The Great God's Eternal Love To Empress

The Great God's Eternal Love To Empress
Chapter 247



"Zheng bai, anakku, kemari... berikan darah jing mei padaku", ucap cheng rou.


"Sebelum itu, habisi mereka semua", perintah cheng rou dingin.


"Dan juga lelaki itu, ia bukanlah kaisar agung !!!... ia masih belum menunjukkan dirinya atau mungkin ia masih tertidur hahahahaha... itu akan sangat menyenangkan jika ia terbangun nanti dan langsung jatuh hati saat melihat wajah serta tubuhku yang telah berubah sempurna", desis cheng rou bahagia.


So ah terdiam. Ia kesal.


Kenapa wanita didepannya ini masih tetap gatal terhadap suaminya !!..


Kembali, ia menyerang cheng rou. Tapi, digagalkan zheng bai.


Tebasan tajam telah memotong habis sulur miliknya.


"Aku takkan dibodohi dua kali", desis zheng bai.


Tapi, sayatan besar melintasi leher zheng bai. Yuan menyerangnya.


Zheng bai menghindari serangan yuan, ia bergerak cepat dan terlihat menyandarkan tubuh jing mei di sebuah pohon. Zheng bai membuat tabir kuat disana, mengantisipasi jika nanti jing mei sadar dan melarikan diri atau bisa menjadi sandera baginya, walau ia tak begitu memikirkan hal itu.


Pedang saling beradu dari dua pemimpin di kedua dunia itu. Hempasan besar meluluhlantakkan sekitar mereka, hingga membentuk lingkaran besar tanah hitam kosong.


Trangg...


Tranggg...


Blaarrr....


So ah melindungi dirinya dengan sulur miliknya. Ia melirik cheng rou yang terlihat akan menuju tubuh jing mei.


Drrrkkkkk...


Sebuah benteng kayu melindungi tubuh jing mei dari cheng rou. Tapi, saat so ah akan mengambil tubuh jing mei, sulurnya terhempas dan hancur karena tabir pelindung yang telah zheng bai pasang.


Cheng rou yang merasa so ah menghalangi rencananya, ia memerintahkan ngengat beracunnya untuk menyerang so ah.


Ribuan ngengat hitam mulai mengelilingi tubuh so ah, tapi ia dengan cepat menghempaskan ngengat-ngengat itu.


Ledakan demi ledakan terdengar dari wilayah kerajaan dunia bawah. Yi yang berada di padang kematian melihat cemas kearah kerajaan dunia bawah.


Apa yang telah terjadi disana, tapi ia langsung mengerti saat melihat dua sosok besar, pemimpin dunia atas dan dunia bawah kini tengah bertarung diatas langit kelam dunia bawah.


Kilatan biru dan hitam yang beradu cepat dan gelombang besar yang menghempaskan angin besar hingga sampai dipadang kematian ini.


Chen qu kini murka, ia menyerang yi. Lelaki itu dengan membabi-buta menyerang yi dari segala arah.


Chen qu sangat murka.


.


Jing mei merasakan getaran hebat disekelilingnya, seketika itu juga langsung tersadar.


Ia memandang kaku pemandangan disekitarnya. Zheng bai tengah bertarung dengan ganas melawan sosok asing lain yang sama kuatnya dengan dirinya sendiri, dan disisi lain ia melihat sosok yang begitu ia kenali tengah bertarung dengan sosok menyedihkan lainnya. So ah mei dan siapa wanita itu ??..


Cheng rou yang setiap kali mengeluarkan energi spiritualnya, maka energi kehidupan tubuh sementaranya ini akan terus terkuras.


Ia membutuhkan darah pengorbanan.


Ia harus segera pergi menuju padang kematian.


Cheng rou dengan licik mengambil sebilah anak panah, dan membidiknya kearah tubuh so ah.


So ah yang tengah menghindari banyak ngengat hitam disekelilingnya ini mulai merasakan bahaya besar.


Saat ia menoleh, kilatan tajam anak panah telah berada dekat di depan matanya.


Didetik-detik terakhir, so ah menghindarinya. Tapi, kembali puluhan anak panah menyerangnya. Ia dengan cerdik melindungi tubuhnya dengan sulur-sulur disekelilingnya.


Cheng rou yang melihat so ah dengan rapat melindungi tubuhnya sendiri itu dengan sulur merepotkan disekelilingnya.


Ia tersenyum kejam.


Cheng rou memerintahkan ngengatnya untuk melapisi sulur yang melindungi tubuh so ah.


Ia menendang gulungan sulur itu keatas dan secara tiba-tiba, binatang buas spiritual membawa tubuh so ah.


Cheng rou melihat bahwa binatang spiritual yang terbang semakin jauh itu telah mematuhi perintahnya. Ia melesat pergi menuju padang kematian.


So ah yang sebelumnya didetik terakhir. Ia dengan cerdik diam-diam mengeluarkan dirinya sendiri dari sulur yang melindungi itu, dan ia telah berhasil menipu cheng rou.


So ah tersenyum puas.


Ia telah menganggap jing mei sebagai temannya. Walaupun ia sedikit merasa tak sopan karena jing mei seorang ratu. Ia berfikir bahwa jika mereka berhasil keluar dari wilayah kerajaan ini, ia akan memperkenalkan jing mei pada kedua harta berharganya dan sudah pasti kedua harta berharganya itu akan sangat senang melihat bibi cantik dan baik hati seperti jing mei. Tapi, saat ia telah mendekati tempat dimana jing mei berada. Tak ada siapapun disana !!!...


Hati so ah terjatuh...


Ia melihat sekelilingnya, dan baru sadar bahwa tubuh jing mei telah dibawa pergi oleh binatang aneh yang terbang menuju ke arah dimana cheng rou pergi.


Jangan-jangan !!!...


So ah dengan cepat ikut pergi mengejar jing mei.


Ia ingin membalas hutang budinya, karena wanita itu telah menyelamatkan hidupnya.


Disisi lain, yuan yang kehilangan fokusnya karena melihat so ah pergi menuju kepadang kematian, dimana seluruh hal mengerikan terjadi disana.


Zheng bai melihat yuan kehilangan fokus, ia dengan licik menghempaskan yuan dengan cincin dimensinya.


Kekuatan hempasan itu sangat besar hingga tubuh yuan terlempar jauh kearah medang perang.


BBLLLAAARRRRRRR....


KRAKKKK...


Tubuh yuan yang terpental melibas habis mahluk-mahluk di medan perang. Lubang yang membentuk garis besar dari wilayah kerajaan dunia atas ke padang kematian, membuat para mahluk yang terkena tabrakan tubuh yuan juga ikut terpental jatuh.


SRAAKKKKKK...


Yuan bertahan dengan pedang miliknya, tapi tidak dengan racun ditubuhnya yang mulai bereaksi kembali. Muntahan darah segar keluar dari dalam mulutnya.


Seluruh prajurit dunia bawah yang melihat kaisar agung dunia atas terpental jauh karena serangan raja mereka. Mereka bersorak dan kembali dengan brutal menghabisi pasukan dunia atas.


Keadaan di padang kematian semakin mengerikan. Darah semakin menggenang tajam dan tubuh-tubuh tak bernyawa semakin menumpuk mengerikan.


So ah melihatnya.


Wajahnya memucat.


Ia begitu kesakitan melihat ribuan kehidupan yang berakhir dengan kesia-siaan karena keegoisan dan keserakahan.


Apakah lebih banyak kehidupan tak bersalah yang juga terkena imbas dari keserakahan perang ini !!!..


Zheng bai disisi lain, tertawa senang melihat bagaimana dunia atas yang mulai kewalahan dan tak berdaya. Terutama kaisar mereka yang kini tengah terduduk dengan darah yang terus keluar dari mulutnya.


"Hahahahahahaha.... seranggg dunia atas !!!... perlihatkan pada mereka bahwa kitalah kerajaan agunggg itu !!!...", ucap zheng bai bangga.


Sorakan besar dan auman mengerikan seakan menyambut ucapan zheng bai. Seluruh rakyatnya bergerak cepat dan dengan bengis menyerang para prajurit kerajaan yang terlihat mulai melemah hal itu terjadi karena efek dari tubuh mereka yang secara paksa menghisap habis energi spiritual.


Para pasukan dunia atas terlihat putus asa dan pasrah akan kematian mereka. Sedangkan itu, yi masih bertarung ganas dengan chen qu dan disisi lain long kini tengah membuat lapisan demi lapisan besar formasi untuk melindungi pasukan dunia atas yang masih tersisa.


So ah yang melihat bahaya besar akan terjadi, ia sekuat tenaga membantu long yang terlihat membuat sebuah formasi.


Gemuruh besar dari dalam tanah terdengar kuat, dan secara tiba-tiba getaran-getaran besar mulai terbentuk di tengah-tengah pasukan dunia atas dan dunia bawah yang siap akan menyerbu pasukan dunia atas.


Sulur-sulur raksasa mulai membelah kedua bagian pasukan dan menghantam habis pasukan dunia bawah.


Lolongan menyedihkan terdengar dari ratusan binatang buas spiritual yang terkena tancapan sulur-sulur hidup itu.


Lapisan demi lapisan tebal sulur yang mulai membentuk lapisan kayu tebal diluar formasi pelindung milik long.


So ah terengah-engah, ia begitu sesak karena untuk kedua kalinya kembali mengeluarkan benteng kayu yang lebih besar dari terakhir kali ia buat di istana saat ia dan jing mei melarikan diri.


So ah berdiri diatas benteng raksasa buatannya. Hanfu hitam sedikit melayang terbang terkena angin, mengikuti rambut panjang tanpa sanggulannya yang juga bergerak ringan.


Cheng rou disisi lain, ia diam-diam telah menyelinap masuk kedalam pasukan kekaisaran dunia atas dan kini tengah menghisap habis energi spiritual dari para prajurit dunia atas.


Perubahan besar terlihat mencolok ditubuhnya yang kini telah berisi dan tak lagi seperti kerangka mati yang berjalan hidup.


Ia terlihat lebih segar dan segar karena energi spiritual suci yang sangat jarang bisa ia makan.


Cheng rou terkikik senang. Ia begitu bahagia dan bahagia.


"Sekumpulan domba bodoh", desis cheng rou.


Ia dengan ringan mengeluarkan energi spiritualnya.


Ledakan besar yang menghancurkan formasi long serta sebagian benteng kayu so ah membuat sebagian pasukan dunia atas mulai ketakutan.


Tubuh so ah terpental.