Nanny And Duda

Nanny And Duda
S2 Bab 150. Kebenaran



Malam sudah larut, mereka mulai kembali ke kamar masing-masing. Seperti biasanya Dilla mengantarkan Reza dan Rio ke kamar mereka terlebih dulu sehingga Ryan masuk sendiri ke dalam kamar.


Kring kring kring


Tiba-tiba HP Ryan berbunyi. Ryan melihat siapa yang sudah meneleponnya malam-malam.


"Siapa ini?" kata Ryan karena nomor yang masuk adalah nomor yang tidak diketahui.


"Hallo, ini dengan siapa?" tanya Ryan.


"Ini aku, Lisa," jawab Lisa dari seberang telepon. 


"Oh ini kamu Lisa. Ada apa kamu malam-malam begini menelpon?" tanya Ryan.


"Aku menelpon kamu hanya ingin mengabari jika aku malam ini akan berangkat ke luar negeri lagi," kata Lisa. 


"Berangkat lagi keluar negeri? tapi kok mendadak sekali. Bukannya kamu ingin menjumpai Rio dan Reza terlebih dahulu. Bahkan kamu juga belum jumpa sama sama Dilla?" tanya Ryan heran.


Tanpa disadari di seberang telepon Lisa terkekeh mendengar perkataan Ryan.


"Tadi siang aku sudah bertemu sama Rio dan Dilla. Kami tidak sengaja bertemu di restoran," ucap Lisa.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Ryan khawatir.


Ryan takut jika Lisa membicarakan sesuatu tidak-tidak. Tapi melihat Dilla tadi tidak membahas sedikit pun tentang Lisa, Ryan jadi bertambah penasaran.


"Kami hanya membahas hal biasa sesama perempuan. Aku rasa memang Dilla adalah pilihan sosok ibu yang baik bagi Rio dan Reza. Aku telah melihat sendiri betapa tulusnya Dilla menyayangi Rio, begitupun sebaliknya," ujar Lisa.


"Syukurlah Lisa, kalau kamu bisa menerima kehadiran Dilla. Tapi apa yang membuat kamu tadi siang begitu kekeh menolak Dilla," tanya Ryan lagi.


Lisa yang mendengar pertanyaan Ryan, Lisa jadi mengingat kembali masa lalu yang pahit yang pernah dia dan Riana alami. Lisa segera menghapus air mata yang keluar.


"Aku hanya takut jika kamu menikahi orang yang salah. Aku tidak mau apa yang aku dan Mbak Riana rasakan kembali terulang sama Rio dan Reza," kata Lisa dengan suara yang berat karena hatinya kembali tersesak.


Ryan sengaja tidak memotong pembicaraan Lisa. Ryan tau jika Lisa sedang menceritakan masa lalunya.


"Dulu saat kami kecil, kami juga memiliki seorang Ibu sambung. Awal-awal menikah dengan Ayah kami, Ibu sambung kami sangat baik pada kami. Dia memberikan kasih sayang yang kami harapkan. Tapi beberapa bulan setelah menikah sama Ayah kami, Ayah kami meninggal. Kemudian saat Ayah kami telah meninggal, Ibu sambung kami  jadi berubah sifatnya. Dia sering menyiksa kami, apalagi setelah dia menikahi pria lain. Dia juga mengambil alih semua harta kekayaan yang sehat milik Ayah dan Ibu kandung kami. Karena kami tidak betah lagi di rumah makan Mbak Riana mengajak aku untuk meninggalkan rumah itu. Itu yang pernah kami lalui. Aku tidak mau pengalaman pahit ini juga menimpa Rio dan Reza kembali. Cukup hanya Mbak Riana dan aku yang mengalami ini, jangan sampai tulang pada anak Mbak Riana lagi," kata Lisa sambil meneteskan air mata tanpa berhenti saat mengenang masa lalu.


Di mana masa-masa itu harus mereka lewati dengan susah payah. Riana adalah orang yang selalu membiayai kebutuhan mereka berdua. Riana sengaja menyuruh Lisa tetap lanjut sekolah sedangkan Riana yang bekerja. Lisa yang melihat harapan Riana mengiyakan permintaan Riana.


"Aku harap kamu bisa mengerti kenapa aku bersikap keras tadi siang," sambung Lisa.


"Aku juga minta maaf karena aku tidak tau masa lalu kalian yang sesulit itu. Riana tidak pernah menceritakan hal yang menyedihkan ini. Riana selalu menyembunyikan kesedihannya sendiri. Sekarang aku bisa paham kenapa kamu begitu keras menolak Dilla," ucap Ryan.


"Tapi sekarang aku yakin jika Dilla tidak sama dengan Ibu sambung kami dulu. Dia pasti bisa membuat Rio dan Reza bahagia," kata Lisa yakin.


"Tentu, kamu tidak usah khawatir lagi. Aku jamin jika Dilla dan aku bisa membuat Rio dan Reza bahagia," ujar Ryan menyakinkan Lisa.


"Awas jika kamu membuat Reza dan Rio menangis, apalagi Dilla. Aku tidak hanya akan membawa Rio dan Reza tetapi aku juga akan membawa Dilla," kata Lisa dengan serius.


"Kenapa sekarang kamu jadi ikutan membawa Dilla?" tanya Ryan menaikkan sebelah alisnya.


Menurut Ryan, kalau hanya membawa Rio dan Reza ya wajar karena mereka adalah keponakan Lisa. Tapi kalau Dilla apa hubungannya.


"Walaupun aku sama Dilla hanya bertemu sebentar tadi siang, tapi aku telah menganggap Dilla sebagai adik aku sendiri. Jadi kamu awas saja, jangan macam-macam sama Dilla. Kamu juga akan berhadapan denganku," kata Lisa.


"Kamu tenang saja, aku jamin jika mereka tidak akan sedih. Mereka akan aku buat selalu bahagia," janji Ryan.


Lisa lega mendengarnya.


"Sudah ya, aku mau berangkat sebentar lagi," pamit Lisa.


"Iya, kamu hati-hati di jalan," sahut Ryan.


Mereka memutuskan sambungan telepon. Ryan meletakkan kembali HPnya di atas meja. Sekarang dia merasa satu masalah sudah terlewati, tidak bukan satu tapi dua masalah sekaligus. Bagaikan sekali dayung dua pulau terlampaui. Tidak berapa lama kemudian Dilla memasuki kamar. 


"Ada apa Mas? kenapa Mas kenapa dari tadi senyum-senyum sendiri?" tanya Dilla mendekati Ryan.


Ryan tadi tidak menyadari Dilla yang sudah masuk karena dia memang dari tadi sedang melamun. Ryan segera bangkit dari tempat duduknya dan mendekat ke arah Dilla. Ryan memeluk Dilla dengan erat.


"Saat ini Mas sedang senang," kata Ryan.


"Kenapa Mas?" tanya Dilla.


"Mas senang jika Rio mau punya adik," jawab Ryan.


Ryan sengaja menyembunyikan identitas Lisa. Biarkan mereka nanti saling mengenal kembali satu sama lain. Biarkan waktu yang mempertemukan mereka kembali.


***


Drama kembali terjadi saat keberangkatan Ryan dan Dilla. Kemarin Rio sudah bilang jika tidak apa-apa jika Ryan dan Dilla pergi. Tetapi sekarang lain lagi, Rio kembali meminta kepada mereka untuk ikut. Rio tidak ikhlas jika Dilla pergi tanpa Rio.


"Omy itut ya," kata dengan tatapan penuh harap.


"Rio kan sudah janji kemarin tidak ikut," sahut Ryan.


"Artinya Rio bohong lho," kata Ryan.


Rio memajukan bibirnya tidak terima.


"Ndak apa tan Omy jita Liyo boong cetali," sahut Rio dengan suara pelan dan memainkan jarinya.


"Rio kan tau jika Mama tidak suka sama pembohong, walaupun itu sekali. Kalau kita bohong sekali maka pasti ada yang kedua kalinya," ujar Dilla.


Rio kembali memajukan bibirnya karena tidak bisa membantah.


"Rio di rumah jadi anak baik ya. Jangan jadi anak nakal, nanti jika Rio jadi anak baik Papa akan belikan Rio oleh-oleh yang banyak. Papa akan belikan mainan dan juga coklat" sogok Ryan.


"Liyo ndak mau oyeh-oyeh Pa," tolak Rio.


Seketika mereka melihat ke arah Rio. Rio tidak biasanya menolak oleh-oleh, terutama makanan.


"Rio tidak mau oleh-oleh?" tanya Ryan heran.


"Ndak Pa," jawab Rio.


Rio mendekati Dilla dan memeluk kaki Dilla.


"Liyo atan cenang talau Omy cegela puyang," ujar Rio.


Mereka lupa jika semua barang akan kalah jika dibandingkan dengan Dilla 


"Iya Rio, Mama akan cepat pulang," sahut Dilla.


"Baiklah, Papa dan Mama janji akan segera pulang," kata Ryan.


"Angan lupa bawa puyang adik Liyo ya Pa," ucap Rio.


"Iya iya," jawab Ryan pasrah.


Jika disambung lagi yang ada masalah semakin panjang. Ryan memilih segera pergi dari pada Rio minta ikut lagi.


Bersambung… 


Maaf jika up lama karena ada kegiatan RL yang tidak bisa ditunda.


Sekarang saya akan mengumumkan tentang lomba vote periode tanggal 17-30 Agustus 2020. Periode vote akan dibagi dalam dua gelombang setiap periodenya, maka kedua gelombang nanti akan dijumlahkan. Pada hari minggu atau malam senin pukul 22.58 tanggal 23 dan 30 Agustus akan saya ss dan saya jumlahkan. Karena ada dua periode usahakan jumlah vote dibagi dua juga agar sama-sama masuk ke peringkat jumlah vote.


Gelombangnya tanggal 17-08-2020 s/d 23-08-2020 dan tanggal 24-08-2020 s/d 30-08-2020.


Kalian juga bisa ss bukti vote sebagai bukti jika saya ada keliru dalam menjumlahkan. Jangan lupa ss ya, kalian berhak protes jika vote kalian ternyata lebih banyak dari jumlah pemenang yang saya umumkan.


Vote mulainya tanggal 17-08-2020 hari senin pukul 00.01 sampai dengan tanggal 30-08-2020 hari minggu pukul 22.50. Tolong bantu ss peringkat vote terbanyak pada hari minggu atau malam senin pukul 22.50 tiap tanggal 23 dan 30 Agustus 2020 takutnya jika saya lupa atau ada halangan.


Hadiah berupa uang tunai atau boleh juga dalam bentuk pulsa.


Pemenang 1 akan mendapatkan 50k


Pemenang 2 akan mendapatkan 30k


Pemenang 3 akan mendapatkan 20k


Pemenang 4 & 5 akan mendapatkan 10k


Jika jumlah vote bisa masuk peringkat 20 besar maka hadiahnya akan berubah menjadi...


Pemenang 1 akan mendapatkan 100k


Pemenang 2 akan mendapatkan 75k


Pemenang 3 akan mendapatkan 50k


Pemenang 4-10 akan mendapatkan 10k


Hadiah akan berubah lagi jika bisa masuk 10 besar. Masuk 20 saja sudah Alhamdulillah.


Note: Saya juga akan ikut Vote, apabila saya masuk ke kategori pemenang maka saya akan didiskualifikasi dan hadiah akan diberikan ke No pemenang selanjutnya. 


Untuk permulaan maka saya akan kasih pulsa 10k bagi satu orang yang beruntung jumlah vote tertinggi sampai tanggal 19 pukul 20.00 atau malam kamis.


Pemenang akan saya umumkan segera di kolom komentar ya.


Jika tidak paham silakan bertanya di GC atau boleh PC juga, minta follow dari saya di GC.


Semoga kalian bisa ikut berpartisipasi ya.


Terima kasih ^_^.