The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 177



So ah menatap tak percaya pada sosok yang kini telah terjatuh karena melindunginya dari tusukan tajam pedang.


"Rou shiii !!!"ucap so ah kaget.


Sebagian jubah hitamnya basah terciprat ceceran darah milik dayangnya itu yang perlahan-lahan berubah menjadi kehijauan terang.


"Ugh..."desis rou shi kesakitan.


"Yang... yang mulia... pergiii"ucap rou shi terbata-bata.


Rou shi menatap kedepan mereka dimana sosok yang telah menusuknya dan mencoba membunuh tuannya tengah berdiri dengan pedang yang telah basah dengan darah.


"Tidakk"ucap so ah.


"Kau harus pergi bersamakuu"ucap so ah lagi.


"Ughh... tidak...tidak bisa yang mulia... biar dayang... ini yang menghalanginya..."ucap rou shi pelan.


"Anda harus pergi dari sini cepat !!!... anda harus meminta bantuan"ucap rou shi.


"Ck"decak sosok dihadapan mereka.


Sosok itu berjalan dengan pedang berada digenggamannya menuju kearah so ah dan rou chi.


"Kau..."ucap rou shi kaget.


Rou shi kaget melihat rou chi yang bisa dengan bebas keluar dari dalam penjara bawah air disungai keabadian ini. Tapi bukan hal itu yang membuatnya kaget melainkan bagaimana rou chi bisa dengan muda masuk kembali kedalam tempat suci ini.


Bukankah ia sudah melarikan diri ??!!...


Jadi, siapa yang melarikan diri dari tempat ini dan menggantikan rou chi untuk turun dari tempat ini ??!!...


Tidak, ia harus memberitahukan hal ini kepada rou shu !!


Rou shi berkeringat dingin saat ia melihat tatapan mengerikan dan penuh kebencian yang tersorot jelas dari pandangan rou chi untuk yang mulia permaisuri.


"Ah, sayang sekali tanganku terpeleset"ucap rou chi santai.


So ah terdiam melihat sosok dihadapannya ini, bukankah wanita ini yang juga membantunya melahirkan tapi kenapa sepertinya wanita ini ingin membunuhnya.


"Ugh"desis so ah kesakitan, kepalanya serasa dihantam oleh sesuatu yang berat.


"Kau... apa yang kau lakukan !!"desis rou shi mengancam balik rou chi.


"Hahahaha... ternyata kau sudah lupa siapa pemimpin para roh spiritual teratai ditempat ini hah !!"balas rou chi dingin.


"Kau memang pemimpin kami !!.. tapi hatimu sudah tidak bisa dikembalikan lagi"jawab rou shi berani.


"Lancang !!.."bentak rou chi kasar.


Rou shi tetap tak goyah karena tekanan energi roh spiritual milik rou chi yang menekan kuat energi roh spiritual miliknya. Ia sedikit melirik soah yang berada tepat dibelakang sampingnya kini tengah terduduk memegang kepalanya kesakitan, rou shi mulai cemas melihat keadaan tuannya.


Rou chi tertawa senang saat melihat tatapan cemas rou shi.


Ia menggenggam pedangnya dengan erat dan dengan santai kembali berjalan mendekati rou shi yang bersiap bertarung dengannya.


"Cih, aku hanya hanya memberikanmu satu kali pengampunan"desis rou chi.


Rou shi hanya diam saat mendengar pemimpin roh teratai suci yang kini sudah menjadi penjahat itu ingin memulai sebuah negoisasi.


"Hahaha diam bagiku adalah sebuah keputusan bukan ??"tanya rou chi santai.


"Apa yang akan kau lakukan ?!"desis rou shi waspada.


"Hahahaha jika kau berada dipihakku, kau akan mendapatkan banyak keuntungan"jawab rou chi.


Ekspresi serakah terlihat jelas dari raut wajahnya dan saat ia menatap so ah yang berada dibelakang tubuh rou shi dengan pandangan penuh kebencian dan rasa iri.


"Wanita manusia rendahan itu, jika kau membunuhnya aku akan menjadikanmu bawahan sekaligus tangan kanan ku"ucap rou chi.


Apa salah manusia sebaik ini !!, pikir rou shi yang tak habis pikir dengan jalan pikiran roh teratai didepannya itu.


"Jika aku membunuh manusia ini, apa keuntungan yang akan kau berikan kepadaku ?!"tanya rou shi.


"Hahahahaha bagus... baguss..."ucap rou chi tertawa bahagia.


"Kau akan kuberikan kedudukan tinggi di kekaisaran agung ini tapi hanya setelah weida de tianghuang datang kemari"ucap rou chi penuh dengan rasa percaya diri yang kuat.


"Kenapa kau begitu yakin weida de tianghuang akan memberikan kau dan aku wewenang ditempat ini ?"tanya rou shi.


"Ck, bodoh"desis rou chi.


"Wanita manusia rendahan itu telah memasangkan topi hijau dikepala weida de tianghuang dan kau masih bertanya kenapa !!!"bentak rou chi.


Konsentrasi rou shi langsung kembali buyar untuk yang kedua kalinya saat mendengar ucapan tak masuk akal yang keluar dari mulut rou chi.


Makanan apa yang wanita itu makan hingga otaknya menjadi bergeser dari tempatnya ?!!, pikir rou shi.


Rou shi yang masih tetap berusaha memberikan sinyal pada rou shu dengan menyebar sedikit demi sedikit energi spiritualnya agar rou chi tidak mengetahuinya harus menahan nafas tegang.


Energi spiritualnya terpental kembali kepadanya hingga membuat ia memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Kau !!"desis rou shi.


"Uhukkk... uhukk... agh.. apa yang akh"ucap rou shi menahan rasa sakit yang menyengat dari lukanya. Darah segar mulai keluar dari lukanya.


"Ck, kau pikir aku bodoh heh"desis rou chi dingin.


"Semenjak kau berubah pikiran dan seakan mengulur waktu aku sudah tau kau tengah menggunakan trik kuno itu"lanjut rou chi mengejek.


"Hmm... dan tabir penghalang ini sangatlau berguna untukku"lanjutnya lagi.


Rou shi langsung berkeringat dingin saat mendengar ucapan rou chi. Jika benar bahwa tidak ada jalan lain selain bertarung dan membuat lemah rou chi mereka tidak akan bisa keluar dari tempat ini.


Bagaimanapun caranya ia harus melindungi tuannya, pikir rou shi.


"Hahahahaha kenapa kau diam heh ??"tanya rou chi dingin.


"Apakah kau masih menyimpan perasaan untuk yang mulia kaisar agung ??"tanya rou chi pada akhirnya.


"Apa urusanmu"desis rou chi dingin.


Kena !!


Rou shi mendapatkan titik kelemahan rou chi.


"Kaisar agung takkan mencintai roh spiritual seperti kita"ucap rou shi.


"Demi kebaikan mu terima kenyataan ini, bisakah kau mengubur perasaanmu??"tanya rou shi lagi.


"Ada dasar apa kau memerintahkan pemimpin roh ini !!!"bentak rou chi kasar.


Rou chi menyeret pedangnya dan berjalan menuju kearah so ah.


"Tidakk !!!... kau tidak bisa membunuh yang mulia permaisuri !!!"ucap rou shi panik.


Rou chi mengangkat alisnya dan tersenyum sinis saat melihat kepanikan rou shi.


"Hahahah anjing dungu.... majikanmu saja tak bisa melindungimu dan kau begitu gila ingin melindungi majikan mu heh"desis rou chi dingin.


"Menyedihkan"desis rou chi lagi.


Rou shi menatap rou chi dengan pandangan marah. Kenapa roh teratai didepannya ini begitu tidak tahu malunya berbicara seperti itu kepada roh yang sama seperti dirinya itu.


"Ohhh aku takuttt..."ucap rou chi main-main.


"Astagaa... lindungi akuu"ucap rou chi lagi dan kemudian tertawa terbahak-bahak.