
Xuan yang berada atas bukit kecil yang penuh dengan rumput hijau dengan pohon bunga persik yang sedang mekar itu sengaja ia tumbuhkan agar so ah tidak ternodai oleh keadaan disekeliling mereka.
Ia juga tak ingin anak dan istrinya disentuh manusia-manusia yang berjarak beberapa meter di depan mereka, tanpa sepengetahuan so ah juga, xuan sengaja memasang tabir disekeliling tempat ia dan so ah beristirahat.
Bukit kecil hijau yang ia buat terlihat sangat mencolok dan xuan tidak perduli akan hal itu.
"Apakah monster itu akan memakan siapapun yang ia temui ??"ucap so ah pada xuan.
"Apakah dirimu takut ?"tanya xuan.
"Iya, hal itu sangat mengerikan... aku merasa bersalah pada nenek penjual itu, untung saja anak yang bersamanya tidak ikut terbunuh"jawab so ah, nada suaranya terdengar lirih dan serak tapi ia tetap berusaha menahan agar suaranya tetap stabil.
Xuan tak bisa melihat ekspresi istrinya tapi ia bisa merasakan kesedihan dari suara istrinya. Xuan menarik tubuh so ah kedalam pelukannya, perlahan ia mengelus lembut kepala so ah dan sesekali mencium puncak kepala istrinya.
"Ketika melihat mahluk itu aku merasakan bencana buruk akan datang didalam kerajaan ini, xuan... apakah itu hanya pikiranku yang tak masuk akal"ucap so ah dengan suara gemetar.
"Tidak, kau tidak salah... pikiranmu tidak salah dan keputusanmu untuk menyelamatkan orang-orang yang ingin selamat ini juga tidak salah... selagi aku ada disini takkan ada seorangpun yang bisa menyentuh orang-orangku"jawab xuan dingin.
Apa yang so ah rasakan sama halnya seperti yang ia rasakan, sejak awal kekuatan spiritual yang berasal dari dunia bawah itu sudah bisa ia rasakan sedikit demi sedikit menyebar di kerajaan ini. Dan dari yang ia lihat, hal itu sudah bisa ia tebak kemana alur yang akan dibuat para bawahan dari dunia bawah.
Jika bukan karena monster menjijikan yang menyerang ia dan mengincar istrinya secara tiba-tiba, xuan takkan mau ikut campur dalam bisnis mahluk lain tapi sepertinya ia harus balas dendam karena mereka sudah berani mengusik keselamatan istrinya. Alhasil, so ah yang terlanjur melihat monster itu yang dengan ganas membunuh wanita tua didepan mereka khawatir jika akan ada lebih banyak manusia yang ikut di bunuh, jadi mereka menyelamatkan orang-orang yang melihat kejadian itu. setelah apa yang terjadi gerbang-gerbang kerajaan juga ditutup rapat tak mengizinkan siapapun keluar.
Dikondisi yang kacau, ia dan so ah mendengar bahwa mereka diburu oleh prajurit kerajaan dan berakhir di tempat ini bersama dengan orang-orang yang ingin selamat.
"Penatua suci keh berani sekali mahluk rendahan itu mengkambinghitamkan diriku dan ingin mengambil istri ku !!"pikir xuan sinis. Ia sudah memikirkan banyak cara untuk menyiksa mahluk itu didalam pikirannya.
Kepala so ah bersandar dengan tenang didada bidang xuan, sampai kemudian ia mulai merasakan kantuk dan tertidur.
Disisi lain, Jhi kecil membawa bibi san untuk datang menemui dermawan mereka yang saat ini sedang bersantai disudut lain tempat ini.
"Sejak kapan ada bukit indah ditempat ini ??"tanya bibu san saat melihat pohon bunga persik yang tumbuh dengan subur ditengah tempat yang begitu miskin dan kumuh ini.
"Itu... itu dermawan kami yang membuatnya bibi, sekarang mungkin mereka ada dibalik pohon persik itu dan tak ingin diganggu.... dia yang menyelamatkan meimei ku tapi tidak dengan nenek yang sudah pergi"jawab Jhi kecil lirih.
"Pergi ?!!... kemana nenekmu pergi ??!...Jhi kecil jawab aku ??!"ucap bibi san langsung memegang kedua pundak Jhi kecil.
"Nenek... nenek di bunuh monster itu karena melindungi Jiao meimei"ungkap jhi kecil dengan raut wajah sedih.
"Dimana jiao ??"tanya bibi san.
"Bibi tenang saja, sekarang jiao sedang di rawat oleh bibi penjual buah di samping kedai nenek"jawab Jhi kecil dengan cepat.
"Ayo kita temui dermawanmu itu"jawab bibi san kemudian.
Semakin mereka mendekati bukit itu, semakin bibi san bisa merasakan udara disekitarnya memberat dan memberat. Aliran spiritual yang ada ditubuhnya sedikit mengacau dan berbeda dengan tubuh manusia biasa yang tak akan merasakan efek apapun.
Kubah yang ada didepan mereka ini lebih kecil dan hanya melingkupi bukit kecil ini saja. Kubah pelindung didalam kubah lainnya, baru kali ini bibi san melihatnya.
"Tuann.... Nyonyaaa... apakah kalian ada disini ??"kata Jhi kecil sembari berteriak.
Xuan yang melihat ada dua orang menuju kearah mereka hanya diam. Ia tak mau bergerak karena so ah yang sedang terlelap.
Xuan hanya membentuk sebuah kupu-kupu yang ia perintahkan untuk terbang menuju kedua orang itu.
Kupu-kupu kecil bercahaya kebiruan terbang keluar dari dalam tabir dan terbang mengelilingi keduanya kemudian kupu-kupu itu terbang lagi masuk kedalam tabir diikuti kedua orang dibelakangnya.
"Huaahh... bibi lihatlah tempat ini sangat indah walaupun kecil.... lihat kelopak-kelopak bunga ini...."ucap Jhi kecil tertawa bahagia, tangannya yang kecil menadahi kelopak-kelopak bunga persik yang jatuh.
"Jhi kecil jaga sopan santun"ucap bibi san padanya.
"Tidak apa-apa, nyonya... dia bisa melakukan apapun yang ia mau"ucap sebuah suara dingin.
"Tuan, apakah anda tidak marah jika aku mengambil beberapa kelopak bunga ini ?"tanya jhi kecil dengan suara penuh harap.
"Hmm"ucap xuan santai.
"jangan berisik"ucap xuan lagi.
"Terima kasih, tuan dermawan"ucap jhi kecil yang dengan riang berlarian menuju arah lain bukit.
Setelah kepergian jhi kecil, suasana dihadapan bibi san dan xuan sangat berat dan kaku. Bibi jhi melihat sosok bertopeng yang sedang duduk bersandar di pohon persik dengan sesosok wanita yang tengah terlelap didalam pelukannya dan wanita itu memakai setengah kain yanh menutupi wajahnya.
Mungkin kecantikan surgawi ini yang dibicarakan orang-orang ?!
"Apa yang kau butuhkan ?"tanya xuan dengan suara dinginnya.
"Maafkan saya tuan, akan tetapi kenapa anda mengumpulkan banyak orang disini sedangkan benteng kerajaan lebih baik daripada disini"tanya bibi jhi.
"Keh... bukankah hal yang paling mengerikan adalah percaya pada yang bisa dipercayai ?"ucap xuan mengejek.
"Maafkan saya tuan, tetapi orang-orang ini harus segera pergi menuju benteng dalam kerajaan agar tidak terlibat lebih jauh lagi dengan anda"ungkap bibi jhi lagi.
"Terlibat lebih jauh ?... orang-orang ini diselamatkan istriku... jika kau ingin kau bisa membawa mereka keluar dari tabir pelindung yang sudah ku buat"ucap xuan santai.
"Pergilah"ucap xuan.
"Jangan mengganggu istirahat istriku"ucapnya lagi.
"Baik tuan"jawab bibi jhi berterima kasih.
Tubuh wanita itu langsung berlari dengan kencang menuruni bukit dan ia bergegas menemui orang-orang dari pemukiman sudut ini.
"Bodoh"ejek xuan saat ia melihat tubuh wanita itu berlari.