
Xuan yang menguasai tubuh yuan membuka matanya, tubuh yang duduk bermeditasi mengalirkan kekuatan spiritual bersih disekelilingnya perlahan mulai memberat dan terus memberat serasa mencekik.
Xuan bisa merasakan racun ular kuno milik dai luan mulai menyerap kedalam tubuh ini, ia sedikit mengernyit merasakan racun itu sudah mulai mendarah daging bersatu dengan pembuluh darahnya.
Jika tubuh ini menjadi miliknya secara sempurna mungkin ia bisa dengan mudah mendetoksinifikasinya sendiri tapi sayangnya yuan terlalu keras kepala, ia pikir mungkin yuan hanya mengandalkan setengah darah naga milik bola bulu yang sedang meringkuk disudut ruang dimensi, baobao.
Xuan dengan kejam menekan racun ular kuno di tubuh yuan dengan kekuatannya, ia tau konsekuensi apa yang ia lakukan dengan menekan racun ular kuno ini dimaaa depan dan dirinya hanya acuh.
Setelah sedikit menetralkan dirinya sendiri, ia langsung menganti pakaian kebesaran kaisar agung yang berwarna putih itu dengan hanfu berwarna hitam.
Kain hitam kelam layaknya surai bulu gagak membalut tubuh yang terlihat mengeluarkan aura yang sangat berat disekelilingnya, lebih mengerikan dari yang mengerikan.
Kulit giok agung yang semula sedikit berwarna itu perlahan berubah menjadi pucat, jemari panjang xuan mencengkram pelan pinggiran jendela saat ia memandang keadaan diluar jendela besar ini.
"Hahaha ternyata terlalu banyak hal yang sudah berubah..."ucapnya pada dirinya sendiri.
Mata phonix tajamnya menatap berbagai bangunan megah kekaisaran di dunia atas dengan santai, bibirnya yang tipis itu tersenyum sinis mengejek melihat semua yang ada di hadapannya.
Ia langsung berjalan santai keluar dari paviliun peristirahatannya. Ia yang sangat mengenal lorong-lorong istana kekaisaran bahkan tempat-tempat yang tidak diketahui banyak mahluk ini dengan santainya berjalan menuju ke ruanh dimana singgasana kebesarannya berada.
Jubah hitamnya bergerak mengikuti momentum kuat auranya yang sangat dominan dan terlihat liar berbahaya, para pelayan yang berpas-pasan dengannya menjadi menggigil ketakutan karena aura gelap mengerikan milik kaisar agung dunia atas sangat menekan dan membuat mereka pucat hingga menahan nafas, takut jika helaan nafas mereka membuat sang kaisar agung murka.
"Tempat ini, lorong-lorong panjang ini tak berubah banyak bahkan dengan mata tertutup aku bisa tau dimana tempat-tempat tikus bersembunyi"pikirnya dengan raut muka datar.
Ia menghirup udara familiar yang ada disekitarnya, dirinya sedikit tidak percaya bahwa setelah sekian ribu tahun akhirnya ia bisa bangkit kembali, merangkak dari kematiannya.
Apa yang diinginkan langit dengan membangkitkan dirinya, sang weida de tianghuang yang sangat keji berlumuran darah mahluk-mahluk hidup ?!..
Ia menatap keatas awan-awan putih bersih yang tak pernah bergerak seincipun dari tempatnya.
Ia juga bisa merasakan bahwa tempat yang berada tepat diatas istana besar kekaisaran dunia atas ini masih tertutup, tersegel dengan erat.
Mungkin saja tidak ada yang bisa membuka pintu masuknya... dasar serpihan bodoh, pikir xuan menghina yuan.
Xuan tidak tau bahwa tempat dimana dirinya dulu bersemayam dijadikan sebagai tempat suci dimana tak ada satupun mahlul boleh melangkahkan kaki kesana walaupun pada kenyataannya yuan masih belum bisa memecahkan setengah dari segel penuh yang xuan gunakan untuk menyimpan tempat suci itu. Dirinya juga bisa merasakan bagaimana pedang yang sudah menyatu dalam jiwanya berdenyut merasakan separuh kekuatan rohnya yang berada di atas.
"Tenang, saat ini tidak ada yang lebih mendesak... kau harus melakukan tugas yang sudah ku perintahkan"bisik xuan pada pedang yang tertanam jauh didalam jiwanya itu yang langsung direspon pedangnya.
"Hormat kami kepada yang mulia kaisar agung dunia atas... semoga diberi keabadian langit....."ucap tiba-tiba para prajurit yang memberikan salam kepada xuan.
Para prajurit itu memberanikan diri mereka untuk memberi penghormatan saat tiba-tiba melihat kaisar agungnya yang hanya diam menatap langit, mereka merasa aura kaisar mereka sangat pekat dan berbahaya. Mereka juga sedikit bingung dengan apa yang tengah dilakukan kaisar agung dunia atas yang tak pernah menunjukkan dirinya itu dan jika bukan karena mereka melihat bagaimana rambut hitam xuan terikat dengan cincin mahkota naga yang berada di sana mungkin mereka juga takkan mengenali kaisar mereka sendiri.
Xuan hanya menatap datar kumpulan mahluk didepannya dan ia dengan acuh langsung pergi menghilang.
Beberapa menit setelah kepergian xuan, para prajurit yang sedang berpatroli keliling itu saling berpandangan satu sama lain.
Mereka masih diliputi terror ketakutan walaupun hanya berupa tatapan datar tanpa ekspresi dari kaisar mereka.
"Ahh... iya... kita harus melapor pada jenderal Hui"ucap salah seorang dari mereka.
"Kenapa harus melapor pada jenderal Hui ??... apa hubungannya"tanya temannya.
"Kalian lihat kaisar tadi !.. aku sangat ketakutan, rasanya seperti berada di ujung tanduk menuju kematian dan lagipula yang mulia kaisar agung terlihat sedang dalam kondisi yang tidak baik..."jawabnya sembari menggidik ngeri.
"KALIAN !!... DIAM !"bentak pemimpin para prajurit itu kesal, jujur didalam hatinya juga ia merasakan hal yang sama dari para bawahannya dan lebih lagi karena posisinya yang paling dekat dengan kaisar yang walaupun hanya berjarak beberapa langkah, ia merasa nyawanya seakan ingin melayang meninggalkan tubuhnya seketika itu juga.
Kenapa kaisar agung sangat mengerikan persis dengan apa yang diisukan mereka !..., pikirnya yang dahulu ia juga curi dengar pembicaraan para prajurit muda yang sedang senggang membicarakan berita baru dari seluruh penjuru dunia atas.
"Kau beri tahu yang mulia pemimpin klan rubah untuk memberitahu apa yang terjadi"perintah kepala pengawal itu para bawahannya.
Yi yang sudah diberitahu tentang yuan langsung melesat pergi dari kediaman klan rubah menuju ke istana kekaisaran dunia atas.
Sampai di ruang aula tahta kekaisaran, yo disungguhkan pandangan kosong, sejauh mata memandang ia hampir tak mengenali lelaki yang berpakaian serba hitam dihadapannya itu dan jika bukan karena wajah dan postur yang sama mungkin saja dirinya takkan percaya bahwa orang yang sedang duduk dengan malas di atas sana adalah kaisar dunia atas sekaligus sahabatnya.
"Pemimpin klan rubah ini menyapa yang mulia kaisar agung"ucap yi yang langsung tersadar dari keterkagetannya.
"...."lirik xuan dengan sebelah alisnya yang sedikit menukik keatas.
Hanya ada keheningan setelahnya, yi yang masih bingung dengan apa yang terjadi pada kaisarnya berusaha bersikap tenang.
"Apa yang ingin kau laporkan ??"tanya xuan dengan suara malas, ia dengan santai memakan anggur yang sudah disiapkan disamping tempatnya duduk.
Setidaknya untuk saat ini, ia tak ingin identitasnya yang sebenarnya diketahui karena musuh yang ia tunggu belum memunculkan taringnya.
"Dunia bawah mulai tidak menunjukkan keagresifan mereka lagi yang mulia, menurut laporan dari para jenderal empat arah mata angin mereka melihat para monster yang dikirim untuk mengacau di dunia manusia ditarik mundur hingga saat ini..."ucap yi.
"Apakah kau yakin mereka benar-benar mundur ?... itu hanya trik anak-anak yang bahkan manusia dungu pun sering melakukannya"ucap xuan yang terdengar mengejek.
"Mereka sepertinya sedang menyiapkan sesuatu yang mulia dan raja mereka juga sedang mencari naga pelindung dunia bawah..."ucap yi.
"Naga pelindung dunia bawah ??.."tanya xuan.
"Ya, yang mulia... kita juga belum mendapatkan informasi apapun semenjak pertarungan anda dengan naga pelindung itu dan juga yang mulia permaisuri masih belum diketahui keberadaannya"jawab yi dengan hati-hati mengucapkan kata permaisuri.
Apa yang mereka inginkan dari dai luan, pikir xuan tajam.
"Pergilah, awasi diam-diam setiap portal pintu masuk antara dunia bawah dan dunia manusia..."perintah xuan yang kemudian langsung menghilang dalam keheningan.