
Jangan lupa follow like dan tinggalkan komentar ya. Like dan komentar kalian sungguh berati buat saya. Terima kasih banyak.
Selamat membaca.
***
Flashback bagian dua….
Beberapa hari kemudian Manda bertemu lagi dengan Bella secara tidak sengaja. Mereka bertemu pada sebuah restoran, restoran tempat Bella berkerja. Pada saat itu Manda tidak sengaja menabrak Bella karena fokus pada HP. Manda sedang mengabari Arka tempat makan siang mereka.
Bella yang sedang membawa minuman minuman tersebut jatuh. Bella tidak sempat menghindar. Minuman itu tumpah pada pakaian milik Manda.
Bella segera bangun. Bella kaget minuman itu jatuh pada pelanggan. Bella yakin jika baju itu sangat mahal. Bella tau jika bukan dia yang salah, tapi karena Bella pelayan Bella harus mengalah. Apalagi Bella baru diterima di restoran itu.
"Maaf Nyonya saya tidak sengaja," kata maaf Bella dengan sopan.
"Apa kamu bilang, maaf! Enak saja kamu hanya minta maaf dan bilang tidak sengaja," ujar Manda dengan marah.
"Sekali lagi saya minta maaf Nyonya," ujar Bella memegang tata krama pelayan.
"Maaf maaf, apa dengan maaf saja kamu bisa mengganti rugi pakaian yang telah aku gunakan. Pakaian yang saya pakai saat ini lebih mahal dibandingkan gaji kamu satu tahun di sini. Apa kamu mengerti!" bentak Manda.
Mereka berdua jadi pusat perhatian. Manda berbicara dengan suara yang keras. Mereka tidak ada yang melihat kejadian itu. Mereka tidak tau siapa yang salah.
"Saya benar-benar tidak sengaja Nyonya."
"Sudah jangan banyak alasan. Pokoknya saya mau kamu mengganti rugi pakaian saya yang sudah rusak."
"Tidak bisa seperti itu Nyonya. Tadi nyonya yang menabrak saya. Nyonya tadi berjalan sambil memainkan HP," bantah Bella.
Bella tidak mau bertanggung jawab apa yang bukan kewajiban dia. Bella meminta maaf karena posisi dia sebagai pelayan. Jika bukan berada diposisi sekarang, Bella tidak mau minta maaf karena bukan salah dia.
"Kamu ini hanya pelayanan. Apa seperti ini cara melayani pelanggan sekarang. Saya sudah sering makan di sini. Kamu itu hanya pegawai baru," kata Manda dengan suara keras.
Suara manda menimbulkan kegaduhan. Beberapa orang mulai berbisik-bisik. Ada yang membela Manda ada juga yang kasihan sama Bella. Karena ribut, akhirnya manager restoran itu keluar.
"Ada apa ini?" tanya manager.
Manajer sudah kenal Manda adalah istri dari pengusaha kaya. Beberapa kali Manda juga memboking restoran itu. Manda adalah tamu VVIP.
"Apa ada yang bisa saya bantu Nyonya," tanya manager pada Manda.
"Pelayan ini tadi dengan sengaja menabrak saya, tetapi dia malah menuduh saya yang menabrak dia," kata Manda membalikan fakta.
"Apa benar itu Bella?"
"Bukan pak manager, yang terjadi adalah…."
"Sudah tidak usah banyak alasan. Saya hanya mau kamu bertanggung jawab," potong Manda.
"Maaf atas kelalaian pegawai saya Nyonya. Nanti saya akan menasehati dia."
"Tidak perlu. Saya tidak mau masalah ini diperpanjang langi," ucap Manda.
Bella dan manager menarik nafas lega. Mereka bersyukur Manda tidak memperpanjang masalah lagi.
"Sekarang saya mau dia dipecat dari restoran ini," sambung Manda dengan menunjuk ke arah Bella.
Bella terkejut. Bella tidak menyangka dia disuruh pecat. Padahal bukan dia yang salah.
"Tidak Nyonya saya minta maaf. Pak tolong jangan pecat saya," mohon Bella.
"Jika Bapak tidak mau memecat dia, maka saya akan menuntut restoran ini. Saya pastikan restoran ini akan tutup dan tidak akan pernah bisa dibuka lagi," ancam Manda.
Manager itu tidak ada pilihan lain. Dua tidak mau restorannya ditutup. Dengan terpaksa dia mengambil tindakan memecat Bella.
"Kamu dengar, mulai hari ini kamu saya pecat. Kamu bereskan semua barang-barang kamu," perintah manager.
"Jangan Pak, jangan pecat saya. Bukan saya yang salah Pak. Saya minta maaf Pak," mohon Bella.
"Saya tidak mau tau, kamu pergi dari sini sekarang juga," usir manager menunjuk ke arah pintu keluar.
"Tolong Nyonya, maafkan saya. Beri saya kesempatan kedua," kata Bella dengan mencoba meraih tangan manda Manda.
Manda menyingkirkan tangan Bella. Manda tidak suka bersentuhan sama Bella. Manda mengelap bekas pegangan tangan Bella dengan tissue.
"Pak segera urus pegawai ini. Saya tidak mau lagi melihat dia," perintah Manda mengabaikan Bella.
"Baik Nyonya. Kamu ikut saya ke belakang," kata manager sambil menari tangan Bella.
Bella hanya bisa pasrah ditarik. Dia sudah mencoba membela diri sendiri tapi diabaikan. Bella hanya bisa menangis dengan nasib pekerjaannya.
Manda merasa sangat puas melihat Bella yang dipecat. Manda baru duduk di kursi setelah tidak melihat Bella. Bella tidak sabar menunggu kedatangan Arka. Mood makan Manda jadi naik seketika.
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit, baru Arka tiba. Arka bisa melihat raut wajah bahagia di muka Manda. Manda tersenyum sangat lebar. Tidak biasanya Manda tersenyum seperti itu.
"Ada apa Ma? kenapa Mama terlihat sangat bahagia?" tanya Arka penasaran.
"Tidak apa-apa Pa. Ayo kita segera makan. Mama sudah sangat lapar," sahut Manda.
Arka tidak lagi memperpanjang masalah. Lambat atau cepat pasti Arka akan tahu apa yang dilakukan oleh istrinya.
***
Setelah mereka selesai makan, mereka segera pulang. Arka memilih mengantar Manda terlebih dahulu sebelum balik ke kantor.
Dalam perjalanan Manda melihat Bella yang sedang duduk sendirian di halte bus. Manda ingin berbicara langsung sama Bella. Manda ingin memperingati Bella agar pergi dari kota itu.
"Pak tolong berhenti di depan halte di depan," suruh Manda pada sang supir.
"Ma kenapa berhenti du sini?" tanya Arka.
"Papa lihat itu," kata Manda sambil menunjuk ke arah Bella.
Arka melihat ke arah yang ditunjuk oleh Manda. Arka yakin jika Manda mau mencelakai Bella lagi.
"Sudah Ma kita pulang saja," pinta Arka.
"Tidak Pa. Dia telah berani menggoda anak Mama. Mama mau kasih dia pelajaran," sahut Manda.
"Apa yang selama ini Mama lakukan belum cukup? Mama sudah mengeluarkan dia dari universitas. Dia pasti tidak berhubungan lagi sama Daniel, Ma," ucap Daniel membujuk.
"Tidak Pa. Selama dia belum pergi dari kota ini, Mama belum tenang. Dia harus jauh-jauh dari anak kita," tolak Manda.
Tanpa menunggu jawaban dari Arka, Manda segera turun dari mobil. Arka juga ikut turun dari mobil mengikuti Manda. Arka tidak mau Manda berbuat nekat di depan umum.
Bersambung....
Rekomendasi novel buat kalian dari author lainnya yang juga tidak kalah seru. Novelnya sangat keren dan bagus sambil kalian menunggu up saya selanjutnya.