dengan seorang perempuan."
"Perempuan? Siapa dia?" tanya Manda.
"Maaf Nyonya, Bibi juga tidak mengenal dia."
"Kira-kira siapa ya Pa?"
"Papa juga tidak tahu Ma. Kita lihat saja nanti saat daniel tiba di sini," sahut Arka.
"Kalau begitu saya pamit dulu Tuan dan Nyonya," pembantu itu meninggalkan Manda dan Arka yang saling bertanya.
Beberapa menit menunggu, Daniel mulai menampakkan diri. Daniel mendekati tempat Manda dan Arka berada. Daniel sengaja menempatkan tangan Bella pada lengan dia.
Manda begitu terkejut melihat Bella di samping Daniel. Manda sangat ingat dengan wajah Bella. Wajah yang sudah Manda usir jauh-jauh.
"Kamu! Kenapa kamu bisa datang ke rumah saya," kata Manda dengan nada yang tidak suka.
"Ma, apa Mama tidak mau mempersilahkan kami duduk dulu," sahut Daniel.
"Mama yang sabar dulu. Kita biarkan anak kita duduk dan bicara dulu," tegur Arka yang sudah melipat koran dari tadi.
"Bagaimana Mama bisa bersabar Pa. Apa Papa tidak melihat Daniel membawa siapa. Daniel membawa perempuan tidak jelas Pa," bantah Manda tidak terima.
"Jika mama tidak suka dengan kedatangan Daniel dan Bella, lebih baik kami pulang," ucap Daniel.
"Tunggu Daniel. Jangan pulang dulu. Mama kangen sama kamu nak. Mama hanya tidak suka kamu datang sama dia," bela Manda.
"Jika Mama tidak suka sama Bella dan mengusir Bella, maka daniel juga akan pergi Ma," sahut Daniel menatap Manda dan Arka serius.
Bella meremas lengan baju Daniel. Bella tau jika dia tidak akan diterima dengan mudah. Bella masih yakin dengan daniel yang akan tetap di samping dia. Hanya Daniel yang bisa menguatkan Bella.
"Ma yang tenang," nasehat Arka.
"Bagaimana Mama bisa tenang Pa. Mama tidak suka Daniel datang bersama dengan perempuan kampungan itu."
"Jika Mama masih tetap seperti ini, jangan salahkan Daniel jika dia akan pergi tanpa bicara sedikitpun," ancam Arka.
Manda diam. Manda memilih mengalah. Manda tidak mau jika Arka pergi begitu saja. Manda rindu sama Daniel yang dulu. Daniel yang manja sama Manda.
"Ayo Daniel dan bak Bella silahkan duduk," ajak Arka.
Arka masih ingat sama Bella. Arka tidak mungkin lupa sama wajah Bella. Arka turut merasa bersalah sama kesalahan buang dibuat Manda. Jika Arka punya pilihan, Arka mau mengulang masa lalu. Arka ingin menghentikan perbuatan istrinya.
Apakah Mandan dan Arka bisa menerima Bella?
Sebenarnya apa yang terjadi diantara Bella, Manda dan Arka?
Nantikan kelanjutan rahasianya di bab selanjutnya.
Bersambung....
Rekomendasi novel buat kalian dari author lainnya yang juga tidak kalah seru. Novelnya sangat keren dan bagus sambil kalian menunggu up saya selanjutnya.