The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 53



So ah yang terbangun dari tidurnya langsung tersentak kaget takkala cahaya matahari yang menelusup masuk melewati jendela kamar yang sengaja ia buka lebar-lebar tadi malam.


Sedikit merenggangkan badannya yang kaku so ah bangkit dari kasurnya dan berjalan kearah ruang mandi.


Keluar dari ruang mandi, dirinya sudah di tunggu mama luo dan kedua pelayan muda kediaman Qi Rui Wang.


"Mama aku ingin keluar mencari udara segar di luar"ucap so ah tiba-tiba.


Mama luo yang menyisir rambutnya langsung berhenti sebentar, sedikit kaget dengan apa yang Wangfei ucapkan.


"Apakah anda ingin berjalan-jalan di taman lagi wangfei ???"tanya Mama Luo.


"Bukan.... bukan itu ...."jawab so ah lembut.


"Aku ingin berjalan-jalan keluar kediaman"lanjut so ah lagi sembari tersenyum lembut.


"Tapi anda sedang mengandung yang mulia wangfei... pelayan tua ini takut jika terjadi sesuatu dengan calon tuan muda dari kediaman jenderal Qi Rui Wang"jawab mama Luo hati-hati.


"Ini perintah... apakah sekarang aku sudah menjadi tahanan rumah ??"tanya so ah.


"Ti...tidak wangfei.... maafkan kalimat kurang ajar pelayan tua ini"ucap mama Luo lagi.


Ya itu harus...


Semakin jauh ia dari kediaman ini...


Semakin ia bisa bernafas tanpa sesak...


Kata-kata itu...


Ia masih teringat jelas semalam...


Terekam dengan sangat kuat didalam memorinya....


Zheng Bai berdiri diatas puncak pohon yang paling besar sekaligus tinggi diantara pepohonan lainnya yang berada di hutan perbatasan keempat kerajaan didunia manusia.


Matanya yang tajam menelusuri keempat penjuru arah dan kemudiam terdiam berhenti ketika ia melihat Yi yang terbang dari arah barat dan kemudian hilang ditelan portal dimensi.


Barat.


Termasuk Kerajaan Qi.


Kenapa ia dari sana ??...


Aroma ini ??...


Hahaha menarik menarik apakah aku harus kesana untuk ikut berburu ??..., batin Zheng Bai dan ia langsung melesat cepat ke arah kerajaan Qi.


Zheng Bai yang sudah sampai didepan gerbang besar kerajaan Qi terdiam karena sebuah portal pelindung yang menyelubungi hampir seluruh kerajaan.


Melihat dari segi portal pelindung sepertinya ini untuk melindungi kerajaan dari para mahluk gaib.


Tapi kenapa sebesar ini !!...


Apa-apaan ini !!!...


Jika portal sudah dibuat sebesar ini berarti ada harta langka didalamnya hahaha ternyata mereka sangat bodoh.


Setelah beberapa kali mencoba akhirnya ia bisa menerobos tanpa di ketahui. Dengan gesit zheng bai menerobos masuk kedalam portal dengan kekuatannya.


Yi yang ada didunia atas merasakan ada sesuatu yang menyelinap masuk kedalam portal pelindung yang sudah ia buat langsung menegang.


Portal yang ia buat hampir tanpa cela dan hanya bisa dimasuki paksa jika sosok itu hampir setingkat atau berada ditingkat yang tinggi kekuataannya.


Tetapi ia merasakan portal yang menyelubungi kerajaan itu tetap sama dan tidak hancur berarti kekuatan sosok yang menyelundup masuk itu ada di tingkatan yang mungkin sama dengan tingkatan kekuatan miliknya berbeda jika diatas kekuatannya mungkin portal besar itu akan hancur.


Yi dengan cepat menelepati bawahan yang ia tugaskan agar dengan cepat menghapus aroma permaisuri.


Keempat bawahan Yi langsung dengan cepat membarier kediaman Qi Rui Wang dengan kekuatan mereka serta menyebarkan aroma agar menyamarkan aroma memikat yang keluar dari tubuh permaisuri kerajaan mereka.


Cih..., decihnya kesal.


Penampilannya yang sangat mencolok ditengah keramaian rakyat kerajaan Qi membuat setiap pasang mata tertegun berfikir bahwa lelaki dengan pakaian hitam bercampur perak itu merupakan pangeran terhormat dari kerajaan lain.


Para gadis biasa yang tak sengaja melihat ketampanan Zheng Bai langsung bersemu merah padam.


"Apakah kalian tau Qi Rui Wangfei dari kediaman jenderal besar Qi Rui Wang diserang tadi malam !!"ucap seorang lelakiĀ  yang sedang berkumpul dengan sosok-sosok lainnya di sebuah rumah bord memulai isu berita hangat.


"Yaa benar dan katanya wangye tidak sedang berada di tempatnya !! Kehkk para penjahat itu menemui nasib buruk jika bertemu Qi Rui Wang bukan"lanjut salah satu pria tua lagi dengan memeluk seorang gadis pelayan cantik.


"Kau tau kecantikan Qi Ruo Wangfei seperti dewi kehidupan"lanjut pria itu dengan seringai mesum.


"Ahhhkk tuan hamba ada disamping melayani anda"jerit genit gadis dalam pelukannya.


"Hahaha kau selalu tau bagaimana cara menghiburku"jawab lelaki tua itu menyeringai mesum dan langsung membawa gadis itu menuju sebuah ruangan.


"Dasarr tua bangka !! Hidupnya beruntung sekarang karena tak ada prajurit kerajaan yang sedang berjaga di tempat ini"desis lelaki setengah baya itu sedikit kesal dengan tingkah temannya.


Zheng Bai yang mendengarkan para lelaki-lelaki tua bangka itu menceritakan seorang wangfei. Dan sejauh yang ia dengar banyak perbincangan tentang wangfei itu.


Mungkin hanya seorang putri bangsawan lemah, cih dasar manusia-manusia bodoh....pikir zheng bai kebosanan.


Duduk di sisi lain rumah bordil dirinya bisa melihat dengan jelas bagaimana kegiatan-kegiatan manusia dibawahnya.


Ck apakah karena bau busuk para manusia disini sampai menutupi bau nikmat itu... pikir zheng bai sembari mengedarkan pandangannya dengan brutal.


"Maafkan saya tuan muda... apakah anda menginginkan hal lain ??"tanya pelayan penginapan sekaligus kedai teh besar yang ia tempati.


"Tidak..."jawab zheng bai tanpa mengalihkan pandangannya.


"Tuan jika anda butuh sesuatu anda bisa memanggil saya"lanjut pelayan itu lagi merayu dan dengan berani memegang lengan zheng bai.


Zheng bai melirik sinis lengan yang dipegang tangan putih gadis pelayan rendahan itu.


"Lepas.. jika tidak aku akan memutuskan tangan hina mu"desis zheng bai sinis.


Disisi lain so ah yang menaiki kereta kuda sederhana hanya bisa diam karena banyaknya pengawal dikanan dan kiri kereta.


Ia mengehela nafas berat, percuma saja ia memesan kereta kuda sederhana jika pengawal yang mengawalnya saja sebanyak ini. Dan lagi kereta yang ia bilang sederhana tetap saja tidak terlihat sederhana.


"Mama cari toko manisan"perintah so ah lembut.


Tak berselang lama kereta kuda itu berhenti didepan toko kudapan kue dan manisan yang sangat terkenal di seluruh penjuru ibukota kerajaan Qi.


Turun dari keretanya, so ah menjadi pusat perhatian para rakyat yang berlalu lalang dijalanan depan toko kudapan yang ia hampiri.


Terdengar kasak-kusuk dari sekelilingnya yang sangat penasaran dengan sosok wanita dengan cadar penutup di wajahnya. Para rakyat yang berjalan kaki juga saling berbisik memusatkan perhatian mereka pada perut so ah yang sedikit membesar.


"Apakah itu Qi Rui Wangfei ???!!"tanya mereka penasaran sampai sebuah kereta kuda berhenti tepat didebelakang kereta kuda kediaman Qi Rui Wang.


"Hormat putri bangsawan ini kepada Qi Rui Wangfei"ucap gadis bangsawan itu dengan suara yang sedikit ia keraskan agar terdengar orang-orang yang melihat kereta dengan penasaran.


"Ya... berdirilah Nona Wen Le"ucap so ah lembut.


Semua telinga yang mendengar suaranya langsung tertegun kaget karena suara indah mengalir dari kedua belah bibir Qi Rui Wangfei. Ternyata rumor itu benar, rumor yang mengatakan kecantikan Qi Rui Wangfei seperti para dewi dunia atas dengan suara lembut sekaligus merdu yang langka.


"Kenapa wangfei sendiri ??"tanya Wen Le tersenyum angkuh.


"Haruskan aku mengatakan dimana keberadaan suami ku kepada seorang gadis bangsawan terhormat yang belum menikah sedangkan aku kemari atas izin dari suami ku ??"tanya So ah balik bertanya.


Hal itu sukses membuat wajah wen le menjadi merah pada menahan malu.


"Haha maafkan kelancangan gadis bangsawan ini yang mulia wangfei... hanya saja anda sedang dalam keadaan mengandung"jawab wen le lagi.


"Ya... wangfei ini sangat bosan dan ingin lebih dekat melihat para rakyat sekaligus ingin mencari udara segar .... lagi pula banyak para penjaga..."kata so ah lagi dari balik kain penutupnya.


"Terima kasih sudah khawatir nona Wen Le"lanjut so ah dan berjalan santai memasuki toko manisan.