Nanny And Duda

Nanny And Duda
Bab 33. Tenggelam



Siang ini setelah Reza dan Rafa pulang dari sekolah, mereka mengajak Dilla untuk berenang di kolam renang yang ada di belakang rumah. Sehingga mereka kini sudah siap dan berada di kolam, tak lupa ada Ryan dan Rio juga.


Rafa, Reza dan Rio sudah siap dengan baju renangnya. Ryan hanya duduk di atas kursi roda tidak jauh dari kolam renang mengamati mereka. Kolam di rumah ini ada dua, ada kolam besar dan kolam kecil. Kolam besar lebih dalam dari pada kolam kecil, kolam besar dalamnya 1,40 meter, sedangkan kolam kecil hanya 0,75 meter. Kolam kecil khusus dibuat untuk anak-anak yang tidak bisa berenang.


"Kalian bisa berenang tidak?" tanya Dilla.


"Rafa dan Reza bisa renang Mommy. Tapi kami belum pandai menyelam," jawab Rafa.


"Jadi Reza sama Rafa bisa berenang di kolam besar ya Mommy?" tanya Reza lagi.


"Iya boleh," jawab Dilla.


"Kalau Rio bisa berenang?" tanya Dilla lagi.


Dengan cemberut Rio menggelengkan kepalanya.


"Karena Rafa dan Reza sudah bisa berenang kalian boleh berenang di kolam besar. Kalau untuk Rio di kolam kecil aja ya," putus Dilla.


"Api Omy, Liyo mau andi di cana uga," rengek Rio menunjukkan ke kolam yang sudah ditempati Reza dan Rafa.


Dilla mengelus kepala Rio sebentar lalu berkata dengan ramah.


"Rio boleh mandi di sana, tapi nanti aja ya kalau sudah bisa berenang oke. Mommy yang akan ajari Rio berenang sampai pandai," tawar Dilla.


"Omy ica lenang uga?" tanya Rio dengan mata berbinar.


"Iya dong, gini-gini Mommy orang yang paling jago berenang sekampung. Tidak ada yang bisa kalahkan Mommy," ujar Dilla bangga.


"Wah Omy ebat," Rio menepukkan tangannya.


"Kalau gitu ayo, Mommy akan ajarin renang di kolam sana," Dilla menuntun Rio.


Dilla kini mulai mengajari Rio tata cara berenang. Melihat Dilla ke kolam kecil bersama Rio, Rafa segera naik dari kolam besar menuju kolam kecil yang diikuti oleh Reza.


"Mommy kenapa berenang di sini," protes Rafa.


"Mommy lagi ngajarin Rio renang. Rio kan belum bisa berenang," jawab Dilla.


"Kami juga mau diajari sama Mommy," tambah Rafa dengan nada cemburu.


"Lah, bukannya Rafa dah bisa berenang. Kok minta diajari lagi," heran Dilla.


Rafa binggung mau jawab atau kasih alasan apa, dia hanya mau dekat sama Mommy. Dia cemburu karena Rio diajarkan langsung oleh Mommy.


"Tapi Mommy kami belum bisa menyelam ke dasar kolam, ajarin kami juga ya," ujar Reza.


"Boleh sayang, tapi berhubung Rio belum bisa berenang sama sekali, Mommy ajarkan Rio cara berenang dulu ya. Nanti Mommy ajarkan cara menyelam untuk kalian ya," sahut Dilla.


"Baiklah," jawab mereka lemah.


"Atau kalian mau berenang di sini aja bareng Mommy dan Rio," tawar Dilla.


Tanpa menjawab mereka langsung turun ke kolam kecil. Dilla hanya menggelengkan kepalanya. Dilla lanjut mengajarkan Rio berenang.


"Bagus, Rio dah bisa sedikit. Sini tangan Rio, nanti kaki Rio digerakan seperti tadi ya Mommy bantu pegang," Dilla mengarahkan Rio.


"Oteh omy," jawab Rio.


"Uhuk... uhuk... Omy ail tolam na num," kasih tau Rio.


"Rio tidak apa-apa kan?" Dilla mengelus bahu Rio.


"Liyo ucah apas Omy," ujar Rio.


"Kalau di dalam air nafasnya harus ditahan sebentar. Terus naikan muka buat hirup nafas lagi. Terus masuk ke air lagi mukanya," jelas Dilla sambil mempraktekkan caranya.


"Jadi talau Liyo telam halus nahan apas ya Omy?" tanya Rio.


"Hus.... tidak baik bilang gitu, Rio tidak akan tenggelam kalau Rio tidak masuk ke kolam besar itu. Sudah kita lanjutkan lagi," kata Dilla.


Dilla melanjutkan melatih Rio, lambat laun akhirnya Rio sudah bisa berenang sedikit. Ryan hanya jadi penonton yang baik. Dia bisa melihat bagaimana Dilla mengajar anaknya dengan telaten.


"Sudah ya hari ini kita berenangnya. Nanti bisa sakit, ayo naik semuanya," perintah Dilla.


Dengan patuh ketiganya keluar dari kolam.


"Kalian di sini dulu jangan ke mana-mana. Mommy mau ambil handuk dulu. Tadi Mommy lupa dan tidak sengaja meletakkannya di atas sofa. Kalian jaga Rio ya, ingat jangan masuk lagi ke kolam," Dilla memperingati mereka lagi.


"Baik Mommy," jawab Reza dan Rafa.


Sepeninggalan Dilla, Reza dan Rafa menuju Ryan. Sekarang tinggal Rio di pinggir kolam besar. Dengan nekat Rio meloncat ke dalam kolam besar.


"RIOOO...," teriak Ryan panik.


Ryan bisa melihat bahwa Rio dengan sengaja meloncat ke kolam renang besar. Rio baru saja belajar berenang, belum mahir. Reza dan Rafa yang mendengar Ryan menyebutkan Rio, mereka langsung melihat ke arah Rio. Mereka segera lari ke pinggir kolam besar. Rio kini tengah berenang di kolam besar, tapi karena baru belajar berenang sedikit demi sedikit kini tubuh Rio tenggelam.


"RIOOO...," teriak histeris Reza dan Rafa bahkan kini mereka telah menangis.


"RIOOO...," teriak Ryan lagi.


Melihat anaknya yang mulai tenggelam, Ryan memaksakan diri bangun dari atas kursi roda. Dia mulai berdiri tetapi setelah dua langkah melangkah ia terjatuh karena kakinya tidak sanggup menahan beban tubuh. Ryan kehilangan keseimbangan dan terjerembab di lantai.


"RIOOO...," Ryan masih meneriaki Rio dengan tubuh sudah di tanah.


Ryan tak berputus asa, dia mulai mengesot menuju ke arah kolam.


"RIOOO...."


Mendengar suara teriakan dari arah kolam Dilla mempercepat langkah kakinya. Dilla begitu kaget saat berada di pintu menuju kolam renang. Dilla bisa melihat tubuh Rio yang sudah mulai tenggelam.


Dengan cepat dan buru-buru Dilla berlari. Saking terburu-buru Dilla malah ke sandung sama kaki sendiri. Dilla jatuh dengan keras, lutut, tangan dan kepala Dilla terluka dan berdarah. Tapi Dilla tidak mempedulikan dengan luka yang dia alami. Dilla bangkit berdiri dan berlari ke arah kolam renang.


Dilla dengan segera berenang meloncat ke kolam menuju Rio yang tubuhnya sudah di dasar kolam. Dilla meraih tubuh Rio dan segera menariknya ke atas. Dilla berenang dengan begitu cepat, tidak heran memang dia pernah jadi juara renang di kampung. Dilla segera menaikkan tubuh Rio ke pinggir kolam.


Reza dan Rafa segera menarik tubuh Rio. Mereka masih menangis. Rio terbatuk-batuk saat sudah diangkat ke atas. Tubuh Rio begitu lemas, karena sempat keminum air sedikit karena lama di dalam kolam. Ryan merasa bersyukur Rio masih bisa diselamatkan.


Setelah memastikan Rio sudah aman, Dilla ingin naik ke atas, namum naas, akibat jatuh tadi dan kepalanya terantuk keras, kini kesadaran Dilla menipis. Dilla merasa pusing, hingga Dilla pingsan dan tubuh Dilla langsung tenggelam ke dalam kolam. Dilla belum sempat naik ke atas kolam.


"MOMMYYY...."


Bersambung....