
"Dan lagi, bukankah adik perempuan harus memberi salam pada kakak perempuan utama ?"tanya jing mei sopan, senyumnya terlihat saat ia menatap jing changxi. Senyum yang tak tergoyahkan.
"Salam ?.."tanya zheng bai pura-pura tidak tau.
"Maaf... maafkan adik perempuan ini kakak perempuan, tapi bukankah sekarang kakak perempuan sudah menikah dengan yang mulia raja"ucap jing chang xi dengan wajah sedih.
"Status dengan garis tidak sah, tidak boleh memanggil seseorang yang statusnya lebih tinggi dengan sembarang, apakah sekarang rumah tangga kediaman klan jing menjadi berkarat dalam pengelolaan selir chang ?!!"ucap jing mei dingin.
"Aku hanya mengajarimu sopan santun agar dikemudian hari kau ingat statusmu, adik perempuan"ucap jing mei lagi.
Zheng bai dari pinggir melihat jing mei dengan tatapan tertarik karena ucapan yang wanita itu ucapkan untuk jalang kecil menjijikan didepan mereka.
"Hahaha, kau benar ratuku... rendah tetap rendah.. kau benci jika ada sesuatu yang rendah mengotori mataku"ucap zheng bai santai.
Kalimat zheng bai bagaikan sebuah petaka bagi keduanya, kobaran api kebencian memancar dimata jing changxi. Jika bukan karena jing mei menjadi ratu kerajaan dunia bawah, mungkin ia takkan hidup dengan membawa aib dari seorang dengan kelahiran selir rendahan.
Yi mendapatkan sebuah informasi dari para jenderal yang ia perintahkan untuk mengawasi dunia bawah, informasi itu berisi tentang kegiatan para budak dan prajurit dunia bawah yang membuat berbagai macam senjata dalam jumlah besar.
Hui yang ada disampaingnya ikut mendengar pembicaraan mereka sedikit menegang.
"Apa yang akan kita lakukan ?"tanya hui pada yi.
"Tetap biarkan kondisi seperti ini, tapi mari kita persiapan semuanya dengan hati-hati"ucap yi pada hui.
Ia memerintahkan para jendralnya untuk pergi kembali untuk diam-diam mengawasi dan mencari banyak informasi dari dunia bawah.
"Yiiii.... Huiii... kemari"teriak bingbing yang mengagetkan meraka berdua.
Yi dan hui langsung menoleh dan menatap kearah dimana bingbing memanggil mereka, ia melihat sosok yang sangat ia kenal berdiri tepat disamping bingbing dan zhe ze.
"Salam kepada kaisar agung penguasa kekaisaran dunia atas, semoga keabadian melindungimu"ucap hui dan yi bersamaan memberi salam kepada yuan.
"Apa yang terjadi ?"tanya yi pada bingbing.
"Ya, kami berhasil menekan racun yuan"sahut bingbing.
"Racun bisa ditekan ?"tanya hui.
"Ya, racun melawan racun"sahut zhe ze.
Yi terdiam mendengar ucapan zhe ze, ia sangat tahu bahwa metode menekan racun dengan racun juga berbahaya daripada menekan racun dengan kekuatan spiritual yang bisa saja membawa kematian pada penekannya. kedua metode itu sangatlah beresiko besar bagi tubih yang terkena racun.
"Apakah kondisi mu baik-baik saja ?"tanya yi.
"Ya, aku sangat sehat"sahut yuan dingin.
Yi merasakan sesuatu yang berbeda dari yuan, entah apa itu ada hal yang mengganjal dihatinya begitu juga dengan ketiga orang yang berada di samping yuan. Pikiran mereka sama.
Yuan pergi meninggalkan ketiganya dan pergi menuju ruang takhtanya, disana ia masuk kedalam ruang kerja yang berada tepat dibelakang kursi takhta.
Yuan sekali lagi memasuki ruang dimensinya, ia ingin melihat kembali sosok xuan yang kini berada didalam sebuah gazebo besar.
Hal yang yuan lihat pertama kalinya dalam ruang dimensi adalah gazebo besar yang terbelenggu oleh ikatan erat rantai neraka, berkobar dengan api hitam.
Yuan tak bisa menerobos masuk dengan ceroboh seperti dulu, kini ia tahu bahwa kekuatannya sangat terbatas semenjak xuan melakukan sesuatu pada inti spiritiualnya. Tapi, ia kini merasa sedikir lega, satu hal yang pasti. Sekarang, Jiwa xuan tertidur panjang. Selama periode waktu itu, dirinya akan mencari cara agar xuan tetap tertidur panjang dan lenyap dari dunia ini.
Coouughh...
Couugghh...
Ccouughh..
Yuan memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya, mengotori pakaian yang ia pakai.
Ia dengan acuh tak acuh dan menghiraukan rasa sakit yang kini ia rasakan membuka pakaiannya dan membakarnya langsung. Ia kemudian mengambil kembali pakaian dan mengenakannya.
"Yi"panggil yuan, kini ia duduk diatas kursi kebesarannya.
"Panggil semua pemimpin klan"ucap yuan dingin.
"Tak terkecuali"lanjutnya lagi.
"Baik, yang mulia"sahut yi.
Yi langsung menghilang dari dalam ruang takhta, memberikan perintah untuk membawa sebuah surat darurat dari kaisar.
Semua pemimpin klan dari dunia atas berkumpul didalam ruang takhta, mereka memberikan penghormatan kepada kaisar agung dan duduk kemnali dengan gugup.
Hening.
Hening.
Hening.
"persiapkan semua peralatan peperangan" ucap yuan dingin membuat sebuah permulaan yang mencekam sekaligus mencekik.
Semua pemimpin klan yang mendengar ucapan kaisar mereka langsung riuh dan menolak keras atas perintah kaisar terutama pemimpin klan duyung.
"Jadi kau tikus kecil itu"desis yuan menatap pemimpin klan duyung dengan pandangan dingin.
Ia berdiri dan mengeluarkan pedang peraknya, berjalan dengan menggeret pedang itu hingga sampai tepat didepan tempat duduk untuk pemimpin klan duyung.
"Yang mulia, tidak mungkin dunia bawah yang lemah itu berani memulai perang dengan kekaisaran kita" ucap pemimpin klan duyung yang mulai ketakutan.
"Apakah aku memerintahkanmu untuk mengeluarkan pendapat ?!!" Desis yuan dingin.
"Rakyat banyak berkorban sia-sia demi kalian para pemimpin yang sangat menjijikan" desis yuan dingin.
"Dan kau berani membuat sebuah kesepakatan dengan dunia bawah !!!"desis yuan lagi.
Semua pemimpin yang mendengar ucapan kaisar mereka langsunf terperanjat kaget sekaligus tak percaya.
"Hukuman mati, sangatlah mudah untukmu"ucap yuan dingin.
"Seret dia kedalam penjara selatan"ucap yuan dingin.
"Dan sebelum itu" desis yuan dingin.
Ia dengan gila menggali paksa inti spiritual milik pemimpin klan duyung, hati yang digali dengan paksa kini mengeluarkan sebuah tangan yang berlumuran darah segar.
"Menjijikan" desis yuan dingin, ia menatap tangannya yang merah pekat dan berbau amis menyengat.
Inti spiritual berukuran bola kelerang langsung ia telan, semua mata kaget atas perbuahan situasi yang bahkan mereka belum bisa mencernanya.
Sebuah hal tabu jika memakan inti spiritual kekuatan milik mahluk lain, tapi yuan melakukannya secara terang-terangan.
Kejam.
Semua mahluk kekaisaran dunia atas mendengar berita tentang sang kaisar yang memakan inti spiritual milik mahluk lain. Hingga sampai ketelinga nona muda dari kediaman klan duyung, wanita muda itu kaget atas kabar yang ia terima.
Ia sangat syok.
Ia sangat marah dan tak terima dengan apa yang dilakukan kaisar pada ayahnya.
Penjara selatan adalah tempat yang sangat klan duyung hindari, karena disana tak ada rasa sejuk melainkan rasa panas membakar yang bisa saja membuat mahluk langsung mati terpanggang.
Tak ada satupun mahluk disana, disana selalu ada siksaan yang sangat mengerikan.
Ia benci kaisar !!!...
Lihat saja, aku akan membalaskan dendam ayahku !!!...
Pikir nona muda dari kediaman klan duyung itu dingin, penuh dendam.