
Jing mei terbangun. Seluruh tubuhnya terasa mendingin. detak jantungnya berdetak hebat. air mata secara cepat lolos dari kedua matanya. ia kebingungan dengan mimpi aneh yang baru saja ia alami.
Jing mei menyentuh inti spiritual miliknya yang berdenyut penuh rasa sakit, sama seperti apa yang ia lihat didalam mimpinya. Ketika ia berusaha kembali mengingat mimpinya, bayangan hitam terlihat sangat buram menghalangi ingatannya.
Jing mei hanya diam, ia menatap kosong sekitarnya. sejak kapan ia berada didalam kamar yang begitu ia benci ini ?.. lagi ?!
Kepalanya berdenyut sakit.
Zheng bai yang baru saja masuk kedalam kamar miliknya, ia melihat sosok jing mei yang tengah duduk diatas tempat tidurnya tengah memegang pelipis kirinya sembari menahan rasa sakit. ia diam dan berjalan mendekat.
"apa kau tau dengan apa yang telah kau lakukan", tanya dingin zheng bai.
Jing mei hanya diam tak menjawab ucapan zheng bai. wanita itu menundukkan kepalanya. zheng bai yang tak mendapat respon mendesis kesal dan mendekat kearah jing mei, ia dengan kasar mengangkat dagu jing mei.
"lihat aku !", desis dingin zheng bai.
Jing mei mendongak menatap zheng bai, dari hidungnya telah keluar banyak darah. melihat hal itu, zheng bai sedikit terkejut.
"lihat aku !", desis dingin zheng bai lagi pada jing mei. tapi, sekali lagi ia tak mendapat respon darinya. ia hanya merasakan sentuhan tubuh lemah yang bersandar padanya. jing mei yang hampir kehilangan kesadarannya.
"biarkan manusia itu menjadi pelayan pribadi ku, aku akan patuh padamu", ucap jing mei lemah.
Hening.
Zheng bai terlihat tengah menimbang-nimbang sesuatu dan akhirnya ia mengiyakan permintaan jing mei.
.
.
.
Yuan yang sebelumnya ingin langsung menghanguskan dunia bawah, sedikit menunda rencananya. dari salah satu pengawal rahasia miliknya, ia mengetahui bahwa so ah berada disana. jika ia gegabah mungkin saja, wanita nya akan terluka. dan yang lebih mengejutkan, pengawalnya juga melihat keberadaan yi di penjara dunia bawah. karena hal itu, ia kembali menyusun rencana lain.
"Serap lebih banyak energi spiritual, jangan biarkan kekaisaran ini kalah dari mahluk rendahan dari dunia bawah !", desis dingin yuan yang dengan gila memerintahkan seluruh pasukannya untuk menghisap lebih banyak energi spiritual kedalam tubuh mereka. walaupun dirinya tahu bahwa menyerap energi spiritual berlebih akan membawa dampak buruk dan bahkan kemungkinan besar, tubuh yang tak bisa menerima energi itu akan mati meledak. ia tak perduli.
Senyum dingin mengerikan terlihat dari bibirnya. karena dengan hal ini, pasukannya takkan terkalahkan.
ia akan menduduki seluruh dunia ditangannya !..
Obsesi dan keserakahan terpantul jelas dari mata kaisar agung dunia atas itu. jiwa yang hanya tinggal setengah itu kini penuh oleh kebencian dan keserakahan serta obesesi gelap.
Disana, di dunia bawah. ia telah menyebarkan banyak akar.
.
.
.
Dunia Bawah.
Hari berlalu.
So ah terbangun, tubuhnya terasa lemah dan lemah. Ingatannya begitu kabur, tumpang tinding dengan mimpi yang ia alami. perlahan ia mengatur nafasnya.
So ah memperhatikan sekelilingnya, dan ia baru menyadari bahwa dirinya tidak lagi berada dipenjara mengerikan itu.
Tapi, dimana ia kini ?..
So ah perlahan berjalan kearah pintu. tapi disana terkunci rapat. ia tak bisa membukanya. tak menyerah, ia berkeliling ruangan hingga sampai disudut ruangan. Meja yang penuh dengan ramuan serta daun-daun obat.
ada orang yang merawatnya, pikir so ah cepat.
Ia yang masih tenggelam dalam pikirannya tiba-tiba tersentak saat pintu dibelakangnya terbuka. cepat-cepat so ah mengambil sebilah belati kecil di samping bahan obat dibelakangnya.
Belati yang ia sembunyikan dibalik tubuhnya, ia pegang erat.
"Manusia, kau sudah bangun", desisnya.
"Siapa kau ?", tanya so ah.
"Diam, manusia. mahluk fana seperti kalian tidak berhak bertanya pada mahluk tinggi seperti kami", ucap sombong wanita itu.
"......"
"ikuti aku", desis wanita itu lagi.
Belati yang masih berada dibelakang tubuhnya, ia dengan cepat menyembunyikannya si balik hanfu hitam yang ternyata sangat lembut dikulit tubuhnya.
Di sepanjang lorong gelap, so ah kebingungan. Api-api didalam obor yang tertanam pada dinding batu tak bisa menambah cahaya disekitarnya, hingga mereka sampai di sebuah pintu besar dengan ukiran ular hitam dan sulur berduri disepanjang badan ukiran ular.
"Masuk, dan jaga pandangan mu, manusia", perintah dingin wanita ular pada so ah.
Saat so ah masuk kedalam ruangan, ia tak menemukan sesuatu yang aneh didalamnya. Ruangan didalam ini penuh dengan hal-hal berharga, dan pandangannya terfokus pada tempat tidur yang tertutupi kelambu hitam.
So ah masih diam. ia berusaha memperhatikan sekitarnya dengan waspada.
"Apakah kau sudah datang ?", tanya lembut sebuah suara.
"Ya, siapa kau ?", tanya so ah balik
"Aku, jing mei", sahut jing mei cepat.
"siapa namamu ?", tanya jing mei.
"Lu So Ah", jawab so ah singkat.
"mendekatlah", ucap jing mei pada so ah.
Saat mendekati tempat tidur berkelambu hitam itu, tangan so ah bergemetar hebat. Saat ia sampai disisi kelambu yang terbuka, terlihat sosok cantik tengah bersandar lemah.
So ah terdiam. ia pernah melihat wanita ini, tapi dimana !!!..
"Kemarilah, lebih dekat", ucal jing mei lembut.
"Apa yang akan kau lakukan ?", tanya so ah dingin.
"baiklah, jika kau tau ingin mendekat biarkan aku berbicara", ungkap jing mei.
"bawa aku ketaman kerajaan", ucap jing mei sembari tersenyum kaku.
So ah dengan patuh menemani jing mei menuju ketaman kerajaan dunia bawah. saat pertama kali so ah datang melihat taman kerajaan asing, isi taman dihadapannya ini penuh dengan warna hitam suram !..
"ini dimana ?", tanya so ah penasaran.
"dunia bawah", jawab jing mei dengan ekspresi lembut diwajahnya.
"mei mei, so ah mei, bolehkan aku memanggil mu seperti itu ?", tanya hati-hati jing mei.
"ta.. tapi bukankah anda seorang ratu disini dan aku adalah manusia rendahan seperti apa yang wanita bertubuh ular itu katakan ?", tanya so ah yang sedikit gugup. pasalnya ia tak tahu bahwa seperti apa kepribadian sosok wanita asing yang anehnya bisa dengan cepat akrab dengannya ini.
Zheng bai disisi lain melihat bagaimana interaksi antara manusia itu dengan ratunya mulai sedikit timbul perasaan risih. tapi, ia tetap memperhatikan interaksi antara kedua wanita yang terlihat sangat harmonis itu.
"pemandangan apa ini ?", desis chen qu pada wan yu. ia melihat ratu tengah tertawa lembut.
".....", wan yu menaikan sebelah alisnya. ia tak percaya dengan apa yang ia lihat kini dan tanpa sengaja matanya menatap kesisi lain, disana ia melihat rajanya tengah terpaku menatap wajah ratu. diam-diam wan yu memasang sesuatu disekitar taman kerajaan saat mengetahui bahwa cheng rou terlihat ikut penasaran dengan apa yang mereka lihat.
Cermin ilusi.
Ia memasangnya, demi ratunya.