
"Salam nona muda jiang zhi yue dari kediaman jenderal klan jiang kepada weida de tianghuang, semoga kaisar diberikan berkah keabadian"ucap zhi yue pada kaisar agung dunia atas yang kini berada jauh didepannya.
Tidak !!!..., ada apa dengan suaraku ??!, pikir so ah sembari menyentuh reflek lehernya sendiri.
Tabir penutup wajah ??... ti..tidak kenapa zhi yue memakainya ??... Aku... aku berada ditubuh zhi yue ??, pikir so ah gugup kini ia berada ditengah-tengah ruang aula kediaman besar yang ia sendiri tidak tahu kediaman apa ini.
So ah diam-diam memperhatikan sekitarnya, banyak dari orang-orang disekitar zhi yue yang menatap secara terang-terangan wanita muda yang tengah memberikan salamnya kepada kaisar agung.
Xuan yang duduk diposisi tertinggi menganggukkan dagunya memberikan respon singkat dan menatap sekilas mata wanita dibawahnya itu.
So ah tak bisa berbuat apa-apa saat zhi yue menundukkan kepalanya, ia menurunkan kelopak matanya saat tahu xuan sedang bersama dengan sosok lain diatas sana.
Hatinya sedikit ngilu, ia kemudian dengan cepat mengundurkan dirinya dan duduk ditempat yang sudah disediakan sesuai dengan urutan tingkat kediaman.
Zhi yue duduk sendiri.
Kelopak bunga kecil yang memisahkan dirinya dari kesenangan duniawi, jika saja ibunya tidak memaksanya untuk hadir dalam perjamuan besar antar klan mungkin ia takkan sudi melihat lelaki yang kini tengah duduk diatas sana.
So ah ikut merasakan apa yang dirasakan zhi yue, seakan satu tubuh dan satu pikiran. Ia mengerti apa yang kini tengah dipikirkannya dan kini ia tengah meminum tehnya dengan lembut dan sopan, dan ia baru menyadari bahwa kini ia berada didalam tubuh zhi yue.
"Apa yang terjadi ??!!.."pikir so ah panik.
Ia masih berusaha mengeluarkan dirinya sendiri dari tubuh zhi yue dan hasilnya tetap sama, ia masih berada didalam tubuh zhi yue. jiwanya seakan melekat pada tubuh ini dan so ah juga berusaha untuk menggerakkan tangannya tapi ia tak bisa, so ah hanya terdiam. dari balik kain tipis yang menutupi sebagian wajahnya, bibir zhi yue sedikit cemberut saat ia tahu bahwa weida de tianghuang tengah memperhatikkan gerak geriknya seperti dirinya ini adalah mangsa empuk.
Xuan yang merasa diacuhkan kini merasakan tatapan kesal dari sudut lain ruang aula yang memuakkan itu merasakan sedikit euphoria yang menggelitik hatinya.
Zhi yue yang kesal karena tatapan kurang ajar milik kaisar agung yang terkenal kejam itu langsung pergi setelah memberikan alasan yang masuk akal.
Kenapa hatinya harus bercampur aduk karena kehadiran sosok yang harus ia hindari itu !!?...
Ia kesal, marah, dan segalanya bercampur saat menatap wajah dingin sang kaisar agung dunia atas yang seringkali dilayani para wanita dari setiap kediaman klan tinggi lain.
So ah yang berada didalam tubuh zhi yue ikut merasakan perasaannya.
"Dasar laki-laki es !!... tidak berperasaan... huhhh"pikir so ah yang juga ikut menahan rasa cemburu, kesal dan dongkol dihatinya.
Zhi yue terbang melewati satu pohon ke pohon lainnya hingga ia sampai dipohon terbesar diantara pohon lainnya. dahan pohon itu memajang saat zhi yue datang seakan menyambut kedatangan wanita itu dengan dahan kecil lain yang menumbuhkan persik ranum.
"kakek pohon yang terbaikkk"ucap lembut zhi yue.
Zhi yue tak sadar kaisar agung mengikutinya dan memperhatikannya. Weida de tianghuang terkekeh geli hingga membuat zhi yue kaget atas kehadirannya yang tiba-tiba. zhi yue menunduk dan pergi dari hadapan xuan.
So ah tiba-tiba kembali terseret kesebuah tempat.
"apa yang terjadi ??"pikir so ah.
Ia kini berada di lembah utara tapi dengan kondisi yang jauh berbeda. So ah duduk linglunh di tempat tidurnya.
"Nona... nona anda harus cepat... cepat... tuan besar dan nyonya besar tengah bertengkar"ucap panik seorang roh sayuran.
Tubuhnya bergerak sendiri, ia dengan panik berlari menuju ke suatu lorong lain di paviliun lembah utara. Tubuhnya berhenti tepat didepan pintu kamar, ia mendengarkan percakapan antara ayah dan ibu zhi yue.
"Kita harus menjauhkan kaisar dari zhi yue !!"ucap marah fu yue pada suaminya, jenderal jiang.
"tidakk.. kaisar takkan menyakiti putri kita"ucap jenderal jiang pada istrinya.
"bagaimana dengan nyawa anakku ?!!... kau tidak melihat bagaimana jiang mei harus pergi dari pelukan ku ?!!.. aku tidak ingin hal yang sama terjadi pada gadis kecil lembutku itu... dia harta berhargaku"ucap fu yue sedih.
"apa kau tahu bagaimana kaisar dengan para wanita kasar dari tiap kediaman yang dibawa masuk kedalam kekaisaran !!!... aku tidak ingin anakku tersiksa karena berlomba-lomba mendapatkan hati kaisar !!!"ucap fu yue lagi.
Jenderal jiang terdiam mendengar ucapan istrinya.
"Yue er belahan jiwa kaisar agung, apa lagi yang bisa kita lakukan ?.." ucap jenderal jiang putus asa.
"kumohon jangan masukkan anakku dalam neraka kekaisaran"ucap ibu zhi yue terisak.
kenapa hatiku ikut sakit mendengarnya seakan wanita itu adalah ibukku, apa yang terjadi ??...
Jiwa so ah tertarik kembali kesebuah tempat besar. so ah berdiri lama ditempat itu hingga akhirnya tubuh zhi yue berjalan masuk kedalam kekaisaran dunia atas.
Dai luan, Xuan dan wanita lain yang terlihat sangat asing dimatanya tengah duduk meminum teh mereka di tempat santai milik weida de tianghuang.
Apakkah ini istana kekaisaran ??..
Siapa wanita itu ??..
Kenapa perutku sedikit membesar ??..
"ugh"desis zhi yue yang akhirnya pingsan ditengah lorong.
Gelap.
Segalanya gelap.
So ah mendengar samar, suara seorang wanita yang berbisik disampingnya.
"kau dan anakmu harus mati... kalian harus mati !!.. kaisar milikku.. harus menjadi milikku karena ia ditakdirkan untukku"desia sebuah suara yang terdengar mematikkan.
Segalanya terlambat, saat ia akan melindungi tubuhnya yang lemah racun lebih cepat masuk kedalam aliran darahnya.
"Tidakkk..."
"Zhi yuee !!!... Bangunn... "
So ah ikut merasakan rasa sakit yang amat terasa menyakitkan menyengat diperutnya.
"tidakk... anakku hiks anakku !!!"
"zhi yue bangunn... kumohon !!!"
so ah panik sekaligus merasakan kesakitan hingga kegelapan pekat kembali mengambil alih kesadarannya.
Hampa.
Kosong.
Tanpa harapan.
Kenapa perasaan ini merasuki hatiku...
So ah mengelus lembut perutnya yang kini telah datar. kini, ia telah berada di hutan persik. ia ingin sendiri.
So ah merasakan pelukan hangat dibelakang tubuhnya, ia hanya diam dan perlahan melepaskan pelukan itu. so ah berjalan meninggalkan xuan, sekilas ia rindu pelukan hangat itu tapi tubuh ini enggan menerimanya.
so ah yang berada didalam tubuh zhi yue merasakan rasa sakit yang kuat menekan setiap titik tubuhnya. ia terbaring lemah.
"Anda tidak perlu lagi untuk datang ketempat ini yang mulia kaisar"ucap jenderal jiang.
"Dia istriku"desis xuan berbahaya.
"Dimana kau saat istrimu kesakitan !!!... dia kehilangan buah hatinya dan kau masih mempertahankan wanita busuk itu !!!"desis istri jenderal jiang murka.
Aura dingin merembet masuk membekukan segala sesuatu yang ada didalam ruangan itu, xuan sebagai pelaku utama atas apa yang ia lakukan tetap bersikeras membawa istrinya kembali. Di sisi lain, Ibu zhi yue mengeluarkan api keabadian disekitar tubuhnya hingga bekuan es disekeliling mereka mencair tajam.
"Huandi, ada baiknya anda mengalah untuk sementara waktu"ucap dai luan dalam pikiran mereka.
Akhirnya xuan mengalah, dan karena hal itu kebengisannya bertambah parah. ia bertarung dengan banyak mahluk kuat dan membantai setiap mahluk yang akan memberontak hingga akhirnya banyak mahluk yang mulai berusaha untuk menjatuhkannya dari takhta kekaisaran agung dunia atas.