
Jangan lupa follow, like dan tinggalkan komentar ya. Like dan komentar kalian sungguh berati buat saya. Terima kasih banyak.
Selamat membaca.
***
Flashback….
Manda dan Arka heran melihat Daniel pulang sambil tersenyum. Sudah beberapa kali mereka melihat Daniel seperti itu. Saat Manda dan Arka bertanya kepada Daniel, Daniel selalu bilang tidak ada apa-apa dan mencium pipi Manda.
"Ma, Mama sudah tahu kenapa dengan anak kita beberapa hari ini? Dia terus-terusan pulang sambil tersenyum. Apa mungkin anak kita sedang jatuh cinta Ma?" tanya Arka.
"Jatuh cinta?"
"Iya Ma. Anak kuliahan seperti Daniel pasti lagi kasmaran," prediksi Arka.
"Jika memang Daniel jatuh cinta, tapi jatuh cinta sama siapa ya Pa. Mama tidak terima jika anak kita menikah dengan sembarang perempuan. Mama akan menyelidikinya Pa," ujar Manda serius.
"Mama mau sewa orang?"
"Iya Pa. Calon menantu kita harus jelas bibit, bebet dan bobot," sahut Manda.
Manda menyuruh berapa orang untuk menyelidiki siapa gadis yang dekat dengan Daniel. Manda mau menyelidiki apa benar jika Daniel sedang dekat dengan perempuan.
***
"Bagaimana? Apa kamu mendapat apa yang aku suruh?" tanya Manda sambil duduk bersama Arka.
Untuk menikmati sore hari, Manda sering mengajak sang suami minum tes bersama. Manda kembali menuangkan teh hangat ke dalam gelas Arka yang sudah kosong.
"Sudah Nyonya, semuanya ada di dalam dokumen."
"Kamu jelaskan saja, aku malas membacanya," kata Manda dengan mencicipi teh.
"Berdasarkan dari hasil penyelidikan saya, Tuan Daniel saat ini sering melirik seorang perempuan bernama Bella."
"Siapa Bella itu?" tanya Manda meletakkan kembali gelas.
"Bella adalah gadis yang berasal dari kampung. Dia bisa sekolah di universitas karena mendapatkan beasiswa. Selain itu, dia juga bekerja di beberapa tempat untuk memenuhi kehidupan masa depannya."
"Lanjutkan baca semua," suruh Manda.
Setelah dua puluh menit berlalu, baru identitas Bella terungkap semua. Manda segera memberi uang dan menyuruh dia pergi.
"Apa yang Daniel sukai dari seorang gadis kampungan. Pa bagaimana ini, mama tidak mau jika Daniel pacaran atau menikah dengan gadis itu. Pasti gadis itu hanya mau memperalat Daniel. Mama ingin memisahkan mereka sebelum terlambat. Selama ini mereka juga jarang berinteraksi, pokoknya Mama mau mereka berpisah apapun yang terjadi. Mama tidak mau jika gadis itu mengambil kesempatan dari Daniel," kata Manda dengan yakin.
"Jadi apa yang mau Mama lakukan?" tanya Arka penasaran.
"Bukannya universitas tempat mereka belajar itu adalah universitas yang sering Papa kasih Dana sumbangan?" tanya Manda balik yang sudah memiliki sebuah ide.
"Iya Ma. Terus apa hubungannya Ma?"
"Mama mau Papa mengeluarkan gadis itu dari kampus itu. Jika dia tidak belajar di sana, pasti mereka jarang bertemu," sahut Manda.
"Apa Mama serius?"
"Iya Pa. Mama serius, sangat serius malahan."
"Ini hanya waspada Pa. Kita tidak tau ke depan. Mama mau Daniel harus berpisah sama dia sebelum mereka menjalin hubungan. Mama juga akan menjodohkan dia sama gadis pilihan Mama."
"Tetap saja ini tidak adil Ma."
"Papa cukup ikuti semua perkataan Mama. Mama tidak mau Papa membela gadis itu. Papa harus ingat, Mama adalah istri Papa. Sudah seharusnya Papa membela Mama, bukannya orang asing," kata Manda tidak suka pendapat Arka.
"Bukan begitu maksud Papa Ma. Papa hanya…."
"Hanya apa Pa. Hanya membela gadis itu dibanding istri Papa sendiri. Sekarang Papa tega sama Mama ya," ucap Manda.
"Iya Ma. Papa akan mengeluarkan gadis itu dari kampus," ucap Arka pasrah.
Arka tidak mau jika dia dan Manda ribut. Jika Manda marah, Manda bisa berbuat nekat lagi. Bisa-bisa nanti Manda malah meminta cerai. Arka sangat mencintai Manda. Sejahat apapun Manda, Arka yakin jika Manda masih ada hati nurani.
***
Manda pergi ke kampus untuk melihat sendiri Bella dikeluarkan dari kampus. Sekalian Manda ingin melihat langsung wajah yang bernama Bella. Manda pergi sendirian diantar oleh supir.
Dengan langkah anggun Manda keluar dari mobil. Manda tidak peduli dengan tatapan mahasiswa kepada dia. Manda terus berjalan ke arah ruang rektor.
"Jadi bagaimana Pak? Apa yang bernama Bella sudah keluar dari sini universitas ini?" tanya Manda langsung kepada rektor universitas tanpa basa basi.
"Iya Nyonya. Kami sudah mengeluarkan dia dari sini. Sebentar lagi dia akan mendapatkan surat dikeluarkan dari universitas ini. Dia akan kami kirimkan lain universitas lain," sahut kepala rektor.
"Apa maksud perkataan Bapak?" tanya Manda tidak mengerti.
"Begini Nyonya, karena Bella akan dikeluarkan dari universitas ini, maka kami sepakat mengirim Bella ke universitas lain. Bella adalah gadis yang sangat pandai. Sejak sekolah dia sering jadi juara umum. Di universitas nilai dia juga bagus. Jadi dengan adanya surat ini, Bella bisa kuliah di universitas lain dan masih mendapatkan beasiswa."
"Tidak, pokoknya saya tidak setuju. Saya ingin Bapak mencabut surat rekomendasi itu. Jika dia masih mau kuliah, biar dia cari biaya sendiri," tolak Manda.
"Tapi Nyonya, jika Bella tidak ada beasiswa maka terlalu berat buat Bella. Hal ini akan berpengaruh besar terhadap kehidupan dia nanti. Bella bukan berasal dari keluarga berada. Dia juga tinggal sendiri di kota sambil kerja sambilan," bantah kepala rektor.
Kepala rektor sudah tau identitas Bella. Sejak dia dikabari untuk mengeluarkan Bella, kepala rektor langsung mencari data. Dia kasihan melihat Bella yang status dia sangat menguntungkan universitas dikeluarkan begitu saja.
"Itu terserah dia. Sudah untung saya tidak menuntut dia membayar semua uang kuliah selama ini. Saya tidak mau sumbangan suami saya dipakai buat dia lagi," ujar Manda.
"Jika Bapak tidak mau menuruti permintaan saya, saya akan menyuruh suami saya untuk menggantikan sumbangan donasi rutin kepada universitas lain. Masih banyak universitas lain yang butuh bantuan donasi," ancam Manda.
Kepala rektor yang tidak memiliki pilihan akhirnya mengeluarkan Bella secara sepihak. Pihak universitas tidak mengatakan alasan yang jelas kepada Bella. Bella yang tidak bisa kuliah di sana lagi memilih sambung di universitas lain.
Bella menggunakan tabungan kerja dia dan sisa uang beasiswa untuk mendaftar kuliah lagi. Bella tidak memiliki pilihan lain. Bella ingin kuliahnya bisa tamat. Bella bahkan menambah jadwal kerja agar pemasukan semakin banyak.
***
Beberapa hari kemudian Manda bertemu lagi dengan Bella secara tidak sengaja. Mereka bertemu pada sebuah restoran, restoran tempat Bella berkerja. Pada saat itu Manda tidak sengaja menabrak Bella karena fokus pada HP. Manda sedang mengabari Arka tempat makan siang mereka.
Bella yang sedang membawa minuman minuman tersebut jatuh. Bella tidak sempat menghindar. Minuman itu tumpah pada pakaian milik Manda.
Bersambung....
Rekomendasi novel buat kalian dari author lainnya yang juga tidak kalah seru. Novelnya sangat keren dan bagus sambil kalian menunggu up saya selanjutnya.