The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 246



Geraman beberapa mahluk buas mulai mengelilingi tubuh so ah. Ia memandang dingin para mahluk buas di sekelilingnya.


Ia memejamkan matanya, merasakan banyak energi spiritial kosong yang berjalan kearahnya.


Mahluk buatan.


Tanpa kehidupan.


Mereka harus saling memangsa satu sama lain agar tetap bertahan hidup.


Siapa inang para mahluk ini !!


So ah mengangkat tangannya dan seketika banyak sulur besar pohon yang membelit tubuh para binatang buas. Sulur keras itu terus merambat, bergerak hidup mencari sisa-sisa binatang buas spiritual yang masih ada.


Gerakan hidup dari dalam tanah yang tiba-tiba, membuat para binatang buas spiritual dunia bawah waspada. Tapi, mereka tak bisa menghindari belitan sulur yang bagaikan belitan ular buas raksasa itu.


Tubuh-tubuh buas mereka dalam sekali cengkeraman telah remuk dan mati.


Genangan darah hitam menjijikan telah memenuhi hampir seluruh bagian dari wilayah kerajaan dunia bawah.


Api biru yang tak pernah padam.


Sulur raksasa yang bergerak hidup, tak terbakar oleh api ganas itu.


Gemuruh besar telah so ah buat karena sulur-sulur itu telah memenuhi hampir seluruh bagian tanah diwilayah dunia bawah.


Kini, tubuh so ah diangkat oleh satu sulur miliknya yang bergerak hidup menuju tempat dimana yuan dan cheng rou berada.


Ia hanya diam menatap apa yang telah ia lakukan.


Sebelum kematiannya, ia bisa mengingat jelas siapa yang menancapkan pedang dan belati itu pada kakaknya yang masih remaja.


Ia mengetahui apa yang telah wanita itu lakukan pada keluarganya.


Ia tahu apa yang wanita itu buat untuk memenuhi keserakahan dihati hitamnya itu.


Semakin so ah mengingat ingatannya yang telah terpotong-potong itu, semakin ia merasakan kesakitan nyata dihatinya.


Rakyatnya.


Keluarganya.


Buah hatinya yang tak sempat melihat dunia.


Dan juga suaminya.


Tatapan mata so ah bertambah tajam. Sulur dibawah kakinya mulai tumbuh semakin tinggi.


Lubang besar panjang, telah terbentuk kacau akibat sulur yang bergerak hidup itu.


Darah hitam yang membentuk genangan-genangan besar yang berada di cela-cela sulur besar telah menghiasi dunia bawah.


Chen qu disisi lain, yang tadinya tengah tertawa terbahak-bahak karena pasukan dunia atas terlihat akan mulai menyerahkan diri mereka. Ia harus tersentak kaget karena keberadaan sosok lain dan juga sesuatu yang lain.


Wajahnya sedikit memucat.


Anak-anaknya telah mati, peliharaan yang begitu ia cintai telah mati. Sekali lain, chen qu memastikan hal itu dengan menyebarkan sedikit energi spiritualnya dan tetap saja hasilnya sama.


Ia melirik mahluk-mahluk buas yang kemungkinan besar hanya tersisa di padang kematian ini.


"Bajingan busuk !!!... siapa yang berani mengusik peliharaanku !!!", desis marah chen qu.


Ia melirik dingin sosok yang kini tengah berdiri diantara dua tiang dimana tubuh long dan zhe ze berada.


Yi kini berada di depan seluruh pasukan dunia atas. Lelaki itu kini telah mengeluarkan tiga ekor rubah miliknya yang terlihat melambai-lambai seperti lambaian api merah panas.


Yi selama perjalanan ke lembah atau lebih tepatnya padang terkutuk ini, merasakan bahwa energi spiritualnya yang tadinya sangat-sangat kering terasa seperti tersiram air hujan sejuk.


Ia bisa merasakan bahwa tubuh immortalnya secara cepat menyembuhkan luka-luka disebagian besar tubuhnya, bahkan ia bisa mengeluarkan ekor rubahnya.


"Apa kau yang telah membunuh mahluk-mahluk itu !!!... bajingan, seharusnya aku mencincang tubuhmu !!!", ucap marah chen qu.


Yi hanya diam.


Ia mengambil pedang secara acak dibawah kakinya. Pakaian atasnya yang telah compang-camping kini ia sobek dan ia buang sembarangan.


Yi merasakan sebuah tanda aneh di bahu yang sebelumnya telah di pegang so ah. Ia meliriknya dan ia tahu bahwa kini nyawanya telah berada ditangan tuannya.


Yi tak berharap lebih, selagi ia bisa melindungi so ah sebagai bayanganpun tetap akan ia lakukan. Ia juga sedikit berfikir hal aneh, kenapa kekuatan spiritual miliknya bisa kembali dengan cepat hanya karena perjanjiannya dengan seorang manusia... mengkesampingkan hal itu. Ia membebaskan long dan zhe ze.


Long yang masih tadinya berada dibawah pengaruh yuan, tersadar karena tepukan keras yi yang memotong ilusi dari yuan.


Sedangkan itu, zhe ze yang tadinya tak sadarkan kini telah terbangun. Ia menatap linglung sekelilingnya, dan langsung memeluk tubuh long.


"Long, bergerak cepat", desis yi dingin.


Dan mereka dihadapkan oleh ribuan pasukan dunia bawah dengan ratusan pasukan dunia atas dibelakang tubuh mereka.


KRAKKKK..


WUSSHHHHH....


BRAAKKKK...


BRAKKKKKKK...


BLEEDAAARRRRR.....


So ah menghempaskan tubuh cheng rou dengan sulur-sulur miliknya yang bergerak hidup terus menyerang tubuh wanita iblis itu. Tubuh cheng rou terhempas masuk kedalam bangunan istama kerajaan dunia bawah yang berada dibelakangnya.


Sontak saja, karena hantaman keras dan juga serangan bertubi-tubi dari sulur-sulur yang saling membelit seperti ular hidup itu, sebagian besar bangunan istana telah hancur.


Yuan terdiam ditempat.


Segalanya bergerak cepat. Ia tak percaya dengan apa yang ia lihat.


So ah yang berdiri diatas sulurnya diam menatap tajam kearah dimana tubuh cheng rou berada.


"Hahahahahaha.... hahahahahaha... hahahahaha...", tawa terdengar dari dalam serpihan-serpihan bangunan yang masih tertutupi kabut debu.


Cheng rou yang sebagian jubah miliknya telah hancur, kini menampak wujud aslinya.


Kulit putih pucat, dan urat-urat nadi yang terlihat menonjol jelek diwajah pucat itu itu. Biru, hitam, dan merah terlihat sangat jelas. Tubuh kurus kering hanya menyisakan kulit dan tulang itu berjalan santai sembari mengibaskan rambut panjang tak terurusnya.


Mata cekung cheng rou membidik dingin so ah yang berada diatasnya. Ia terlalu menyepelekan manusia hina itu.


"Hahahahaha... bagus... sangat bagus... kalian berani mengganggu ratu ini hahahaha", desis dingin cheng rou.


So ah yang mendengarnya bisa tahu bahwa sosok yang kini terlihat begitu mengerikan itu adalah sosok yang dulu telah menghancurkan dan mengorbankan ribuan mahluk demi keinginannya yang serakah itu.


"Lihat saja, huandi akan menghabisi kalian hahaha lihat saja hahahah... sebelum itu, aku harus mencari tubuh pengganti", desis cheng rou.


Ia merentangkan tangannya, dan secara tiba-tiba ribuan mahluk hitam mulai mengelilingi tubuhnya.


So ah yang melihat hal itu, tidak tinggal diam. Ia dengan pikirannya, menyerang cheng rou. Sulur disekitar cheng rou bergerak hidup dan mengurung tubuh kerangka itu.


"****** !!!.. lepaskan ratu ini... ****** !!!..", teriak marah cheng rou.


Mata wanita itu melotot tajam. Cih, jika tadinya ia tidak melihat wajah manusia itu yang ternyata terlihat begitu immortal seperti kecantikan surgawi. Ia takkan berhenti untuk mengambil alih tubuh manusia itu dan berakhir ditempat ini.


Cheng rou juga merasa tertipu saat melihat sosok kaisar agung dunia atas yang berbanding terbalik dengan weida de tianghuangnya.


"Bedebah seperti kalian harus mati !!!..", desis marah cheng rou.


Ia memanggil zheng bai. Tapi, ia tak mendapat respon apapapun dari lelaki itu.


"Siapa yang kau cari", desis yuan dingin.


"Kau pasti mencari raja kerajaan ini kan, cih raja pecundang atau mungkin ia telah kau bunuh disuatu tempat", desis yuan dingin.


So ah yang mendengar ucapan yuan, sedikit terdiam. Ia kembali mengingat ratu dunia bawah yang telah menyelamatkannya.


Tapi, ia dikagetkan dengan sebuah suara.


"Hahaha, kaisar agung terlihat begitu mempunyai mulut yang licin", tawa sebuah suaranya khas.


Zheng bai berdiri dengan tubuh jing mei yang berada digendongannya. Sebagian besar tubuh lelaki itu terlihat penuh debu dan kotor. So ah tau apa yang terjadi.


"Hoooo... ternyata manusia ini begitu pintar menjadi barang tak berguna heh", sindir zheng bai yang melirik so ah.


So ah diam.


"Berikan tubuh ratu padaku !..", ucap so ah dingin.


"Hahaha atas hak apa seorang manusia seperti mu menginginkan ratuku", ucap zheng bai ambigu.


Yuan melirik so ah, tapi so ah hanya mengacuhkan lelaki dibawahnya itu.


"Kau telah menyiksanya bahkan kau dengan tidak manusiawi mengambil darahnya, dasar lelaki busuk", balas so ah dingin.


"Dan kau mengatakan bahwa kau suaminya, lelaki rendahan", ucap so ah lagi emosi.


Yuan yang mendengar ucapan so ah hanya terdiam. Sisi nuraninya terdistorsi.