The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 147



Para pemimpin klan dari dunia atas sekarang ini tengah berkumpul menjadi satu didalam ruangan takhta. Mereka masih belum percaya dengan apa yang telah terjadi, dalam kurun waktu yang berdekatan beberapa pemimpin klan dihukum mati oleh kaisar agung. Sikap yang kaisar tampilkan membuat mereka merasa sangat terancam. Mereka masih tetap duduk di ruang takhta itu walau yuan sudah keluar dari dalam sana dan lagi bagaimana tangan kanan kaisar sekaligus salah satu dari jenderal tertinggi dikekaisaran dunia atas membuat sebuah keputusan tergesah-gesah tanpa meminta persetujuan kaisar agung walaupun pada akhirnya sang kaisar memberikan persetujuaannya tapi itu lebih dari mencurigakan.


"Apakah benar peperangan itu akan terjadi ?"tanya salah satu dari mereka.


"Itu tidak lebih dari tidak mungkin jika kaisar berkata akan perang dengan dunia bawah"sahut yang lainnya.


Hening.


"Tapi, ada yang aneh dengan sikap kaisar"ucap sebuah suara tiba-tiba.


"Kenapa kaisar memakan inti spiritual milik klan duyung ?"ucapnya lagi, terlihat seorang lelaki dengan hanfu khas kediaman klan elang.


"Apa yang ingin kau katakan ?"tanya pemimpin klan ular dengan nada memusuhi.


"Ya, memakan inti spiritual mahluk lain itu adalah hal yang tabu dan sangat jarang terlihat jika bukan karena terjadi sesuatu dengan tubuh mahluk yang memakan inti spiritual mahluk lain"jawabnya.


"Dan klan duyung memiliki inti spiritual yang kaya akan esensi keabadian terutama penyembuhan, tapi karena mereka klan besar setelah kelima klan tertinggi jadi tidak ada yang berani mengusik mereka apalagi sampai membunuh salah satu dari anggota klan mereka"lanjutnya lagi.


"Jadi, kau ingin mengatakan bahwa sekarang kaisar agung tengah terluka parah ?!!"bentak pemimpin klan ular, marah.


"Jangan membuat sebuah rumor yang akan menjatuhkan kekaisaran ini"ucap pemimpin bangau putih berusaha menengahi kedua pemimpin yang tengah bersitegang itu.


Keheningan kembali memenuhi ruangan yang suram itu, beberapa dari para pemimpin saling mengirimkan kode lewat mata mereka dan menggangguk diam-diam.


Disisi lain, yuan dan yi berjalan kembali menuju ke paviliun utama milik kaisar agung dunia atas.


"Kenapa kau menambahkan kembali dosis racun itu !!"bentak bingbing pada long.


Long hanya mendesah kesal saat bingbing memarahinya. Ruangan kaisar yang seharusnya tenang dan berwibawa kini hancur berantakan akibat ulah bingbing yang membawa semua barang penelitiannya masuk kedalam ruang tengah paviliun utama milik kaisar agung dunia atas.


"Ck, bukankah bing jie yang memerintahkan diriku untuk terus menambah dosis racun didalam kuali busuk ini !"balas long dongkol.


Penampilannya kini tidak lebih buruk dari penampilan hui yang saat ini tengah mengaduk-aduk botol bening berisi cairan yang entah apa itu. Botol bening yang berisi cairan berwarna berada ditangan hui, saat lelaki itu mengaduk campuran cairan yang sudah dimasukkan bingbing dengan hati-hati disaat itu pula ketika ia mulai mengaduk cairan itu, ramuan yang sudah terbentuk meledak dengan keras dan membasahi sebagian pakaiannya.


Aroma berbau busuk menguar dengan kuat dari tubuh hui.


Bingbing menatap tajam suaminya, ia langsung datang kesamping hui.


"Ck, suami apakah kau tau ini barang berharga ?"ucap bingbing.


Hui hanya mendesah nelangsa, ia melihat istrinya yang sangat menghargai para cairan herbal ini lebih berharga dari nyawa suaminya.


Ia menatap ramuan-ramuan busuk itu dengan tatapan penuh dendam yang entah kenapa membuat ia menggidik ngeri saat bingbing meliriknya.


"Jie jie, apakah kita hanya akan memberikan racun ini saja pada gege ?"tanya zhe ze yang tengah membaca banyak buku kuno dipojok ruangan, Ia menunjukkan satu halaman lain kebingbing.


Bingbing datang mendekat kearah zhe ze, ia langsung membuka halaman demi halaman buku kuno itu dan langsung saja ekspresinya berubah menjadi cerah.


Hui dan Long merasakan sebuah firasat buruk saat melihat ekspresi bingbing yang seperti itu.


"Ohh, jangan lagiii !!!"ucap keduanya bersamaan di dalam pikiran mereka.


"Ah, gege, yi ge kapan kalian datang ?"tanya zhe ze santai.


"Apa yang kalian lakukan ?"tanya yi pada mereka.


Yi dan yuan saat ini tengah berdiri diambang pintu masuk ruang tengah paviliun Naga melihat kekacauan disana-sini dengan mahluk hidup yang terus bergerak disudut ruangan.


"Lihat, bodoh !!"bentak Long kesal, ia memelototi yi penuh dengan dendam.


Yuan berjalan masuk kedalam ruang pribadinya dan tanpa sepatah kata apapun ia masuk kedalam kamarnya.


"Mau kemana kau ?"tanya bingbing pada Hui.


Bingbing langsung menyentuh lembut lengan suaminya itu, ia menggeleng pelan pada hui. Ia memberi isyarat pada suaminya agar membiarkan yuan sendiri.


Mereka hanya menatap pintu kamar kaisar yang tertutup rapat.


"Apa yang terjadi di ruang takhta saat pertemuan tadi ?"tanya Hui pada Yi.


"Kaisar melakukan sesuatu yang tabu"sahut yi dingin.


"Apa maksudmu gege ?"tanya zhe ze ikut penasaran.


Yi menceritakan semua yang telah terjadi di ruang takhta kekaisaran, dan ekspresi keempat mahluk yang ada didalam ruangan itu berbeda-beda.


"Kenapa yuan menelan inti spiritual milik pemimpin klan duyung ??"tanya Hui.


"Suami, tenang"ucap bingbing.


Tiba-tiba saja pintu kamar utama milik kaisar terbuka, dan yuan keluar dari dalam kamar utama miliknya. Ia dengan tanpa ekspresi menatap satu persatu orang-orang yang dekat dengannya.


"Kalian, keluarlah"ucap yuan dingin.


"Kenapa kau memakan inti spritual milik pemimpin klan duyung itu !!!"ucap bingbing marah.


"Keluar"sahut yuan dingin.


Lelaki itu langsung masuk kembali kedalam kamarnya tanpa bicara lebih banyak, hanya terdengar bunyi bedebam kecil saat pintu itu tertutup rapat.


Hening.


Mereka masih bingung dengan sikap yuan yang berubah walau hanya sedikit perubahan.


Hui memegang bahu istrinya dengan lembut ia mengelus pelan punggung istrinya.


"Tinggalkan ruangan ini, yuan ingin sendiri"ucap hui, karena ia dan bingbing yang sudah berkeluarga disaat seperti ini ia merasa seperti ayah yang menjaga anak-anaknya walau umur long dan ia tidak berbeda jauh tapi berdasarkan pengalaman ia lebih merasa seperti lelaki tua. Sedikit ia tahu bahwa yuan ingin waktu sendiri, entah apa yang telah terjadi hui merasa bahwa masalah yang tengah terjadi tidak sekecil yang mereka bayangkan.


Hui menatap yi dengan pandangan penuh arti, dan yi yang menatap hui langsung tau apa yang akan ditanyakan lelaki itu.


"Kalian semua ikut kami ke kediaman klan harimau"ucap hui.


Saat sampai dikediaman klan harimau, hui dan bingbing langsung membawa mereka ke ruang utama kediaman pemimpin klan harimau, tepat didepan pintu masuk pintu seorang pengawal datang kepada Hui.


"Tuan, para tetua klan menunggu anda"ucap kepala pengawal itu sembari memberi hormat kepada pemimpin klannya.


"Kenapa para tetua klan ingin bertemu ?"tanya hui pada kepala pengawal.


"Maafkan pengawal rendah ini, pemimpin klan... para tetua klan ingin anda dan nyonya pergi ke ruang utama kediaman"ucap kepala pengawal itu sopan.


"Kau, lanjutkan tugasmu"sahut hui cepat.


Ia kemudian menatap bingbing, dan kemudian menatap para tamu yang ia bawa. Menghela nafas berat, seperti biasanya Hui menyuruh mereka untuk menunggu didalam ruang utama kediaman pemimpin klan.


"Istri, ayo pergi"ucap hui kepada bingbing.