Nanny And Duda

Nanny And Duda
S2 Bab 141 Ziarah



Jangan lupa obat penyemangat nya ya.


Selamat Membaca sahabat ❤NAD❤


***


Pada pukul jam 4 sore Ryan sudah pulang dari kantor. Hari ini Rian pulang lebih cepat karena dia sudah berjanji kepada Dilla untuk membawa Dilla ke makam Riana. Melihat Ryan yang sudah pulang, Dilla segera menyambutnya. Tadi Ryan sudah mengabari Dilla jika Ryan bisa pulang cepat. Setelah mencium tangan Ryan, Dilla segera meraih tas Dilla. Ryan juga tidak lupa mencium kening Dilla seperti rutinitas yang biasa dia lakukan.


"Ke mana anak-anak?" tanya Ryan yang merasa heran karena tidak mau dengar suara ribut apapun.


"Mereka bertiga hari ini ikut dengan Mama," jawab Ryan.


"Tumben mereka ikut Mama. Apalagi Rio, biasanya dia hanya menempel sama kamu  bagaikan lem," ujar Ryan tidak percaya. 


"Tadi Mama dan Papa katanya mau jalan-jalan. Mereka dengan antusias ingin ikut sendiri. Entah apa yang dijanjikan sama Papa dan Mama," sahut Dilla.


"Terus kenapa kamu tidak ikut juga?" tanya Ryan.


"Kan dil la sudah janji sama Mas. Hari ini kita akan ke tempat Riana."


"Oh iya aku lupa," ujar Ryan.


"Mas ini bagaimana sih," kata Dilla bercanda.


"Iya iya, Mas minta maaf. Ya sudah kalau begitu, sekarang kamu siap-siap. Sebentar lagi kita akan berangkat ke sana sebelum waktu semakin sore," suruh Ryan.


***


Mereka tiba di tempat pemakaman umum tempat di mana Riana berada. 


"Riana aku datang kembali, tapi kali ini aku tidak datang sendiri. Aku membawa Dilla Ibu sambungnya Rio dan Reza. Ayo Dilla ke sini," ajak Ryan supaya lebih mendekat lagi.


Dilla memajukan langkahnya sehingga bisa sejajar dengan Ryan. 


"Sore Mbak Riana," sapa Dilla.


"Riana aku datang ke sini sekalian ingin memperkenalkan kamu sama Dilla. Dilla juga ingin berbicara kepada kamu," kata Ryan.


"Halo Mbak Riana, mungkin ini adalah kunjungan pertama saya menemui Mbak Riana. Semoga Mbak Riana bisa menerima kehadiran Dilla ditengah keluarga Mbak Riana. Mbak Riana pasti selalu mengawasi Rio dan Reza dari atasan sana. Maksud kedatangan Dilla hari ini adalah Dilla ingin mengucapkan terima kasih kepada Mbak Riana karena bisa melahirkan Rio dan Reza. Mbak Riana adalah perempuan yang beruntung bisa mempunyai dua malaikat seperti Rio dan Reza. Sekarang mereka sudah tumbuh dengan besar dan menjadi anak yang yang pintar dan baik. Reza sudah memasuki sekolah dasar, dia sudah mempunyai banyak teman yang baru. Sedangkan Rio walaupun masih kecil dia sudah lebih dewasa dibandingkan anak dengan usianya. Sekarang Rio dan Reza juga merupakan malaikat untuk saya karena bisa menyatukan saya sama Mas Ryan," ucap Dilla panjang lebar.


Ryan yang ada di sampingnya segera merengkuh Dilla kedalam pelukannya. 


"Dilla berjanji sama Mbak jika Dilla akan menjadi Ibu sambung yang baik bagi Rio dan Reza. Seandainya nanti Tuhan menitipkan Dilla anak yang lain, Dilla berjanji, kasih sayang Dilla tidak akan berbeda bagi Rio dan Reza juga anak kandung Dilla nanti. Sekali lagi Dilla ucapkan kepada Mbak Riana terima kasih telah menitipkan dua malaikat kecil bagi Dilla," sambung Dilla.


Ryan masih setia merengkuh Dilla. Setelah mereka berdua selesai bicara kepada Riana, mereka ingin meninggalkan tempat itu. Entah kenapa Dilla merasa seperti ada dorongan ringan dari belakang. Dilla segera menoleh ke belakang tapi tidak ada menemukan siapapun.


"Dilla kamu tidak apa-apa?" tanya Ryan saat Dilla menoleh ke arah belakang. 


"Tidak apa-apa Mas," jawab Dilla tanpa menjelaskan kepada Ryan apa yang sebenarnya terjadi.


Mereka terus berjalan tanpa melihat bayangan putih yang tersenyum di dekat kuburan Riana.


***


Mereka tidak memilih untuk pulang ke rumah tapi mereka ingin pergi makan bersama mumpung tidak ada Rio dan Reza. Kapan lagi mereka bisa menikmati waktu berdua seperti sekarang tanpa adanya Rio dan Reza. Ryan benar-benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin. 


"Kamu memang perempuan yang tidak tahu terima kasih. Sudah capek-capek aku memenuhi semua keperluan kamu tapi kamu malah selingkuh sama dia," tunjuk Daniel kepada laki-laki yang yang sedang menjadi topik perdebatan.


Dilihat dari situasi maka Jesika sedang ketahuan selingkuh oleh Daniel.


"Aku bisa menjelaskan semua ini. Ini tidak seperti yang kamu bayangkan," bantah Jesika.


"Apa yang tidak seperti aku bayangkan. Aku dengan mata kepala sendiri melihat kamu berselingkuh dengannya di depan mataku sendiri. Ini yang kamu sebut yang tidak seperti aku bayangkan? bagaimana aku harus membayangkan semua ini hah," ujar Daniel dengan nada keras.


"Sayang dengarkan aku dulu. Dia hanya temanku," sahut Jesika sambil meraih tangan Daniel. 


"Teman?" tanya Daniel dengan nada menantang.


Daniel segera menarik tangannya kembali. Dia tidak mau disentuh sama Jesika.


"Apa ada teman yang sering jalan berdua, bergandengan tangan dan masuk ke berbagai hotel?" tanya Daniel sambil melemparkan sebuah amplop yang ada tangannya.


Jesika terkejut melihat semua foto yang diberikan oleh Daniel. 


'Dari mana Daniel bisa tahu ini semua. Pokoknya jangan sampai foto itu jatuh kepada keluarga Daniel,'  batin Jesika. .


"Tidak, ini tidak benar. Ini pasti ada yang memfitnah aku. Aku tidak mungkin selingkuh dari kamu," bantah Jesika lagi. 


"Tidak selingkuh bagaimana? semua buktinya sudah ada. Mulai detik ini kamu angkat kaki dari rumah aku dan tinggalkan Sam bersama aku," perintah Daniel.


"Tidak Daniel. Aku tidak mau, sampai kapanpun aku tidak mau," kata Jesika ketakutan.


"Aku sudah dari dulu memperingati kamu. Kamu masih tidak juga berubah. Aku hanya menyuruh kamu agar menjaga Sam dan menjadi istri yang baik bagi aku. Tapi apa yang kamu lakukan sekarang? Sekarang aku tidak akan memaafkan kamu lagi. Semua fasilitas yang aku berikan kepadamu aku tarik kembali." 


Setelah berkata seperti itu Daniel segera keluar dari sana. Jesika yang marah dan juga merasa malu karena dipermalukan di depan umum malah meneriaki pengunjung lain.


"Apa kalian lihat lihat hah," kata Jesika kepada para pengunjung yang melihat pertengkaran mereka berdua.


Setelah itu Jesika juga ikut keluar dari dalam restoran.


Dilla dan Ryan hanya berdiam diri tidak mau ikut campur. 


"Kenapa Mas biasa saja melihat teman Mas seperti itu?" tanya Dilla yang melihat raut wajah Ryan yang masih datar. 


"Apa yang harus Mas campuri sayang. Mereka sudah sering begitu. Palingan nanti mereka juga berbaikan kembali," jawab Ryan cuek.


"Maksud Mas bagaimana?" tanya Dilla penasaran.


Ryan memberhentikan makannya. 


"Sebenarnya Mas tidak suka membuka permasalahan orang lain. Tapi karena kamu istri Mas sekarang maka Mas akan cerita sedikit. Intinya saja ya, Jesika itu mendapat dukungan penuh dari keluarga Daniel sehingga Jesika bisa besar kepala dan berbuat seenaknya. Makanya Daniel dan Jesika tidak jadi bercerai sampai detik ini," kata Ryan.


Dilla menganggukkan kepalanya dan tidak menanyakan lagi. Benar seperti yang dikatakan oleh Ryan, tidak baik jika terlalu ikut campur sama urusan orang lain. Mereka akhirnya melanjutkan makan sore mereka tanpa terganggu sama siapa pun.


Bersambung….


Rekomendasi Novel yang keren sambil menunggu Up selanjutnya. Ayo mampir.