Nanny And Duda

Nanny And Duda
Bab 53. Tangkap ikan



Mereka mulai menjelajah taman bermain, mereka mau memilih permainan pertama apa yang mau di mainkan.


"Papa itu aja," tunjuk Reza ke arah orang yang lagi mancing ikan pakai kertas.


Reza segera menarik Mommy ke arah permainan tersebut.


"Wah ikannya lucu lucu, Pa kita main yang ini ya?" tanya Rafa juga.


"Iya boleh, Pak berapa," jawab Ryan, ryan segera bertanya kepada Petugas Penjaga.


"Satu tiket dapat tiga saring kertas Pak, mau tukar sama berapa tiket Pak?" tanya Bapak Penjaga.


"Tukar sama lima tiket ya Pak," kata Ryan.


Ryan segera menukarkan tiket dengan saring kertas dan tidak lupa Bapak puenjaga memberikan mangkuk sebagai tempat ikan diletakkan jika sudah bisa ditangkap.


"Nah ini tiap orang dapat tiga, siapa yang mau main dulu," tawar Ryan.


Mereka bertiga segera mengangkat tangan. Akhirnya mereka mengelilingi kolam kecil yang berisi ikan Mas.


Reza, Rafa dan Rio serius mulai mencobanya. Tapi ketiganya gagal, kertas mereka sobek.


"Pa lagi ya," minta Rafa.


"Agi Pa," Rio masih ingin mencobanya.


Ryan memesankan tiket lagi. Sampai mereka menghabiskan masing masing lima tiket, tidak ada satu ikan pun yang tertangkap.


"Gimana sih, dari tadi tidak dapat dapat," protes Rafa kesal.


"Pasti kertasnya yang salah," sambung Reza.


"Sayang, permainan ini memang begini," ujar Ryan.


"Papa juga coba sini, bisa tidak," tantang Rafa.


"Bisa dong, Papa pas...," ucapan Ryan terpotong sama seruan Dilla.


"Ya ampun Rio, itu tidak boleh ditangkap sama tangan, itu curang namanya, ayo lepas balik ikannya," ujar Dilla.


Tadi Rio yang tidak mendapat satu ikan pun mulai kesal. Rio membuang saringan kertas yang sudah bolong ke sembarangan tempat dan nekat menangkap ikan dengan tangan kecilnya. Rio tadi sudah bisa menangkap ikannya, tapi Mommy malah memarahinya.


"Omy mau...," minta Rio pada ikan ditangannya.


"Iya tapi tidak boleh begitu, ayo lepas balik, kasian ikannya," kata Dilla.


Rio segera melepas ikannya dengan tidak rela.


"Maaf ya Pak, atas kenakalan Rio," Dilla segera mengucapkan minta maaf kepada Petugas.


"Iya Bu, tidak apa apa, anak Ibu juga sangat lucu deh," sahut Petugas.


Dilla hanya tersenyum tidak enak.


"Rio mau ikan yang mana biar Papa yang coba," kata Ryan pede.


"Ni ni Pa" tunjuk Rio ke ikan yang berwarna paling emas.


Ryan segera mencobanya. Tapi Ryan juga selalu gagal, bahkan Ryan sudah menghabiskan tiga tiket lagi.


"Ah Papa payah," ejek Rafa.


"Katanya Papa bisa," sambung Reza.


"Papa...," protes Rio, karena Papa gagal mendapatkan ikan incarannya.


Rio memukul kecil Papanya.


"Rio, jangan sayang, tidak baik," tegur Dilla.


"Sini biar Mommy yang coba, Mommy kan belum coba," kata Dilla menunjukan tiga saringan yang tadi Ryan berikan.


Dilla segera duduk ke dekat ikan incaran Rio.


"Yang inikan rio?" tanya Dilla untuk memastikan lagi.


"Iya Omy," sahut Rio bersemangat.


Dilla segera mencari momen yang pas buat nangkap ikannya.


Hup....


Dalam sekali coba Dilla berhasil menangkap ikan tersebut. Ikan itu sudah ada di mangkok yang ada di tangan Dilla.


"Holeee...," ujar Rio senang karena Mommy berhasil menangkap ikannya.


"Omy maacih," ucap Rio senang.


Rio segera mengucup pipi Dilla.


"Sama sama sayang," balas Dilla.


"Rafa juga mau," Rafa juga minta.


"Kalian mau ikan yang mana?" tanya Dilla.


Mereka segera menunjukkan ikan incaran mereka. Akhirnya Dilla bisa mendapatkan kedua incaran Reza dan Rafa. Rafa dan Reza juga sangat senang menerima ikan yang sudah di bungkus sama Pak Petugas.


"Mommy hebat," ujar Reza bangga.


"Iya, daripada Papa katanya bisa, tapi satupun tidak ke tangkap," sindir Rafa.


Ryan hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Maafkan papa sayang, lain kali Papa juga tidak akan kalah sama Mommy, sekarang kita mau main apa lagi," kata Ryan mengalihkan perhatian.


"Papa yang itu," tunjuk Rafa ke arah kuda yang putar putar.


"Kayaknya seru, ayo Pa kita main yang itu," tambah Reza.


"Maksud kalian komedi putar?" tanya Ryan memastikan.


Mereka berdua langsung mengangguk semangat.


"Kalau begitu ayo kita berangkat, ayo pergi Mommy," ajak Ryan.


Ryan segera mengandeng Rafa dan Reza, sedangkan Dilla sudah mengendong Rio. Dilla juga belum terbiasa dengan panggilan barunya.


"Omy yo yo," kata Rio.


"Ah iya," kata Dilla salah tingkah.


Dilla segera menyusul ryan yang sudah beberapa langkah di depannya. Mereka ikut mengantri dulu. Untung saja antriannya tidak panjang.


"Berapa orang Pak?" tanya Pak Petugas.


"Lima orang Pak," jawab Ryan.


"Lima orang lima tiket Pak," beritahu Petugas.


Ryan segera memberikan tiket kepada Petugas.


"Silahkan berdiri di sini dulu Pak, tunggu lima menit dulu ya Pak, nanti kalau sudah berhenti baru giliran keluarga Bapak," ujar Bapak Petugas itu.


"Baik Pak," sahut Ryan.


"Pa kok lama sih," Rafa sudah buru buru pengen menaikinya.


"Saat dong Rafa, setelah ini giliran kita," kata Ryan.


Dua menit kemudian, komedi putarnya berhenti, Reza dan Rafa segera  berlari ingin menaiki kuda tersebut. Tapi mereka belum cukup tinggi jadi mereka tidak bisa naik sendiri.


"Sini Papa bantu," ujar Ryan.


Ryan segera membantu Reza dan Rafa naik. Setelah memastikan mereka duduk dengan aman, Ryan juga segera duduk di belakang mereka, di samping Dilla. Ryan ingin memastikan kalau anak mereka aman.


Dilla dari tadi sudah duduk tenang dengan Rio di depannya.


"Ayo yo yo aju," kata Rio bersemangat.


"Rio senang," ujar Dilla.


"Liyo cenang Omy," jawab Rio.


Komedi putar mulai berjalan, Trio R berseru senang, seakan akan mereka lagi naik kuda sungguhan. Ryan sangat senang melihat anaknya sangat antusias dan senang.


Tapi beda halnya sama Dilla, Dilla jadi kerepotan sendiri. Rio dari yadi tidak mau diam.


"Hiak... hiak...," ujar Rio bersemangat.


"Ayo lali lebih cepat," tambah Rio.


Rio dari tadi loncat loncat di atas kuda.


"Rio jangan bergerak gerak, nanti bisa jatuh," ujar Dilla yang mulai kualahan.


Rio tidak mendengarkan Dilla, dia masih dengan dunianya sendiri.


"Rio jangan begitu, sayang Mommynya yang peganng Rio, sini sama Papa saja," ujar Ryan.


"Tidak apa Tu... maksud Dilla Papa, biar Mommy aja yang pegang," sahut Dilla.


Dilla masih belum terbiasa.


"Tidak apa Mommy, sini Rio sama Papa saja, Mommy sudah capek pegang Rio," Ryan merentangkan tangan ingin mengambil Rio.


Rio melirik dulu ke arah Omy, melihat Mommy yang mulai kelelahan, Rio ingin pindah ke Papa saja, agar dia bisa loncat loncat lagi.


Rio segera meraih tangan Papanya, Dilla membantu Rio agar bisa pindah ke Ryan. Setelah pindah Rio mulai melompat lagi.


Bersambung...