
"Tidakkkk"teriak so ah.
Ia kehilangan jejak xuan dan dai luan didunia asing ini. Disekelilingnya banyak tengkorak dan bangkai yang berserakan terbakar api hitam abadi, segala sesuatu pun tak ada yang tidak berasa pada keadaan yang baik-baik saja. Segalanya hangus terbakar.
"Dimana ini ??"tanya so ah kaget pada dirinya sendiri saat ia merasakan jiwanya terseret masuk ke sebuah tempat terang.
Dunia atas.
Ia melihat banyak mahluk-mahluk berpakaian indah dan sebagian dari mereka terlihat sangat menawan. Mahluk asing yang sekarang berada dihadapannya itu begitu banyak berkumpul seakan tengah mendiskusikan sesuatu.
So ah mendengarkan.
"Kita harus membunuh weida de tianghuang"ucap salah seorang mahluk.
"Atas dasar apa kau ingin membunuh weida de tianghuang !!!"bentak mahluk lainnya.
"Ia tak pantas hiduppp"
"Ia harus matiii"
"Bedebah busuk itu harus mati tanpa kuburan dan kehormatan"
Suara-suara mencemooh serta hinaan yang terdengar kasar memasuki indera pendengar so ah.
Air matanya mengalir melihat mahluk-mahluk dihadapannya itu memberontak kepada xuan, kalimat-kalimat mereka ikut menyakiti nuraninya.
"Apa yang harus kita lakukan ??"tanya prajurit kekaisaran yang membela xuan pada jenderal besarnya.
"Kita harus menunggu kaisar agung kembali"sahut tegas jenderal itu.
Wajah jenderal hampir mirip dengan lelaki yang pernah so ah temui dulu ketika yuan pergi dari kediaman Qi Rui dan juga menggantikan suaminya. Ia baru ingat bahwa lelaki itu adalah sosok yang sangat yuan percayai, Yi.
Apakah ini leluhurmu ??, pikir so ah bingung.
"Kalian amankan pohon kuno disana"desis jenderal itu hati-hati.
Ketika keadaan tak bisa lagi dibendung, dan segala sesuatu bertambah kacau. Semua mahluk itu ingin bersiap turun kedunia bawah, so ah hanya bisa melihat sosok xuan kini tengah berada di pusat kekaisaran ini dengan aura berat sekaligus mengerikan disana.
"Bukankah kalian terlalu menjijikan keh"desis xuan dingin.
Suara terdengar berat dan gelap, matanya yang berbeda warna itu bersinar mengancam siapapun yang berusaha mendekati tubuhnya dan rambut perak kusutnya yang melayang karena tekanan kekuatan spiritualnya membuat tanah retakan dibawah kakinya.
Semua mahluk mundur ketakutan melihat sosok kaisar agung kini berada tepat di hadapan mereka.
Semua mahluk disana berkeringat dingin mulai merasakan teror ketakutan akan kematian kejam.
"Tuankuuu, kami difitnahh"
"Tuankuu, kami dibohongiii"
"Tuankuu yang agung, ampuni kamii... kami dijebakk"
"Selamatkan kamiii"
Suara-suara penuh riuh penyesalan tak membuat xuan goyang, tatapan matanya menjadi bertambah dingin.
Seluruh mahluk melawannya dan mengingingkan kematiannya. Ia tak perduli dan terus melindungi para tikus ini tapi melihat pengkhianat dibawah matanya ia murka. mereka ingin menghabisinya dengan berkerja sama pada dunia bawah.
busuk !!!
Rasa haus darah dipembuluh darahnya memanas dan ingin menebas seluruh mahluk di wilayahnya ini.
"Kalian"tunjuk xuan pada segelintir prajurit yang berada dibawah jenderal kekaisarannya memerintahkan mereka untuk naik keatas tempat suci bersama dengan para roh spiritual suci.
Setelah tempat itu tertutup dengan cepat awan hitam menggulung tebal beserta kilatan-kilatan petir pembawa bencana datang.
Tanpa manusiawi, xuan membantai seluruh rakyatnya atau mungkin bisa ia sebut sebagai serangga menjijikan.
Hujan darah merah segar membasahi seluruh titik daratan terang itu tanpa menyisakan satu nafas kehidupan disana.
Xuan berdiri sendiri dalam kehampaan, ia melihat kedua tangannya yang telah penuh dengan lumuran darah.
Tidak !!!...
Seluruh tubuhnya penuh lumuran darah.
Ia berdiri diam.
So ah yang menutup kedua mulutnya dengan mata terbelalak kaget melihat kondisi lelaki yang ia cintai itu dalam keadaan mengerikan.
Ia menangis, so ah menangis.
Ia ingin berlari mendekati xuan.
Ia ingin merengkuh lelaki itu dalam pelukannya.
Ia ingin mengobati lelaki itu dalam kasih sayangnya.
Ia ingin membasuh wajah lelaki itu.
Tak bisa.
Tangannya menembus tubuh xuan.
Ia tak bisa.
Saat tubuh xuan mulai ambruk kembali ketanah, so ah hanya bisa menangis pilu.
Cough..
Coughh..
Xuan memuntahkan darah merah pekat, mengalir turun membasahi dada bidangnya, menyatu dengan hanfu hitam kelamnya.
Dari kejauhan jenderal besar kekaisaran milik weida de tianghuang berlari kencang menuju kaisar agungnya.
"Yang mulia"ucap jenderal itu pada xuan.
"Jika kau ingin membunuhku sekarang... ada banyak celah"desis xuan dingin.
"Tidak, tidak yang mulia kaisar agung"jawab jenderalnya itu, ikut menunduk didepan kaisarnya.
Hening.
Xuan menatap datar lelaki dihadapannya itu.
"Mulai detik ini, lindungi wanita itu"ucap xuan dingin.
Mata sang jenderal besar itu terbelalak kaget melihat kaisar agungnya, mata sang jenderal berkaca-kaca tak bisa mengucapkan sepatah kata apapun.
"Dia milikmu dan belahan jiwamu tapi selamanya ia tetap menjadi milikku"desis xuan.
"Baik, yang mulia kaisar agung... jenderal ini akan bersumpah dikehidupan ini akan menjaganya dengan darah dan tulangku"ucap jenderal itu bersumpah mati pada xuan.
"Sekarang, bawa pergi tubuhku ketempat itu"ucap xuan yang didetik itu pula tubuhnya ambruk tak sadarkan diri.
Seakan air dingin mengguyur seluruh tubuhnya, ekspresi so ah langsung pucat pasi saat menatap tubuh suaminya.
"Tidakk, xuann"teriak so ah ketakutan saat melihat tubuh suaminya itu ambruk.
Gelap.
Segalanya menjadi gelap.
Ketika mata so ah terbangun hal pertama yang ia lihat adalah sebuah gua besar kristal yang berkilau terang.
Dimana ini ??, pikir so ah kebingungan hingga ia melihat jenderal kekaisaran itu membawa sosok xuan masuk kedalam ruang gua lainnya.
So ah berlari dengan cepat, ia berusaha mengejar dua sosok yang satu melayang dalam penyembuh spiritual dan yang lainnya berjalan diatas tumpukan kristal-kristal beku dingin disekitar mereka.
Tak berapa lama berjalan, mereka sampai di ruang gua yang lebih besar dan rapi dari ruang gua sebelumnya.
Apa itu ??, pikir so ah.
Ditengah-tengah ruang gua ini terdapat sebuah peti mati yang sepertinya terbuat dari kristal es juga, tapi kenapa peti iti ada ditempat ini ??...
Mata so ah langsung terbelalak saat tubuh xuan masuk kedalam peti mati beku itu, hingga sebuah suara menganggetnya dan juga jenderal kekaisaran itu.
"Fuqin, kenapa weida de tianghuang berada didalam peti kristal keabadian itu"ucap sebuah suara lembut langka seorang wanita dari arah berlawan tempat ini.
Wanita dengan kecantikan surgawi itu berjalan dengan air mata dikedua matanya, wanita itu menatap tak percaya kedalam peti kristal keabadian. Wanita itu memandang xuan dengan tatapan penuh dengan kesedihan.
Tidak mungkin, pikir so ah.
Matanya terbelalak tak percaya dengan penglihatannya sendiri yang terlihat seperti tidak masuk akal.
Bagai pinang dibelah dua, kenapa ia sangat mirip dengan sosok wanita dihadapannya itu. Segalanya dan bahkan seluruh bagian dari tubuhnya seakan dicetak jelas disana.
Tak ada celah antara ia dan wanita itu.
Disisi lain sang jenderal besar kekaisaran dunia atas yang dipanggil ayah oleh wanita itu hanya bisa terdiam.
Apa yang telah terjadi disini !!!....