Nanny And Duda

Nanny And Duda
Bab 66. Pelajaran



Jelita menarik nafas dulu sebelum memulai bercerita, walaupun bukan Jelita yang mengalami sendiri, tapi ini juga cukup berat untuk diceritakan ulang.


"Jelita berubah pikiran karena nasib teman teman Jelita yang sangat menyedihkan Tante. Teman Jelita yang pertama dia memiliki seorang anak dari hasil pernikahannya. Tetapi beberapa waktu yang lalu mereka mengalami kecelakaan yang sangat tragis, sehingga anak mereka satu satunya meninggal di tempat kejadian. Kemudian karena kecelakaan itu juga teman Jelita harus mengangkat rahimnya karena terbentur sangat keras, sehingga mengalami kerusakan yang fatal. Jika tidak diangkat maka akan membahayakan nyawa teman Jelita. Sekarang dia sangat depresi atas kehilangan anak dan rahimnya. Dia tidak mungkin bisa memiliki anak kandung lagi, untung saja suaminya masih mau menerimanya. Sekarang dia sudah dibawa ke tempat kelahiran suaminya untuk penyembuhan mental teman Jelita," cerita Jelita dengan bergetar.


Jelita yang kembali mengenang temannya merasa sangat sedih, dia tidak sanggup jika berada di posisi teman temannya.


Yang mendengarnya juga terkejut, bagi seorang wanita, rahim adalah nyawa mereka sendiri. Apalagi dia Juga kehilangan anaknya di waktu yang bersamaan.


"Kemudian teman Jelita yang kedua dia memiliki seorang suami yang sangat setia dan baik kepadanya, tapi dia merasa tidak puas sama suaminya itu. Akhirnya dia minta cerai kepada suaminya. Suaminya masih tetap mau mempertahankan teman Jelita tapi teman Jelita sampai membawa perceraian itu ke pengadilan sendiri. Hakim akhirnya memutuskan jika mereka harus berpisah. Lalu teman Jelita mulai mencari pasangan yang baru, mereka sudah merencanakan untuk menikah tapi calon suaminya itu malah tertangkap basah sedang berselingkuh dengan wanita lain. Kejadian seperti itu tidak hanya sekali beberapa kali dia dikecewakan sama pasangannya. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali kepada suaminya setelah tiga tahun berselang. Mungkin karena karma mantan suaminya malah memberikan surat undangan pernikahannya dengan wanita yang lain disaat mereka bertemu. Teman Jelita sudah memohon agar mereka bisa kembali lagi tapi mantan suaminya berkata semuanya sudah terlambat, jika saja teman Jelita kembali setahun yang lalu maka kemungkinan mereka masih bisa kembali. Mantan suaminya masih menunggu teman Jelita selama dua tahun penuh. Akibat dorongan keluarga dan sahabatnya mantan suami teman Jelita mulai hidup kembali dan melupakan teman Jelita. Teman jelita yang tidak sanggup menerima itu semua memilih bunuh diri di apartemen ya tiga minggu yang lalu."


Jelita menarik nafas dalam dalam untuk mengisi kekosongan hatinya karena sakit.


"Maka dari itu Jelita memutuskan segera kembali, Jelita tidak sanggup mengalami seperti yang dialami teman Jelita. Jelita tidak sanggup membayangkan Dafa dan Rafa benar benar meninggalkan Jelita. Buat apa Jelita jadi sukses jika hidup Jelita hampa. Maka dari itu, Jelita segera mengurus semua kontrak dan pekerjaan Jelita dua minggu yang lalu supaya bisa dibatalkan semua. Jelita telah memutuskan untuk keluar dari dunia model, Jelita ingin memulai hidup Jelita dari awal," kata Jelita sambil menggenggam erat tangan Dafa.


Dafa yang mendengarnya sangat senang dan terharu. Dafa segera mencium kening Jelita sebagai bentuk rasa syukur. Dafa tidak menyangka Jelita akan kembali sendiri dengan cepat.


Alasan kenapa Jelita kembali memang sudah sangat kuat. Mereka hanya berharap kedepannya Jelita tidak mengulang kembali.


"Semua keputusan ada di tangan Dafa, jika Dafa menerima kamu kembali maka kami juga akan menerima kamu kembali. Tapi Tante harap, setelah ini kamu benar benar bisa memperbaiki semuanya. Apalagi Rafa, kami harap Rafa juga bisa menerima kamu kembali," ujar Rita.


Jelita melihat penuh harap ke arah Dafa, walaupun Jelita yakin Dafa bisa menerimanya kembali, tapi Jelita ingin mendengar dari mulut Dafa langsung.


"Aku pasti akan menerima kamu, sudah dari dulu aku berharap kamu bisa kembali. Mulai sekarang aku ingin kamu tidak akan pernah meninggalkan aku dan Rafa lagi, jadilah istri yang baik buat aku dan ibu yang baik buat anak kita, Rafa," kata dafa sambil menempelkan keningnya sama Jelita.


Jelita kembali mengeluarkan air mata nya, dia semakin terharu sama suaminya ini. Jelita segera memeluk Dafa dengan sanagtiverat. Dafa memang suami terbaik yang pernah ia ketahui yang ada di dunia ini.


Jelita janji dia akan memulai dari awal, dia mulai sekarang akan mencoba menjadi ibu rumah tangga yang baik. Dia akan mencoba melakukan sebaik mungkin.


"Udah dong acara peluk peluknya, bikin mata iritasi aja," kata Ryan yang terganggu dengan acara pelukan Dafa dan Jelita.


"Bilang aja kamu cemburu," sahut Dafa dengan tetap memeluk Jelita dengan senang.


Jelita segera melepaskan pelukan Dafa. Dia jadi malu dari tadi Ryan, Rita dan Aditya melihat mereka berpelukan terus.


"Makanya Ryan, kamu segera cari calon istri yang baru, yang bisa di peluk peluk dan juga bisa menjaga anak anak kamu dengan baik. Sekarang Dafa sudah ada Jelita yang menemani hidupnya," ujar Rita.


"Iya Ma, nanti Ryan akan cari wanita yang bisa menjaga Rio dan Reza dengan baik," jawab Ryan.


"Ryan, kamu mencari istri bukan hanya untuk anak kamu saja tapi untuk kamu juga," tegur Rita.


"Ma Ryan bisa mencari Ibu untuk mereka, tapi Ryan masih sangat mencintai Riana Ma. Ryan belum bisa melupakan Riana di hati Ryan," sahut Ryan tidak terima.


"Ryan mana ada wanita di dunia ini yang mau menerima anak kamu saja, tapi kamu tidak bisa mencintai dia. Kamu mau mencari istri atau Baby sitter buat anak kamu. Jika kamu cari Baby sitter tidak usah lagi, sudah ada Dilla yang menjaga mereka dengan baik," terang Rita.


"Mama tidak pernah menyuruh kamu melupakan Riana Ryan, mawma hanya ingin kamu membuka hati untuk wanita lain. Biarkan Riana menjadi masa lalu kamu."


"Beri Ryan waktu Ma, Ryan merasa baru kemarin Ryan kehilangan Riana."


"Mama tidak memaksa kamu secepatnya untuk menikah lagi tapi Mama harap kamu bisa segera membuka hati kamu. Jika kamu bisa membuka hati kamu Mama harap kamu bisa mencari wanita yang bisa menjaga Reza dan Rio dengan baik, yang bisa membuatmu nyaman," kata Rita.


Entah kenapa saat Mama nya menyebutkan wanita yang bagaimana yang harus dia cari, tiba tiba nama dan wajah Dilla yang muncul dipikirannya. Ryan segera mengelengkan kepalanya untuk mengusir pikiran konyolnya.


"Kenapa kamu?" tanya Dafa yang melihat Ryan geleng geleng.


"Tidak apa apa," sahut Ryan.


"Aduh Rio jangan lari lari," teriak Dilla yang mengejar Rio mau menemui sang Papa.


"Papa lihat deh gambal Liyo telen tan," ujar Rio senang.


Rio sengaja berlari mau menunjukkan gambarnya pada sang Papa.


"Maaf semuanya, jika kami menganggu," ucap Dila tidak enak.


"Iya Dilla tidak apa apa," sahut Rita.


"Gambar Rio keren," puji Ryan.


Padahal Ryan tidak tau apa yang anaknya gambar. Rio mah senang senang aja di puji sama Ryan.


Reza dan Rafa juga muncul. Mereka menyusul Dilla dan Rio. Mereka ingin menunjukan hasil gambarnya pada Papa dan Daddy.


"Mommy," kata Rafa melihat kearah semuanya


Jelita yang mendengat Rafa menyebutkan kata Mommy menutup mulutnya kaget. Jelita tidak menyangka Rafa akan mengatakan kata kata yang sangat rindu dia dengar.


Bersambung.


Jangan lupa vote untuk ketertarikan kalian terhadap cerita ini ya. Dan follow juga untuk mendukung author ya.


Jika ada hal yang ingin ditanyakan silahkan masuk ke grup author ya.


Terimakasih untuk segala bentuk dukungan kalian semua, jangan bosan untuk menunggu up selanjutnya ya....