The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 54



Wen Le yang ditinggal masuk oleh so ah langsung menggenggam tangannya sendiri dengan penuh emosi. Dasar wanita ****** !!!... jika bukan karena dia sekarang aku yang akan menempati posisi itu sebagai Qi Rui Wangfei .... sebagai gadis bangsawan yang menempati urutan nomor kedua setelah Putri Qi Qing, ia terus bersaing dengan sang putri demi menjadi kecantikan nomor satu dan juga ia sangat ingin dekat dengan Qi Rui Wangye tapi semua itu hancur setelah dirinya mendengar bahwa Wangye menikahi gadis bangsawan dari kerajaan lain.waktu itu Ia yang baru pulang dari kerajaan lain setelah menemani ayahnya bertugas di kerajaan lain sebelumnya senang karena mendengar berita bahwa putri Qi Qing di hukum didalam kuil berdoa menjadi sangat puas karena peluang untuk mendekati Qi Rui Wangye akan sangat besar baginya tapi dirinya langsung syok ketika saat itu juga mendengar dari para pelayannya bahwa Qi Rui Wangye menikahi seorang gadis bangsawan dengan sangat megah dan Qi Rui Wangye juga sangat memanjakan wangfeinya Hal itu sukses menambah rasa iri hati sekaligus kebencian dengan sosok wanita itu didalam hatinya.


Dan sekarang wanita yang sangat ia benci sampai keakar-akarnya ini ada di hadapannya dengan perut yang sedikit membuncit. Walau dengan perut membuncit, Wen Le tau dari balik penutup wajah itu terdapat kecantikan yang mampu menghancurkan dunia ditambah postur tubuh yang tetap dan tak berubah membuat sosok itu tetap menarik meskipun berbadan dua.


Wen Le hanya bisa menatap tajam penuh rasa kebencian saat so ah masuk dengan dituntun lembut oleh mama senior dari kediaman Qi Rui Wang. Dayang senior sekaligus perawat basah yang mengurus langsung permaisuri Lan itu saja sudah cukup sulit untuk menjinakkan ekspresinya jangankan hal itu hanya sekedar berbasa-basi saja dayang senior tua itu hanya memalingkan muka kemudian pergi dan sekarang sedang menuntun lembut tangan wanita itu. Dayang tua itu tidak takut dengan semua bangsawan di ibukota Qi dan lagi ditambah dayang tua itu juga yang merawat Qi Rui Wang menambah nilai plus untuk para putri bangsawan menjilatnya dan sampai sekarang belum ada yang bisa meluluhkan hati angkuh wanita tua itu. Dasar wanita tua bau tanah !!!... jika bukan karena dia juga mungkin sekarang aku bisa lebih dekat dengan kediaman Qi Rui Wang.


"Ayo masuk !!"ucap Wen Le berusaha mengatur emosinya.


"Baik Nona"jawab pelayan dan kedua pengawalnya.


Didalam toko manisan so ah langsung disambut oleh seorang wanita paruh baya yang tergesah-gesah turun dari lantai dua.


"Hormat orang rendahan ini kepada Qi Rui Wangfei"ucap wanita paruh baya itu.


"Berdiri lah Nyonya"jawab so ah.


"Wangfei, anda bisa mengikuti saya menuju ruangan khusus yang sudah kami persiapkan... mari wangfei"jawab wanita paruh baya itu sambil menuntun so ah menaiki lantai dua menuju ruangan khusus bagi para tamu kehormatan.


"Jangan biarkan siapapun mengganggu ketenangan wangfei seperti tadi"ucap mama luo tegas pada para pengawal yang bertugas menjaga so ah.


"Baik dayang senior"ucap mereka tegas.


Mama Luo langsung menyusul So ah ke lantai dua setelah beberapa kali mengingatkan apa yang para pengawal harus lakukan dengan tegas demi keselamatan dan kenyamanan wangfei mereka, kejadian di luar toko tadi jangan sampai terulang karena mama luo tau seberapa tidak nyamannya wangfei ketika gadis bangsawan yang tidak tau etiket itu bertanya dengan sangat kurang ajar.


Mama Luo melihat bahwa wangfeinya yang duduk di pinggir jendela ruangan yang memperlihatkan kegiatan-kegiatan orang-orang dibawahnya.


"Mama biarkan aku sendiri"perintah so ah tanpa menatap langsung mama luo.


"Baik wangfei"jawab mama luo dan langsung pergi keluar.


Mama luo yang baru keluar dari dalam ruangan wangfei langsung menyipitkan mata takkala melihat gadis bangsawan Wen yang berbicara dengan pemilik toko ini.


"Maafkan orang rendahan ini nona, tetapi Qi Rui Wangfei sudah memerintahkan agar tidak ada yang melangkah kelantai dua"kata wanita paruh baya itu berusaha menjelaskan pada wen le.


"Aku juga punya hak untuk memilih dimana ruangan yang akan ku tempati"kata Wen Le dengan sedih.


"Maafkan saya nona tapi sebagai pelanggan kelas atas pertama, Qi Rui Wangfei sudah membayar lebih dari cukup "jawab wanita paruh baya itu lagi.


"Baiklah tidak apa-apa"kata Wen Le lagi tersenyum lembut.


Untuk saat ini dirinya harus mempertahankan prilaku sopan santunnya dan juga kelemahan dirinya untuk menarik simpati orang-orang yang berada di toko manisan ini.


Mendengar ucapan Nona Wen para bangsawan dan putri saudagar kaya menjadi heboh berbisik-bisik tentang borosnya Qi Rui Wangfei karena memesan satu lantai penuh untuk satu orang, mereka juga merasa Qi Rui Wangfei sangat akuh dan suka menindas para gadis bangsawan. Para tuan muda yang menemani ibu mereka menjadi iba melihat ekspresi bunga yang layu terpancar halus dari wajah cantik Wan Le.


"Tenanglah Nona Wen, mungkin saja wangfei hanya minder melihat kecantikanmu"ucap tuan muda dari kediaman Fang.


"Terima kasiu tuan muda Fang akan tetapi aku tidak apa-apa"jawab Wen Le dengan wajah sedih.


Mama Luo melihat hal yang telah dilakukan gadis bangsawan itu langsung dengan cepat menuruni lantai bawah.


"Maafkan pelayan tua rendahan ini Nona tetapi apa salah Wangfei kami ??"tanya mama Luo sopan.


"Maafkan hamba Tuan Muda dari kediaman Fang akan tetapi wangfei kami memang ingin sendiri menikmati udara segar demi kehidupan calon muda kediaman kami"jawab mama Luo sopan.


Para prajurit yang melindungi mama Luo menatap Fang Li dengan tajam.


"Cihh dasar wanita kerajaan li sangat tidak tau malu"desis fang li sombong.


"Hahaha tak tau malu ??"terdengar suara gemerincing tang bergema dengan lembut memasuki telinga orang-orang dilantai satu toko manisan itu.


"Maafkan saya Tuan muda akan tetapi apakah anda tahu sebuah etiket ??"lanjutnya seorang wanita yang menuruni tangga.


So ah berjalan perlahan menuruni tangga, saat berada didalam ruangan tadi dirinya sedikit menyernyit aneh karena tiba-tiba telinganya bisa dengan jelas mendengar keributan serta ucapan-ucapan dilantai dibawahnya.


Ketika dari atas ia melihat bagaimana mama luo berusaha menahan emosi, so ah hanya bisa menghela nafas.


"Apa yang anda katakan !?... sebagai calon pewaris selanjutnya aku sangat berharga..."jawab Fang Li sombong.


"Sepertinya tuan muda harus melihat dari arah lain daripada percaya pada arah lain"kata so ah lagi sembari berjalan keluar.


"Dan ahh aku lupa... apakah kalian semua tahu bahwa gadis bangsawan yang sangat beretiket itu sangat menginginkan suami ku disaat aku sedang mengandung pewaris sah kediaman jenderal dan ia dengan licik ingin bersaing denganku karena kondisiku saat ini... atau mungkin sumpah suami ku kalian anggap hanya omong kosong seperri sampah busuk yang dibuang..."lanjut so ah dan langsung berlalu pergi.


Semua mata hanya menatap wen li dengan tatapan mata menghina.


"Dasar gadis tak tau malu..."


"Astagaa semoga Qi Rui Wangfei beserta pewaris muda tetap sehat dan dilindungi dewa"


"Ya apa yang dikatakan Qi Rui Wangfei benar... dasar gadis bangsawan tercela"


"Astaga aku sangat merasa bersalah karena sempat berfikir wangfei yang terhormat bersikap buruk ternyata ia akan dijebak oleh gadis tercela itu..."


"Ck sungguh kasihan nasib calon suami masa depannya nanti"


"Apakah kalian tau wangye yang bersumpah dengan gagah didepan kaisar serta para rakyat dan atas nama langit dan bumi demi seorang wanita... dan gadis itu ingin menghancurkan kebahagiaan Wangye... ck dasar gadis ****** kecil"desis mereka berbisik-bisik.


Wen Le yang mendengar semua orang diruangan itu berbisik-bisik menghina dan mengcemooh dirinya langsung memerah hitam padam malu bercampur marah.


"Lihat saja aku akan membalas semuanya pada wanita itu..."ucap Wen Le dalam hatinya ia bersumpah dengan ganas dan penuh kebencian.


Di dalam kereta so ah hanya bisa terdiam membisu mengingat kata-kata tajamnya. Entah kenapa apa yang ia pikirkan tadi adalah ia sangat takut kehilangan suaminya apalagi melihat gadis itu yang masih muda punya pemikiran yang sangat licik hampir sama seperti putri Qi Qing.


"Maafkan niang niang... niang tidak akan menjadi wanita jahat tetapi niang hanya melindungi hak untukmu di masa depan agar tidak bersaing untuk menjadi pewaris serta berjuang mendapatkan kasih sayang ayah"lirih so ah mengelus perutnya lembut.


Hanya ada kesedihan yang menyelimuti dirinya jika ia mengingat masa kecilnya. Sekarang hal yang harus ia lakukan adalah melindungi buah hatinya.


Saat kereta melewati penginapan, tiba-tiba angin menerbangkan tirai jendela kereta yang memperlihatkan sedikit wajah so ah. Angin yang bergerak itu menghantarkan aroma tubuhnya yang sangat memikat hingga membuat zheng bai yang kebetulan berada di luar ruangan kamar penginapan bisa menghirup aroma itu.


Zheng Bai menikmati saat ia menghirup aroma itu dan kemudian tersenyum bengis senang dengan hasil temuannya.