The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 174



"Kenapa kaisar begitu kukuh dan hanya diam meladeni gertakan dunia bawah ??!"ucap seorang pemimpin klan ular dingin.


Semua pemimpin klan kini tengah berkumpul di aula takhta kekaisaran dunia atas, mereka sudah jengah dengan perbuatan kerajaan dunia bawah yang makin hari semakin menjadi-jadi. Setiap kediaman pemimpin klan secara bersamaan dikirim beberapa bangkai busuk yang sudah mempunyai belatung serta bau busuk menyengat disana hingga membuat nafsu makan merema berubah drastis karena hal menjijikan itu yang tiap pagi selalu dikirim kekediaman mereka.


"Benar, daripada terus berdiam diri seperti ini bukankah lebih baik bagi kita untuk menyerang kerajaan kecil itu"jawab pemimpin klan badak.


Pemimpin klan ular menatap pemimpin klan yang tak pernah buka suara itu dengan pandangan penug kejutan.


"Hahahah, ternyata bukan aku saja yang berpemikiran seperti itu"balas pemimpin ular tertaea.


"Benar sekali, jika bisa kita harus memusnahkan kerajaan itu sehingga dimasa depan kita tak perlu lagi menghadapi terror menjijikan ini"balas pemimpin klan lain.


"Ck, istri dan anak tercintaku tidak bisa makan dengan baik, sekarang tubuh mereka mulai mengurus dan lemah.... aku sangat resah akan hal itu"sahut pemimpin lain yang ikut juga menyuarakan pemikiran mereka atau lebih tepatnya keluhan mereka.


"Benar, aku sangat terhina akan hal ini"lanjut yang lain.


Ruangan itu terasa panas dan sangat gaduh akan suara-suara para pemimpin klan yang saling mengeluh satu sama lain hingga rombongan kaisar agung datang, mereka baru menutup mulut beracun mereka.


"Salam kepada kaisar agung dunia atas, semoga keabadian selalu menyertai umur dan kekaisaran iniii"ucap semua mahkul serempak menyambut kehadiran yuan.


Yuan yang kini tengah dalam balutan pakaian kebesaran khas seorang kaisar dunia atas berjalan dengan angkuh memimpin keempat jenderalnya yang kini tengah berada dibelakangnya, mengikuti kaisar hingga kepuncak tempat duduk dimana itu kursi tahta kekaisaran dunia atas berada.


Yuan duduk dalam diam, dan keempat jenderal agung tertingginya berada disamping kanan dan kirinya. Sangat jarang atau mungkin bisa dibilang sangat-sangat langka para pemimpin bisa melihat keempat jenderal agung berada ditempat yang sama dan saat ini tengah mengawal kaisar agung.


"apa kalian merasa tersinggung hanya karena bangkai itu ?"tanya yuan dingin.


Semua pemimpin yang diberikan pertanyaan pertama itu oleh kaisar agung nereka langsung dengan cepat menyambar pertanyaan itu dengan jawaban mereka.


"Benar, yang mulia kaisar agung"sahut pemimpin klan ular.


"Anak dan istri pemimpin rendahan ini langsung sakit dan mulai mengurus karena terror dari dunia bawah"ucap pemimpin klan itu lagi, diikuti para pemimpin lain yang mengucapkan hal serupa seperti yang diucapkan pemimpin klan ular, walaupun mereka meralat kalimat-kalimat mereka tapi pada intinya mereka meminta yuan untuk melindungi kediaman mereka dari bangkai menjijikan itu.


Yuan tersenyum sinis.


"Cih, bodoh"desis yuan dingin.


"Sejak kapan aku mengatakan bahwa bangkai itu berasal dari dunia bawah ??"tanya yuan dingin.


Semua orang disana tersentak kaget dan menatap kaisar agung mereka dengan tatapan tak percaya.


"Hahaha ya benar, itu adalah aku yang mengirim bangkai busuk itu kepada kalian, para pemimpin dungu"desis yuan dingin.


"Ya...yang mulia... apa...apa maksud an..anda ??"tanya seorang pemimpin klan domba, tak percaya dengan perkataan kaisar agungnya.


"Hahahahaha apakah selama ratusan tahun ini aku hanya menjadi tameng bagi mahluk-mahluk tidak tahu malu seperti kalian heh !!!"bentak yuan marah.


Ia berdiri didepan kursi takhtanya.


"Kami, kami tak berani menjadikan anda tameng, yang mulia"ucap seluruh mahluk itu serempak, mereka memohon ampun dari kaisar mereka.


"Hahahaha.... bukankah hanya dengan mengirim bangkai itu saja sudah menunjukkan bagaimana cara kalian yang hanya bisa mengandalkan kaisar ini !!!"ucap yuan dingin dengan aura hitam menekan disekelilingnya.


"Dan rumor itu !!... siapa yang berani menyebarkan rumor bahwa kaisar ini sedang lemah !!"desis yuan lagi dingin.


Semua pemimpin klan saling berpandangan satu sama lain.  Entah rumor mana yang ditanyakan kaisar pada mereka tapi pada akhirnya hal itu tak pernah luput dari ucapan salah satu pemimpin klan yang kini tengah berkumpul ini.


"Kami... kami tidak berani melewati anda yang mulia kaisar agunggg"ucap pemimpin klan badak yang juga dikenal dengan keteguhan dan kesetiaan mereka sama dengan milik klan harimau putih.


Yuan diam.


Hui, Long, Yi serta Zhe ze yang berada dibelakang yuan hanya bisa terdiam melihat kemarahan yang kini tengah berkobar didalam diri kaisar agung mereka.


Hui dan Long menatap Yi dengan pandangan bertanya dan hanya di sahut gelengan kepala.


Kenapa ?!!...


Ketiganya hanya menggidik ngeri, dan diam dalam kegelapan, mengasihani para pemimpin klan yang hanya suka menambah tugas mereka saja.


"Yang mulia kaisar agungg, kenapa yang mulia mengirimkan setiap kediaman dengan bangkai itu"tanya takut-takut seorang pemimpin klan dari klan musang.


Yuan diam, ia melihat mahluk muda yang sudah menjadi pemimpin klan baru. Entah anak itu dikendalikan menjadi seorang bonekah kediaman pemimpin oleh para tetua klan mereka atau mungkin digunakan sebagai perebutan kursi pemimpin oleh orang-orang disekitarnya, ia sedikit peduli.


"Menurutmu apa ??"tanya yuan yang berbalik bertanya.


"Apakah... apakah anda marah ??"tanya pemimpin klan muda itu takut-takut.


"Lancangg !!! Kau tak menghormati kaisar agung !!"ucap pemimpin klan ular marah dan membentak pemimpin muda itu.


Mata yuan menyipit dingin melihat sosok yang berani menyela pembicaraannya.


"Apakah kaisar ini mengizinkan kau berbicara"ucap yuan datar.


Wajah dan tubuh pemimpin dari klan ular itu langsung pucat dan gemetaran ketakutan melihat tatapan kaisar agungnya, ia segera meminta maaf dan pergi menghilang dikerumunan para pemimpin klan.


Hening.


Tanpa jawaban apapun yuan memutuskan pergi meninggalkan ruang tahktanya dengan banyak pertanyaan serta ketakutan dari balik punggungnya.


Ia sudah sangat bosan sekaligus marah disaat yang bersamaan karena ucapan roh teratai itu.


Ia sekali lagi ingin memastikan ucapan roh teratai itu dan dengan cepat meninggalkan para jenderal tertinggi kekaisaran dibelakangnya.


Tetesan-tetesan air dingin memenuhi setiap sudut tiap ruangan penjara ini, dan saat ini yuan tengah berjalan ditengah lorong penjara yang tak terkena air.


Rintihan-rintihan kesakitan ia bisa mendengarnya dengan jelas dipenjara ini, tempat yang paling tidak ingin dimasuki oleh siapapun didunia atas ini. Dan hanya penjahat yang melakukan kejahatan keji masuk kedalam penjara terdalam yang dimiliki kekaisaran dunia atas ini.


Dulu, penjara terdalam ini milik weida de tianghuang yang menyeret mangsa buruannya untuk disiksa dan diambil informasi penting dari otak mereka, dan diujung penjara terdalam ini juga terdapat satu ruangan milik yang entah siapa itu, disana terdapat banyak bekas barang penelitihan yang tak berguna dan yuan masih cari tahu sampai saat ini siapa pemilik tempat itu.


Di ujung lain penjara, yuan membuka pintu selnya dan berjalan masuk kedalam.


Roh teratai kini tengah sekarat karena kekurangan air dan hanya bisa berdiri pucat disudut ruangan.


"Katakan semuanya !!"desis yuan dingin.


Waktu itu ia memang tidak penasaran dengan mahluk didepannya ini, tapi entah kenapa sisi lain pikirannya berkata bahwa dia harus mencari tahu sesuatu dari roh tumbuhan ini.


Yuan memberikan beberapa tetes air  yang memang sengaja ia bawa dan ia simpan didalam botol kristalnya ketubuh sekarat roh tumbuhan itu.


"Terima kasih, tuan"ucap serak roh itu.


"Cepat katakan"ucap yuan dingin.


"Roh lemah ini diperintahkan nona rou chi untuk menyamar menjadi dirinya dan pergi turun agar weida de baohu long dai serta seluruh mahluk yang berada ditempat suci terkecoh"ucap roh terati itu ketakutan.


Sosok didepannya ini mirip dengan kaisar agung mereka tapi tidak dengan aura spiritual mereka yang berbanding terbalik dan terpisah bagaikan langit dan bumi. Walaupun begitu ia tetap ketakutan.


"Apa yang terjadi disana ?"tanya yuan dingin.


"Nona Rou Chi ingin membunuh Yang mulia permaisuri agung, tuan"jawab roh teratai itu menjadi sangat ketakutan ketika melihat ekspresi dingin dan aura gelap dari yuan.