
He jun Lianxu
Kaisar agung dunia atas dengan gelar Weida de tianghuang yang begitu ditakuti oleh seluruh mahluk di kedua dunia.
Xuan berdiri di tengah-tengah daratan terbesar diantara tiga daratan yang masih tersisa di dunia atas.
Daratan yang tadinya berisi istana kekaisaran kini telah rata oleh tanah akibat pertarungan antara dai luan dan wan yu, hanya pilar perak yang berada dijantung istana masih berdiri tegak.
Pilar perak yang berada tepat dibawah tempat suci itu, ia sendiri yang membuatnya. Pilar itu berfungsi sebagai perlindungan ganda ditempat suci sekaligus segel formasi tabir pelindung untuk melindungi seluruh rakyat di kekaisaran ini.
Sekali, ia telah menggunakan formasi itu.
Dan kini ia melihat bahwa formasi telah hancur karena pertarungan antara yuan dan chen qi. Pohon kuno raksasa itu telah melibas habis sebagian tabir di seluruh wilayah darata. Xuan terdiam.
Kenapa dia tidak melihat lagi formasi kuno pilarnya ini !... Salahkan sifat Yin(gelap) miliknya yang tidak mempunyai belas kasih manusiawi. Keadaan jiwanya juga tidak seimbang. Yin(gelap) terbagi padanya, dan yang(Terang) terbagi pada yuan.
Tapi, ia juga menyayangkan yuan yang mengurung seluruh mahluk disini. Xuan terdiam lagi, kedua alisnya mengerut dalam.
Ia berperan besar juga disini. Xuan menghela nafasnya, Ia mengalihkan pandangannya.
Mata merah darahnya melirik tubuh istrinya yang kini tengah memejamkan kedua matanya. Kedua tangan so ah terentang dan ia hanya bisa menatap punggung kecil istrinya itu.
Energi spiritual merah bercampur kuning terlihat melindungi seluruh tubuh so ah. Dan dari kedua tangannya yang terentang itu perlahan energi spiritual murni yang bercampur dengan energi merah miliknya.
Energi itu menyelimuti seluruh wilayah daratan dunia atas.
Seluruh mahluk dunia atas yang telah dibebaskan merasa terancam saat melihat energi spiritual besar yang bergerak cepat menyelimuti seluruh daratan.
"Siapa wanita itu ?", tanya mereka.
"Kalian semua bersiap !!..", ucap mereka yang mengingatkan satu sama lain.
Tapi, belum sempat mereka akan mengeluarkan energi spiritual milik mereka sendiri. Energi so ah lebih dulu menelan tubuh mereka.
Rasa hangat dan nyaman mengalir lembut kesetiap jalur energi spiritual seluruh mahluk yang berada disana.
Mereka terdiam.
Ini bukan energi jahat, tapi ini esensi spiritual murni yang bisa memberikan banyak manfaat pada energi spiritual milik mereka.
Siapa wanita itu ?!!..
Seluruh rakyat dunia atas yang ingin mendekati so ah dikagetkan dengan suara gemuruh lain.
Dari arah bawah, diantara awan-awan putih. Sedikit demi sedikit sebuah daratan mulai muncul, dan dari berbagai arah diikuti dengan bongkahan-bongkahan elemen lainnya yang saling menyatu dengan erat.
Dibelakang so ah, xuan mengangkat satu tangannya.
Ia membuat daratan baru, dan melapisi kembali formasi didunia ini.
Gemuruh besar energi spiritual suci milik so ah semakin meluas dan meluas hingga keseluruh dunia.
Ribuan pasukan dunia atas yang telah mati dimedan perang serta para pasukan dunia dunia bawah, ia telah membangkitkan kembali jiwa-jiwa itu.
Tubuh ribuan pasukan yang tadinya bingung dan lemah dengan luka yang masih tersisa ditubuh mereka. Mereka terkejut dengan kedatangan esensi yang begitu murni dan kuat ini. Tubuh mereka menerima manfaatnya, terasa begitu ringan dan ringan.
Dai luan bisa merasakannya. Esensi spiritual murni hanya bisa diberikan klan phonix murni dengan berkah dari dewi kehidupan itu sendiri.
Kekuatan klan yang begitu langka serta mengerikan pada saat yang juga membawa malapetaka bagi klan itu.
Dai luan mengingat jelas bahwa seluruh klan di dunia atas dan dunia bawah begitu menginginkan keabadian murni klan phonix agung. Mengatur kematian dan kehidupan di dalam klan phonix bisa dengan mudah mereka lakukan, bahkan menghidupkan kembali mahluk hidup lain juga salah satu berkah dari dewi kehidupan.
Phonix dan Naga, tak bisa dipisahkan.
Dan ikatan yang tidak dipisahkan itu membuat jenderal jiang mempercayai xuan untuk menjadi pelindung bagi putri terakhirnya yang begitu diberkahi.
Disisi lain, wilayah dunia manusia. Seluruh tumbuhan kembali menghijau dan gunung utara yang sebagian besar menghitam karena energi gelap cheng rou kini telah menghijau beku.
Tanaman yang mati kembali hidup subur dan hijau.
Tubuh so ah limbung, xuan yang berada dibelakangnya dengan cepat menahan tubuh lemah istrinya.
"Jangan memaksakan dirimu", ucap xuan lembut.
"En", jawab so ah yang kini menyandarkan dirinya pada tubuh xuan. Aroma sejuk alami ditubuh xuan membuatnya begitu tenang.
Tangan xuan yang lain masih terus bergerak mengangkat lebih banyak lagi elemen-elemen daratan dunia atas.
Dua daratan besar telah terbentuk dihadapan xuan dan soah. Xuan telah menyatukan seluruh daratan yang tersisa dan membuatnya menjadi sedikit lebih besar.
Dua daratan kosong, dan satu daratan kacau.
Dan jangan lupa mereka belum mempunyai tempat tinggal, walaupun ia bisa langsung membawa so ah menuju ke tempat suci tapi tempat itu tidak haris diperlihatkan secara jelas didepan mata para mahluk yang mungkin saja tidak bisa dipercaya ini.
"Bisakah kau menciptakan daratan yang sama seperti daratan dulu", tanya so ah pelan.
Xuan terdiam.
"Aku tidak mau", jawab xuan cepat.
So ah mendongak melihat xuan yang menjawabnya tanpa berfikir dua kali.
"Kenapa ?", tanya so ah.
"Aku tak ingin istri ku ini mengingat hal yang tak perlu diingat", ucap xuan.
"Apa yang sudah terjadi biarkan mengalir, aku tak menyimpan dendam itu", sahut so ah lembut.
"Tapi, tetap saja aku tidak mau", desis xuan dingin.
So ah terdiam.
"Bagaimana jika aku yang menumbuhkan beberapa tanaman seperti yang berada di lembah utara ??", tanya so ah lembut.
"Baik, ayo kita lakukan", sahut xuan sembari mengecup ringan kepala so ah.
Setelah perdebatan kecil lainnya, akhirnya mereka saling sepakat, xuan membuat satu daratan kecil lain disebelah daratan untuk istana kekaisaran.
Gemuruh besar didaratan dunia atas kembali mengguncangkan mereka dan hal itu mengagetkan seluruh rakyat dunia atas.
"Apa yang terjadi ??!!", tanya mereka panik.
Ribuan pohon persik berbunga merah jambu tumbuh cepat memenuhi seluruh bagian dari daratan dunia atas diikuti dengan ribuan tanaman hijau lainnya. Dari dalam tanah mulai mengalir deras sumber mata air yang mulai mengalir kesegala arah hingga menuju keluar daratan dan terjatuh disana.
Pohon persik kuno yang berada ditempat para penatua suci dunia atas telah xuan pindah ketempat dimana ia rasa pas.
Pohon persik kuno itu, kini tumbuh di tengah-tengah daratan istana kekaisaran yang masih kosong. Dan berdampingan dengan pilar perak.
Xuan melihat segala sesuatu telah persis seperti apa yang ada di dalam lembah utara, ia menyeringai sombong dan menatap so ah di gendongannya. Tapi, ia terdiam saat menatap wajah terlelap kekasihnya, belahan jiwanya, dan setengah nyawanya ini dengan pandangan lembut dimata merah darahnya.
Wajah dengan ekspresi datar sangat kontras dengan tatapan mata lembut itu kini menghilang. Ia pergi menuju tempat suci.