The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 63



Jenderal banteng itu langsung pergi dengan tergesah-gesah kembali ke dunia bawah. Sampai di kerajaan dunia bawah, ia langsung pergi mengahap zheng bai dengan ekspresi tertekan ketakutan.


"Dimana permaisuri itu ?!"tanya zheng bai dingin dari singgasananya.


"Maafkan hamba ya mulia..."jawab jenderal itu ketakutan.


Mata zheng bai langsung menatap tajam salah satu bawahan rendahan yang ia perintahkan untuk mencari keberadaan permaisuri agung itu.


"Apa maksudmu !!"desis zheng bai mengancam.


"Kami... kami bertemu kaisar agung dan tangan kanannya yang mulia"jawab jenderal itu lagi, ia merasa was-was karena tatapan zheng bai yang semakin tajam.


"Jadi, kalian semua di bunuh dengan sia-sia tanpa membawa hasil !!!... bedebah busukk !!!"desis zheng bai murka.


Zheng bai langsung berdiri dan berjalan perlahan kearah jenderal rendahan yang sedang bersimpuh memohon ampunan nyawa kepadanya itu.


"Apa yang bedebah busuk itu katakan ?!"tanya zheng bai santai.


"Dia... dia mengatakan bahwa akan...aa..akan menerima pe..rang yang mulia... dan...dan ju..juga ia mengancam kami agar tidak mencari keberadaan permaisuri agung"ucap jenderal itu gagap tapi sedikit lega melihat rajanya yang raut wajahnya tidak terlihat murka lagi.


"Bagus... bagus sekali berita yang kau bawa"ucap zheng bai tersenyum.


"Terima kasih yang mulia"jawab jenderal itu ikut tersenyum tapi matanya langsung terbelalak kaget sekaligus tak percaya karena tebasan pedang yang ditarik zheng bai dari salah satu pengawal mengenai lehernya. Tubuh besar milik jenderal itu langsung tergenang dalam genangan darahnya sendiri.


"Lihat !!!... mulai sekarang kalian ku perintahkan untuk memperkuat kekuatan kalian dan jika kalian bodoh seperti sampah menjijikan ini, aku takkan berbelas kasihan seperti ini !!"ucap zheng bai dingin mengancam.


Ia sudah sangat kesal karena pasukan yang dipimpin jenderal rendahan bodoh ini harus mati dengan sia-sia ditangan bedebah itu. Entah bagaimana caranya ia harus menangkap permaisuri itu, dengan begitu pasukannya akan punya kartu emas di pihak mereka. Zheng bai yang memikirkan semua strategi didalam otaknya langsung tersenyum mengerikan. Ia sangat menantikan hari dimana kaisar yang agung itu harus menghina diri dihadapannya.


Disisi lain, yuan terus mencari keberadaan so ah dengan keadaan pikiran yang sangat kacau. Yi yang ada di belakangnya juga berusaha membantu yuan. Sampai mereka sampai di sebuah tempat yang mana banyak pepohonan tumbang dengan mayat yang sudah menjadi bangkai berbau busuk berserakan dimana-mana serta bercak-bercak darah hitam yang sudah lama mengering tertempel di batang-batang pohon.


Yuan mengernyitkan dahinya saat melihat keadaan didepan mereka.


"Dunia bawah"desis yuan menyipitkan matanya.


"Apa mau mereka !!"ucap yi dengan emosi.


Yuan terus berjalan menuju ke arah tengah di tempat itu karena disana ia bisa melihat ada sesuatu yang menariknya untuk kesana. Mata persiknya langsung sedikit melebar takkan merasa bahwa ada bekas naga hitam itu disini.


"Apa yang naga itu lakukan hingga diburu dunia bawah ?!"pikir yuan sembari mengedarkan pandangannya kesegala arah.


"Naga hitam, penjaga dunia bawah"ucap yuan santai sambil terus berjalan mengabaikan kondisi disekitarnya dan terus melanjutkan perjalanan mereka.


"Naga hitam ??!"tanya yi dengan mimik muka serius.


Kenapa dunia bawah mengirim sebegitu banyak pasukan untuk mencari sang naga hitam dan juga permaisuri agung ?!.. jika mereka menangkap permaisuri mungkin itu untuk menggertak kaisar agung, tetapi naga hitam pelindung dunia bawah ?!... atau jangan-jangan mereka ingin bersekutu dengan naga hitam itu... ahh kenapa segalanya menjadi sedikit rumit ck,pikir yi.


Yuan mengikuti aroma samar dari naga itu sampai berhenti disebuah pohon beringin besar ia mencium aroma so ah yang terasa samar disana bercampur dengan milik naga hitam itu.


So ah !!..


Yi yang melihat tuannya diam ditempat langsung ikut mematung karena aroma yang ia tau betul sebagai aroma dari permaisuri agung bercampur dengan naga hitam itu yang artinya mereka bertemu disini.


Ia tau dari buku-buku kuno yang pernah ia baca, naga hitam tidak mempunyai belas kasihan pada mahluk apapun kecuali pada kaisar terdahulu penguasa ketiga dunia.


"Jangan"jawab yuan dingin dengan mata yang mengamati sekitarnya.


"Kenapa yang mulia ?? Sekarang mungkin saja permaisuri sedang ketakutan..."ucap yi.


"Tidak... biarkan saja"ucap yuan yang langsung pergi menuju dunia atas diikuti yi.


Dengan begitu, tanpa campur tangannya janin itu sudah pasti akan mati karena so ah yang mungkin saja disiksa naga hitam itu tetapi bagaimana jika sebaliknya ??!.. tunggulah sebentar lagi so ah..., pikir yuan tanpa ekspresi apapun diwajahnya.


Digunung ji, so ah sudah menghabiskan waktu hampir dua bulan dan ia hanya bisa terdiam bingung dengan apa yang akan ia lakukan kedepannya.


Dai luan yang setiap hari membantunya dalam segala hal kebutuhan untuk mereka berdua kecuali memasak makanan. Lelaki itu dengan baik hati mencari kayu bakar dan bahan makanan lainnya jadi ia merasa bersyukur dengan kebutuhannya sendiri yang dilengkapi dai luan disaat kondisi kehamilannya yang menginjak bulan ke enam.


Sekarang ini so ah sedang duduk menjahit pakaian untuknya sendiri karena pakaiannya yang mungkin beberapa bulan kedepan takkan muat lagi, ia dari jendela bisa melihat dai luan yang baru saja kembali dari hutan menghampirinya.


"Nyonya, bolehkah saya bertanya ??"tanya  dai luan tiba-tiba.


"Tanyakan saja luan ge tidak apa-apa dan satu lagi bukankah berkali-kali sudah kukatakan jangan memanggilku nyonya"jawab so ah dengan suara yang sedikit ia buat kesal.


"Ba..baiklah so ah mei... mei"jawab dai luan kaku. Ada perasaan asing yang mengalir kedalam hatinya yang tak tersentuh kehangatan karena wanita didepannya ini yang dalam waktu singkat memberikan satu perasaan hangat keluarga untuknya. Dalam hatinya ia sudah bertekad bahwa setelah tuannya, wanita ini yang akan ia lindungi. Didunia ini ia akan pastikan bahwa takkan ada yang berani menyakiti wanita yang sudah ia anggap sebagai adik perempuannya ini.


"Hahaha kenapa kau kaku gege"jawab so ah tertawa.


"Jadi apa yang akan kau tanyakan ??"tanya so ah pada dai luan.


"Siapa suamimu ??"tanya dai luan.


"Itu dia..."lirih so ah yang perlahan meletakkan alat menjahitnya dan mulai mengelus perut buncitnya dengan pandangan menerawang jauh keluar jendela.


"Qi Rui Wang dari kekaisaran Qi"jawab so ah jujur.


"Apakah dia tidak mencari mu ??"tanya dai luan lagi.


"Mungkin ia mencariku tapi mungkin ia takkan menemukanku, luan ge"ucap so ah sambil tersenyum.


"Ia tak ingin anak yang ada dalam kandunganku"jawab so ah lagi.


"Kenapa ??!"tanya dai luan kebingungan.


Apakah hubungan manusia sedangkal itu ??.. yang ia tahu banyak manusia yang rela mendapatkan seorang keturunan bagaimanapun caranya agar bisa membuat status mereka semakin tinggi. Tapi kenapa kondisi wanita didepannya ini bisa seperti ini ??!!... atau apakah wanita ini serong dengan pria lainnya !!..,pikir dai luan tanpa ekspresi.


"Tidak... aku tidak serong gege"kata so ah dengan muka kesal.


"Ahh... maafkan aku meimei"jawab dai luan tersenyum kaku meminta maaf.


"Aku tak tau salahku apa... tetapi selama ini aku tak pernah berhubungan dekat dengan pria lain selain dirinya, tapi ia dengan mudahnya bilang bahwa anak yang aku kandung bukan anaknya melainkan anak lelaki lain... apakah itu masuk akal luan ge ??"tanya so ah dengan muka tertekan sedih.


"Tenangkan dirimu... jika ia tak menginginkan kalian, kau bisa ikut denganku dan kalian akan aku lindungi"ucap dai luan dengan nada tegas.


"Bukankah beberapa bulan kedepan aku akan punya keponakan yang lucu ??... apakah kau tau keponakanku akan bangga melihat paman tampan dan kuat seperti ku"kata dai luan mencoba menghibur so ah.


So ah hanya tertawa mendengar ucapan penug percaya diri dari lelaki didepannya ini. Ya, dirinya yang tak punya saudara kini merasakan arti bagaimana mempunyai seorang saudara lelaki sama seperti Yu Xe.