The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 99



Xuan yang turun kedunia manusia ingin langsung mencari keberadaan dai luan tapi ia urungkan hingga pada akhirnya ia lebih memilih untuk mencari keberadaan so ah terlebih dahulu.


Ia bisa dengan jelas merasakan energi spiritual yang hampir terasa mirip dengan energinya dari arah timur, energi spiritual yang lembut dan samar itu tapi disaat yang sama terasa kuat itu memanggilnya.


Ia langsung melesat dengan cepat menuju kearah dimana energi itu berada karena hatinya terasa digaruk dengan kasar.


Semakin dekat dengan tempat dimana ia merasakan energi samar itu ia bisa merasakan banyak energi mahluk spiritual ganas yang mengarah ke pusat energi itu.


"Apa yang sedang terjadi !"desisnya.


Xuan memicingkan matanya melihat para hewan-hewan dan monster ganas dari dunia bawah belarian dengan gila ke arah yang sama, ia tanpa menunggu apapun langsung ikut melesat kearah timur.


Hal yang pertama ia lihat adalah seorang wanita yang meringkuk ketakutan terpijok disudut pohon tua berumur ribuan tahun dikelilingi para hewan buas dan diantaranya xuan melihat lelaki tanpa pakaian berdiri dengan gila didepan wanita itu.


"So ah !"desis xuan geram karena melihat lelaki tak tahu malu itu.


Disisi lain so ah meringkuk ketakutan, ia bisa merasakan punggungnya menyentuh permukaan cekung dari pohon besar ini yang mungkin saja akar tuanya.


Para mahluk buas dan mengerikan mulai berkumpul semakin banyak mengelilinginya dari segala arah.


Ia tak berani melihat lagi ditambah srigala yang berubah bentuk menjadi manusia itu tak memakai sehelai benang ditubuh mereka dan hal itu sangatlah cabul menurutnya, ia hanya bisa terus meringkuk melindungi perutnya.


"Cih, kenapa aku tak bisa memecahkan tabir pelindung ini !"desis lelaki itu kesal dengan tabir pelindung yang melindungi tubuh so ah, semua monster buas yang ikut berkumpul disanapun mengalami hal yang sama.


"Pergi... pergi..."ucap so ah dengan suara gemetaran.


"Hahaha pergi ?!... jangan bodoh... mana mungkin kami meninggalkan mangsa yang sangat nikmat"desis lelaki kasar.


"Benar, disini kami berjumlah banyak dan jangan harap kami akan melepaskan mangsa buruan kami hahahaha..."lanjutnya.


"Hahaha benar sekali gege, lagipula sangat jarang kita bisa menemui manusia beraroma senikmat ini... atau mungkin kita harus membudidayakannya terlebih dahulu sepertinya tubuhnya juga nikmat hahahaha"kata lelaki disebelah pria itu.


"Hhmm... sangat bagus... bagus sekali idemu hahahaha"jawabnya sembari tertawa cabul.


"Kau ingin menyentuhnya heh rendahan"desis xuan dingin.


Mata phonix tajam semerah darah itu menatap malas para mahluk bodoh disekelilingnya.


"Siapa... siapa kau !!"bentak lelaki itu marah.


"Hahaha dasar mahluk hina..."ucap xuan yang terus berjalan dengan santai menuju ke arah gerombolan srigala cabul itu.


"Cih sombong... lihat saja akan ku cabik daging-dagingmu ! "ucap lelaki srigala itu murka, ia memerintahkan seluruh monster yang ada di sekeliling mereka untuk menghancurkan lelaki sombong itu.


Semua monster yang ada di hutan timur ini menuruti semua perintahnya karena ia yang diperintahkan yang mulia raja zheng bai dari dunia bawah untuk membuat semua monster ganas menurut pada perintah dunia bawah.


Semua monster datang menyerang xuan dari berbagai arah dan yang diserang hanya diam menatap sekelilingnya dengan tanpa minat dimatanya itu.


"Mati..."desisnya santai.


Seketika itu lautan api berwarna merah yang diam-diam xuan beri sedikit api hitam didalamnya keluar membakar seluruh tubuh monster-monster buas itu.


Teriakan nyaring dan mengerikan terdengar dari sekitarnya, rasa sakit yang membakar tubuh mereka hidup-hidup menjadi tontonan yang membawa terror.


Pemimpin kawanan srigala itu menggeram tanpa sadar, ia mulai waspada kepada orang yang tak dikenal didepan mereka ini yang dengan mudahnya mengahabisi nyawa hampir dari sebagian monster buas dihutan timur ini.


"Jika kau berani mendekat akan kubunuh wanita ini !"ancam lelaki itu kepada xuan.


"Bunuh ?"tanya xuan dengan suara mengejek.


"Kau !"jawab lelaki itu yang mulai tersulut emosi langsung berubah menjadi srigala besar mengerikan yang berbalik arah dan menghantamkan tubuhnya sendiri ketabir pelindung yang melingkupi tubuh so ah.


"Aaa... hiks hiks"ucap so ah ketakutan, air matanya mengalir deras karena guncangan yang sangat hebat terasa di sekitarnya.


Xuan yang melihat so ah ketakutan menatap datar srigala gila yang sedang menggertaknya, sampai tiba-tiba sebuah rantai keluar dari dalam tanah melilit tubuh srigala besar itu. Lilitan yang semakin kuat dan terus menjadi kuat membuat srigala besar itu melolong dengan menyedihkan, lolongannya yang didengar kawanannya langsung membuat para kawanannya berbalik menyerang xuan.


Gerombolan yang sudah berubah menjadi srigala itu berlari dengan ganas menuju xuan.


"Ingin menyerangku ?? Hahahaha lihat"ucap xuan tertawa malas.


Sampai kemudian terdengar sebuah auman yang siapa saja mendengarnya akan merinding, tubuh yang terlilit rantai itu hancur terpotong-potong dengan sadis, darah dan organ tubuh yang tercerai berai menyembur kesegala arah dan hal itu tepat dilihat didepan mata so ah.


So ah hanya bisa terbelalak tanpa bisa berkata apapun dengan kejadian yang tejadi tepat didepan matanya apalagi sebagin darah ikut menyembur kearahnya membasahi sebagian jubah hitamnya.


Auman-auman penuh amarah dan rasa dendam datang dari gerombolan srigala hingga sebagian dari mereka sepertinya berubah fikiran dan merasa takut.


"Hahaha kalian ingin keluar ?"tanya xuan santai.


"Ahh tapi sayang aku merasa kebosanan... tingkah kalian kurang menghiburku jadi... matilah"lanjutnya lagi, seketika itu ceceran darah tertumpah diatas mayat-mayat lainnya yang saling tumpang tindih menjijikan.


"Hiks.. hiks.. pergi..."ucap so ah ketakutan.


Xuan menunduk menatap tubuh ringkih yang terlihat kurus dalam balutan jubah lusuh. Melihat tubuh yang terus gemetaran hebat tepat didepan matanya, xuan merasakan sesuatu yang berbeda dari dalam dirinya. Ia mengulurkan tangannya tapi tak direspon wanita yang sedang menutup matanya dengan ketakutan ini. Bisa ia lihat bulu mata lentik yang terkulai takut sedikit gemetar dan bisa ia lihat bekas air mata disana hilang di perbatasan penutup wajahnya.


"Jangan takut"ucap xuan yang entah kenapa merasa aneh, tercekat mendengar suaranya sendiri.


So ah mendongak melihat lelaki yang berdiri menghalu sinar matahari, suara dingin yang sangat ia rindukan memasuki indera pendengarannya. Aura berat berbahaya yang sangat familiar baginya membuat so ah tak bisa menahan isak tangisnya.


"Xuan hiks.."ucap so ah terisak, matanya berkaca-kaca dengan menyedihkan.


"Itukah... itukah kau ??"tanya so ah dengan suara tertahan.


"Jangan menangis"ucap xuan dengan suara dingin.


"Tidak... aku hiks aku..."so ah tak bisa menahan rasa sesak didadanya.


Xuan yang melihat so ah menangis langsung memeluk tubuh ringkih yang masih duduk ditanah itu dengan erat. So ah bisa merasakan tubuhnya yang dipeluk lelaki yang merunyamkan segalanya, tapi disaat bersamaan ia tak bisa menampik fakta bahwa lelaki inilah yang melindunginya.


So ah menangis dengan putus asa didalam pelukan xuan, ia tak bisa berkata apapun tentang kegelisahannya, ketakutannya, dan bagaimana ia melalui hari-hari yang sangat menyiksa ia tak bisa mengatakannya.


So ah tak perduli jika air matanya membasahi pakaian agung lelaki yang sedang memeluknya ini, ia tak perduli tubuh kotornya mengotori pakaian bersih xuan.


Ia tak perduli.


Ia sangat putus asa.


Ia takut jika apa yang ia lihat adalah halusinasinya saja.


Dan ia hanya berharap jika segalanya tidak menjadi mimpi indahnya saja.


Atau mungkin mimpinya menuju dewa kematian.


Ia tak perduli.


Ia hanya rindu...


Ia hanya ketakutan...