
Disisi lain, didunia atas yuan yang sedang bermeditasi memperlihatkan raut muka yang tidak biasa. Ekspresi wajah yang biasanya datar tanpa emosi itu terlihat sedikit mengerut dalam dengan kedua alis tegasnya yang terlihat mempertahankan ketenangannya, aliran kekuatan spiritual yang berada disekitarnya sedikit kacau karena perubahan didalam tubuhnya yang sedang duduk tenang itu.
Sedangkan didalam tubuhnya sendiri, yuan sedang perang dingin dengan xuan yang terus saja mengabaikannya.
"Apa yang kau mau ?"tanya xuan tiba-tiba, ia masih menutup kedua matanya dengan tenang.
"Pergi dari tubuh ini"desis yuan dingin.
"Bukankah sudah kukatakan berulang kali bukan... yang seharusnya hidup bukanlah kau tetapi aku tapi kau dengan serakah berusaha untuk hidup dengan jiwa mahluk lain... hahaha atau mungkin kau mendapat julukan baru hmm kaisar agung parasit"ucap xuan tajam.
"Kau !"ucap yuan yang tak bisa lagi berkata-kata. Ia merasa tertohok dan tak terima dengan apa yang xuan katakan, rasa emosi yang dalam secara cepat menyeruak keluar membentuk sebuah murka.
"Kaisar agung parasit ini sangatlah tidak sabaran cih"desis xuan bosan.
Xuan dengan kejam mengeluarkan rantai hitam legam bercampur api gelap membara menyerang jiwa yuan secara tiba-tiba. Mata phonix tajamnya menatap malas kearah yuan yang sedang berjuang memotong semua rantai-rantai tajam penuh dengan api hitam gelap itu.
Pedang perak yang terlihat sangat kontras dengan warna gelap rantai menari dengan gesit dibawah ayunan tangan yuan, ia memotong rantai-rantai hitam yang bagaikan sulur tanaman hidup itu dengan sadis.
"Kau... apa yang ingin kau lakukan !"desis yuan tajam takkala salah satu rantai dengan ujung tajam menusuk bahu sebelah kirinya.
"Mengurungmu ah tidak sementara menahanmu cih... apakah kau tau aku sangat ingin membunuh ah tidak tapi meleburkan setengah kekuatan suci itu dan mengeluarkannya dengan paksa dari jiwamu"ucap xuan terlihat seperti manusia gila yang berbicara sendiri.
"Aku takkan membiarkan hal itu terjadi !"jawab yuan dengan cepat ia memotong aliran rantai yang menusuk bahu kirinya tapi sayang secepat dirinya membelah rantai iti secepat itu pula rantai-rantai iti melilit tubuhnya dengan kuat.
Terdengar geraman rendah dari mulut yuan ketika semua tubuhnya tak bisa bergerak seperti di paku habis tertancap dengan ganas, kobaran-kobaran api hitam yang ada dirantai kelam itu membuatnya menggertak geram merasakan rasa perih tercabik-cabik menyengat di jiwanya ini.
Xuan yang melihat jiwa yuan mulai kehilangan kesadarnya karena lilitan rantai jiwa itu tersenyum sinis mengejek.
Ia bangkit berdiri dan perlahan berjalan mendekat kearah jiwa yang berada didalam balutan keras rantai jiwa.
"Jika kau mau membuat kesepakatan mungkin saja hasilnya akan mudah tapi cih ternyata kau lebih dari apa yang kukira hahaha tapi hal itu cukup membuat yang agung ini sangat terhibur"ucap xuan dengan wajah tampannya yang terlihat bengis.
"Cih kesepakatan apa yang kau bilang !... itu tidak lebih dari kau yang ingin bangkit menguasai tubuh ini lagi dan mengacaukan ketiga dunia lagi bukan"desis yuan berusaha keras menahan kesadarannya.
"Hahahaha ternyata kau benar-benar hahaha benar-benar tidak belajar dari pengalaman sebelumnya hahaha.... kau membuatku geli, melihat serpihan kekuatan jiwa suciku sendiri yang berkata adil padahal dihati dan pikirannya sudah dikuasai emosi gila dari sisi jiwa yang lain"desis xuan tertawa mengejek.
Wajahnya yang tampan bagaikan iblis mematikan menatap dingin dan merendahkan kearah jiwa yang sedang dililit rantai jiwa yang berasal dari neraka itu, xuan menatap dingin saat kesadaran yuan semakin tipis dan kemudian hilang menjadi seonggok jiwa yang tak bisa bergerak lagi karena pergerakannya terkunci lilitan kuat rantai neraka itu.
Zheng bai yang berada di kerajaan tertawa gila ketika mendapat laporan dari chen qi dan chen qu yang ia perintahkan untuk mengadu domba keempat kerajaan besar di dunia manusia. Ia bisa melihat hasil yang sangat memuaskan dan sangat tidak sabar untuk turut ikut serta memporak-porandakan dunia manusia dibawah injakkan kakinya.
"yang mulia ketika aku menghancurkan salah satu desa di kerajaan huang yang ada ditimur, aku mencium aroma segar yang langka dari bekas lumuran darah yang tertinggal dari arah selatan menuju desa itu..."ucap chen qu.
"Aroma darah itu terasa sangat segar dan kuat bahkan ada beberapa monster dari dunia bawah datang dari berbagai arah karena aromanya... tapi aroma itu menghilang di sungai dan ketika aku menyusurinya hingga kepemukiman desa manusia tapi aroma itu lenyap bercampur dengan aroma busuk dari manusia-manusia lainnya didesa itu..."ucap chen qu.
"Kau membiarkannya hilang ?!"desis zheng bai geram.
"Maafkan aku yang mulia, aku menemukan aroma itu secara tidak sengaja karena melihat para monster itu yang bertambah buas seakan mendapatkan banyak energi dari sisa darah itu"ucap chen qu.
"Setelah satu bulan menyusuri kami berakhir didesa itu..."ucap chen qi.
"Satu bulan !! Dan kalian dengan bodohnya melepaskan mangsa bagus !!"desis zheng bai murka dengan mata memelotot merah mengerikan, ia mulai merasa penasaran dengan darah mahluk beraroma langka itu.
"Ampuni kami yang mulia... kami tak bisa menemukannya dengan cepat karena para monster itu sudah menjilat habis jejak darah itu..."ucap chen qi.
"ampuni kami yang mulia... hukum kami..."ucap mereka bersamaan.
"Enyah..."desis zheng bai dingin.
Setelah kepergian keduanya, zheng bai berfikir jika para monster itu sangat tertarik memakan darah itu sudah berarti sosok itu bukan mahluk biasa, tapi ia lebih memilih melempar masalah aroma darah menggiurkan itu kebelakang kepalanya.
Sekarang yang terpenting baginya adalah memikirkan cara agar dunia manusia terpecah belah dan ia bisa dengan mudah mendapatkan banyak persembahan darah untuk kebangkitan "dia".
Jing mei yang kandungannya sudah membesar sedang berjalan-jalan disekitaran paviliunnya. Dirinya berhenti sebentar dan menatap air kolam berwarna hitam didepannya, bunga-bunga teratai hitam yang daun hijau gelapnya juga terdapat sembrutan kelam diujung-ujung daun tak dapat mengalihkan pikirannya sendiri.
Ia mengelus sayang perutnya yang sudah membesar itu, hanya menghitung beberapa hari lagi bayinya yang berharga ini melihat dunia bawah yang kejam ini.
"Yang mulia..."panggil seorang pelayan yang membuyarkan lamunannya.
"Ada apa ?"tanya jing mei, hanfu hitam mewahnya sedikit bergetar lembut dibawah gerakannya yang anggun, hiasan rambut yang ikut bergemerincing pelan saat kepalanya menoleh kepada pelayan yang sedang menghadap dibawah kakinya.
"Yang mulia raja memberikan anda sebuah hadiah"jawabnya patuh sembari menjunjung nampan yang ia bawah.
Jing mei membuka nampan itu dan langsung terkejut karena nampan itu berisi sup yang sudah lama sangat ia inginkan. Tapi kenapa lelaki itu baik padanya ?!..
Aroma yang menguar lembut dari uap sup biji teratai dari dunia manusia membuatnya sedikit tergoda, penasaran akan rasa sup hangat dari dunia manusia itu.
"Bawa kembali sup itu kekediamanku"ucap jing mei santai.
Didalam kamarnya, ia duduk memeriksa sup biji teratai dengan jarum peraknya tapi tak mendapatkan apa yang ia pikirkan karena ternyata sup biji teratai ini aman dan tak beracun.
Setengah dari sup itu sudah ia habiskan dan tak tau masa depan apa yang akan menghampiri dirinya, sang burung jelita dalam sangkar mewah kelam yang penuh dengan kejahatan itu.