
"Agh..."
Wajah so ah pucat pasi, ia memuntahkan seluruh makanan yang tadinya sudah memasuki pencernaannya. Dai luan yang berada disamping so ah tersentak kaget melihat wanita yang sudah ia anggap sebagai mei meinya mengalami hal itu, ia langsung berdiri disamping so ah dan mengelus lembut punggung kecil wanita mungil itu.
"Apa yang terjadi ??"tanya dai luan pelan.
"Agh..."desis so ah kesakitan, ia merasakan jantungnya seakan diremas dengan kencang dan sangat menyakitkan. Tangannya meremat pakaiannya sendiri hingga tak berbentuk.
"Tahan... mei mei... sebelum itu maafkan aku"ucap dai luan mulai panik, ia langsung mengangkat tubuh so ah dan membawa wanita itu ke dalam paviliun.
"Kalian cepat ikuti aku !!..."ucap dai luan pada kedua pelayan yang menunggu mereka.
Ia langsung melesat pergi menuju kamar utama milik weida de tianghuang.
Rou shi dan rou shu melihat bagaimana weida de baohu long dai membawa wanita manusia itu kedalam paviliun langsung menoleh satu sama lain, hati mereka jatuh dan sedikit masih belum rela jika harus melayani manusia tapi mereka harus mematuhi perintah tuan agung mereka yang memerintahkan mereka semua untuk patuh kepada tuan mereka yang baru, manusia. Mereka sedikit tidak suka dengan manusia karena kaum manusia mempunyai hati hitam dan penuh dengan rasa serakah, bisa jadi tuan mereka ini dikemudian hari akan mensalah artikan kekuasaan yang sudah di pegangnya.
"Ge.. sakit"desis so ah. Wajah pucatnya berkeringat, bibirnya mulai memucat.
Bayi-bayinya yang masih berada didalam perutnya bergerak aktif dan seakan memaksa serta mendesaknya untuk mengeluarkan mereka yang ingin segera melihat dunia.
"Akkhhh"desis so ah kesakitan, belumlah cukup ia tersadar sepenuhnya dari rasa kagetnya kini rasa sakit seakan merajam seluruh sudut bagian dalam tubuhnya.
"Akhh..."desisnya lagi.
Keringat dingin terus merembes menuruni wajahnya yang pucat pasi, so ah yang tak bisa menahan rasa sakitnya hampir kehilangan kesadaran jika saja dai luan tidak memaksanya untuk tetap terjaga.
Darah.
Dai luan merasakan darah mulai merembes menuruni lengannya, ia tak perduli dan dengan cepat masuk kedalam kamar.
Pintu berukiran indah terbuka lebar oleh kedua pelayan yang langsung masuk saat mereka bisa merasakan aroma darah yang pekat dari dalam kamar tuan mereka. Rou shi dan rou shu yang tak bisa mengejar kecepatan gila dai luan melihat punggung naga pelindung yang dengan lembut meletakkan tuan baru mereka.
"Apa yang kalian lihat !!!"bentak dai luan, mata kuningnya berkilat tajam dan mengerikan.
"Amm.. ampuni ka..mi, weida de baohu long dai"ucap keduanya meminta maaf pada dai luan.
"Ruo Shi, panggil para roh tanaman untuk membantu kita... cepat !!"desak rou shu.
"Rou Shu jie tapi tapi... ahh sudahlah... urus yang mulia permaisuri agung... aku... aku akan memanggil mereka sekarang juga"ucap ruo shi yang ikut panik, hal yang sangat wajar mengingat mereka tidak pernah melakukan tugas seperti ini setelah sekian ribu tahun.
"Ingat. perempuan yang harus kalian panggil !!!"ucap dai luan memperingatkan.
"Bai... baiklah, weida de baohu long dai"jawab rou shi. ia langsung keluar dari ruangan itu dan menutup matanya berusaha fokus untuk memanggil roh-roh teratai dari kolam keabadian.
Banyak cahaya warna warni yang bermunculan keluar dari bunga teratai yang mengapung mekar diatas danau keabadian, cahaya-cahaya itu dengan cepat berkumpul ke paviliun dan masuk. dari cahaya yang berbeda warna itu perlahan berubah menjadi sesosok wanita dengan warna pakaian mereka yang berbeda-beda, mereka langsung berkumpul menghadap rou shi.
"Nona muda Rou, apa yang anda butuhkan ??"tanya salah satu dari mereka.
"Tidak ada waktu !!... Kalian cepat persiapkan untuk kelahiran yang mulia permaisuri..."ucap rou shi memberikan perintahnya dengan tegas.
Yang mulia permasuri ??...
Sejak kapan weida de tianghuang mempunyai pendamping ??...
Berita itu cukup mengejutkan mereka, tapi mereka melempar rasa ingin tahu itu kebelakang pikiran mereka dan semua roh bunga teratai dari danau abadi langsung dengan cepat mengambil air dari dalam pemandian suci disisi lain paviliun dan dengan cepat membuat persiapan untuk kelahiran anak dari tuan mereka.
Dai luan yang setengah pakaiannya berlumur darah segar memperintahkan semua roh untuk berjaga-jaga akan sesuatu yang tidak diinginkan datang menembus kubah pelindung yang sudah dibuat tuan mereka.
"Apa yang terjadi ??"tanya dai luan pada dirinya sendiri, ia melihat tangannya yang masih berlumur darah milik so ah.
Ia terus merasakan jantungnya berdetak dengan cara yang sangat membuat ia sendiri kebingungan. Ia seakan ditarik oleh sesuatu yang terasa mengikat kehidupannya untuk ke tempat suci, disisi lain ia juga merasa gelisah tentang keadaan adik perempuan angkatnya.
"Wěidà de bǎohù lóng Dai, sekarang yang mulia permaisuri agung sedang dalam proses melahirkan"ucap rou shi.
Mata dai luan yang tadinya dingin dan tanpa ekspresi disana langsung terbuka lebar karena kaget.
"Yang mulia"ucap dai luan berusaha memanggil xuan lewat telepati yang mereka milik.
Kosong.
Ia tak mendapat respon apapun dari tuannya.
Apa yang sebenarnya tengah terjadi !!...
Dai luan berusaha sekali lagi memanggil xuan, tapi tetap saja komunikasi mereka lewat telepati spiritual terpotong.
"Apakah semua sudah kau persiapkan dengan baik ??"tanya dai luan, ia yang biasanya dingin acuh tak acuh mulai mengeluarkan suara yang terdengar sedikit goyah.
"Sudah, tuanku membuat sebuah tabir pelindung besar di tempat ini, weida de baohu long Dai"jawab rou shi sopan.
Semua roh-roh tanaman keluar masuk kedalam kamar utama milik permaisuri dengan membawa beberapa wadah, dari wangi yang keluar dari wadah-wadah yang di bawa para roh itu dai luan bisa tahu bahwa itu adalah darah milik so ah.
"Tunggu"ucap dai luan menghentikan para roh tanaman itu.
ia bisa melihat bagaimana tatapan para roh ini saat merasakan aroma dark darah milik so ah, tidak akan baik jika darah milik so ah digunakan untuk hal busuk.
"Salam kepada Wěidà de bǎohù lóng Dai"ucap mereka bersamaan.
Dai luan dengan cepat mengangkat air dari pemandian suci dan membuat air itu mengambang diudara hingga berbentuk cekungan besar kemudian ia membekukan air itu.
"Taruh disana"ucap dai luan.
"Baik, Wěidà de bǎohù lóng Dai"ucap mereka.
Warna merah darah pekat tak terlihat karena dai luan membuat wadah itu dengan sedemikian rupa dan Ia akan menghancurkan wadah itu nantinya.
Disisi lain so ah sedang berusaha melahirkan kedua anaknya. Ia sudah tak ingat apa-apa lagi kecuali berjuang untuk kedua anaknya yang akan segera melihat dunia.
"Aaaaaakkkkhhh"jerit so ah tertahan.
"Aaaaaggghh......"jeritnya lagi.
Ia menggigit kain putih yang diberikan wanita cantik berambut merah muda yang kini sedang membantunya.
"Tenangkan diri anda, permaisuri"ucap lembut wanita itu padanya.
Rou shu sudah berusaha sekuat tenaga untuk membuat tuannya agar tetap dalam kondisi sadar. Ia menyelimuti seluruh tubuh so ah dengan kekuatan spiritual alam yang berpendar merah muda sama seperti warna rambutnya.
Disisi lain, langit yang tadinya cerah berubah gelap sepekat malam.