
Turun dari kereta kuda, so ah disambut dengan para pelayan dan prajurit yang menundukkan kepala mereka menyambut kedatangannya.
Dibantu mama Luo, so ah perlahan menuruni tangga kereta kuda dan langsung memasuki kediaman.
"Wangfei, angin sore sangat tidak baik untuk kesehatan anda..."ucap mama Luo mengingatkan so ah karena wanita itu terus menatap kearah taman.
"Aku ingin ketaman sebentar mama"kata so ah lembut.
"Baiklah wangfei..."jawab mama Luo hormat dan langsung mengambil mantel berbulu hangat yang dibawa seorang pelayan dan langsung ia pakaikan pada tubuh wangfeinya.
Perasaan hangat dari mantel berbulu itu merasuki tubuhnya dan membuat so ah sedikit nyaman.
Ia berjalan dengan memegangi bagian bawah perutnya dan mengelusnya dengan lembut.
Sampai di taman itu so ah bisa melihat langit menguning yang mulai diselimuti awan gelap malam, kunang-kunang yang mulai berterbangan di sekeliling taman yang mulai terlihat gelap samar.
Sepi.
Hampa.
Kenapa harus perasaan ini lagi ??!!...
Dimana kamu yuan ??...
Atau dimana kamu xuan ??..
Siapa kalian ??!!...
Tanya so ah dalam hatinya, ia sudah sangat lelah berfikir mencari jalan keluar dari masalah yang tengah ia hadapi.
Yuan dan xuan, satu pria dengan dua jiwa yang berbeda. Semakin ia mengingat semua memori selama ia bersama dengan suaminya, semakin ia benar-benar merasa bahwa suaminya memang berbeda dengan manusia lainnya. Yang membuat mereka berbeda adalah jiwa mereka. Seberapa keras ia berfikir yang ia temui hanya jalan buntu tanpa jawaban. Tapi apakah tanpa jawaban juga jawaban ??...
Semakin hari bertambah hari pikirannya menjadi sangat tak menentu saat melihat bahwa perkembangan kehamilannya ini sangat baik. Ia takut yuan gelap mata dan mengambil anaknya yang masih dalam kehangatan didalam tubuhnya.
Apa yang harus ia lakukan agar semuanya tak bertambah runyam ??...
Semesta terlalu banyak rahasia yang tak bisa ia keruk alasannya...
Sebabnya....
Karenanya...
Kenapa dewa memberikan ia kehidupan yang rumit ??...
Kenapa ia merasakan hidupnya seperti benang merah kusut yang tak bisa ia urai kekusutannya ini....
Ia sangat ketakutan....
Dirinya sudah sangat putus asa...
Bagaimana jika kemudian nantinya ia akan berhadapan dengan kenyataan yang lebih pahit lagi...
So ah menghela nafas lelah lalu langsung berjalan masuk kedalam ruangan kediaman menuju ke arah kamarnya.
"Mama, aku ingin beristirahat jangan biarkan satu orang masuk"perintah So ah lemah.
"Ta..tapi wangfei, anda terlihat sangat pucat ?"tanya mama luo khawatir.
"Tidak apa... aku hanya butuh istirahat mama"kata so ah dan langsung masuk kedalam kamarnya.
Tepat saat ia baru saja menutup pintu matanya bertemu dengan tatapan mata tajam yuan.
"Yang mulia"sapa So ah hormat.
"Kemana saja kau ??"tanya Yuan dingin.
"Maafkan aku karena tidak mengetahui kedatangan anda yang mulia..."jawab so ah sembari menunduk meminta maaf.
"Apakah anda butuh sesuatu ??"tanya So ah karena tak mendapat respon dari lelaki yang berada tepat beberapa meter didepannya.
Diam.
Keduanya hanya diam dalam keheningan.
So ah yang menanti jawaban Yuan dan Yuan yang tenggelam dalam pemikirannya sendiri.
Waktu berjalan dalam hening diantara kedua orang itu, sampai suara so ah yang menanyakan pertanyaan yang sama baru membuat yuan tersadar dari lamunannya.
"Bunuh janin itu..."ucap Yuan kejam.
"...."so ah yang langsung terdiam ketakutan tak bisa merespon apalagi menjawab pernyataan suaminya.
Seakan tersambar petir mengerikan yang mematahkan detak jantungnya, apa yang yuan ucapakan cukup membuat hati so ah bertambah kesakitan.
"Pergi dari hadapan ku atau aku yang pergi dari hadapanmu yang mulia !!!"ucap so ah dengan nada tegas.
"Kenapa kau terlalu keras kepala so ah !!!"ucap Yuan dengan nada dingin dan tajam.
"Aku hikss ini ini anakku hiks hiks jika anda tidak ingin melihat anak ini cukup bunuh aku dan anakku !!!"ucap so ah berteriak dengan rasa sedih.
"Kauu !!!... seharusnya kau sadar bahwa sekarang dirimu belum siap untuk mempunyai anak so ah !!... jika kau terus keras kepala aku yang akan bertindak..."jawab Yuan tajam.
"Kau tidak ingin anak ini bukan karena kau takut aku tak siap tetapi kau tak ingin anak ku karena ini anak xuan bukan !!!"jerit so ah marah.
Yuan yang melihat so ah menjerit histeris dengan memeluk erat perutnya yang sedikit membuncit itu sedikit merasakan kesedihan tapi hal itu tak berlangsung lama karena ia mendengar nama xuan yanh terucap dengan jelas dari kedua belah bibir so ah.
"Kau !!!... apa yang kau ucapkan !!"desis yuan tajam.
"Ini anak Xuan... kau tak ingin aku mengandung anak xuan bukan !!... apakah kau tak berfikir bahwa kalian punya tubuh yang sama dan kau dengan bodohnya ingin membunuh darah dagingmu sendiri"jawab So ah dingin.
"Jiwa yang menempati tubuhku bukan jiwa yang tubuhku punyai so ah.... jiwa yang ku punya bukan sebuah kepribadian yang bisa ku terima keberadaannya tapi ini jiwa dari sosok berbeda !!"jawab Yuan dingin.
"Jiwa itu menempati tubuhku yang secara otomatis segalanya tentang tubuh ini berubah menjadi segala yang ada ditubuhnya... apakah kau mengerti seberapa bahwa jiwa xuan itu so ah !!!... apakah kau berfikir janin yang kau kandung itu punya belas kasihan !!!"lanjut Yuan lagi.
"Itu tak masuk akal"jawab so ah tanpa ekspresi.
"Anda sangat konyol yang mulia... anda sendiri yang tak menerima keberadaan jiwa itu"lanjut so ah lagi dengan tatapan mata kosong.
"Dan anda sudah tak bisa berfikir jernih lagi..."kata so ah dan ia langsung berlalu pergi dengan cepat keluar dari dalam kamar tidur utama dikediaman Qi Rui Wang.
So ah lebih memilih tidur ditaman dengan ditemani para peri dari pada ia harus sekamar dengan sosok pria yang sudah kehilangan sisi jernih dari pikirannya sendiri.
Sesampainya ia ditaman, dirinya langsung duduk dengan nyaman di ayunan telur miliknya.
Apa yang sebenarnya dipikirkan Yuan ... bisik so ah lirih sembari membaringkan tubuhnya dengan nyaman didalam ayunan itu. Para peri dunia atas yang mengetahui bahwa sang permaisuri mereka ingin beristirahat di taman itu, mereka langsung dengan cepat terbang mengelilingi ayunan itu memberikan hawa nyaman dan kehangatan agar sang permaisuri tertidur dengan lelap.
Setetes demi setetes air mata keluar dan terus bertambah deras, so ah menangis terisak-isak tertahan.
Rasanya semakin sesak dan sangat-sangat sesak seakan hatinya terhimpit oleh batu besar.
Kenapa semuanya menjadi seperti ini !!...
Perlahan so ah bangkit dan mengusap bekas air matanya. Entah kenapa hatinya menyuruhnya untuk masuk kedalam, ia yang kalah setelah berperang dengan dirinya sendiri langsung berjalan dengan cepat menuju ke arah kamar utama tetapi ia tak menemui keberadaan yuan dan ia lanjut berjalan ke ruang belajar utama tetapi berhenti didepan pintu saat mendengar bahwa didalam ruang belajar, yuan sedang berbicara dengan seseorang.
So ah yang penasaran langsung menempelkan telinga ke pintu.
Didalam ruang belajar, Yuan hanya bisa terdiam sendiri didalam ruangannya sampai Yi datang melaporkan sesuatu yang membuat pikirannya menjadi gelap.
"Bagaimana dia bisa masuk kedalam portal ini ??"tanya Yuan dingin.
"Dia menerobos masuk... mungkin darah klan ular yang ia memiliki membuat licin pergerakannya"jawab Yi.
"Apakah kita harus membawa permaisuri kedunia atas yang mulia ?"tanya Yi lagi.
"Tidak... jangan... biarkan zheng Bai"jawab Yuan dingin.
"Apa maksud anda yang mulia ??!!..."ucap Yi menaikkan intonasi suaranya.
"Kenapa ??... apakah kau perduli dengan istriku ??"tanya Yuan dingin.
"Tidak bukan begitu yuan... tapi istri mu sedang hamil apakah kau tak takut dengan resiko yang akan terjadi..."jawab Yi.
"Bukankah sudah ku katakan bahwa anak yang ia kandung bukan anakku !!!"jawab Yuan dingin.
Deg deg ...
Deg...
Deg...
Jantung so ah terasa tertusuk secara bertubi-tubi. Sebegitukah bencinya ia pada janin tak bersalah ini ??
Aku harus pergi ...
Pergi sejauh mungkin darinya...
Jika ia ingin mengumpankan janin ku itu sama dengan ia membuang ku ....
Hiks...
Hiksss...
So ah dengan cepat berjalan ke arah kamarnya dan langsung memaksakan dirinya untuk tidur karena besok ia akan pergi sejauh mungkin.