
Xuan bertindak seperti itu juga bukan tanpa alasan. Ia hanya ingin seluruh ras dari dunia atas dan dunia bawah bisa hidup saling berdampingan, tapi tetap saja kebengisan dan darah dingin yang mengalir di denyut nadinya membuat banyak mahluk menjadi takut dan waspada pada xuan. Di tambah lagi, ia telah lepas kendali dan membunuh sebagian mahluk yang sudah ia dan dai luan incar, kemungkinan besar semua itu juga terjadi karena campur tangan seseorang didalamnya.
Ia telah salah langkah.
Wanita yang berasal dari dunia bawah dan telah ia biarkan berkeliaran disekitarnya kini telah menjadi bumerang baginya. xuan murka. Ia merasa bahwa otaknya sedikit tidak pada tempatnya karena tertarik pada keunikan dari kekuatan spiritual wanita itu yang juga telah mengelabuhinya.
****** !!
Xuan menghembuskan nafasnya kasar, segala sesuatu disekitarnya hanya menjadi bom waktu yang kapan saja bisa membunuh. Ia lebih memilih menghancurkan seluruh ras dari dunia atas dan dunia bawah agar nanti zhi yue ketika terbangun tetap aman, pemikirannya yang terlihat egois. tapi, dibalik itu ia ingin membangun kembali kekaisaran dunia atas dengan membersihkan hama kotor terlebih dahulu.
Ia masih mengingat dengan jelas bagaimana tubuh wanitanya harus terbaring dalam peti penyucian, dan apakah tangannya yang kotor ini bisa kembali memeluk tubuh wanitanya ???!!...
Untuk pertama kalinya seorang kaisar agung kekaisaran dunia atas menjadi sangat putus asa.
So ah melihatnya, ia ikut merasakan kesakitan xuan, so ah menangis pilu. Kembali, ia harus melihat pembantaian besar-besaran dengan tubuh xuan sebagai pusat kekacauan itu. Persetan antara hubungan Zhi yue dan xuan dimasa lalu, tapi di kehidupan ini xuan adalah miliknya dan ayah dari anak-anaknya.
Kenapa takdir benang merah milik xuan dan dirinya begitu rumit !!..
DEG.
So ah membuka matanya, ia menatap langit-langit ruangan yang sudah tak lagi asing dimatanya. Keringat dingin mengalir deras disekujur tubuhnya hingga membuat sebagian pakaian yang ia kenakan lengket ditubuhnya. So ah duduk, ia berusaha menormalkan nafasnya yang memburu acak-acakkan.
"Rou shi", panggil so ah.
"Ya, yang mulia permaisuri agung", ucap rou shi yang dengan cepat datang menghadap ketuannya.
"Apakah kau tau dimana gua kristal milik weida de tianghuang berada", tanya so ah.
Hening.
Rou shi bingung atas pertanyaan tuannya, hingga tiba-tiba zhe ze yang entah darimana mendengar pertanyaan dari so ah mendobrak masuk kedalam kamar miliknya.
Nona muda pewaris dari klan vermillion itu dengan cepat masuk kedalam kamar soah.
"aku... aku tau, yang mulia", ucap zhe ze meyakinkan so ah.
So ah dan rou shi terdiam mendengar ucapan zhe ze.
"aku tau dimana letak gua itu yang mulia", jawab zhe ze sopan.
Rou shi memandang zhe ze dengan pandangan curiga, tapi zhe ze yang dipandang seperti itu hanya mendengus kesal.
"jika anda tidak percaya, tidak apa-apa, lagipula gua itu sangat langka dan tersembunyi bahkan banyak mahluk lain yang mencari keberadaan gua suci itu, hanya kami dari klan vermillion suci yang mengetahui keberadaan gua itu dari buku kuno leluhur klan vermillion", ucap zhe ze santai.
"seberapa jauh gua itu", tanya so ah pada zhe ze.
"aku tidak terlalu yakin tapi akan memakan waktu lama jika kita menunda keberangkatan kita kesana yang mulia", ucap zhe ze yang terlihat meyakinkkan so ah.
So ah terdiam mendengar ucapan dari gadis muda didepannya, ia melirik dayangnya yang terus saja menatap tajam kearah zhe ze.
"Pergilah keluar sebentar, aku ingin mendiskusikan sesuatu dengan dayangku", ucap so ah pada zhe ze.
"Baiklah, nyonya manusia", jawab zhe ze.
Roi shi mendelik kesal pada zhe ze karena mendengar ucapan panggilan untuk tuannya yang terkesan mengejek itu. Rou shi terus mendelik tajam pada punggung zhe ze yang telah menghilang di balik pintu.
"Apa yang kau pikirkan ??", tanya so ah pada dayangnya.
Apapun yang terjadi ia juga harus berbicara pada dayangnya, karena mungkin saja dayangnya lebih tau daripada dirinya yang hanya manusia fana.
"Hamba hanya mematuhi perintah yang mulia"sahut rou shi cepat.
Hening.
"Tapi, apakah yang mulia percaya pada burung itu ??", tanya rou shi kaku.
So ah terkekeh geli melihat bagaimana dayangnya ini begitu sensitif.
"Ya dan tidak, aku masih sedikit menaruh kepercayaan padanya", ucap so ah sembari tersenyum.
Disisi lain, yi dan hui serta bingbing kini tengah di sesatkan oleh serangga yang menguntit mereka. Serangga-serangga asing yang kini telah membuat jalan mereka kacau membuat hui mendecih kesal.
"Aku akan menghabisi serangga sialan ini", desis hui kesal.
"Jangan !", desis yi.
"Kita harus bergerak dan hati-hati", lanjut yi.
"Kita harus cepat menemukan gua dan menjauh dari jangkauan serangga-serangga ini", ucap yi lagi.
"Apakah lumuran ramuan ini bisa bertahan sedikit lagi ??", tanya yi pada bing bing.
"Iya, tapi kita tidak punya banyak waktu", sahut bing bing.
Kini tubuh mereka telah terbalut ramuan busuk yang bing bing miliki. ramuan beraroma busuk yang membuat serangga-serangga itu balik kebingungan mencari keberadaan mereka, sedikit memudahkan jalan ketiganya tapi tidak dengan jalan keluar untuk turun dari gunung utara. Serangga-serangga itu telah mengacaukan sebagian besar jalan pegunungan, dan kemungkinan besar sebagian dari gunung utara ini telah terbalut energi spiritual yang serangga-serangga hitam itu keluarkan.
Lubang Gua !!!...
Yi langsung cepat-cepat pergi menuju gua yang ia temukan bersama dengan hui dan bingbing. Kini, ketiga telah masuk kedalam gua dan menyembunyikan diri.
"Apapun yang terjadi, kira harus mengumpulkan seluruh pasukan dunia atas", ucap hui dingin. Bing bing menoleh menatap bingung suaminya, begitu juga dengan yi.
"Apa yang akan kau lakukan ?", tanya yi.
"Menahan kaisar agung", ucap hui.
Hening.
"Untuk hal itu, simpan energi dan tenagamu"ucap yi sembari menghela nafas berat. Ia tahu kini pemimpin klan harimau putih itu tengah menahan rasa marah sekaligus kesal didalam hatinya.
"Pertama-tama, jangan biarkan dunia bawah tahu keadaan apa yang tengah terjadi dikekaisaran dunia atas", ucap yi tegas.
"Mereka mungkin saja memanfaatkan situasi ini, dan kemungkinan besar kita takkan selamat", desis yi.
"dan lagi, walaupun mereka menangkap kita dikemudian hari, simpan rahasia itu agar tetap aman", desis yi dingin.
Bingbing dan hui terdiam.
"Besok kita harus bergegas pergi mencari beberapa prajurit klan yang masih tersisa di dunia manusia dan ada beberapa pengawal klan harimau, mereka bersama dengan hui lan"ucap bingbing.
Yi terdiam mendengar ucapan bingbing, dirinya tidak tahu nyonya dari kediaman klan harimau itu berani mengambil langkah besar. Jika saja ia tidak terluka parah mungkin sebagian dari pasukan dunia atas akan mengikutinya. tapi memikirkannya kembali, ia takkan bisa melindungi pasukan miliknya sendiri jadi pikiran itu hanya bisa yi simpan demi kebaikan pasukan miliknya.
Malam gelap dengan keheningan besar menyelimuti ketiga dunia dengan pikirannya masing-masing.
Cheng rou yang tengah duduk diatas dahan pohon kini tengah bermain dengan serangga hitamnya. Wanita dengan jubah hitam itu tersenyum mengerikan saat ada satu serangga yang hinggap dijari telunjuknya.
Ia terkekeh hingga bahunya bergetar menahan tawanya.
"Bagus...", desis cheng rou.
"Anak-anakku... pergilah... tutupi seluruh tempat ini dengan telur-telur spiritual... besok telur-telur kecil itu harus menetas...", ucap cheng rou yang memberikan perintahnya.
Ia bersenandung dalam kegelapan malam, dan tepat dibawahnya beserakan bangkai hewan-hewan buas yang telah ia bantai.