The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 257



"cih, kenapa kau tiba-tiba menggantikan tubuhku", desis xuan kesal. ia tak bisa mempermainkan naga pelindungnya diluar sana.


"ini giliranku", jawab yuan santai. dan bertepatan dengan ucapannya itu. so ah datang.


"yuan ?", panggil so ah.


".....", yuan tersenyum melihat so ah.


"sepertinya xuan kesal", ucap so ah sembari tersenyum geli.


kedua suaminya terlihat seperti anak kecil jika berada dihadapannya. seperti saat ini, yuan memintanya untuk menyuapi lelaki itu padahal sebentar lagi mereka harus menyambut rakyat mereka.


beberapa roh spiritual teratai dibelakangnya selalu tersipu saat melihat kedua tuan mereka tengah berkasih sayang, dan so ah juga sangat malu. akhirnya setelah beberapa suapan, yuan baru melapaskan istrinya.


perbedaan antara yuan dan xuan terlihat jelas dalam hal berpakaian. jika xuan ia takkan mau repot-repot untuk mengikat tinggi rambut peraknya berbanding terbalik dengan yuan yang akan mengikat rambutnya. seperti saat ini, so ah memasang mahkota kaisar yang sedikit ringat di ikatan rambut suaminya.


"niangg... niang... ah maaf", ucap ying yue cepat, wajah kecilnya memerah malu. ia sudah diajari tata krama khas kekaisaran tapi ia selalu lupa jika itu berhadapan dengan kedua orangtuannya.


"waahh... fuqin.. fuqinnn", ucap yue er dengan mata berbinar saat melihat yuan. ia tahu bahwa ayahnya telah berganti lagi dan rahasia itu hanya mereka dan luan ge yang tahu. selebihnya akan tetap jadi rahasia.


"kemarilah, yue er", panggil yuan lembut.


yue er dengan cepat memeluk tubuh ayahnya, dan ia kemudian didudukan yuan di pangkuannya. mata bulat yue er melihat kearah ibunya yang kini tengah berhias dibantu oleh para bibi roh teratai.


"niang, sangat cantik", bisik gadis kecil itu kagum pada ibunya.


yuan terkekeh.


ia memeluk lembut tubuh kecil anaknya ini dengan penuh kasih sayang.


kenapa ia dulu begitu gegabah dan bodoh ?..


kedua anak ini sangat murni dan rupawan serta menggemaskan, kenapa ia begitu tega pada kedua bayi berharga ini, pikir yuan sedih.


ekpsresinya yang sedih terlihat oleh mata polos yue er. tangan mungilnya menyentuh pipi ayahnya.


"fuqin, fuqin sedih ??", tanga yue er polos.


"tidak, fuqin bersyukur mempunyai kesempatan untuk bertemu dewi kecil seperti mu", ucap yuan sembari mengecup pipi putrinya.


"fuqin, yue er berat... turunkan saja", desis ketus xi yao.


kepala ying yue langsung menoleh cepat, dan gemerincing terdengar darinya. mata jernihnya melotot galak dan pipinya mengembung seperti ikan buntal.


yuan dan xi yao tertawa melihat ekspresi itu.


ying yue yang mendengar kedua sosok yang ia sayangi tertawa melihat ia kesal, ia bertambah kesal.


"muqin, mei mei digertak dua bandit itu ", ucapnya sembari berlari turun dari pangkuan yuan.


Yuan terdiam.


Xi yao terdiam.


mereka di sebut bandit oleh gadis kecil itu ?!..


so ah yang melihat kedua ekspresi syok dari dua lelaki dihadapannya itu tertawa.


"putri muqin sangat cerdas", ucapnya sembari menggandeng tangan xi yao.


Ying yue melihat ibunya tertawa, ia ikut tertawa walaupun ia tak tahu apa yang ditertawakan ibunya.


Akhirnya, setelah sadar dari rasa syok keduanya pergi menyusul so ah.


"luan ge", panggil so ah.


dai luan terdiam. ia begitu bertambah tertekan saat mendengar so ah memanggilnya ge ge dan ia memanggil so ah mei mei kini seharusnya ia memanggil so ah dengan sebuyan yang lebih "layak". setengah harga diri dai luan menangis tanpa air mata.


xuan yang melihatnya dari dalam tubuh yuan, tertawa iblis. ia begitu senang. karena perjajian kecil yang ternyata dimenangkan olehnya membuat dai luan harus menjadi penguasa dunia bawah dan juga harus menahan dirinya agar tidak bertemu dengan putri manisnya. xuan tak ingin anaknya lebih memilih dai luan walaupun secara tidak sadar tapi saat ying yue bertumbuh dewasa hal itu akan terlihat semakin jelas karena ikatan mereka sama seperti ikatannya dengan so ah. dan itu semua demi kebaikan bersama.


xuan yang melihat dai luan masih belum menerima apa yang telah menjadi takdirnya itu mengambil kesempatan licik dan hasilnya dai luan yang frusasti karena merasa bahwa apa yang diucapkan xuan berguna baginya tapi malah menjadi jebakan berbisa untuk dirinya.


.


.


.


.


.


Kedua pasangan agung kekaisaran dunia atas itu memasuki tempat duduk yang paling tinggi untuk penyambutan mereka.


sepanjang jalan menuju tempat agung untuk keduanya, taburan bunga seperti hujan. seluruh rakyat dunia atas mendoakan dan menyanjung kaisar dan permaisuri agung yang tak pernah terlihat sosoknya. Seluruh mahluk dunia atas terpana oleh kecantikan surgawi milik permaisuri agung mereka. dan dua bocah dibelakang keduanya membuat sekuruh rakyat bertambah kagum dan kagum.


begitu sempurna !..


.


.


.


.


setelah berpamitan dengan so ah dan kaisar, dai luan pergi melarikan diri kedunia bawah. ia cukup tertekan didunia atas karena ulah xuan. jadi, dai luan berfikir mungkin lebih baik ia menyerap lebih banyak energi spiritual disana.


Yi, Hui dan Bingbing berjalan mendekati kaisar dan permaisuri agung. disisi lain, hui lan dan xi yao serta ying yue tengah bermain bersama dengan anak-anak seumuran mereka.


"yang mulia kaisar dan permaisuri agung terlihat begitu luar biasa", ucap bingbing.


"jie jie, panggil kami seperti biasanya", ucap so ah sembari tersenyum tulus.


yi terpana melihatnya, tapi yuan lebih cepat menyadarinya tapi ia hanya diam.


"hahaha... baiklah, baiklah mei mei... kau membuat beberapa putri cantik dari klan duyung tersaingi", bisik bingbing telah berubah dalam mode dirinya yang lain.


"hahaha... mereka panas melihat suami ku ini, jiejie", ucap so ah lembut.


"ck, mereka takkan bisa mendahuluimu... lihatlah kau sudah punya satu putra mahkota dan satu putri menggemaskan lainnya... ahh aku begitu iri dirimu mempunyai seorang putrii~~... aku bosan menatap wajah kaku di kediamanku", ucap bingbing.


Hui terdiam.


Yuan tersenyum dalam.


"Istri, apakah kaliab membicarakan kekurangan kami ?", tanya yuan tersenyum semakin dalam, diikuti hui yang juga tersenyum.


"ah, yang mulia kaisar agung, sepertinya akan ada calon penerus lain dari kediaman kami, jadi pemimpin klan ini mengundurkan diri", ucap hui sopan.


"sepertinya kaisar agung ini juga, akan memberikan adik lain untuk putra mahkota dan juga putri", ucap yuan tersenyum ambigu.


so ah dan bing bing terdiam.


yi juga hanya bisa terdiam, datar tak bisa berkata apapun karena disini hanya ia yang belum mempunyai pasangan.


Yi menghela nafas, ia terlihat seperti kambing kebiri disini.