
Xuan menggendong so ah yang tak sadarkan diri melesat jauh menuju ke dunia atas. Ia dengan cepat pergi menuju ke tempat suci yang berada tepat diatas kekaisaran dunia atas.
Xuan dengan cepat menyegel kembali pintu masuk keatas tempat suci ini, ia berjaga-jaga agar tidak ada satupun sosok mahluk yang mengetahui keberadaan so ah termasuk yuan.
Tempat yang dulu hanya berisikan aliran air suci yang mempunyai banyak energi spiritual murni dan juga sebuah gazebo tua kini sudah berubah menjadi sebuah gazebo indah dengan sulur bunga mawar di keempat pilarnya, disisi gazebo tertanam berapa batang pohon buah-buahan abadi yang sedang berbuah ranum, buahnya yang akan terus berbuah ranum jika dipetik akan berbuah lagi dan lagi.
Semua hal yang berada di tempat ini termasuk buah-buah yang ada ditempat suci ini memiliki energi spiritual suci.
Tanaman-tanaman langka juga ikut tumbuh disini disertai dengan pepohonan bunga persik yang bermekaran indah disekeliling kolam. Tepat disebelah gazebo sudah terbangun sebuah paviliun indah berukuran sedang, tangga melengkung terlihat melewati aliran air yang mengalir menuju kedalam kolam pemandian. Di kolam pemandian itu terdapat satu aliran air menuju keluar kolam dan bermuara di sebuah sungai abadi.
Xuan membawa so ah kedalam gazebo, ia meletakkan tubuh istrinya di dipan yang sudah dilapisi dengan bantal-bantal lembut.
Xuan melepaskan seluruh lapisan hanfunya dan hanya menyisakan celananya saja, setelahnya ia dengan lembut membuka pakaian istrinya.
Hanfu bagian dalam tipis berwarna putih yang melekat ditubuh so ah langsung berubah transparan ketika tubuhnya yang digendong xuan masuk kedalam air pemandian kolam kesucian.
Energi-energi spiritual mulai berkumpul disekeliling mereka berdua. Perlahan xuan mulai merawat so ah, ia melakukan semuanya agar so ah yang masih bertubuh manusia bisa bertahan karena yang dikandung istrinya bukanlah seorang bayi manusia biasa melainkan bayi-bayi weida de tianghuang.
Anak-anak didalam perut so ah membutuhkan banyak energi spiritual suci. Xuan juga berfikir bahwa tindakannya yang dengan jahat memberikan darahnya pada so ah untuk menyiksanya dulu sedikit membawa keberuntungan bagi so ah, karena dengan darahnya bayi mereka yang walaupun lemah masih tetap bisa bertahan.
Xuan memandang sosok yang berada diatas pangkuannya ini dengan pandangan lembut. Ia dulu sempat berfikir bahwa so ah takkan mau mempertahankan bayi yang jelas-jelas tidak diakui keberadaannya oleh yuan, semua yang ia lakukan dulu adalah untuk membuat yuan melemah. Tapi dirinya tak mengetahui bahwa itu telah menjadi sebuah bumerang besar dengan apa yang telah ia lakukan. karenanya pemikirannya yang keji dijungkirbalikkan oleh wanita lemah ini.
Xuan menyandarkan tubuh so ah kepinggir kolam, ia bisa merasakan anak mereka mulai bergerak aktif.
"Kalian lebih tenanglah saat menyerap energi spiritual, jangan membuat niangniang kesakitan"ucap xuan. Ia menatap warna kulit istrinya yang putih pucat.
Berapa lama so ah diam-diam menahan rasa sakit ??!...
Lelaki itu dengan penuh kasih sayang mengelus pelan perut istrinya, setelah ia sedikit memperbaiki posisi so ah agar tetap nyaman dan aman saat bersandar ditepian kolam.
Xuan pergi menuju ketengah kolam, disana terdapat sebuah batu datar yang terbenam didalam aliran air dan ia duduk disana. Xuan perlahan memusatkan energi spiritualnya, ia ingin mendetoksinifikasi racun ular kuno yang mulai menggerogoti tubuh ini.
Bulir-bulir keringat berwarna hitam dan berbau busuk dengan deras menetes keluar dari tubuh xuan. Tapi, saat lelaki itu membuka matanya ia merasakan ada suatu hal yang salah.
Kenapa racun itu tak bisa ia keluarkan ?!!..
Cairan hitam berbau busuk yang keluar dari tubuh ini bukanlah racun melainkan kotoran-kotoran dari kekuatan spiritual jiwanya. Dirinya sendiri bisa merasakan bagaimana segarnya kekuatan spiritual yang mengalir dijiwanya seakan-akan tersiram hembusan embun suci yang bersih.
Mata xuan perlahan menajam, ia terus memikirkan segala kemungkinan yang terjadi. Xuan menoleh menatap so ah dan perlahan ia mendekati istrinya.
Ia tatap lama sosok yang terlelap itu, terlihat indah dan abadi. Tangan xuan menyentuh tangan so ah dan ia bisa merasakan energi istrinya ini mulai stabil, dengan cepat xuan membawa so ah kedalam paviliun.
Xuan berjalan memasuki kamar utama yang berada dibagian terdalam paviliun. Didalam kamar utama itu terdapat sebuah tempat tidur besar dengan kain putih tipis yang menggantung disisi-sisi keempat penyangga, xuan meletakkan tubuh istrinya disana.
Ia yang sudah mengganti hanfu istrinya dengan yang baru dan merasa tubuh so ah nyaman berada di bawah selimut putih hangat, langsung pergi menuju keluar paviliun.
"Kalian, jaga dan lindungi permaisuri.... sekarang kalian milik istriku"ucap xuan memberikan perintah pada roh-roh tanaman.
"Baik, weida de tianghuang.... kami akan mematuhi perintah yang agung"jawab mereka.
Xuan memerintahkan dua roh tanaman bunga teratai yang berasal dari sungai keabadian untuk menjadi dayang pribadi so ah. Sisanya ia memerintahkan mereka untuk menjadi juru masak dan segala hal yang berkaitan dengan paviliun.
Xuan juga menciptakan delapan monster penjaga yang tubuhnya terbuat dari bebatuan, ia memerintahkan kedelapan monster batu itu untuk menjaga keempat sisi paviliun. Setelah ia menyelesaikan semua pengaturannya, xuan pergi meninggalkan tempat suci miliknya.
Tempat yang menjadi tujuannya adalah istana kekaisaran dunia atas yang berada tepat dibawah kakinya.
Ia dengan cepat memasuki kamar utama milik kaisar dunia atas. Xuan dengan cepat merubah pakaiannya menjadi pakaian keagungan kaisar berwarna hitam pekat sepekat malam. Dengan rambut hitam panjangnya yang ia biarkan tanpa diikat, xuan berjalan keluar menuju ruang pertemuan sekaligus ruangan takhta kekaisaran.
Ia sangat tahu apa yang akan dilakukan dunia bawah, dam dengan bodohnya para dewa rendah disini tidak tahu apa yang akan dilakukan dunia bawah. Persetan dengan keselamatan nyawa mereka !! Jika bukan karena so ah ia takkan sudi menolong mahluk-mahluk sialan itu !!!...
"Yang mulia, apa yang akan anda lakukan dengan mengumpulkan banyak ketua klan ??"tanya Yi.
Yi melihat tatapan mata yang biasanya tenang sedikit terjengit karena kali ini mata kaisar sekaligus sahabatnya ini berwarna merah mengerikan, terlihat malas dan berbahaya disaat yang bersamaan.
"Yi, apakah kau mengawasi pergerakan dari dunia bawah ?"tanya xuan dingin.
"Ya, yang mulia... aku dan salah satu dari keempat pelindung melihat aktivitas dari dunia bawah langsung"jawab yi.
"Dan apakah kau memerintahkan sebagian dari para mahluk tua bangka didepan sana untuk menjaga manusia ?"tanya xuan lagi, suaranya bertambah dingin.
"Ya yang mulia, karena anda sudah memerintahkan ku untuk memberikan tugas untuk para pemimpin klan menjaga beberapa wilayah di dunia manusia"jawab yi tenang.
"Panggil mereka"kata xuan dingin.
Yi memanggil seluruh pemimpin klan yang bertugas menjaga wilayah di dunia manusia. Yi tidak tahu kenapa dulu kaisarnya memerintahkan mereka untuk menjaga setiap sudut tempat yang mempunyai nafas manusia. Tapi, ia tahu itu bukanlah hal yang baik jika mereka tidak mengembankan tugas mereka dengan baik.
Xuan menatap mahluk-mahluk dibawahnya ini dengan tatapan malas sekaligus tajam diwaktu yang bersamaan, bibir tipisnya menyunggingkan senyum sinis mengejek dan sontak saja banyak dari para pemimpin klan yang menahan emosi melihat senyum kaisar yang seakan mencemooh dan menghina mereka secara langsung. dari tatapan mereka saja, xuan tau dimana tikus-tikus penyusup itu berada.
ia tak ingin berbasa-basi lagi !