The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 51



Yuan sekarang berada didalam bagian terdalam hutan terlarang dunia bawah.


Tanah hitam tandus dengan pepohonan tua yang suram serta tanaman-tanaman merambat penuh racun serta berbagai macam hal berbahaya lainnya yang belum tentu mahluk dunia bawah berani memasuki wilayah terlarang itu menghiasi seisi dalam hutan terlarang.


Semakin memasuki wilayah hutan terlarang semakin gelap dan sunyi tanpa ada hawa kehidupan didalamnya.


Yuan tanpa rasa takut terus masuk dan masuk kedalam kedalaman wilayah hutan terlarang itu karena hatinya berkata bahwa ia harus datang kemari untuk memuaskan hasrat membunuhnya.


Aura kelam disekitar Yuan semakin tebal dan terus menebal mengerikan, sayap burung hitam besar tiba-tiba muncul dibelakang punggungnya berkilat tajam selayaknya asahan pedang tajam ditengah suramnya wilayah terlarang itu.


Wilayah terlarang paling dalam yang bahkan para penghuni dunia bawah itu dirinya masuki dengan santai tanpa rasa takut sedikitpun.


Sampai disebuah tanah lapang tandus hitam yang tak ada satupun tanaman disana, yuan secara tiba-tiba menancapkan pedang peraknya disertai dengan kekuatan yang ketika menghantam tanah terdengar retakan mengerikan di iringi suara gemuruh dari dalam bumi.


Semakin yuan mengalirkan aliran kekuatannya dari pedang kedalam perut bumi semakin terdengar suara yang kian besar bergemuruh.


Di sisi lain daratan dunia bawah terguncang seperti gempa tapi dalam skala yang tidak besar hanya sebentar menghentikan sedikitnya aktivitas mereka.


Raungan yang diikuti dengan gemuruh mulai terdengar sangat mengerikan. Langit dunia bawah menjadi hitam pekat.


"Keluarrr ....."desis Yuan marah.


Tapi tetap saja ia tak mendapat respon apapun, kesal dengan hal itu, Yuan menancapkan pedangnya lebih dalam dan mencabutnya dengan sangat cepat. Dari cabutan bekas pedang itu tersembur banyak darah merah tua sangat pekat membasahi seluruh tanah tandus ini.


Ggrrrroooaaarrrr ....


Ggggrrrrrr ...


Geraman rendah kesakitan membuat Yuan merasa sangat kesenangan. Ketika ia ingin menancapkan pedangnya lagi, jantungnya terasa sangat sesak dan sangat menyakitkan.


So ah ?!!..., pikir yuan terperanjat dan langsung terdiam didalam kedalaman hutan terlarang dunia bawah itu. Ia ingin pergi menemui wanitanya tapi ada hal lain yang harus ia lakukan. Ia yakin Yi pasti mengirim seseorang yang melindungi so ah dan ada chui juga tapi bagaimana jika mereka tak bisa melindungi wanita itu ??!!...


Xuan yang melihat kebimbangan dihati Yuan tersenyum sinis.


"Kau tak ingin melindungi anakku ??..." ucap Xuan dari dalam diri Yuan.


"Tidak akan kubiarkan anak-anak itu tumbuh !!!"desis yuan gila dan menancapkan pedangnya lagi.


Ia harus mendapatkan inti jantung Naga hitam ini karena dengan begitu janin so ah akan hilang dan janin itu takkan menyakiti so ah.


"Hahaha harusnya kau sadar bahwa so ah ku lebih memilih anak-anakku"ucap Xuan lagi dengan sinis.


Yuan semakin murka dan dengan membabi buta menancapkan pedang peraknya ketanah.


Disisi lain, so ah sedang ketakutan karena ketika dirinya yang akan pulang dari istana kekaisaran, ia dikagetkan dengan kejadian tak terduga.


Para pengawalnya sedang berusaha keras menahan serbuan para pembunuh bayaran yang ditugaskan untuk membunuh wangfei, mereka tahu betul karena para pembunuh itu mengincar kereta kuda wangfei.


Sekuat tenaga mereka bertarung melawan para pembunuh bayaran itu. Chui dengan gesit mengayunkan pedangnya ketika melihat ada musuh yang datang kearah kereta kuda ini.


Disaat seperti ini hatinya terasa sangat ngilu sekaligus sakit karena ketidakhadiran suaminya, orang yang ia cintai sekaligus orang yang membenci anak dalam perutnya yang semakin hari mulai terasa kehadiran kehidupan dari dalam perutnya.


Hari demi hari so ah menunggu kehadiran yuan tapi yang ia terima hanyalah angin dingin tanpa kehadiran sosok suaminya. Ketika minggu berganti bulan, so ah masih tetap setia menunggu dengan harapan kemarahan itu hanya sekejap saja tetapi hasilnya tetap sama lelaki itu tak ada disampingnya. Ketika bulan mulai menginjak bulan lainnya, so ah benar-benar hampir menyerah dan merasakan ketakutan yang amat sangat besar.


Ingatan masa kecilnya yang menyedihkan mulai teringat kembali dan setiap malam ia selalu terbangun saat tengah malam. Ia memeluk tubuhnya sendiri melindungi janinnya, ia takut jika tanpa ia ketahui ketika ia bangun janinnya pergi dari perut hangatnya. Ia juga takut jika dimasa depan anaknya tak mendapat kasih sayang dari ayah kandung mereka sendiri atau mungkin suatu hari ayah kandung mereka akan mempunyai anak lainnya yang menyisihkan anaknya. Memikirkan hal itu sudah cukup membuat so ah tertekan. Dan yang paling ia takutkan adalah kehilangan buah hatinya. Jika itu terjadi ia akan lebih memilih mati daripada hidup diatas darah anaknya.


Traangggg


Traanggg


Aarrggghhhhh


Jleebbb


Bunyi-bunyi mengerikan diluar sana cukup membuat kulit so ah menjadi pucat ketakutan. Jantungnya berdetak dengan kencang dan terasa sangat menyakitkan.


Setelah kehamilannya ini, dirinya sangat sensitif serta ia susah untuk memakan sesuatu dan hal itu membuat berat badannya turun secara drastis tapi hal itu tak berlangsung lama setelah dirinya tak sengaja melihat bola aura yang berisi kekuatan roh-roh dari para mahluk gaib yang sudah disucikan tetapi kadang ia juga bisa menyerap kekuatan roh yang belum disucikan atau bisa dibilang kekuatan yang merusak. Tapi hal itu tak membuat efek samping apapun ditubuhnya dan terus meningkatkan kesehatan tubuhnya ketika mengandung dan setelah mengetahui hal rahasia ini, kaisar dan permaisuri memerintahkan diseluruh penjuru kerajaan agar mengumpulkan kekuatan roh karena di empat kerajaan besar, kekuatan roh tidak berguna dan hanya bisa digunakan oleh para immortal yang keberadaannya bisa dibilang sangat langka karena para immortal menyembunyikan diri mereka dari manusia kecuali para Hewan gaib. Jadi dengan senang hati banyak kerajaan-kerajaan kecil yang mengirim bola aura itu dengan jumlah yang besar. Cukup menggembirakan memang tapi itu juga cukup aneh untuk wanita yang sedang mengidam.


Kaisar dan permaisuri yang mengetahui bahwa Qi Rui Wangfei diserang setelah pulang dari istana langsung mengirim para prajurit terlatih untuk mengamankan wangfei karena kekuatan yang tidak seimbang dan bala bantuan dari kekaisaran datang para pembunuh itu berhasil ditangkap dan langsung dibawa keistana untuk diintrogasi.


So ah sedikit menenangkan dirinya sendiri karena hal itu sudah berakhir, kereta mereka pun melanjutkan perjalanan kembali kekediaman Qi Rui.


Setelah kejadian penyerangan itu bocor keluar, beberapa hari setelahnya para wanita bangsawan di ibukota Qi langsung berbondong-bondong membawakan hadiah untuk menenangkan hati Qi Rui Wangfei.


Karena para wanita bangsawan tinggi mengunjungi Qi Rui Wang pada saat yang bersamaan jadi so ah sebagai Qi Rui Wangfei menemui mereka.


"Salam kepada Qi Rui Wangfei"ucap semua wanita bangsawan yang datang.


Setelah mereka mengangkat kepala mereka. Mereka melihat bahwa perut Qi Rui Wangfei sedikit berisi walaupun ditutupi rapat dengan pakaian biru gelap tapi bagi sesama wanita hal itu bukan halangan untuk melihat bagaimana keadaan perut wanita lain. Sekali lagi mereka tercenga dengan keberuntungan wanita bangsawan dari kerajaan sebelah ini. Setelah menjadi Qi Rui Wangfei dirinya juga akan menjadi ibu dimasa depan. Itu merupakan kemakmuran yang sangat menguntungkan bagi wanita untuk mengokohkan tempatnya.


"Dimasa depan Qi Rui Wangfu yang indah ini akan memiliki tawa-tawa lucu dari anak-anak bukankah begitu Wangfei"ucap seorang Furen.


So ah yang mendengar hal itu langsung mengelus lembut perutnya dan tersenyum pada istri pejabat kekaisaran.


"Ya benar sekali apa yang anda katakan Furen"jawab so ah dengan tersenyum lembut.


Semenjak mengkonsumsi bola aura itu tubuhnya terasa menjadi sangat segar dan wajah serta kulitnya bertambah terang menawan ditambah lagi ia merasa tubuhnya seakan beregenerasi dengan cepat. Ia juga bisa melihat peri-peri kecil yang tiap malam bersinar seperti kunang-kunang dan hal itu sangat indah untuk dilewatkan.


Mereka para istri bangsawan terus berbincang tentang gosip-gosip panas diibukota dan saling menyindir serta menjilat satu sama lain. Hal itulah yang so ah benci ketika mendapat tamu dari para isteri bangsawan serta pejabat.


"Wangfei apakah anda sudah menemui Putri Qi Qing ??"tanya salah seorang furen.


"Sudah tapi ia sangat lelah jadi aku tak bisa menemuinya"jawab so ah lembut.


Dari waktu kewaktu para istri bangsawan mulai lelah mengorek informasi dari so ah karena wanita itu dengan lembut selalu berkelit. Akhirnya mereka semua pulang dengan raut wajah kecewa yang tak ketara tapi dalam sekali pandang so ah tau mereka kecewa karena dirinya tak masuk dalam perangkap yang mereka buat untuknya.


So ah menghembuskan nafasnya lelah melihat tingkah para istri bangsawan itu. setelah kepulangan mereka dirinya langsung beristirahat.