The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 76



Zheng ji yang melihat weida de tianghuang menutup mata dan terlihat sangat lemah langsung memerintahkan semua pasukan untuk menyatukkan kekuatan mereka dan menyerang weida de tianghuang tapi tak mereka sangka tiba-tiba saja datang beberapa ribu pasukan yang menjadi benteng kuat untuk weide da tianghuang.


"Ampuni kami weide da tianghuang"ucap Feng Li, raja dari klan harimau.


Ia membawa semua pasukan kekaisaran dunia atas, Xuan melihat tatapan mata tegas dan jujur dari lelaki didepannya ini langsung membuat sebuah portal besar yang hanya menyelubungi pasukan dunia atas.


"Apa... apa yang akan anda perbuat weide da tianghuang ???"tanya feng li kebingungan.


"Kalian tak pantas mati disini... yang agung ini memerintahkan kalian semua untuk tetap berada didunia atas dan buat kubah pelindung dengan gabungan kekuatan kalian sekuat-kuatnya"ucap xuan memberi perintah.


Para pasukan yang dibawa feng li yang bingung dengan kata-kata weide dai tianghuang harus menelan rasa penasaran itu karena mereka langsung dikirim kembali kedunia atas, mereka langsung melaksanakan perintah dari weida de tianghuang mereka. Dai luan yang juga ikut serta terlempar kedunia atas dalam keadaan diikat oleh kekuatan spiritual milik xuan, ia tidak bisa berbuat apa-apa.


"Tiddaakkk.... tuanku... anda jangan gegabahhh !!!!"teriak dai luan keras karena ketika ia akan mengatakan sesuatu kepada xuan dengan telepati pikiran selalu gagal karenanya dai luan terus berteriak kacau.


Semua mahluk didunia atas mendengar apa yang dikatakan dai luan langsung terhenyak. Mereka merasa bersalah dan tau bahwa Weida de tianghuang sekalipun dijuluki iblis kejam dan bengis tetap akan melindungi mereka sebagai rakyat yang ada dibawah naungan yang agung.


Zheng ji yang tertawa terbahak-bahak karena pasukan dunia atas yang terlihat seperti melarikan diri bertambah pongah dan sombong. Ia merasa bahwa weide da tianghuang memang harus turun tahkta.


Zheng bai menatap weida de tianghuang dengan tatapan mencemooh dan penuh dengan hinaan begitupun dengan para pengikutnya.


Luka yang xuan terima memang tepat di titik fatal karena setiap kali ia bersemayam di tempat suci itu karena ia akan menyembuhkan lukanya yang entah bagaimana para pengkhianat ini, ahh bukankah ada wanita ****** itu ?!!..pikir xuan dingin.


Luka fatal itu ia dapatkan ketika ia bertarung dengan ular kuno yang mendiami salah satu sudut neraka dunia bawah tanah yang tak seorangpun bisa masuk kedalamnya. Ia yang saat itu tertarik oleh sebuah permata onyx yang dijaga dengan sangat hati-hati oleh ular itu harus terluka demi sebuah permata yang bisa menawarkan segala racun mematikkan...


Xuan mengangkat dagunya dengan wajah dingin ia menatap seluruh pasukan yang tersisa dengan mata birunya, perlahan mata yang sedang menatap para mahluk penghianat itu berubah menjadi merah darah mengerikan.


Seperti dewa ashura yang bangkit dari neraka pakaian hitam xuan yang penuh dengan darah itu berkibar-kibar mengerikkan. Semua mahluk termasuk zheng ji dan zhi ruo kaget dengan apa yang mereka lihat, mereka pikir weida de tianghuang yang bertumpu pada pedang hitam itu mulai melemah tapi hal yang mereka lihat malah sebaliknya.


Rambut panjang yang semula hitam pekat seperti gelapnya malam mulai berubah menjadi perak. Mata semua mahluk mulai berpusat dimata merah menyala yang menatap mereka dengan tatapan haus darah dengan tanda kobaran api merah yang berada tepat ditengah-tengah antara alis xuan.


Kulit pucatnya yang terlihat sangat kontras dengan pakaian hitam itu mulai merentangkan tangan kirinya. Perlahan pedang putih mulai terlihat digenggaman tangan kiri xuan yang kemudian ia satukan dengan pedang hitam nerakanya.


Ketika kedua pedang itu bersatu, senyum xuan semakin terasa kental dengan hawa membunuh.


"Baru kali ini aku merasakan rasa haus darah yang lebih pekat karena belum pernah ada yang hampir sedikit lagi mengimbangi kekuatanku dan aku bisa merasakan bagaimana rasanya terluka saat sedang bertarung"ucap xuan dengan rambut peraknya yang berterbangan terhembus angin.


"Kau tau eh yang mulia agung raja dunia bawah bahwa kau mengembalikan euphoriaku hingga aku bisa mengingat bahwa aku pernah menghancur seorang wanita ****** karena ia yang dengan beraninya menggoda yang agung ini dengan tampang jeleknya... jika aku mengingat hal itu rasanya aku menyesal memberikkan tubuh ****** itu pada anjing-anjing hutan"desis xuan dingin mengejek.


Zheng ji mulai tersulut emosi karena wanita yang xuan katakan adalah adik perempuannya yang dulunya sangat terobsesi pada pria biadab didepannya itu.


Zheng ji mengeratkan tangannya menahan emosi hingga matanya terbelalak karena pemandangan disekitarnya yang perlahan berubah mengerikan karena kekuatan dari api neraka abadi milik weide da tianghuang.


Banyak dari mereka yang melarikan diri ketakutan dan banyak juga dari ribuan pasukan itu yang menggeliat-geliat tersiksa kesakitan hingga mati tanpa mayat.


Zheng ji yang terbang udara bersama dengan beberapa ratus pasukkannya yang masih tersisa harus berfikir kembali memikirkan cara bagaimana agar weide da tianghuang tidur panjang.


"Cih tidak ada cara lain...."pikir zheng ji mulai terbawa emosinya.


"Zhi ruo kau siapkan racun kuno tadi dan tambahkan banyak dosis didalamnya... aku yakin weide da tianghuang takkan sekuat itu"bisik zheng ji pada zhi ruo.


Zhi rou langsung memberi kode pada para pasukkan pemanah agar bersiap dan zheng ji yang melesat langsung melawan weide da tiang huang. Dan sekali lagi pertarungan mereka menjadi lebih ganas dengan hujan panah beracun yang terus ditembakkan pasukkan pemanah yang di pimpin zhi rou.


Mereka berhari-hari bertarung tanpa henti hingga membuat dunia manusia memiliki banyak guncangan bencana alam .


Zheng ji dengan kekuatannya menyerang xuan, lubang-lubang besar mulai terbentuk dari pertarungan mereka. Pedang yang saling menghantam satu sama lain pun menambah suasana mengerikan diantara mereka berdua.


Petir yang terus menyambar dengan awan hitam gelap mulai terlihat seakan langit akan jatuh.


Bumm...


Bumm....


Dduaarr....


Zheng ji dan xuan sama-sama menjauh satu sama lain. Xuan yang tersenyum sinis sangat kontras dengan wajah zheng ji yang terlihat hampir sekarat.


"Hahaha keluarkan semua kekuatan spiritualmu eh raja agung kecil"kata xuan dengan nada dingin mengejek.


Pertarungan yang berlanjut lagi dengan keganasan disetiap hempasan kekuatan dan pedang itu membuat xuan menyertai api biru dan hitamnya itu beradu dengan api merah menyala milik zheng ji, api yang saling memakan satu sama lain sama halnya seperti tuan mereka hingga tiba-tiba seorang wanita yang sangat xuan kenali berdiri tepat didepan mereka berdua saat xuan yang akan menebas kepala zheng ji.


"Kumohon akhiri pertarungan ini"ucapnya lemah.


"kumohon jangan bunuh suamiku, He Jun Lianxu"ucap wanita itu memohon belas kasihan xuan.


"Atas dasar apa kau memanggil namaku tanpa rasa hormat ?"ucap dingin xuan.


Wanita yang dulu pernah hampir ia cintai malah berkhianat dan memilih lelaki lain dan xuan yang melihat perut buncit wanita itu sedikit mendecih.


"Pergi dari hadapanku... jika aku melihat kalian aku pastikan aku akan membunuh kalian !!!"desis xuan dingin.


Aura yang keluar dari tubuhnya tidak main-main lagi seperti sebelumnya, aura mengerikkan itu bertambah besar dan mulai menyelubungi diri xuan hingga terdengar suara ledakan yang amat sangat besar menghanguskan segala sesuatu yang berjalan puluhan ribuan kilo meter di setengah kawasan dunia bawah hingga menembus ke dunia atas.