The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 222



Seteguk darah keluar dari mulut rou shi, ia telah kalah dan tak bisa lagi bertahan, yang bisa ia lakukan kini hanyalah menghindari serangan demi serangan salah satu dari dua sosok asing diatasnya itu.


"Wah wah wah kau masih tetap saja keras kepala", ucap chen qi santai.


"Hahahahaha... tidak apa... itu adalah salah satu syarat dari calon peliharaanku", ucapnya gila.


"Bedebah busuk !!!... tuan roh ini hanya satu !!!", bentak rou shi dingin.


"Cih, ternyata mulutmu cukup lemas", decih chen qi yang sedikit tersinggung atas ucapan mahluk di bawahnya itu.


"Hahahaha.... kau mahluk rendahan tak pantas mendapatkan roh suci seperti roh spiritual ini !!!... hanya kaisar agung yang pantas memerintah roh ini !!!", ucap rou shi dingin.


Chen qi terbawa emosi atas ucapan rou shi.


"Mahluk rendahan khekhekhe", tawa chen qi.


"Hahahah... mahluk rendahan ini yang akan membawa mahluk suci seperti mu sebagai peliharaannya !!!", ucap tajam chen qi.


"Roh ini takkan berada dibawah kaki siapapun kecuali tuannya !!!", jawab rou shi tajam.


KRAKKK...


KRAKKKKK...


Rantai yang terlihat berkarat secara tiba-tiba saja melilit keras ditubuh rou shi.


"Ugh", darah segar semakin banyak keluar dari dalam mulut rou shi.


Tekanan kekuatan spiritual suram terasa mencekiknya, nafasnya tercekat.


"Hahaha apakah kau berubah pikiran heh", desis kejam chen qi.


"Tidak !", jawab singkat rou shi.


"Keh... khe.. khehehe... hahahahaha hahahaha", tawa chen qi keluar, lelaki itu tertawa terbahak-bahak hingga kedua matanya basah.


"aku sudah kehilangan minatku hahaha", desis chen qi dingin.


"MATII... hahaha keekhekhe... ya benar", ucap chen qi dengan ekspresi gelap.


"aku lebih berminat untuk mencincang habis tubuh roh mu dan mengambil inti jiwanya", ucap chen qi lagi.


"Tahan", ucap wan yu dingin.


"Ck, apa lagi !!!", bentak chen qi.


Ia yang awalnya ingin meremat habis tubuh tanaman itu harus kesal karena larangan wan yu.


"Aku perlu tubuhnya untuk bahan-bahan dalam kuali obatku" desis wan yu dingin.


"Bajingan !!!... aku sangat ingin mencincang tanaman ****** itu !!!", benyak marah chen qi.


Harga diri chen qu secara garis besar telah tercoreng akibat ucapan rou shi yang tak mengakuinya sebagai tuan. Sangat menjijikan jika harus menjadi tuan kedua dari tanaman bekas seperti itu !!!, pikir chen qu jijik, kakinya menginjak kepala rou shi.


"Hahahaha... terlambat", desis rou shi dingin yang diikuti dengan suara ledakan besar yang datang dari darinya sendiri.


Wan yu yang melihat tindakan rou shi, dengan cepat menarik dirinya dan chen qi menjauh sejauh mungkin. Tapi, mereka terlambat.


Rou shi rela membunuh dirinya sendiri karena janji antara para roh spiritual kuno dan weida de tianghuang. Ditubuh mereka masih tersisa sedikit inti suci spiritual alam dan karenanya itu sangat berbahaya jika jatuh ditangan yang salah.


Permaisuri untuk beberapa waktu masih akan tetap aman didalam sulur miliknya.


Ia mengetahui bahwa dirinya takkan sanggup melawan dua sosok asing dari dunia bawah itu sendirian, permaisuri harus tetap aman karena ada sebagian darah langka milik tuannya itu juga akan membawa malapetaka dan jika mereka masih dalam tempat yang sama itu akan sangat lebih berbahaya apalagi tubuh permaisuri masihlah setengah manusia, kemungkinan terburuk itu juga telah ia perkiraan semenjak mereka memasuki hutan yang penuh dengan hewan buas ini.


"****** !!!... bedebah !!!...", umpatan demi umpatan terus keluar dari dalam mulut chen qi.


Kakinya yang menginjak tubuh roh spirirual kuno itu kini telah hancur. Ia sangat kesal !!!... kakinya yang berharga harus hilang dengan sia-sia. Disisi lain, sebagian besar jubah milik wan yu ikut terkena imbas dari ledakan itu, sebagian tubuh lelaki itu terlihat luka-luka ringan yang sedikit menganga.


"DIAM !!... jika bukan karena kecerobahan mu sekarang tubuh roh itu masih bisa aku selamatkan !!!", bentak kesal wan yu.


"Siapa yang kesal disini !!!... aku kehilangan kaki ku bodoh !!!... cih menyebalkan", benyak marah chen qi.


"Ck, seharusnya tadi aku membiarkan tubuhmu menjadi abu didalam sana", desis wan yu kejam.


Jika saja tadi ia tak cepat, bisa saja ia juga mati konyol akibat ledakan spiritual milik roh itu.


Tempat Suci Kekaisaran dunia atas


Rou shu merasakan bahwa saudarinya telah tertidur selamanya. Seluruh roh spiritual teratai juga ikut merasakan apa yang dirasakan rou shu, bunga-bunga teratai yang berada diatas danau keabadian telah layu, ikut berduka atas kepergiaan salah satu dari mereka.


"Apa yang terjadi rou shu ??", tanya salah satu roh teratai padanya.


"Aku tak tahu, tapi sesuatu yang besar akan terjadi lagi", ucap rou shu yang menahan rasa kesedihannya.


"Kita semua harus menyiapkan segala sesuatu, aku bisa merasakan banyak bahaya dimasa depan", ucap rou shu lagi.


Kini, kelompok roh suci spiritual teratai telah menyebarkan banyak kelopak bunga-bunga teratai hingga menutupi danau keabadian. Pakaian putih roh suci spiritual teratai terlihat bergabung dengan kelopak teratai putih yang tengah mengambang itu.


"Ge ge, apa yang tengah terjadi ??", tanya polos ying yue pada kakaknya.


Mereka bisa melihatnya karena kamar dai luan yang berada diatas menara tertinggi paviliun miliknya.


"Salah satu dari saudara bibi rou telah tertidur", jawab lembut xi yao pada adiknya.


"Mereka terlihat sedih...", ucap ying yue murung.


"Aku takut fuqin, muqin, dan ailuan juga tertidur", ucap ying yue tiba-tiba.


Deg.


Deg.


"Kenapa yue er tiba-tiba berbicara seperti itu ??", tanya xi yao pada adiknya.


"Aku juga takut gege pergi", ucap ying yue lagi.


"Sttt... tenanglah... gege takkan pergi, fuqin dan muqin serta paman dai takkan pergi meninggalkan kita", ucap xi yao yang menenangkan adik perempuannya itu.


"gege, akan jadi kuat untuk melindungi seluruh keluarga kita", ucap xi yao dengan sorot mata tegas.


Wilayah Selatan.


"Sampah apa ini ??", bisik sosok berjubah hitam pada lilitan sulur didepannya.


"Tapi, aromanya berasal dari dalam sana", bisiknya lagi.


Lelaki berjubah itu melihat buntalan tanaman yang berada dihadapannya itu dengan pandangan dingin.


Ada sesuatu didalamnya atau hanya tanaman sampah yang menguarkan aroma memikat ??... ck !!...


Disaat seperti ini ia sangat malas untuk berfikir dan lebih baik menebas sulur dihadapannya ini.


Tiba-tiba, tembakan anak panah spiritual mengarah ke kepalanya. Lelaki berjubah itu dengan cepat menghindar dan menjauhi lilitan sulur yang ia sebut sampah. Semakin dirinya menghindar, hujanan anak panah semakim melesat mengikutinya.


"Ck, pecundang !!", desisnya kesal.


Ia melambaikan tangannya dan dengan cepat panah-panah itu hancur menjadi serpihan. Tapi, tak sampai disitu. Hancurnya panah disekelilingnya membawa lebih banyak panah yang menghujam tajam ketubuhnya.


BUMMM...


BUMMMMM...


Ledakan demi ledakan membuat lelaki berjubah itu semakin cepat menghindari ledakan-ledakan membunuh disekelilingnya.


"Bajingan mana yang berani menggertak, raja ini !!!", desisnya dingin.