The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 59



Hujan deras membasahi seluruh hutan belantara tapi tak membuat tubuh so ah basah karena pohon tua beringin yang melindunginya berbanding terbalik dengan kehebohan di kediaman Qi Rui Wang karena wangfei yang tiba-tiba pergi memasuki hutan itu.


Hujan yang membuat semua pencarian mereka sia-sia apalagi medan hutan yang berbahaya membuat para pengawal dan prajurit terlatih dari kediaman qi rui wang sedikit sangsi. Tapi mereka tetap terus masuk kedalam hutan demi mencari keberadaan wangfei karena jejak yang akan mulai menghilang sangat membuat mereka cemas dengan keselamatan wangfei.


Mama luo yang ada dikediaman Qi Rui Wang sedang bolak-balik kesana kemari dengan cemas. Malam sudah semakin larut ditambah dengan cuaca yang tidak menguntungkan meraka dan dengan terpaksa Ia mengirim surat darurat untuk memberitahukan kaisar bahwa wangfei pergi ke hutan belantara itu dan meminta kaisar untuk mengirim bala bantuan.


Kaisar Qi yang membaca surat itu langsung menggebrak mejanya yang sukses membuat permaisuri Shui Lan terbangun karena tindakannya itu.


"Yang mulia ada apa ??"tanya permaisuri shui lan.


"Qi Rui Wang menghilang di hutan"ucap kaisar.


"Hutan ??!!!... hutan mana ??"tanya permaisuri shui lan yang langsung kaget.


"Sungai Xilang"jawab kaisar menghela nafas berat.


"Astaga...!!!... sungguh itu sangat tidak baik"jawab permaisuri shui lan cemas sembari melihat bahwa hujan semakin bertambah deras.


Cuaca yang semakin memburuk membuat para prajurit yang ditugaskan menjadi kesulitan apalagi ditambah mereka memasuki hutan belantara yang memang tidak pernah dimasuki manusia selama berpuluh-puluh tahun itu. Tanaman-tanaman beracun juga membuat mereka lebih waspada, tergores sedikit saja mereka tak bisa membayangkan nasib hidup mereka dimasa depan.


Cttaaarrrr.....


Gludukkk....


Suara gemuruh dan kilat dilangit malam membuat suasana mencekam didalam hutan rimbun itu. Suara-suara binatang yang terusik karena kehadiran sosok manusia membuat hewan-hewan itu lari tunggang langgang ketakutan.


"Kitaa kembali sekarang !!... jika terus melanjutkan perjalanan tanpa perbekalan dan persiapan yang tepat... kita juga tidak akan bisa menyelamatkan wangfei"ucap komandan prajurit itu tegas dan mereka semua langsung mundur perlahan, kembali ke kediaman Qi Rui Wang.


Permaisuri Shui Lan berjalan mondar mandir, ia merasa cemas dengan so ah yang tiba-tiba saja masuk kedalam hutan itu.


"Jemput mama luo sekarang juga"perintah permaisuri shui lan.


"Baik yang mulia"ucap dayang tua kepercayaannya yang langsung bergegas pergi.


"Yang mulia kita harus bagaimana ??"tanya permaisuri shui lan cemas.


"Tenangkan dirimu lan er...."jawab kaisar Qi.


"Bagaimana aku bisa tenang ??!!... so ah masuk kedalam hutan yang penuh dengan tanaman beracun ditambah lagi disana banyak hewan buas"jawab permaisuri bertambah khawatir.


"Iya aku tau dan seharusnya dari dulu aku membuat tembok penghalang tapi nasi sudah menjadi bubur lan er"jawab kaisar Qi lembut menenangkan permaisuri shui lan.


"Apakah kita harus mengirim surat untuk yuan ??"tanya permaisuri tiba-tiba.


"Tidak... kau jangan bertindak implusif"ucap kaisar Qi.


Mereka berdua hanya bisa terdiam saat mama luo datang. Wajah wanita tua itu terlihat kusut dan berantakan, terlihat guratan cemas dari raut wajahnya.


"Dayang tua ini memberi salam kepada kaisar dan permaisuri kekaisaran Qi"ucap mama luo memberi salam kepada keduanya.


"Mama jelaskan apa yang terjadi ???"tanya Permaisuri.


"Hamba tidak tau yang mulia permaisuri akan tetapi wangfei hari ini ingin berjalan-jalan di jembatan sungai xilang dan ketika hamba ingin menjaga wangfei dari dekat tiba-tiba saja wangfei di bawa sosok berbaju hitam legam"ucap mama luo menjelaskan kondisi yang terjadi sebenarnya.


"Siapa orang itu ??"tanya kaisar qi.


"Hamba tidak tau yang mulia tetapi sosok itu langsung masuk kedalam hutan dan wangfei langsung mengejar sosok itu tanpa menoleh kebelakang lagi"jawab mama luo.


"Apa ??"tanya kaisar qi meyakinkan pendengarannya.


"Itu halusinasi agar manusia yang ada didekat hutan untuk masuk lebih dalam kehutan yang mulia"jawab permaisuri shui lan.


Mendengar ucapan permaisurinya, kaisar Qi mengingat perkataan kaisar terdahulu. Dulu ayahnya pernah berkata bahwa didalam hutan itu banyak sekali sesuatu yang aneh serta berbahaya dan karena hutan itu pula kekaisaran Qi terus berjaya sebab banyak musuh kekaisaran qi yang menyerang dari arah hutan harus kehilangannya nyawanya terlebih dahulu sebelum sampai ke pusat kekaisaran qi jadi sampai sekarang tembok penghalang tak dipasang disana karena hal itu juga sebagai umpan siasat untuk kerajaan lain. Kisah tentang bagaimana mengerikannya hutan itu sudah menjadi cerita yang sangat diketahui oleh rakyatnya tapi tidak dengan rakyat dari kerajaan lain.


"Kapan Qi Rui Wang pulang ke kekaisaran ??"tanya kaisar Qi pada kasim kepercayaannya.


"Mungkin sekitar satu minggu lagi yang mulia atau mungkin beberapa hari lagi wangye akan pulang"jawab kasim itu.


Alis tegas kaisar Qi menyatu membuat kerutan samar di wajahnya. Hujan yang semakin deras membuat suasana didalam istana menjadi suram.


"Kalian semua mundur dan perintahkan semua pasukan khusus kekaisaran untuk mencari keberadaan wangfei besok !!"titah kaisar Qi tegas.


Didalam hutan so ah meringkuk seperti janin, ia sangat kedinginan apalagi ditambah baju dan jubah yang ia pakai sedikit lembab.


Ia dengan lemah menjentikkan tangannya memanggil peri kecil yang biasa menemani dirinya tapi peri itu tak datang seberapa keras ia mencoba hasilnya tetap sama.


Dengan tangan yang terus mengusap perutnya agar tetap hangat, so ah meminum satu pil penyamar aroma untuk berjaga-jaga jika nanti ada sesuatu yang tak ia inginkan datang.


Telinganya mendengar suara hujan yang terus menerus menghantam dedaunan pohon tempatnya berlindung, tetesan-tetesan air hujan yang semakin deras itu merembes sedikit masuk kedalam tempatnya. So ah perlahan mendudukkan dirinya dan sedikit menggeser kearah dahan pohon disebelahnya.


Ia bersandar dengan lelah dan kembali terlelap.


Yi yang ada di dunia atas langsung terbangun dari meditasinya takkala merasakan bahwa hawa keberadaan so ah lenyap dari kubah pelindung yang sudah ia buat.


Dengan cepat yi langsung bergegas pergi melesat kedunia manusia.


Jika so ah sampai pergi tanpa ada yang melindungi, hal itu bisa membuat sebuah malapetaka besar apalagi dengan kondisi tubuh wanita itu yang sedang mengandung calon yang agung.


"Apa yang kalian lakukan !!!"ucap yi pada keempat bawahannya.


"Maafkan kami tuan tetapi kami tak bisa merasakan hawa serta aroma dari permaisuri agung"ucap mereka menundukkan wajah merasa tak berguna.


"Kalian cari permaisuri agung... aku akan pergi menemui yang mulia kaisar agung"ucap yi memberi perintah dan ia langsung melesat pergi menemui yuan.


Yi yang dengan cepat menelepati yuan dalam perjalanannya harus di buat kesal oleh segerombolan srigala siluman.


"Wah wah sang raja rubah dunia atas sedang berkeliaran eh"ucap pemimpin mereka berdesis mengancam.


"Apa urusan mu !!"desis yi balik mengancam, ia sudah sangat lelah dengan masalah yang di timbulkan kaisarnya dan kini permaisuri dunia atas hilang ditambah siluman-siluman bodoh didepannya ini datang kepadanya.


"Hahaha kami ingin inti kekuatanmu... kau sedang sendiri hahaha"ucap pemimpin siluman itu sombong.


Yi menatap malas para siluman srigala didepannya ini. Dengan cepat yi mengeluarkan cakar tajamnya dan langsung melesat memotong leher pemimpin siluman srigala itu.


"Apakah kalian tak mendengar bahwa semua klan rubah dunia atas sudah dibantai habis oleh satu rubah lain hmm"ucap yi dingin sembari mengambil jantung pemimpin mereka. Dari jantung itu keluar sebuah permata hitam kecil yang langsung ia hancurkan didepan mata para siluman itu.


"Kenapa kau memusnahkan inti kekuatan ayah kuu .... dasar rubah brengsekk !!!"jerit sesosok gadis dengan rambut kusut berantakan.


"Nona ayah mu lah yang ingin mengambil inti kekuatanku... dan ohh nona inti kekuatan ayah mu sangat sangat tidak berharga bagiku cih lagi pula jika aku membantai kalian tanpa sebab itu hanya akan menambah daftar panjang pekerjaanku... sekali lagi kalian berbuat demikian dengan izin kaisar agung aku akan membantai kalian tanpa sisa"desis yi sinis dan langsung melesat pergi.


Mereka yang mendengar perkataan yi hanya bisa terdiam ketakutan apalagi saat yi mengucapkan nama kaisar agung dunia atas, mereka langsung melolong ketakutan dengan suara tertahan kecuali wanita dengan rambut kusut berantakan yang menatap punggung yi penuh dendam.