
Hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu sama Reza, Rafa dan Rio. Mereka bertiga sudah siap dan rapi, padahal waktu baru menunjukkan pukul 5 lebih sedikit. Reza dan Rafa hari ini mereka mandi sendiri, mereka bahkan ikut memandikan Rio. Padahal Rio masih dalam keadaan mengantuk.
Setelah memastikan Rio juga sudah siap, mereka langsung turun ke lantai satu untuk membangunkan Mommy. padahal semua orang di rumah masih tertidur, termasuk Dilla.
Dengan semangat mereka mengetuk pintu kamar Dilla.
"Mommy bangun sudah pagi," panggil Dafa.
"Mommy buka pintunya," tambah Reza.
Dilla yang mulai terganggu dengan gedoran pintu segera bangun. Saat Dilla membuka pintu, mereka bertiga langsung menarik Dilla keluar.
"Mommy Mommy ayo pergi," ajak Rafa.
"Iya Mommy ayo cepat," tambah Reza.
"Pergi kemana?" tanya Dilla sambil menguap.
"Masak mommy lupa, kan kita hari ini mau jalan jalan, lihat! Kami bertiga sudah siap," ujar Reza bersemangat.
Dilla menggaruk garuk sikunya yang tidak terasa gatal. Dilla segera menoleh ke arah jam di dinding. Ini dilla yang telat bangun atau mereka yang kecepatan bangun. Dilla melihat jam masih menunjuk pukul 05.15.
"Sayang ini masih subuh," ujar Dilla.
"Ayo dong Mommy cepat, nanti keburu ditutup," ajak Rafa.
Dilla kini menggarukkan kepalanya.
'Subuh begini mau ditutup? memang jam berapa buka taman bermainnya,' heran Dilla.
"Sayang, jam segini belum di buka, nanti di buka jam 10. Kita berangkatnya jam jam 8, karena tempatnya sedikit jauh," Dilla menjelaskan.
"Tapi Mommy, kita harus pergi cepat biar tidak antri," alasan Reza.
Padahal mereka ingin segera sampai di taman bermain.
"Kan kita sudah beli tiket kemarin, ngapain antri lagi, lagian Mommy juga belum mandi," ujar Dilla.
"Mommy tidak mandi tetap cantik kok, ayo kita segera pergi ya," rayu Rafa.
Dilla hanya menggelengkan kepala. Anak asunya ini kelewatan bersemangat.
"Sayang, bagaimanapun Mommy harus mandi dulu, badan Mommy bau ni, lebih baik kalian bangunin Papa saja ya, Papa pasti juga belum bangun," usul Dilla.
Dilla lebih memilih mereka membangunkan Ryan daripada menyuruh Dilla segera pergi tanpa mandi.
"Baik Mommy, kami akan membangunkan Papa dulu," kata Reza.
"Rio mau ikut atau di sini saja temani Mommy," ujar Dilla.
Dilla kasian melihat Rio yang masih mengantuk. Rio tanpa bicara langsung menuju ke arah Dilla. Dilla segera mengendong Rio.
"Kalian berdua aja ya yang bangunin Papa, biar Adik Rio sama Mommy," saran Dilla.
"Baik Mommy, ayo Rafa kita pergi," ajak Reza.
Mereka berdua langsung berlari ke lantai dua lagi. Setelah kepergian mereka, Dilla segera masuk ke kamar.
"Rio tidur lagi ya, nanti Mommy bangunkan lagi ya," kata Dilla.
Dilla segera menidurkan Rio di kasurnya, tanpa lupa melepaskan dulu tas kodok yang dipakai sama Rio. Rio tidak berkata sepatah kata pun, karena dia memang masih mengantuk.
Setelah memastikan Rio aman dan tertidur kembali Dilla segera mengambil handuk dan pergi mandi. Dua puluh menit kemudian Dilla sudah siap mandi dan berpakaian dengan rapi, tidak lupa mengikat rambutnya dengan gaya di kucir satu, biar nanti tidak terlalu menganngu.
Semalam mereka sudah menyiapkan segala keperluan. Biar pas paginya tidak terlalu terburu buru. Trio R juga ikut membantu (baca : mengganggu) pekerjaan Dilla.
Mereka memasukkan hampir semua mainan yang mereka anggap penting sampai tas tidak muat lagi. Dila dengan sabar menjelaskan kepada mereka agar membawa barang seperlunya saja. Mereka bertiga akhirnya mengeluarkan lagi barang yang tidak penting.
Setelah selesai Dilla segera mengendong Rio yang masih terlelap. Dilla segera menuju ke ruang tamu. Di ruang tamu sudah ada semuanya.
"Kenapa Mommy, Papa dan Rio kompak pakai baju warna biru," protes Rafa.
Rafa kan juga ingin pakai warna baju yang sama.
"Reza juga mau pakai baju warna biru," ujar Reza.
Setelah berkata begitu Reza segera berlari lagi ke kamarnya mau ganti baju. Rafa juga tidah mau kalah, Rafa ikut menyusul Reza ke lantai dua, tapi tujuannya ke kamar sendiri.
Yang ada di ruang tamu hanya menggelengkan kepala. Tidak berapa lama Rafa dan Reza kembali turun menggunakan baju warna dongker seperti baju yang Ryan pakai.
Dilla yakin, pasti kamar mereka sudah seperti kapal pecah. Berhubung mereka cepat menggantikan baju. Reza dan Rafa kalau mengambil baju asal tarik, sehingga baju yang lain ikut ketarik.
"Nah kalau gini kan keren, kita pakai baju yang sama," kata Rafa.
"Sudah, kalian masalah baju aja ribut, ayo sekarang kita pergi sarapan dulu," ujar Rita.
Mereka makan seperti biasa, dengan Rio masih tertidur di gendongan Dilla, karena ini masih pagi buat mereka sarapan seperti waktu biasa. Dilla yang tidak tega membangunkan Rio, akhirnya Dilla memutuskan membungkus sedikit makanan buat Rio.
Setelah siap makan, Reza dan Rafa segera menarik tangan Dilla dan Ryan.
"Papa dan Mommy lelet," ujar Reza saat Dilla bilang tidak usah buru buru.
Sekarang sudah pukul 7 pagi. Padahal rencananya mereka akan pergi pukul 8.
Bi Imah dan Mina di depan sedang memasukkan berbagai bekal makanan dan baju ganti serta barang barang lainnya buat mereka.
Bagaimana Bi, sudah di masukkan semua barang barangnya?" tanya Ryan.
"Sudah Tuan, semuanya sudah Bi Imah dan Mina masukkan," jawab Bi Imah.
"Terimakasih ya Bi," kata Ryan.
"Sama sama Tuan," ujar Bi Imah.
"Nah sekarang kalian sedah bisa masuk ke dalam mobil," perintah Ryan.
"Papa, Rafa duduk di depan ya," pinta Rafa
"Tidak, Reza yang mau duduk di depan," sahut Reza.
Mereka berdua kini malah berdebat siapa yang duduk di depan.
"Sudah jangan ribut, kalian berdua duduk di depan saja biar Mommy dan Rio yang duduk si di belakang," lerai Dilla.
"Tidak bisa begitu dong Mommy, Rafa juga mau duduk dekat Mommy," ujar Rafa.
"Kalu tidak kita semua duduk di belakang aja bareng Mommy, kan kalau di depan semua tidak akan muat," usul Reza.
"Jadi kalian tega ngebiarin Papa duduk sendirian di depan seperti supir," Ryan pura pura merajuk.
"Papa sudah besar jadi tidak apa apa duduk sendiri," kata Rafa.
"Iya betul," dukung Reza.
"Kalian kenapa belum pergi juga?" tanya Rita.
Tadi Rita pikir mereka sudah pergi, tapi saat mendengar suara ribut ribut di depan rumah, Rita segera ke depan.
"Ini Ma, mereka tadi rebutan duduk di depan, pas tau Dilla mau duduk di belakang semuanya pindah ke belakang, Ryan sudah seperti supir saja," Ryan mencoba menjelaskan apa yang terjadi.
"Kalian ini aja ribut kerjaannya, sudah Reza dan Rafa duduk di belakang, sedangkan Mommy dan Rio duduk di depan bereskan, kalau duduk semua di belakang pada berdempetan," lurus Rita akhirnya.
"Baik Nenek," jawab Reza dan Rafa lesu.
Padahal mereka ingin duduk bareng sama Mommy.
"Sudah, sana kalian segera masuk dan pergi terus," kata Ryan.
"Baik Tante kami pamit dulu ya," sahut Dilla.
Akhirnya mobil itupun melaju ke taman bermain.
Bersambung....